{"id":3250,"date":"2020-04-14T03:59:04","date_gmt":"2020-04-14T03:59:04","guid":{"rendered":"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/?p=3250"},"modified":"2020-04-14T03:59:08","modified_gmt":"2020-04-14T03:59:08","slug":"menkumham-napi-asimilasi-berulah-lagi-diancam-pidana-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/04\/14\/menkumham-napi-asimilasi-berulah-lagi-diancam-pidana-baru\/","title":{"rendered":"Menkumham: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"691\" height=\"729\" src=\"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/93372800_2276372202666033_8907041742679703552_n.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3251\" srcset=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/93372800_2276372202666033_8907041742679703552_n.jpg 691w, https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/93372800_2276372202666033_8907041742679703552_n-284x300.jpg 284w\" sizes=\"(max-width: 691px) 100vw, 691px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jakarta &#8211; Menteri Hukum\ndan HAM Yasonna Laoly menegaskan warga binaan pemasyarakatan yang menjalani\nasimilasi dan integrasi di tengah pandemi Covid-19 akan terus diawasi. Seluruh\nwarga binaan yang kembali berulah akan mendapatkan sanksi berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Yasonna mengungkapkan,\ndirinya sudah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan\nKemenkumham untuk berkoordinasi dengan Polri dan Kejaksaan guna\nmengoptimalkan&nbsp;pengawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika\nberulah lagi, warga binaan asimilasi dimasukkan ke straft cell (sel\npengasingan). Saat selesai masa pidananya, diserahkan ke polisi untuk diproses\ntindak pidana yang baru,\u201d kata Yasonna, melalui keterangan tertulis di Jakarta,\nSenin (13\/4\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Dia menjelaskan, sudah\nlebih dari 35 ribu warga binaan pemasyarakatan yang menjalani program asimilasi\ndan integrasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah warga binaan\npemasyarakatan yang sudah menjalani 2\/3 masa hukuman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari jumlah tersebut,\ntercatat ada 10 warga binaan yang kembali berulah saat menjalani program\nasimilasi dan integrasi. Ada yang kembali ditangkap karena kasus mencuri, mabuk\ndan kekerasan, serta kasus narkoba.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Yasonna, tidak\nada alasan untuk menolerir warga binaan yang berulah kembali saat menjalani\nasimilasi dan integrasi. Namun, penangkapan kembali warga binaan tersebut\nadalah bukti berjalannya koordinasi antara jajaran Ditjen PAS dengan aparat\npenegak hukum lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda yang bilang program\nini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti\nkoordinasi pengawasan berjalan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dasar memberikan\nasimilasi dan integrasi pada puluhan ribu warga binaan, kata Yasonna, didasari\nalasan kemanusiaan terhadap penghuni lapas-rutan yang over kapasitas di tengah\npandemi Covid-19. Dia yakin program ini akan berhasil dengan kerja sama semua\npihak, koordinasi Ditjen PAS serta penegak hukum, masyarakat, dan pihak\nkeluarga yang memberi jaminan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika ada berita tentang\nwarga binaan kembali berulah, segera koordinasi ke Polres setempat. Periksa,\njika itu adalah warga binaan yang diasimilasikan, langsung masukkan lagi ke\nstraft cell,\u201d ungkapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan warga binaan pemasyarakatan yang menjalani asimilasi dan integrasi di tengah pandemi Covid-19 akan terus diawasi. Seluruh warga binaan yang kembali berulah akan mendapatkan sanksi berat. Yasonna mengungkapkan, dirinya sudah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk berkoordinasi dengan Polri dan Kejaksaan guna mengoptimalkan&nbsp;pengawasan tersebut. \u201cJika berulah &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/04\/14\/menkumham-napi-asimilasi-berulah-lagi-diancam-pidana-baru\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3250"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3250"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3252,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3250\/revisions\/3252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}