{"id":5539,"date":"2020-05-20T05:22:46","date_gmt":"2020-05-20T05:22:46","guid":{"rendered":"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/?p=5539"},"modified":"2020-05-20T05:22:56","modified_gmt":"2020-05-20T05:22:56","slug":"20-mei-budi-utomo-dan-tonggak-kebangkitan-pribumi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/05\/20\/20-mei-budi-utomo-dan-tonggak-kebangkitan-pribumi-indonesia\/","title":{"rendered":"20 Mei, Budi Utomo dan Tonggak Kebangkitan Pribumi Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"366\" src=\"http:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36877009-1af8-484a-beb0-cf127f3caad1_169.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5540\" srcset=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36877009-1af8-484a-beb0-cf127f3caad1_169.jpg 650w, https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36877009-1af8-484a-beb0-cf127f3caad1_169-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p> Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Hari ini 112 tahun yang lalu atau 20 Mei 1908 organisasi modern pertama yang digagas putra Indonesia didirikan, yakni\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/budi-utomo\">Budi Utomo<\/a><\/strong>. Tanggal 20 Mei tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan pribumi untuk melawan kolonialisme. Karena itu pada 1948, Presiden Sukarno menetapkan 20 Mei sebagai<strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/hari-kebangkitan-nasional\">Hari Kebangkitan Nasional<\/a><\/strong>\u00a0(Harkitnas). Budi Utomo berdiri sebagai organisasi tak lepas dari peristiwa dan kebijakan pemerintah kolonial beberapa tahun sebelumnya. Ada peran Novel\u00a0<em>Max Havelaar<\/em>\u00a0di dalamnya <\/p>\n\n\n\n<p> Novel\u00a0<em>Max Havelaar<\/em>\u00a0merupakan karya seorang keturunan\u00a0Belanda bernama Edward Douwes Dekker dengan nama pena Multatuli. Novel itu pertama kali terbit pada 1860 dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Douwes Dekker merupakan mantan asisten residen Lebak, Banten. Lewat\u00a0<em>Max Havelaar<\/em>, dia menceritakan betapa pemerintah kolonial Belanda menyengsarakan negeri jajahannya. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Max Havelaar<\/em>&nbsp;membuka mata orang-orang Eropa yang selama ini tidak tahu bagaimana kehidupan di negara jajahan dan tidak tahu bagaimana pemerintahnya memperlakukan orang-orang pribumi yang dijajah. Walhasil, novel tersebut menjadi terkenal di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kaum liberal Belanda juga mengutuk pemerintahnya ihwal praktik kolonialisme yang dilakukan selama ini. Mereka lalu mengkampanyekan Politik Etis atau politik balas budi kepada negara jajahan. Terdiri dari tiga program, yakni edukasi, irigasi dan transmigrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kaum liberal lalu memenangkan pemilu. Ratu Belanda, Wilhelmina lalu mengeluarkan kebijakan Politik Etis tersebut untuk diterapkan di Hindia Belanda (Indonesia dulu).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam program edukasi Politik Etis, pemerintah kolonial lebih membuka kesempatan kepada pribumi untuk menuntut ilmu di sekolah-sekolah Belanda. Selain sebagai balas budi, Belanda juga ingin menciptakan tenaga kerja dari kalangan pribumi. (Sumber : CNN)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Hari ini 112 tahun yang lalu atau 20 Mei 1908 organisasi modern pertama yang digagas putra Indonesia didirikan, yakni\u00a0Budi Utomo. Tanggal 20 Mei tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan pribumi untuk melawan kolonialisme. Karena itu pada 1948, Presiden Sukarno menetapkan 20 Mei sebagai\u00a0Hari Kebangkitan Nasional\u00a0(Harkitnas). Budi Utomo berdiri sebagai organisasi tak &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/2020\/05\/20\/20-mei-budi-utomo-dan-tonggak-kebangkitan-pribumi-indonesia\/\">Continue reading<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5539"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5539"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5541,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5539\/revisions\/5541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dukcapil.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}