{"id":5050,"date":"2020-05-12T05:09:19","date_gmt":"2020-05-12T05:09:19","guid":{"rendered":"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/?p=5050"},"modified":"2020-05-12T05:09:25","modified_gmt":"2020-05-12T05:09:25","slug":"benarkah-minuman-dingin-tidak-baik-untuk-berbuka-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/05\/12\/benarkah-minuman-dingin-tidak-baik-untuk-berbuka-puasa\/","title":{"rendered":"Benarkah Minuman Dingin Tidak Baik untuk Berbuka Puasa?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/download-8.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5051\" width=\"529\" height=\"352\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demak &#8211;  Dibandingkan minuman hangat, berbuka puasa memang lebih nikmat dengan minuman dingin.\u00a0<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/minuman-berbuka-puasa\">Minuman berbuka puasa<\/a>\u00a0ini bisa membuat tenggorokan terasa segar setelah berpuasa\u00a0<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/Ramadhan\">Ramadhan<\/a>. Meski segar dan nikmat,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/minuman-dingin\">minuman dingin<\/a>\u00a0sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir dari Okezone.com, berikut dampak buruk langsung minum dingin saat berbuka puasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Gangguan pencernaan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Mudah terserang penyakit<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Sakit kepala<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, sakit kepala akibat minum air dingin saat buka&nbsp;puasa&nbsp;ini biasanya tidak lama. Anda hanya akan merasakannya sebentar saja lalu dengan cepat rasa tersebut hilang lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan tubuh di atas, sebaiknya Anda lebih memilih minuman hangat sebagai pilihan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/minuman-berbuka-puasa\">minuman berbuka puasa<\/a>. Namun bukan berarti Anda tidak boleh minum dingin selama bulan&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/Ramadhan\">Ramadhan<\/a>&nbsp;ini, lho. Anda tetap bisa konsumsi&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/minuman-dingin\">minuman dingin<\/a>&nbsp;untuk berbuka puasa asal tidak terlalu sering.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demak &#8211; Dibandingkan minuman hangat, berbuka puasa memang lebih nikmat dengan minuman dingin.\u00a0Minuman berbuka puasa\u00a0ini bisa membuat tenggorokan terasa segar setelah berpuasa\u00a0Ramadhan. Meski segar dan nikmat,\u00a0minuman dingin\u00a0sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari Okezone.com, berikut dampak buruk langsung minum dingin saat berbuka puasa. 1. Gangguan pencernaan Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/05\/12\/benarkah-minuman-dingin-tidak-baik-untuk-berbuka-puasa\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5050","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","item-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5050"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5052,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5050\/revisions\/5052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}