May, 2020

now browsing by month

 

New Normal PNS Berlaku Mulai 5 Juni, Berikut Rinciannya

Jakarta – Pemerintah akan menerapkan tatanan normal baru atau new normal bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai 5 Juni 2020. Para abdi negara pun diminta untuk bisa beradaptasi dalam perubahan tersebut di tengah pandemi COVID-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru. Dalam salinan surat yang diterima kumparan, Sabtu (30/5), tugas dan fungsi PNS dalam tatanan normal baru dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan bagi aparatur sipil negara dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian. “Adaptasi terhadap tatanan normal baru di lingkungan kementerian/lembaga/daerah meliputi penyesuaian sistem kerja, dukungan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tulis salinan surat edaran tersebut.

Pertama, Penyesuaian Sistem Kerja. PNS masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja yang berlaku. Namun untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja dengan menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian. Penyesuaian sistem kerja dapat dilaksanakan melalui fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja, yakni pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office/WFO) dan/atau pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (work from home/WFH).

Kedua, Dukungan Sumber Daya Manusia Aparatur, Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen SDM aparatur antara lain penilaian kinerja oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK); pemantauan dan pengawasan oleh pimpinan unit kerja; dan PPK memastikan kedisiplinan pegawai. Ketiga, Dalam penyesuaian dengan tatanan normal baru, PPK diminta untuk mempersiapkan dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ASN dalam pelaksanaan tugas kedinasan, dengan fleksibilitas lokasi bekerja dan memastikan penerapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Hal ini dilaksanakan dengan memperhatikan pedoman penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dan keamanan informasi dan keamanan siber. Selain itu, PPK juga diminta agar menyesuaikan lingkungan kerja dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19, sesuai dengan panduan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa pelaksanaan sistem kerja PNS dalam tatanan normal baru disesuaikan dengan status penyebaran COVID-19 yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Ketentuan pelaksanaan mengenai penyesuaian sistem kerja ASN diatur lebih lanjut oleh PPK masing-masing. Selain itu, PPK bertanggung jawab dalam melakukan pelaksanaan dan pengawasan pelaksanaan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 58/2020 ini pada setiap unit organisasi di bawahnya. Pimpinan instansi melakukan evaluasi atas efektivitas pelaksanaan surat edaran tersebut dan melaporkannya kepada Menteri PANRB. (Kumparan)

Presiden RI Jokowi Beri Arahan Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19

JAKARTA – Presiden RI Jokowi menggelar rapat terbatas tentang evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pemulihan ekonomi dampak Covid-19, Jumat (29/5/2020).

Dalam kesempatan itu Jokowi memberikan empat arahan penting terkait tema tersebut. Pertama, Kepala Negara ingin PSN yang sangat penting bagi bangsa dan negara tetap dilanjutkan meskipun virus corona sedang melanda.

“Agenda strategis tak hanya di bidang ekonomi, tapi juga di bidang mendasar lainnya yaitu berkaitan dengan pendidikan, peningkatan kualitas SDM dan kesehatan,” ucapnya melalui telekonferensi.

Misalnya di bidang kesehatan. Jokowi mengungkapkan pemerintah memiliki agenda besar menurunkan stunting, pemberantasan tuberculosis (TBC), malaria, demam berdarah dengue (DBD), HIV/AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat.

“Ini artinya kita harus fokus menangani dan mengendalikan Covid tapi agenda strategis yang berdampak besar bagi kehidupan rakyat tak boleh dilupakan,” tegas Jokowi.

Kedua, terkait dengan PSN yang sedang berjalan, dirinya meminta agar itu di prioritaskan. PSN yang harus mendapat prioritas adalah yang berdampak langsung bagi penguatan ekonomi rakyat dan pemulihan ekonomi nasional.

“Saya mencatat beberapa PSN yang sangat penting bagi pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat. Misalnya seperti program sertifikasi tanah untuk rakyat, legalisasi lahan transmigrasi, reforma agraria, perhutanan sosial dan peremajaan perkebunan rakyat. Saya ingin pastikan program prioritas ini tetap berjalan tapi mengikuti protokol kesehatan ketat,” tuturnya.

Ketiga, Jokowi memerintahkan jajarannya segera menyelesaikan berbagai hambatan atau sumbatan bagi pelaksanaan PSN di lapangan. Ia menerima laporan bahwa hambatan yang paling besar masih pada urusan pembebasan lahan.

“Keempat, terkait dengan usulan 245 PSN baru, saya minta betul-betul dilihat di lapangan, dihitung, dikalkulasi secara rinci, mana yang direkomendasi, dan mana yang tidak direkomendasi, prioritas penambahan proyek yang memiliki daya ungkit besar pada pemulihan ekonomi pasca pandemik (Covid-19) saya kira sangat penting untuk kita dahulukan,” tandas Presiden RI Jokowi.

RAPID TES 25 PEDAGANG PASAR WONOSALAM NEGATIF

Demak – ​Beberapa petugas dari Puskesmas 2 Wonosalam melakukan pemeriksaan kepada dua puluh lima pedagang ikan di Pasar Wonosalam Kabupaten Demak menggunakan rapid test semuanya dinyatakan negatif, Jumat (22/5/2020). ​Kepala Puskesmas Wonosalam 2 Muazaroh, S.Kes mengatakan, pedagang di Pasar Wonosalam yang dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test diantaranya adalah pedagang ikan yang dianggap pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif covid 19 dari pedagang ikan di Pasar Sayung dan Pasar Kobong Semarang.

​Mereka satu per satu diambil sampel darahnya lalu darah mereka akan diteliti, dalam waktu tidak lebih dari tiga jam hasilnya sudah dapat diketahui ternyata negatif. ​”Hari ini dilakukan rapid test bagi pedagang ikan sebagai tracing terhadap pasien yang dinyatakan positif dari Sayung dan Semarang, mengingat distribusi ikan yang dijual disini berasal dari sana, alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.

Dari 25 pedagang ikan yang berada di pasar sujumlah 19 orang merupakan pedagang di los pasar dan sisanya adalah pedagang keliling atau eber. Lebih lanjut Muazaroh mengatakan jika hasilnya ada yang dinyatakan reaktif, maka akan dikarantina di tingkat kabupaten dan akan dilakukan swab tentunya hasilnya akan menjelaskan yang bersangkutan positif atau tidak.

​Sementara itu Camat Wonosalam Dra. Sri Utami saat memantau pelaksanaan rapid test mengatakan Pasar Wonosalam akan tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan, para pedagang dan pengunjung wajib memakai masker dan tetap jaga jarak. “Pasar sebagai tempat bertemunya banyak orang perlu sering dilakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Wonosalam, penyemprotan bisa dilakukan mandiri oleh pengelola pasar dan dibantu oleh para relawan dari pemerintah desa” jelasnya.

Rapid Test Di Pasar Desa Banyumeneng, Untuk Cegah Covid 19

Demak – Sebagai upaya untuk mengantisipasi penularan #COVID19 pada komunitas pasar. Maka dilaksanakan Rapid Test kepada Pedagang Ikan di Pasar Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen pada Jumat (29/05) kemarin. Kegiatan melibatkan beberapa pihak diantaranya dari Puskesmas Mranggen, Bidan Desa Banyumeneng, Tenaga Laboraturium Kesehatan, Satgas Covid-19 Desa Banyumeneng serta pihak keamanan dari Koramil dan Polsek Mranggen.

Dari pengambilan sampel rapid test terhadap 2 pedagang ikan hasilnya negatif. Pemeriksaan hanya dilakukan kepada 2 orang tersebut dikarenakan mereka berasal dari Wilayah Sayung, hal ini menindaklanjuti hasil Rapid Test Minggu lalu yang dilakukan di Pasar Sayung. (demakkab.go.id)

Surat Edaran Perpanjangan Belajar di Rumah

Demak – Sabtu (30/5), Buat Sobat Mindukcapil Demak yang memiliki putra putri maupun sanak saudara usia sekolah, monggo diperhatikan dan dicermati ya Sobat.

Surat Edaran dari  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Nomor: 420/2237 Tanggal 28 Mei  2020 Tentang  Edaran Perpanjangan Libur Sekolah Terkait Penyebaran COVID-19 dapat di lihat diatas ya Sobat Mindukcapil Demak

Update Data Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Sobat Dukcapil Demak, berikut update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Jumat, 29 Mei 2020..Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui :www.corona.demakkab.go.id

Harga Daging Ayam Makin Mahal Usai Lebaran

SEMARANG — Pasca-lebaran, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang masih terpantau tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi Jawa Tengah (SiHati), harga daging ayam sudah mulai mengalami peningkatan sejak Rabu (13/5), lalu yakni di angka Rp 35.800/Kg, dan hingga kini mencapai Rp 40.400/Kg.

Sri, satu di antara penjual daging ayam di Pasar Bandarjo Ungaran, mengatakan, harga daging ayam sudah berangsur-angsur mengalami peningkatan sejak Ramadan lalu.

“Harga daging ayam di kios saya pada pertengahan puasa sempat Rp 35 ribu/Kg, kemudian beberapa hari menjelang Lebaran sempat di angka Rp 40 ribu/Kg. Sementara hari ini (Rabu-Red) sudah turun menjadi Rp 38 ribu/Kg,” katanya, kepada Tribun Jateng, Rabu (27/5).

Sri pun memaklumi peningkatan harga yang terjadi itu sejak Ramadan hingga Lebaran, karena pada momen itu permintaan masyarakat sangat tinggi sehingga menyebabkan adanya lonjakan.

“Kalau menurut saya, harga daging ayam akan terus segini sampai nanti perayaan kupatan (tradisi masyarakat Jawa pada hari ke-8 setelah Lebaran),” jelasnya.

Di Pasar Bulu Semarang, harga daging ayam juga mengalami peningkatan sejak Ramadan lalu. Hal itu diungkapkan Minten, satu pedagang daging ayam di Pasar Bulu.

“Harga ayam di Pasar Bulu sudah mulai tinggi sejak Ramadan lalu. Di awal Ramadan, harga masih di angka Rp 27 ribu-Rp 28 ribu per Kg, mendekati lebaran makin naik. Satu hari sebelum Lebaran kemarin sempat Rp 38 ribu/Kg, dan hari ini justru Rp 40 ribu/Kg,” jelasnya.

Meski harga daging ayam mengalami peningkatan, Minten menuturkan, daya beli masyarakat tetap stabil, mengingat adanya kebutuhan masyarakat akan komoditas itu saat lebaran.

Ia memperkirakan, tidak lama lagi harga daging ayam akan kembali normal. “Biasanya kalau melihat tahun-tahun lalu, setelah Lebaran tidak lama harga daging ayam akan turun dan stabil lagi,” ucapnya.(TribunJateng)

Operator TPDK Kecamatan Karanganyar Berpakaian APD Lengkap Saat Merekam Warga

Demak – Masih seperti biasanya di Kecamatan Karanganyar telah dilakukan pelayanan adminduk yaitu rekam data KTP-el. Seperti halnya yang dilakukan m. Khoirul Anwar dari warga Cangkring kecamatan Karanganyar Demak telah direkam data biodata, pas photo, tanda tangan, 10 sidik jari dan iris mata. M. Koirul Anwar telah memeriksa dan menyatakan kebenaran hasil perekaman datanya sendiri, yang akan menjadi basis data terhadap penerbitan KTP-el. Berdasarkan keterangan M. khoirul Anwar pada saat 17 tahun beliau telah sekolah dan belum sempat mendaftar perekaman KTP_El.

Ditengah pandemi covid 19 ini, para petugas atau operator perekaman KTP-el harus mengenakan APD (Alat Perlindungan Diri) lengkap berikut dengan baju Hazmat, face shield, masker, dan sarung tangan pada saat melayani warga yang akan melakukan perekaman data KTP-el. Seperti halnya yang dilakukan oleh Endang Sulistyowati, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di Kecamatan Karanganyar pada saat melayani Khoirul untuk merekam data KTP-el hari ini (29/5).

Jadwal Dokter Di RSUD Sultan Fatah

Demak – Jumat (29/5), Sobat Mindukcapil Demak yang berdomisili diwilayah Selatan, seperti Kecamatan Karangawen, Mranggen, Kebonagung dan sekitarnya. RSUD SULTAN FATAH telah hadir dengan Fasilitas Kesehatan yang baik dan memadai.

Untuk sementara baru dapat melayani Pasien Umum dan Jamkesda..Pelayanan IGD 24 Jam. Untuk informasi selengkapnya monggo dapat dilihat di Infografis diatas. Alamat RSUD SULTAN FATAHJL. Raya Semarang – Purwodadi Km. 21 No. 107Karangawen – Demak.

Takut dan Cemas, Warga Pertanyakan Kantor Diklat Demak Jadi Tempat Karantina Penderita Covid-19

Demak – Warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Demak mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Demak, Kamis (28/5/2020).
Mereka mempertanyakan adanya rumah karantina bagi penderita Covid-19 di kantor yang terletak di desanya.
Dengan didampingi Kepala Desa Karangsari, Wiryadi Agung Raharjo, perwakilan warga diterima oleh Kepala BKPP Demak, Hadi Waluyo.
Heri Setiawan perwakilan warga mengatakan, warga merasa khawatir dan was-was dengan adanya rumah karantina di desanya, terlebih tidak ada sosialisasi sebelumnya. “Warga khawatir ada rumah karantina disini. Harusnya tempat isolasi jauh dari pemukiman warga. Apalagi ini pemerintah desa juga tidak tahu ada rumah karantina di wilayahnya,” kata Heri.

Kepala Desa Karangsari, Wiryadi Agung Raharjo, menyatakan bahwa kedatangannya bersama warga untuk meminta klarifikasi terkait rumah karantina yang ditempatkan di Kantor BKPP Demak. Sebagai pemangku wilayah, dia mendapat informasi adanya rumah karantina tersebut  justru dari warga, tidak ada pemberitahuan resmi ke pihak desa. “Warga berdatangan ke rumah saya,  benarkah kantor diklat (BPKP Demak) digunakan untuk karantina, makanya kesini untuk klarifikasi,” kata Agung.”Kami tidak menolak karena ini untuk kemanusiaan, cuma butuh kejelasan saja. Sehingga pemdes bisa mengambil langkah-langkah untuk mengedukasi warga agar tidak merasa ketakutan,” ujarnya. Kepala BKPP Demak, Hadi Waluyo mengatakan, sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Demak, BKPP Demak siap melaksanakan perintah bupati Demak. 

Penunjukan Kantor BKPP Demak sebagai tempat karantina tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Demak Jawa Tengah  Nomor 360/177 Tahun 2020 tentang Penetapan Tempat Isolasi Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) tingkat Kabupaten Demak. Adanya karantina tersebut, dengan harapan dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona dan tidak ada penularan ke warga lainnya.
“Perintah bupati dan sekda, dilokalisir disini supaya tidak bersinggungan langsung dengan masyatakat. Semua sudah sesuai prosedur. Karantina disini sudah dikoordisikan oleh gugus tugas kabupaten,” kata Hadi. 

Hadi melanjutkan, BKPP Demak menyiapkan 45 kamar untuk karantina warga positif Covid-19. Semua persiapan sudah disiapkan oleh satgas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Demak termasuk penyemprotan lokasi karantina termasuk APD untuk petugas dan konsumsi  bagi  warga yang menjalani karantina.
“Disini ada enam warga yang positif Covid-19. Kebetulan kantor BKPP Demak ini hanya satu pintu masuk saja. Jadi selama menjalani isolasi disini, mereka tidak bisa kemana mana,” ujarnya. (Sumber : Teropong Jateng).

© 2021: DINAS KEPENDUDUKAN & PENCATATAN SIPIL KABUPATEN DEMAK | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial