Sehat Mental Selama Social Distancing

Demak – Minggu (29/03/2020). Kurang lebih sudah seminggu sejak kita dihimbau untuk melakukan social distancing atau pembatasan sosial untuk mengurangi risiko penularan Coronavirus (COVID-19) di Indonesia, misalnya dengan bekerja dan belajar dari rumah serta mengurangi bepergian ke tempat yang ramai. Kedengarannya mudah dilakukan, tapi tidak semua orang nyaman melakukan pembatasan sosial. Hal ini disebabkan karena adanya kebutuhan manusia untuk berkomunikasi, merasa terkoneksi, merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok masyarakat, dan mendapatkan dukungan, terutama di masa-masa sulit ini. Kita memang harus sehat di masa-masa ini, tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga secara mental.

Psikolog Inez Kristati berbagi beberapa tips yang bisa dilakukan oleh kawan-kawan untuk tetap sehat mental selama periode pembatasan sosial. Berikut tipsnya. Antara lain, Tetap membuat dan mempertahankan rutinitas sehari-hari. Ternyata, memiliki rutinitas dapat membantu seseorang lebih teratur serta memberikan makna dalam hidupnya. Kedua, Gunakan teknologi modern untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang penting dalam hidup kita. Dengan bantuan media sosial, telepon, maupun panggilan video, kita dapat berbagi cerita dengan keluarga serta teman-teman kita. Ketiga, Ketika berkomunikasi dengan orang lain, bicarakan hal lain selain COVID-19, misalnya hobi, film terbaru yang akan keluar, bahkan pengalaman kalian agar obrolan kalian tetap ringan dan menyenangkan. Terakhir, Jangan lupa untuk menunjukkan kepedulian kita pada orang lain, baik orang yang dekat dengan kita ataupun orang-orang yang sudah lama tidak berinteraksi dengan kita. Siapa tahu, ini adalah langkah awal untuk membangun koneksi dengan mereka kembali. Semoga tips-tips tersebut dapat membantu kawan-kawan untuk tetap sehat baik secara fisik maupun mental selama periode pembatasan sosial ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial