
Demak – Dilansir dari Tribun Jateng, Minggu (05/04/2020). Nelayan di Desa Morodemak Kecamatan Bonang mengeluhkan harga ikan turun hingga 100 persen, diperkirakan dampak adanya virus corona. Satu nelayan Morodemak, Ikhwan (55) mengatakan, harga ikan turun sekira tiga minggu belakangan. “Harga ikan kembung biasanya perkilonya Rp 15 ribu, sekarang menjadi sekira Rp 7 ribu,” jelas warga RT 5 RW 3 tersebut kepada Tribunjateng di Morodemak, 4/4/2020.
Ia menjelaskan penurunan harga ikan terjadi di semua jenis ikan, yakni ikan kembung, teri, laosan, tengiri, grabah, dan lainnya. Ia juga menyebut, tempat pelelangan ikan di Morodemak tak lagi mengirimkan ke berbagai kota besar lantaran adanya virus corona ini. “Pelelangan ikan di sini biasanya mengirim ke Semarang, Jakarta, kemudian diekspor untuk ke Cina, Jepang,” imbuhnya.
Lanjutnya, harga teri semula Rp 15 ribu menjadi Rp 8 ribu, ikan kakap semula Rp 40 ribu menjadi Rp 20 ribu, tengiri semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu, laosan semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu. “Sementara ikan grabah semula Rp 18 ribu menjadi Rp 12 ribu,” jelasnya. Dirinya mengaku dalam mencari hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah perairan, di antaranya Demak, Semarang, Kendal, dan Jepara. Kendati demikian, dirinya merasa pasrah lantaran pekerjaan nelayan yang tak menentu keuntungannya. “Harga ikan paling anjlok ya belakangan ini. Tahun sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya. Sementara pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) Morodemak, Masyhudi membenarkan hal tersebut, harga ikan satu basket atau setara 36 kilogram semula Rp 800-900 ribu menjadi Rp 300-400 ribu.




