Pendaftaran Kartu Pekerja Resmi Dibuka

Demak – Selasa (14/04/2020). Sahabat Dukcapil, pendaftaran kartu prakerja melalui website www.prakerja.go.id telah dibuka. Program ini terbuka bagi para pekerja, pelaku usaha kecil dan pencari kerja.

Adapun persyaratannya, yaitu Warga Negara Indonesia, Usia diatas 18 tahun, tidak sedang sekolah/kuliah. Sahabat Dukcapil juga bisa membaca informasi selengkapnya di laman www.prakerja.go.id/faq

Hadapi Covid 19 Dengan Memperkuat Kedaulatan Pangan

Demak – Selasa (14/04/2020). Sebagaimana dikutip dari Kementerian Dalam Negeri. Sahabat Dukcapil, dari 4 sektor yang menjadi arahan Mendagri, salah satu pointnya adalah melipatgandakan produksi.

Harapannya, ditengah tekanan penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah dapat membantu sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan untuk melipatgandakan produksinya.

4 Cara Efektif Mendapatkan Vitamin D, Selain Berjemur

Demak – Selasa (14/04/2020). Vitamin D adalah nutrisi penting untuk menunjang kinerja organ dalam tubuh.⁣ Manfaat vitamin D yang utama untuk membantu penyerapan kalsium. ⁣

Antara lain, mengkonsumsi ikan yang mengandung lemak baik seperti tuna, salmon, mackarel. Kemudian mengkonsumsi kuning telur juga mengandung vitamin D. Makan jamur juga mengandung vitamin D, jika kamu, sahabat Dukcapil adalah vegetarian. Kemudian juga bisa mengkonsumsi susu, jus jeruk, dan sereal.

Peran RT/RW Dalam Penanganan Covid 19

Demak – Selasa (14/04/2020). Sahabat Dukcapil dalam penanganan dampak Covid-19 terutama dalam hal penyusunan jaring pengaman sosial dan bantuan masyarakat, peran RT, RW, Kepala Desa dan Pemerintah Daerah setempat sangat penting dalam mempersiapkan kebutuhan data-data warganya.

Diharapkan sinergi antara pemerintah pusat hingga ke daerah akan membantu mengurangi beban masyarakat yang terdampak dasyatnya pandemi ini.
Yuk sahabat Dukcapil lapor ke RT RW setempat jika kamu terdampak secara ekonomi sehingga kita bisa melewati kesulitan ini bersama-sama.
Tetap semangat ya sahabat Dukcapil.

Menghindari Kerumunan Termasuk Ibadah

Demak – Selasa, 14/04/2020. Melakukan aktivitas di rumah merupakan salah satu upaya yang mampu mencegah penularan covid-19. Terlebih menyambut Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah yang semakin dekat, umat muslim di tanah air diimbau untuk dapat melaksanakan kegiatan ibadah Ramadan bersama keluarga di rumah.

Sekretaris komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA menjelaskan bahwa covid-19 bukanlah halangan untuk pelaksanaan ibadah. Ikhtiar masyarakat dalam mencegah penularan covid-19 juga merupakan salah satu bentuk ibadah. Asrorun menambahkan bahwa saat ini adalah momentum untuk meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT melalui cara baru yang tentunya sesuai dengan syari’at Islam yang telah ditetapkan pada masa tanggap darurat covid-19.

Sebab, menurut dia, ibadah bisa tetap dilakukan meskipun tanpa berkerumun.⁣
“Sekali lagi saya tekankan, pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah karena menurut para ahli kerumunan dalam situasi sekarang menjadi faktor potensial penyebaran wabah”.⁣ (sumber : Kompas)

Ibu Rumah Tangga Terjangkit Virus Corona dari Uang Kembalian Tukang Sayur

Demak – Dilansir dari Tribun Lampung. Penularan virus corona bisa berasal dari mana saja. Terkadang penularan virus corona terjadi dari hal yang tidak kita sangka. Seperti yang dialami Nunki Herwanti, ibu rumah tangga di Semarang, Jawa Tengah. Nunki terinfeksi virus corona padahal tak pernah menjalin kontak dengan orang asing. Nunki juga tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri atau luar kota. Nunki kini sudah pulih dari penyakit covid-19.

Ia menceritakan awal terjangkit virus corona kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Hal itu diketahui melalui channel YouTube Ganjar Pranowo pada Sabtu (11/4/2020). Nunki Herwanti mengatakan, saat ia terserang Covid-19, dirinya tengah hamil muda sekitar 17 minggu. Nunki Herwanti menjelaskan dirinya tak memiliki riwayat perjalanan kemanapun.

Selain itu, dirinya mengaku hampir tak pernah berada di suatu kerumunan sebelum mendapat gejala Covid-19. “Enggak ada riwayat perjalanan ke luar kota, enggak ada riwayat perjalanan ke luar negeri.” “Bahkan mengerumuni suatu kerumunan juga enggak,” ujar Nunki.

Nunki yang seorang ibu rumah tangga tersebut mengatakan, dirinya juga tak melakukan kontak fisik dengan siapapun. Kecuali dengan keluarga dan tukang sayur keliling yang biasa menjajakan barangnya di kompleknya. Lantaran anaknya baru saja pindah sekolah, ia juga belum memiliki banyak kenalan. Sehingga, tak ada kontak fisik yang terjadi. “Jadi kegiatan saya sehari-hari hanya menjemput anak dan enggak ada kontak fisik dengan siapapun, paling cuma ketemu sama tukang sayur.”

“Kebetulan anak saya baru pindah sekolah. jadi beberapa bulan dia sekolah di sini jadi saya enggak mengenal orang tua murid lainnya.” “Enggak ada salaman atau apapun,” jelas Nunki. Selain itu, dirinya yang tengah hamil muda juga biasanya tak turun dari mobil saat menjemput sang anak. “Kebetulan saya hamil muda antar jemput pakai mobil jadinya enggak ada turun dari mobil,” imbuhnya. Nungki mengatakan, pertama kali merasakan gejala Covid-19 pada 16 Maret 2020.

Ia hanya merasakan batuk dan pilek serta sesak napas di hari keempat. “Awalnya cuma batuk pilek mulai 16 Maret 2020, hanya pilek dan batuk tiap bangun.” “Sampai hari ke empat ada baru sesak napas, tapi sesaknya juga enggak sepanjang hari, setelah minuum air hangat hilang,” tuturnya. Ia menambahkan sesak napas yang ia rasakan cukup berat di bagian bawah.

“Sesak napas berat karena batuk berdahak, berat napasnya. Di bagian bawah, Jadi hari pertama tanggal 16 itu bener-bener pilek dan batuk kemudian hari keempat sesak nafas tapi hilang timbul,” kata dia.

Karena takut bisa menularkan ke orang lain, maka Nunki langsung memposisikan diri sebagai orang yang terjangkit Covid-19. “Ketika saya khawatir kalau saya mengatakan atau percaya ini flu biasa, ini tidak masalah, ini masuk tangani.” “Saya takutnya, saya lengah sebagai manusia akhirnya menularkan ke mereka, jadi saya langsung memposisikan diri saya, ini Covid,” kata Nunki.

Pada hari keenam ia akhirnya memeriksakan diri ke RSUP Kariadi, Semarang bersama sang suami. Pasalnya, sang suami bekerja sebagai dokter sehingga dugaan awal dia tertular dari sang suami. Namun, hasil pemeriksaan suaminya justru negatif Covid-19, sedangkan dirinya positif. Nunki menduga dirinya tertular dari tukang sayur keliling.

Apalagi, tukang sayur yang ia beli bukan hanya dari satu penjual. “Kalau nebak-nebak karena saya setiap hari bertemu dengan tukang sayur, mau belanja kemungkinan dari beliau-beliau, karena enggak dari satu tukang sayur,” ucapnya.

Pasalnya, tukang sayuran biasanya bertemu dengan banyak orang di pasar maupun dengan pembeli lain. “Ada kemungkinan dari mereka, karena mereka pun bakulan di pasar pun bertemu dengan puluhan orang, terus mereka menjajakan dagangan pun bertemu dengan puluhan orang, kita enggak pernah tahu,” ujar dia.

Nunki membenarkan bahwa dirinya tak melakukan dengan kontak fisik dengan tukang-tukang sayur tersebut. Namun, ia menduga tertular dari barang-barang atau hal-hal yang dipakai banyak orang secara bergantian, seperti uang kembalian yang ia dapatkan.

“Memang enggak, tapi kan dia mengambil barang dagangan saya terus memegang plastiknya apa gimana, mungkin dari uang kembaliannya pak,” lanjutnya. Nunki mengaku, dirinya awalnya tidak terlalu dengan waspada terkait Covid-19 lantaran kala itu pasien Virus Corona tak sebanyak sekarang. “Karena itu kan sebelum saya dapat gejala itu memang pandeminya di Semarang, baru satu dua tiga pasien di Jakarta, memang kita belum terlalu aware, di situ saya kecolongan,” imbuhnya.

Rapat Koordinasi Dan Pembinaan Koordinator TPDK 14 Kecamatan Se-Kabupaten Demak

Demak – Selasa pagi ini (14/04/2020) telah diselenggarakan Rapat Koordinasi dan Pembinaan pada Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil Kabupaten Demak di Ruang Pertemuan Dindukcapil Kab. Demak. Dengan tetap mengedapankan phsycal distancing atau jaga jarak seperti himbauan dari Pemerintah.

Dipimpin oleh Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Rustiyono, S.Sos dan Kasi Identitas Penduduk, Masrifah, S.Sos dan Kasi Pindah Datang dan Pendataan Penduduk, Sukarsih, S.Sos, rapat tersebut membicarakan mengenai COVID 19 dan berpengaruh pada pelayanan administrasi kependudukan. Sehingga pelayanan diarahkan secara online. Selain itu juga Rustiyono juga membahas mengenai kedisiplinan para pegawai Dindukcapil yang ditugaskan di TPDK Kecamatan se Kab. Demak untuk tertib pada aturan, mengikuti apel pagi bersama, serta harus melakukan pengarsipan yang baik pada berkas dokumen kependudukan. “Menampung keluhan-keluhan mereka selama bertugas di TPDK Kecamatan terkait dengan sarana dan prasana atau fasilitas apa saja yang dibutuhkan, guna mendukung perbaikan menuju pelayanan yang prima”, pungkas Rustiyono.

Menkumham: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan warga binaan pemasyarakatan yang menjalani asimilasi dan integrasi di tengah pandemi Covid-19 akan terus diawasi. Seluruh warga binaan yang kembali berulah akan mendapatkan sanksi berat.

Yasonna mengungkapkan, dirinya sudah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk berkoordinasi dengan Polri dan Kejaksaan guna mengoptimalkan pengawasan tersebut.

“Jika berulah lagi, warga binaan asimilasi dimasukkan ke straft cell (sel pengasingan). Saat selesai masa pidananya, diserahkan ke polisi untuk diproses tindak pidana yang baru,” kata Yasonna, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Dia menjelaskan, sudah lebih dari 35 ribu warga binaan pemasyarakatan yang menjalani program asimilasi dan integrasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah warga binaan pemasyarakatan yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman.

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 10 warga binaan yang kembali berulah saat menjalani program asimilasi dan integrasi. Ada yang kembali ditangkap karena kasus mencuri, mabuk dan kekerasan, serta kasus narkoba.

Menurut Yasonna, tidak ada alasan untuk menolerir warga binaan yang berulah kembali saat menjalani asimilasi dan integrasi. Namun, penangkapan kembali warga binaan tersebut adalah bukti berjalannya koordinasi antara jajaran Ditjen PAS dengan aparat penegak hukum lainnya.

“Ada yang bilang program ini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti koordinasi pengawasan berjalan baik,” ujarnya.

Dasar memberikan asimilasi dan integrasi pada puluhan ribu warga binaan, kata Yasonna, didasari alasan kemanusiaan terhadap penghuni lapas-rutan yang over kapasitas di tengah pandemi Covid-19. Dia yakin program ini akan berhasil dengan kerja sama semua pihak, koordinasi Ditjen PAS serta penegak hukum, masyarakat, dan pihak keluarga yang memberi jaminan.

“Jika ada berita tentang warga binaan kembali berulah, segera koordinasi ke Polres setempat. Periksa, jika itu adalah warga binaan yang diasimilasikan, langsung masukkan lagi ke straft cell,” ungkapnya.

Alur Pelayanan Online Dindukcapil Kab. Demak

Demak – Dindukcapil Kab. Demak merilis alur pelayanan administrasi kepedudukan secara online supaya dapat membantu masyarakat Demak agar tidak bingung dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan secara online.

Dikarenakan pelayanan secara langsung ditunda, maka hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, semua kepengurusan dokumen administrasi kependudukan melalui pelayanan online di website https://dindukcapil.demakkab.go.id

Jadwal Acara Belajar Daring

Demak – Selasa, 14/04/2020. Dilansir dari Kemdikbud RI, Sahabat Dukcapil, ada perubahan jadwal acara belajar dari rumah hari ini. Dimulai dari kelas PAUD dan TK, kemudian berlanjut di Sekolah Dasar, SMP dan lanjut ke SMA.

Lembaga penyiaran publik TVRI sebagai bagian dari media official Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan menyiarkan program-program pendidikan dalam rangka mendukung upaya belajar dari rumah di tengah pandemi COVID-19 yang akan disiarkan mulai kemarin (13/4). Program Belajar dari Rumah akan menyiarkan banyak materi pembelajaran khusus bagi siswa SD, SMP, SMA, pembelajaran umum serta parenting.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial