Tips agar Orang Tua Tidak Gampang Emosi saat Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Demak – Rabu (6/5), Selama pandemi virus corona, tugas Ada sebagai orang tua bertambah, yaitu mendampingi anak selama belajar dari rumah. Ya Moms, mendampingi anak belajar dari rumah memang bukan perkara mudah. Anak mungkin saja menolak untuk belajar atau bahkan tidak semangat mengerjakan tugas sekolahnya karena merasa bosan di rumah aja.

Selama pandemi virus corona, tugas Ada sebagai orang tua bertambah, yaitu mendampingi anak selama belajar dari rumah. Ya Moms, mendampingi anak belajar dari rumah memang bukan perkara mudah. Anak mungkin saja menolak untuk belajar atau bahkan tidak semangat mengerjakan tugas sekolahnya karena merasa bosan di rumah aja. Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Farraas A. Muhdiar, M.Sc., M.Psi, Anda sebagai orang tua perlu menerima kenyataan bahwa pandemi virus corona sekarang ini di luar kendali Anda. Ya Moms, berdamailah dengan keadaan, agar Anda bisa mengelola emosi dengan benar.

Jika Anda sudah merasa lelah, penting sekali istirahat dan tidak memaksakan melakukan aktivitas lain. Tujuannya, agar Anda tidak meluapkan emosi Anda saat lelah ke semua orang rumah, termasuk pada anak dan suami Anda. Lakukan pula kegiatan yang Anda senangi sebagai sebagai bentuk penyegaran pikiran Anda. Selain itu, Anda juga bisa berbagi tugas dengan suami, baik dalam hal mendampingi anak belajar, atau soal pekerjaan rumah tangga. Libatkan suami, agar beban Anda bisa berkurang, Moms.

Anda juga perlu mengambil hikmah dari kejadian pandemi virus corona ini. Banyak sisi positif yang bisa Anda dapatkan, di antaranya Anda bisa lebih dekat dengan keluarga, hingga bisa tidak melewatkan perkembangan si kecil yang menggemaskan. “Kita bisa ambil hikmah dari kejadian ini, itu juga bisa mengurangi emosi sih. Jadi bisa melihat perkembangan anak secara langsung, jadi lebih dekat sama keluarga, jadi kita cari apa positifnya, meskipun jagain anak terus, pasti ada deh positifnya,” tambah Farraas.

Anda jangan memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan. Begitu juga pada anak, jangan memaksakan ia harus bisa belajar seperti berada di sekolah, sebab kondisinya berbeda. (Sumber : KumparanMom).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial