
Demak – Beberapa petugas dari Puskesmas 2 Wonosalam melakukan pemeriksaan kepada dua puluh lima pedagang ikan di Pasar Wonosalam Kabupaten Demak menggunakan rapid test semuanya dinyatakan negatif, Jumat (22/5/2020). Kepala Puskesmas Wonosalam 2 Muazaroh, S.Kes mengatakan, pedagang di Pasar Wonosalam yang dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test diantaranya adalah pedagang ikan yang dianggap pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif covid 19 dari pedagang ikan di Pasar Sayung dan Pasar Kobong Semarang.
Mereka satu per satu diambil sampel darahnya lalu darah mereka akan diteliti, dalam waktu tidak lebih dari tiga jam hasilnya sudah dapat diketahui ternyata negatif. ”Hari ini dilakukan rapid test bagi pedagang ikan sebagai tracing terhadap pasien yang dinyatakan positif dari Sayung dan Semarang, mengingat distribusi ikan yang dijual disini berasal dari sana, alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.
Dari 25 pedagang ikan yang berada di pasar sujumlah 19 orang merupakan pedagang di los pasar dan sisanya adalah pedagang keliling atau eber. Lebih lanjut Muazaroh mengatakan jika hasilnya ada yang dinyatakan reaktif, maka akan dikarantina di tingkat kabupaten dan akan dilakukan swab tentunya hasilnya akan menjelaskan yang bersangkutan positif atau tidak.
Sementara itu Camat Wonosalam Dra. Sri Utami saat memantau pelaksanaan rapid test mengatakan Pasar Wonosalam akan tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan, para pedagang dan pengunjung wajib memakai masker dan tetap jaga jarak. “Pasar sebagai tempat bertemunya banyak orang perlu sering dilakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Wonosalam, penyemprotan bisa dilakukan mandiri oleh pengelola pasar dan dibantu oleh para relawan dari pemerintah desa” jelasnya.




