{"id":2455,"date":"2020-04-02T02:05:44","date_gmt":"2020-04-02T02:05:44","guid":{"rendered":"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/?p=2455"},"modified":"2020-04-02T02:05:47","modified_gmt":"2020-04-02T02:05:47","slug":"wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-penjagaan-pelabuhan-dan-bandara-di-batam-diperketat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/04\/02\/wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-penjagaan-pelabuhan-dan-bandara-di-batam-diperketat\/","title":{"rendered":"WNA Dilarang Masuk ke Indonesia, Penjagaan Pelabuhan dan Bandara di Batam Diperketat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"500\" src=\"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e85353e6f08c.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2456\" srcset=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e85353e6f08c.jpg 750w, https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e85353e6f08c-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Demak &#8211; Dikutip dari Kompasiana, Kantor Imigrasi memperketat penjagaan pintu masuk yang ada di Kota Batam, seperti Pelabuhan Feri Internasional dan Bandahara Hang Nadim, Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik\u00a0Indonesia. Selain itu, kebijakan itu dilaksanakan karena Batam merupakan wilayah terdepan Indonesia dan juga berbatasan dengan dua negara maju, seperti Malaysia dan Singapura.<\/p>\n\n\n\n<p> \u201cSebenarnya pejagaan sudah sejak lama kami perketat, namun setelah keluarnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik\u00a0Indonesia, semakin kami maksimalkan penjagannya,\u201d kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Romi Yudianto melalui telepon, Kamis (2\/4\/2020) pagi tadi.<\/p>\n\n\n\n<p> Selain menindaklanjuti peraturan Menkum dan HAM, hal ini juga dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 dari luar negeri ke Indonesia, khusunya di Batam, Kepri. \u201cPeraturan atau larangan itu mulai berlaku pada hari ini, Kamis, 2 April 2020 yang tidak lain untuk menekan penyebaran Covid-19,\u201d jelas Romi. Namun demikian, larangan itu tidak berlaku bagi WNA yang masuk dalam enam kategori, yakni orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas. Selanjutnya, tenaga bantuan dan dukungan medis\u00a0pangan\u00a0yang didasari oleh alasan kemanusiaan, awak alat angkut baik laut, udara, maupun darat serta orang asing yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional. \u201cNamun orang asing yang dikecualikan tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum diizinkan masuk ke wilayah Indonesia,\u201d papar Romi. Persyaratan yang dimaksud, lanjut Romi, mulai dari adanya surat keterangan sehat dalam bahasa\u00a0Inggris\u00a0yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masing-masing negara, telah berada 14 hari di wilayah atau negara yang bebas Covid-19, serta pernyataan bersedia dikarantina selama 14 hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demak &#8211; Dikutip dari Kompasiana, Kantor Imigrasi memperketat penjagaan pintu masuk yang ada di Kota Batam, seperti Pelabuhan Feri Internasional dan Bandahara Hang Nadim, Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik\u00a0Indonesia. Selain itu, kebijakan itu &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/04\/02\/wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-penjagaan-pelabuhan-dan-bandara-di-batam-diperketat\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2455"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2457,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2455\/revisions\/2457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}