Pelaku Penolakan Jenazah Covid 19 Bisa Dipidana

Demak – Sebagaimana dilansir dari Divisi Humas Polri, Kamis (16/04/2020). Pelaku Penolakan Jenazah Covid-19 Bisa Dipidana “Kita amankan 3 orang pelaku penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Jawa Tengah. Tentunya kejadian tersebut menjadi pembelajaran untuk kita semua, jangan sampai terulang kembali.”, ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si.

“Para tersangka dijerat Pasal 212 dan 214 KUHP serta Pasal 14 ayat 1 UU No 4 tahun 1984 tentang Penyakit Menular”, tambah Argo.

Biaya Pengobatan Pasien Covid 19 Ditanggung Pemerintah

Demak – Kamis (16/04/2020). Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah “Seluruh biaya pengobatan pasien positif terinfeksi Covid-19 akan ditanggung oleh pemerintah. Termasuk untuk pemulasaran jenazah yang terinfeksi Covid-19”, ungkap Menteri Keuangan Republik Indonesia
Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D.

Jangan Tolak Pemakaman Covid 19

Demak – Kamis (16/04/2020). Sahabat Dukcapil, ada tiga fakta mengapa jangan sampai menolak pemakaman korban Covid-19. Faktanya, pemusalaran jenazah di rumah sakit patuh prosedur WHO, pemakaman jenazah dilakukan dengan petugas khusus terlatih, Virus covid tidak bisa mencemari tanah atau air.

Jadi tidak ada alasan untuk melakukan aksi penolakan jasad saudara-saudara kita yang meninggal karena pandemi Covid-19, ya Sahabat Dukcapil. Kita lawan virusnya dan bukan orangnya, ya.

Kecamatan Sayung Tetap Laksanakan Apel Dengan Physical Distancing

Demak – Rabu (16/04/2020). Kecamatan Sayung tetap mengadakan apel pagi bersama dengan mengedepankan physical distancing atau jarak sosial diantara para pegawai Kecamatan Sayung sesuai dengan himbauan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menekan penyebaran virus corona disease.

Dua pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang ditugaskan sebagai Koordinator dan Operator di TPDK Kecamatan Sayung, Akrom, S.Sos dan Antik Wantini, juga mengikuti apel pagi bersama dengan para pegawai di Kecamatan Sayung.

Update Data Corona Per 14 April 2020

Demak – Rabu (15/04/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuka data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Corona di Tanah Air. Total ada 139.137 ODP dan 10.482 PDP.⁣ “Kelompok saudara-saudara kita yang termasuk kategori orang dalam pemantauan sampai saat ini sudah tercatat 139.137 orang,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan saluran YouTube BNPB, Selasa (14/4/2020).⁣
⁣
Yuri, panggilan akrab Achmad Yurianto, mengaku ratusan ribu ODP ini menjadi perhatian besar terkait penyebaran virus Corona. Karena ada yang kondisinya tak sakit dan sakit ringan. Sehingga tanpa sadar, ucap Yuri, berpotensi menjadi sumber penularan.⁣ Yuri mengatakan sejak Corona ditetapkan sebagai bencana nasional, seluruh data terkait wabah diintegrasikan mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat.Sehingga dikendalikan oleh satu sistem.⁣
⁣
“Pada hari ini setelah ditetapkan sebagai satu bencana nasional, maka seluruh integrasi data yang kita bangun mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan seterusnya sampai ke pusat berada dalam satu sistem, satu kendali data, satu jaring data,” ujar dia.⁣
⁣
“Sehingga seluruhnya bisa kita lihat dan akses secara terbuka dan bisa dilihat secara lebih transparan,” ucap Yuri.⁣ Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinet menyampaikan komunikasi efektif dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi tidak ingin adanya kesimpangsiuran informasi di masyarakat.⁣
⁣
“Mengenai komunikasi yang efektif, yang memberikan penjelasan-penjelasan secara transparan kepada media, ini harus dilakukan dengan detail dan baik. Jangan sampai banyak berita yang baik tidak bisa disampaikan. Sehingga rasa optimis masyarakat menjadi cenderung masuk ke hal-hal yang tidak positif,” ujar Jokowi dalam sidang kabinet paripurna secara virtual, Selasa pagi.⁣
⁣

PELEPASAN PEGAWAI PENSIUN : “MASA PURNA TUGAS BUKAN AKHIR AKTIVITAS DAN KREATIVITAS.”

Demak – Rabu, 15/04/2020 diadakan pelepasan pegawai Dindukcapil Kab. Demak, Imam Supangat yang telah memasuki masa purna bhakti atau pensiun terhitung mulai tanggal 01 April 2020. Acara diawali dengan sambutan Kepala Dindukcapil Kab. Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purna bakti atau pensiun kepada Imam Supangat, semoga masa pensiun ini dapat dinikmati dengan penuh rasa kebahagian dan suka cita.

Masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, otak harus terus dirangsang untuk terus berfikir dan berfikir. Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki Purna Tugas. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya beliau menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini, dalam menjalankan tugas-tugas terutama terkait dengan bidang pelayanan pendaftaran penduduk. Diakhir sambutannya Afhan Noor berharap untuk tetap menjaga tali silaturahmi dengan para pegawai di Dindukcapil Kab. Demak.

Koordinator Dindukcapil Di Kecamatan Wedung Serahkan KK

Demak – Rabu (15/04/2020). Abdul Karim warga Desa Ruwit, Kecamatan Wedung, pagi hari pukul 07.30 WIB mengambil dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) miliknya di ruang pelayanan Kecamatan Wedung, dan langsung dilayani oleh pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator TPDK Kecamatan Wedung, Abdul Shokib.

Karim, kemarin mengurus perubahan KK miliknya dengan menambah jiwa pada KK miliknya, dikarenakan kemarin jaringan dari Kemendagri mengalami kendala sehingga, KK miliknya baru bisa diambil hari ini.

Pelayanan Uji KIR Dibuka Kembali

Demak – Sebagaimana dilansir dari Dinas Perhubungan Kab. Demak. Besok hari Rabu, 15 April 2020 pelayanan pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) dibuka kembali dengan pembatasan waktu pelayanan pendaftaran sampai dengan jam 11.00 wib dan kendaraan terlayani maksimal 40 unit/hari.

Pembukaan kembali layanan pengujian kendaraan bermotor berpedoman pada surat dari Dinas Perhubungan Prov. Jawa Tengah No. 440/7764 Tentang protokol penanganan covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Covid -19. Diimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan uji kendaraan bermotor agar supaya memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Selalu jaga jarak saat mengantri, jangan berkerumun saat menunggu serta cuci tangan ditempat yang sudah disediakan.

Kecamatan Karanganyar Serahkan KK Kepada Pemohon

Demak – Kartu Keluarga adalah Kartu Identitas yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. Kartu Keluarga wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Kartu ini berisi data lengkap tentang identitas Kepala Keluarga dan anggota keluarganya. Setiap terjadi perubahan data dalam Kartu Keluarga seperti karena terjadi peristiwa Kelahiran, Kematian, Kepindahan, dll, Kepala Keluarga wajib melaporkan ke kelurahan sehingga datanya bisa tercantum di data desa.

Setiap melaporkan perubahan ke Kantor Kelurahan, harus membawa Kartu Keluarga dan Foto kopi surat nikah dan dan dibawa ke kecamatan dari hasil perlaporan tersebut akan diterbitkan Kartu Keluarga baru. Seperti halnya yang di lakukan oleh Arwani, warga Jatirejo Karanganyar, Demak ini tengah dilayani oleh Operator Dindukcapil di TPDK (Tempat Perekaman Data Kependudukan) Kecamatan Karanganyar, Endang Sulistyowati, S.Pd, dalam pengambilan Kartu Keluarga penambahan anggota baru (anak baru Lahir) bernama Hasna Nur Aisyah, lahir di Demak, 27-03-2020.

Rakor Pembinaan Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil

Demak – Hari ini (15/04/2020). Setelah pagi hari diadakan Rakor dan Pembinaan dari Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil, maka siang ini gantian Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil yang mengadakan Rakor dan Pembinaan terhadap para pelaksananya.

Rakor tersebut dipimpin oleh Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Ili Cari, SH dengan didampingi oleh Kasi Kelahiran dan Kematian, Yuni Widiarti, S.Sos dan Kasi Perkawinan Perceraian Perubahan Status Anak dan Pewarganegaraan, Budi Hendrawati. Dalam rakor tersebut dihimbau agar semua pelaksana di bidang Pelayanan Pencatatan Sipil lebih berdisiplin waktu kerja, kesesuaian pencetakan dokumen yang sudah jadi dengan SOP yang sudah disusun serta integritas sebagai ASN.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial