
Demak – Di media sosial viral ajakan soal Indonesia berhenti total selama tiga hari berlaku mulai hari Jumat-Minggu 10-12 April 2020 untuk melawan wabah corona. Pesan tersebut juga menyebutkan bahwa Virus tidak bisa pindah kecuali dipindahkan, dan jika dalam 24 jam tidak dipindahkan, virus mati sendiri. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan ajakan tersebut tidak jelas sumbernya. “Tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Yurianto pada detikcom, 9/4/2020.
Namun satu hal yang pasti pemerintah sudah mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Di Jakarta misalnya PSBB mulai diterapkan Jumat ini 10/4/2020. Menurut Permenkes 9 tahun 2020, PSBB ini dilakukan selama masa inkubasi terpanjang (14 hari). Namun penerapan dapat diperpanjang tergantung dari laporan kasus konfirmasi terakhir. Ada enam hal yang dibatasi atau diatur dalam PSBB yaitu sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, fasilitas umum, transportasi massal, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Hoax Tentang Angin Membawa Virus. BMKG mengonfirmasi bahwa rumor yang beredar di media sosial tentang akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks. Dalam rumor itu disebutkan, wabah akan terbawa oleh angin yang berembus dari utara ke selatan, sehingga masyarakat diimbau mengenakan masker pada 10-12 April 2020.
Menanggapi rumor itu, BMKG memastikan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari BMKG selaku institusi yang berwenang mengumumkan hal-hal terkait meteorologi. “BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau,” ujar Plt. Bidang Meteorologi BMKG, Herizal pada Kompas.com, 9/4/2020.
.
“Sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi angin dari utara atau dari Benua Asia,” tutur dia. Herizal menyebutkan, beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia bahkan kini sudah mulai berhembus angin dari timur-selatan, tepatnya dari Benua Australia. Maka rumor di media sosial bahwa angin akan datang dari utara ke selatan pada tiga hari ke depan tak memiliki pertanggungjawaban ilmiah.




