Ganjar Imbau Masyarakat Taati Larangan ke Jakarta Pasca Lebaran

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat Jateng agar menaati larangan ke Jakarta pasca Lebaran guna memutus persebaran Covid-19. Masyarakat tidak perlu balik ke Jakarta, apalagi ibu kota Indonesia itu merupakan salah satu episentrum penyebaran Covid-19.

”Jangan ke Jakarta. Wong sudah dikasih tahu kok, kecuali mereka yang bekerjanya di kantoran, pasti pulangnya kemarin pakai izin,” kata Ganjar Seperti dilansir dari Antara di Semarang.

”Ketika di suatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu. Itu saja rumusnya, yang nekat, ya Anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman,” tambah Ganjar.

Dia meminta masyarakat yang sudah telanjur mudik untuk tetap tinggal di Jawa Tengah karena sudah disiapkan program pemberdayaan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. ”Mereka yang tidak bisa bekerja akan diberikan pelatihan, modal usaha, hingga pemasaran sesuai potensi masing-masing,” ujar Ganjar.

Pemprov, kata dia, bahkan sudah bekerja sama dengan sejumlah penyedia perdagangan elektronik nasional untuk menyukseskan program itu. ”Lebih baik sekarang yang sudah telanjur mudik, tetap di daerah saja. Toh kemarin meski dilarang, Anda juga bolos dan nekad. Saya ingatkan hati-hati, jangan nekad kembali ke Jakarta,” tutur Ganjar.

Sebagai informasi, meski pemerintah melarang mudik, banyak warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta maupun kota besar lain seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi nekad untuk mudik dengan menggunakan berbagai cara.

Ganjar bahkan menyebut kebocoran pemudik sudah terjadi cukup banyak yakni lebih dari 600.000 warga Jateng di Jabodetabek nekad mudik ke kampung halaman masing-masing pada Lebaran 2020. (Sumber : JawaPos)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial