Sarasehan Dan Persiapan Menuju Festival FK Metra 2020

Demak – Senin (23/03/2020) Rudy Hartono, S.IP, Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data Dindukcapil Kab. Demak, mengikuti kegiatan Sarasehan Dan Persiapan Menuju Festival FK Metra 2020 di Dinkominfo Kab. Demak. Kegiatan tersebut membahas mengenai indikator penilaian SPBE, berupa kebijakan internal SPBE, Tata Kelola SPBE, dan layanan SPBE.

Aplikasi SPBE ini menuju pelayanan terintegrasi, diantaranya penyelenggaraan aplikasi umum dan khusus, Kominfo memastikan adanya keterpaduan pembangunan dan pengembangan aplikasi, mendorong pemanfaatan kode sumber terbuka, kepemilikan sumber source kode oleh pemerintah, pengembangan aplikasi harus sesuai dengan pertimbangan Kominfo. Hal ini sesuai dengan materi yang disampaikan oleh Mustofa dari TP Inixindo.

Tgl 23-24 Maret 2020 Bukan Cuti Bersama

Demak – Kementerian PANRB menegaskan bahwa berita yang tersebar di salah satu televisi swasta nasional tersebut TIDAK BENAR. Hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 yang tepat masih mengacu pada hasil Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor: 174 Tahun 2020, Nomor: 01 Tahun 2020, Nomor: 01 Tahun 2020, Tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Faktanya, pada tanggal 23 dan 24 Maret 2020 bukan merupakan hari libur maupun cuti bersama. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya terhadap pemberitaan tersebut.

Tunda Keluar Rumah, Tunda Ke Dindukcapil

Demak – Berkenaan dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona disease (Covid-19) Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pesan kepada Kepala Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota. Prof. Zudan meminta agar dilakukan upaya “jaga jarak” tidak saling bertemu, tidak berkumpul atau melakukan social distancing measures. “Untuk itu kurangi acara pertemuan, rapat, pengumpulan atau berkerumunnya orang yang menyebabkan terjadinya kontak fisik,” kata Zudan.

Dirjen Dukcapil juga meminta disediakan ‘thermal gun’ pengukur suhu tubuh di pintu masuk kantor Disdukcapil bagi para pegawai maupun tamu. “Terapkan pola hidup bersih dengan membersihkan alat dan ruangan yang digunakan untuk pelayanan agar didesinfektan secara rutin. Petugas dan pemohon rutin mencuci tangan dengan hand sanitizer/sabun dengan air mengalir,” kata dia. Tak cukup sampai di situ. Zudan mengimbau aga dilakukan perubahan pola kerja khususnya untuk mencegah penularan virus Corona, seperti: mengurangi rapat dan menjaga jarak, tidak perlu salaman tangan cukup salam Namaste, optimalisasi pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi antar personal menggunakan smart phone.

“Kepala Dinas dan pejabat eselon III untuk tetap masuk kantor untuk menjamin pelayanan tetap berjalan. Kepala Dinas mengatur pejabat dan staf untuk menjalankan tugas kedinasan untuk bekerja dari rumah/tempat tinggal (work from home) dan yang masuk kantor,” katanya. Prof. Zudan meminta diupayakan pelayanan tetap berjalan dengan baik. Utamakan layanan online, permohonan dikirim online dengan format PDF dan penduduk bisa mencetak di rumah. Aplikasi Dukcapil yang mencetak dokumen dengan kertas HVS ukuran A4 dengan berat 80 gram dapat digunakan.

Kepala Dinas pun dimintakannya membuat pengumuman agar masyarakat menunda dulu pengurusan dokumen kependudukan hingga 2-3 pekan ke depan. “Bagi masyarakat yang betul-betul membutuhkan dokumen kependudukan seperti untuk pengurusan BPJS, rumah sakit, pendaftaran masuk TNU/Polri, bisa dilakukan melalui aplikasi pelayanan online atau via Whatsapp dan SMS agar tidak terjadi penumpukan antrean,” ujarnya berpesan. Khusus layanan perekaman KTP-el karena ada kontak fisik secara langsung, Zudan pun meminta agar ditunda pelaksanaannya. Kecuali untuk hal yang sangat urgent. “Untuk itu apabila dilaksanakan perekaman maka perlu ditangani secara khusus, di antaranya pengecekan suhu tubuh bagi petugas dan pemohon, alat yang digunakan harus didesinfektan, petugas menggunakan sarung tangan dan masker, tangan pemohon harus dicuci dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer,” demikian Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. 

Masih Ada Waktu Sebelum Tanggal 31 Maret 2020 Untuk Mencatat Indonesia

Demak – SP2020 memang menjadi upaya dari BPS untuk menuju Satu Data Indonesia, khususnya data kependudukan. Itulah kenapa BPS menggunakan data registrasi penduduk yang bersumber dari Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar pelaksanaan SP2020. Masyarakat diminta menjawab pertanyaan dalam SP2020 mandiri. Tinggal buka laptop, komputer atau HP lalu akses laman sensus.bps.go.id. Siapkan NIK dan KK untuk login. Jawab seluruh pertanyaan dengan benar dan jujur.

Bagi masyarakat yang tidak berpartisipasi secara online, maka akan didatangi petugas sensus pada 1-31 Juli 2020. Semoga di Juli nanti kondisi Indonesia sudah aman dari Covid-19, sehingga pelaksanaan SP2020 periode wawancara bisa berjalan lancar.

Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Kebagian Piket Resiki Taman

Demak – Hari ini (23/03/2020) Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak melaksanakan piket resik-resik Taman Dindukcapil di Kali Tuntang, Demak. Kondisi taman yang saat itu kotor dan penuh dengan sampah baik sampah bungkus makanan dan dedaunan ini, membuat mereka para pelaksana di bidang tersebut harus bekerja keras untuk membersihkan taman dari sampah-sampah tersebut.

Tujuan dari dilaksanakan kegiatan kerja bakti ini supaya kebersihan dan keindahan di sekitar Taman Dindukcapil di Kali Tuntang serta untuk mencegah penyebaran wabah penyakit yang diakibatkan oleh sampah yang menumpuk dan dibiarkan saja.

Monev Kadin Dan Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak di Kec. Wedung

Demak – Senin (23/03/2020) Kadinas Dukcapil Kab. Demak, Drs.M. Afhan Noor, M.Pd dan Ili Carli, SH, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak, melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan administrasi kependudukan di hampir seluruh kecamatan se-Demak, diantaranya Kecamatan Wedung.

Di Kecamatan Wedung, keduanya diterima oleh Abdul Shokib yang bertugas sebagai Koordinator Dindukcapil Kab. Demak di Kecamatan tersebut. Monitoring tersebut dilakukan untuk untuk memastikan agar pelayanan kependudukan di Kecamatan Wedung sesuai dengan SOP agar datanya menjadi valid. Dan di Kecamatan Wedung pelayanan berjalan dengan lancar tidak ada masalah selama jaringan lancar.

Monev Kadinas Dan Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dukcapil Kab. Demak Di Kec. Karanganyar

Demak – Sidak adalah metode pengamatan atau observasi menggunakan panca indra untuk mengetahui keberadaan petugas yang ada di Lapangan. Pantauan di lapangan, Senin (23/03/2020) siang 11:27 WIB tampak Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd dan Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak, Ili Carli, SH mendatangi Kecamatan Karanganyar dan diterima oleh Pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator dan Operator di TPDK (Tempat Perekaman Data Kependudukan) Kecamatan Karanganyar, Ahmad, S.Sos dan Endang Sulistyowati, S.Pd.

Kepala Dinas Dukcapil Kab. Demak melalukan monitoring ini untuk memastikan agar pelayanan kependudukan di Kecamatan Karanganyar sesuai dengan administrasi agar datanya menjadi valid. Dan di kecamatan karanganyar pelayanan berjalan dengan lancar tidak ada masalah selama jaringan lancar.

Mari Lawan Corona Dengan Gerakan Cuci Tangan

Demak – Senin (23/03/2020) setelah kegiatan apel bersama yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Demak, dengan jarak minimal barisan antar orang adalah 1 meter. Untuk itu sebelum masuk ke dalam gedung Dindukcapil, Kab. Demak, Mari jaga kesehatan, dengan mencuci tangan. Seperti yang dilakukan oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dindukcapil Kab. Demak, Lina Wulandari, SE, MM dan pelaksananya, Ervian Ikhe Widowati, S.Sos. Mencuci tangan sebelum beraktifitas di dalam ruangan.

Jika batuk pilek disertai demam tinggi, segera periksakan diri ke dokter, pulang bepergian jauh, isolasi diri sendiri, jangan menjadi “carrier utk orang lain. Sepulang bepergian, atau yg masih beraktivitas ke kantor, sampai dirumah, jangan sentuh apapun, ganti semua pakaian, cuci tangan, kapan perlu mandi dulu. Jaga kesehatan, jaga imun tubuh, makan sehat dan bergizi, olahraga teratur. Jika urusan ke Dukcapil tidak terlalu urgent, tunda sampai 2 atau 3 minggu ke depan. Mari ikuti himbauan pemerintah, jangan menyepelekan hal kecil. Karena hal besar, bermula dari hal kecil. Mari bersama lawan corona!

Kurangi Risiko Covid-19, Jajaran Kemendagri Sosialisasikan Social Distancing Measures

Demak – Senin (23/03/2020) Demi mengurangi risiko penularan Covid-19 di jajaran Kementerian Dalam Negeri, Menteri Dalam Negeri Prof HM Tito Karnavian mengimbau segenap jajarannya agar melakukan “Social Distancing Measures” atau menjaga jarak kontak fisik dengan yang lain.

“Untuk itu kita kurangi acara pertemuan, rapat dan lain-lain yang menyebabkan terjadinya kontak fisik. Maka silahkan pimpinan komponen mengatur agar stafnya boleh tidak harus masuk kantor. Eselon pimpinan tetap masuk, namun mengurangi rapat dan menjaga jarak,” kata Mendagri Tito. Mendagri juga mengarahkan agar tidak perlu salaman tangan cukup salam ‘Namaste’ saja atau salam di dada.

“Komunikasi silahkan gunakan smartphone. Ini tidak berarti libur, bekerja dengan jaga jarak. Bersihkan ruangan-ruangan dan tempat publik dengan desinfektan. Termasuk masjid. Sholat dapat dilakukan di ruang masing-masing tidak harus berjamaah di mesjid. Namun upayakan unsur pelayanan terhadap publik dan pemda tetap berlangsung baik,” pesan Mendagri lebih lanjut.

Sementara itu, di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, imbauan Mendagri Tito langsung dilaksanakan dengan baik. Tampak Dirjen Dukcapil Prof. Zudan dan Sesditjen Dukcapil Dr. I Gede Suratha (serta pejabat daerah yang berkunjung) ikut di scan suhu tubuh dengan thermal scanner oleh petugas Pamdal. Kemudian dilanjutkan membersihkan tangan dengan desinfektan atau hand sanitizer yang disediakan di pintu masuk. Tak lupa Sesditjen Gede memberi contoh bersalaman gaya ‘Namaste’ tanpa saling menyentuh. Kebiasaan baru ini diikuti seluruh karyawan Ditjen Dukcapil dan berlaku untuk dua pekan ke depan.

Manfaat Dan Pentingnya Akta Kematian

Demak – Akta Kematian adalah sebagai pembuktian kematian seseorang. Jangka waktu pendaftaran paling lambat adalah 60 (enampuluh) hari kerja sejak meninggal dunia, kecuali bagi Warga Negara Asing, jangka waktu paling lambat ialah 10 (sepuluh) hari kerja setelah hari kematian. Tujuan dari pembuatan akta kematian adalah Untuk mencegah data-data almarhum di salah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagi pemerintah tujuannya untuk memastikan keakuratan Data Penduduk Potensial Pemilih dalam rangka pemilihan umum atau pilkada.

Manfaat dari Akta Kematian dilansir dari Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak, Ili Carli, SH, manfaat dokumen surat kematian bagi penduduk di antaranya, sebagai berikut ini: Untuk validasi data, Mengetahui siapa saja yang masih hidup tidak hanya untuk menghitung jumlah penduduk. Namun hal ini juga sangat berpengaruh pada data jumlah penduduk yang masih aktif memiliki hak suara. Selain itu untuk mencegah penyalahgunaan data orang yang sudah meninggal. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang seenaknya menggunakan data almarhum untuk kepentingannya sendiri. Sehingga untuk meminimalisir maka harus dibuat akte ini oleh pihak keluarga.

Manfaat berikutnya adalah untuk mengurus pensiun. Jika pasangan meninggal ketika sudah masuk pada masa pensiun maka dana tersebut bisa dilimpahkan pada pasangannya yang masih hidup. Namun persyaratannya yaitu harus memiliki surat kematian dari pasangan yang sudah meninggal. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengurus penetapan ahli waris. Proses penetapan ahli waris akan bisa dijalankan apabila surat ada akte kematian dari pihak yang akan memberikan warisan dan melimpahkannya kepada pihak lain. Pasangan yang sudah menikah dan salah satunya meninggal maka yang satunya bisa menikah lagi. Jika tidak ada bukti surat kematian maka perkawinan mungkin tidak akan bisa dilakukan. Dengan adanya akta tersebut bisa dijadikan sebagai bukti bahwa perkawinan memang bisa dilakukan kembali karena pasangannya sudah meninggal. Salah satu syarat klaim dana asuransi yang bersangkutan adalah dengan melampirkan surat kematian dari orang hang sudah meninggal. Jika tidak ada maka klaim asuransi tidak bisa dilakukan.

Untuk itulah dihimbau supaya warga Demak hendaknya langsung segera mengurus akta kematian ini di Dindukcapil Kab. Demak.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial