
Memasuki tiga bulan pandemi corona, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari penerapan physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di beberapa daerah yang masuk zona merah. Kini, pemerintah mulai kembali mensosialisasikan kebijakan baru yang disebut new normal. Sesuai dengan istilahnya, new normal adalah fase ketika aktivitas publik kembali dilaksanakan secara normal namun dengan mengedepankan protokol pencegahan virus corona. Di fase ini, tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga sekolah pun akan kembali dibuka secara bertahap. Dengan adanya kebijakan ini, otomatis kita juga harus bekerja ekstra untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga agar imunitas tetap kuat. Berdasarkan e-book yang diterbitkan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) berjudul Serba COVID, Cegah COVID-19 Sehat untuk Semua, dijelaskan bahwa cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Bagaimana caranya? Berikut ini tips yang bisa dilakukan agar daya tahan tubuh lebih kuat dalam menghadapi new normal:
Dengan pola makan yang lebih sehat dan penuh nutrisi, kualitas kesehatan otomatis akan ikut meningkat. Kebiasaan makan sehat bisa dimulai dengan mengurangi makanan tinggi lemak jahat, mengurangi makanan olahan, dan perbanyak makanan bergizi yang tinggi antioksidan. Misalnya makanan yang tinggi vitamin C seperti pada buah-buahan, paprika, hingga brokoli. Dilansir Healthline, antioksidan pada makanan yang mengandung vitamin C berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan begitu, tubuh pun akan terasa lebih prima dan daya tahan tubuh terjaga dengan baik.
Untuk memenuhi asupan cairan harian, kita dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 8 gelas air setiap hari. Tapi tak hanya berfungsi menambah cairan tubuh agar tidak mudah dehidrasi, asupan air putih yang cukup juga bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Air putih juga bisa membantu memaksimalkan fungsi otak, menjaga tekanan darah, melancarkan peredaran darah, hingga meningkatkan kesehatan di sistem pencernaan kita.
Meski intensitas kegiatan fisik berkurang selama pandemi, olahraga tetap harus dibiasakan agar tubuh tidak mudah lemas dan kehilangan energi. Memasuki fase new normal ini, sebaiknya tetap biasakan berolahraga sebelum melakukan aktivitas harian. Selain membuat tubuh lebih bugar, olahraga juga bisa meningkatkan mood baik sekaligus meminimalisir efek gangguan kecemasan. Mood yang lebih stabil secara tidak langsung tentu akan berdampak baik pada kekebalan tubuh selama menghadapi pandemi.
Terlihat sederhana memang, namun istirahat punya peran yang sama pentingnya dengan makan dan olahraga, lho. Apalagi di tengah pandemi corona yang kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, tidur bisa membantu memaksimalkan metabolisme tubuh sekaligus menjaga daya tahan tubuh. Kita dianjurkan untuk tidur minimal 8 jam setiap harinya. Dengan durasi tidur yang cukup, badan akan terasa lebih segar saat bangun, mood baik meningkat, dan fungsi organ tubuh pun bisa bekerja lebih maksimal.
Selain physical distancing atau menjaga jarak dengan banyak orang, menjaga kebersihan tubuh adalah salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Baik saat berada di rumah, maupun ketika diharuskan untuk berada di luar rumah, protokol kesehatan untuk mencegah corona harus tetap diterapkan. Saat diharuskan beraktivitas di luar, selalu cuci tangan dengan sabun setelah menyentuh permukaan barang dan sediakan hand sanitizer serta masker cadangan di dalam tas. Setelah kembali dari bepergian, jangan lupa juga untuk mandi dan mencuci semua pakaian yang dikenakan untuk meminimalisir kontaminasi virus.
Makanan yang kita santap setiap hari belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Oleh karena itu, suplemen bisa menjadi solusi untuk membantu memenuhi asupan nutrisi harian agar stamina tubuh tetap terjaga, salah satunya vitamin C. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) juga menyatakan bahwa vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan untuk penanganan COVID-19. Suplemen vitamin C yang dikonsumsi sebagai pendamping makanan bergizi bisa membantu produksi sel darah putih (limfosit) dan mencegah sel darah putih dari kerusakan oleh radikal bebas. Nah, sel darah putih tersebut bertugas sebagai antibodi yang mencegah infeksi virus dan bakteri.




