
Demak – Dampak adanya virus corona membuat berbagai pedagang dan masyarakat kehilangan penghasilannya, tak terkecuali pengrajin usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Demak. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Demak, Masnuah mengatakan, pihaknya melalui Kadin Demak memberdayakan sekira 40 pengrajin UMKM untuk pengadaan masker dan alat pelindung diri (APD) untuk didistribusikan hingga ke luar Jawa.
“Dampak adanya covid 19, kawan-kawan UMKM aktivitas produksi lumpuh, karena bahan, pasar dan konsumen berkurang, sehingga mempengaruhi kinerja temen temen UMKM. Melalui Kadin Demak yang bekerjasama dengan Kadin Jateng bisa memberdayakan kawan-kawan UMKM untuk memproduksi masker dan APD. “Alhamdulillah, dampak ekonomi akibat corona masih bisa ditanggulangi, masih bisa meningkatkan ekonomi dan tetap lancar,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, 10/4/2020.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini mampu memberdayakan 40 pengarajin UMKM yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Guntur, Dempet, Wedung, dan Wonosalam. Ia menambahkan, hasil produksi masker dan APD tersebut didistribusikan hingga ke luar Jawa, yaitu Sumatra, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya. “Hasil kerjasama dengan Kadin Jateng dan Nasional kita distribusikan ke luar Jawa. Semalam kita kirimkan 100 paket APD ke Palembang,” imbuhnya. Sementara pengurus Kadin Jateng, Kholid Muktiyono menambahkan, musibah virus corona ini sangat merugikan bagi masyarakat, sehingga perlu adanya bantuan pemerintah pusat melalui Permen Kadin Paradigma Baru, yaitu terjun langsung melihat kebutuhan masyarakat. Lanjutnya, selain itu melalui Kadin Demak, pihaknya juga menggalakkan program pendampingan UMKM. “Berdasarkan data yang terkumpul dari Kadin Demak, sekira 40 pelaku UMKM yang terlibat, dan jumlah itu akan terus berkembang, yaitu melalui program-programnya untuk meningkatkan hasil produksi yang belum ada menjadi ada,” jelas anggota DPRD Demak Dapil Wedung tersebut.
Sementara satu pelaku UMKM Kecamatan Guntur, Umi Makrifatun mengatakan, dirinya dan pelaku UMKM lainnya dalam sehari bisa menghasilkan sekira 1000 masker dan 100 APD. Dia menjelaskan, pesanan masker awal yang ia terima yaitu dari Kadin Demak untuk dibagikan di wilayah Demak Kota menjelang akhir Maret 2020 lalu.
.
“Setelah itu, pesanan terus datang, baik dari wilayah Demak hingga luar Jawa melalui Kadin Demak,” jelasnya kepada Tribunjateng.com di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur. Dirinya yang juga pengurus Kadin Kecamatan Guntur, menjelaskan, sekira 20 orang pelaku UMKM terlibat dalam pembuatan masker dan APD tersebut. Ia menambahakan, sekira 10 orang menjahit di Balidesa Turitempel, ada juga yang dilanjutkan di rumah masing-masing. “Guntur dari berbagai desa yang terlibat, Desa Karangturi, Sarirejo, dan Turitempel yang banyak,” jelasnya di rumahnya. (sumber : Tribunjateng)
.




