Waspadai Gangguan Psikosomatik Karena Terlalu Cemas Dengan Maraknya Informasi Covid-19

Demak – Di tengah maraknya informasi mengenai pandemi covid-19 yang disebarluaskan melalui media nasional dan media sosial, tak sedikit masyarakat yang pada akhirnya merasakan reaksi seperti batuk-batuk, pilek, dada sesak hingga demam. Banyak yang mengira bahwa hal tersebut merupakan gejala covid-19. Namun bisa jadi itu bukan gejala awal covid-19 melainkan gangguan psikosomatik.

Dilansir dari lama halodoc.com (@halodoc), psikosomatik adalah kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental. Beberapa gangguan kecemasan tersebut meliputi stres dan kecemasan. Anggota Ikatan Psikolog Klinis & Halodoc, Emeldah mengatakan bahwa gejala psikosomatik dapat berubah-ubah tergantung psikologis seseorang. Gejala yang timbul juga bermacam-macam, antara lain jantung berdebar, sesak nafas, lemas, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, susah tidur, nyeri kepala, nyeri seluruh tubuh, demam, batuk dan pilek.

Emeldah menjelaskan ada beragam cara untuk meredam psikosomatik, misalnya mengatur nafas untuk relaksasi dan mebiasakan hal itu secara rutin. Jauhkan pikiran stres juga ya Sahabat Dukcapil Melakukan hobi yang digemari dan mencoba hal baru di luar kegiatan rutin sehari-hari bersama keluarga dirumah saja sangat membantu untuk merelaksasi pikiran.

Selain itu Sahabat Dukcapil juga dapat melakukan konsultasi secara digital dengan beberapa platform layanan kesehatan yang telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, antara lain Halodoc, Alodokter, Klikdokter, Gojek, Grab Health, SehatPedia, dan lain-lain.

Mari Kita Buat Disinfektan Mandiri Untuk Menekan Penyebaran Corona Virus

Demak – Jumat (10/04/2020). Mari sahabat Dukcapil kita cegah Corona dengan melakukan penyemrotan desinfectan secara mandiri. Karena penyemrotan desinfectan akan lebih efektif jika dilakukan 1 kali sehari.

Untuk takaran sahabat dukcapil pasti tau dong. Cukup dengan 30 ml byclin/proklin/wipol dicampur dengan 1 liter air. Cukup pakai salah satu saja ya. Ingat penyemprotan desinfectan akan lebih efektif dilakukan 1 kali sehari, Selain itu sahabat dukcapil juga harus sering-serong cuci tangan pakai sabun, agar virus, kuman dan bakteri yang ada di tangan kita mati. Selalu memakai masker saat keluar rumah.

Oiya jika sahabat dukcapil tidak punya sprayer yg besar bisa menggunakan sprayer yg kecil, seperti botol bekas parfum, sprayer untuk memandikan burung, atau bisa juga menggunakan kain pel dengan metode dibasuh seperti saat mengepel. Prioritaskan bagian-bagian yang sering disentuh tangan seperti handle pintu, tiang, meja, kursi, dan lainnya. Untuk masker juga tidak harus masker yang bermerk kok, sahabat Dukcapil bisa memakai masker kain, atau saputangan bersih atau kaos bersih yang bisa dipakai untuk menutup mulut dan hidung. Semoga wabah ini segera berlalu ya.

Akses Aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan

Demak – Jumat (10/04/2020) dikutip dari BPJS Kesehatan. Yuk Sahabat Dindukcapil, download dan gunakan Mobile JKN untuk ubah data, cek data kepesertaan, ubah kelas dan faskes tingkat pertama, cek iuran, pendaftaran autodebet, cek ketersediaan tempat tidur di RS, antrean online, dan skrining kesehatan.

Masih banyak lagi lho fitur lainnya yang bisa kalian akses. Jadi, kalian Sahabat Dukcapil bisa dirumah saja sambil mengurus administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

KBM Daring Dilanjutkan Hingga 30 April 2020

Demak – Dilansir dari Dindikbud Kab. Demak. Surat Edaran Perpanjangan Libur Pencegahan Covid19 untuk Satuan Pendidikan Jenjang PAUD, SD, SMP dan DIKMAS Kabupaten Demak sampai dengan 30 April 2020, tetap dirumah saja belajar secara mandiri, tetap semangat dan Semoga Sehat Selalu

Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. Sehingga kegiatan Belajar Mengajar Mandiri untuk Satuan Pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP dan DIKMAS Kabupaten Demak diperpanjang lagi. Untuk itu orangtua wajib mendampingi anak-anaknya selama melaksanakan kegiatan belajar di rumah, supaya tetap sehat selalu.

Social Safety Net, Langkah Serius Pemerintah Menangani Dampak Sosial Covid-19

DEMAK – Angka korban covid-19 dari hari ke hari terus meningkat. Dari jumlah itu, sebanyak 157 meninggal dunia. Namun demikian, semangat dan rasa optimis tetap ada dengan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 103 orang.

Bertempat di command center, Kamis (9/4) Bupati HM. Natsir didampingi Wakil Bupat, Sekda dan para pejabat yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan covid-19 di Kabupaten Demak mengikuti rakor bersama Mendagri, Menkopolhukam, Menkeu, Mendes PDTT dan Mensos, melalui video conference.

Acara diikuti pula oleh gubernur, bupati / walikota se- Indonesia.
Mendagri Tito Karnavian, selaku moderator mengawali rakor dengan memaparkan hal-hal yang harus dipersiapkan Pemerintah Daerah dalam penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net) yang mengacu pada PP Nomor 21 Tahun 2020, Keppres Nomor 11 Tahun 2020, Permendagri Nomor 20 Tahun 2020, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ. Serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 tanggal 29 Maret 2020. “Penyediaan social safety net ini adalah bagian dari percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu atau refocussing, dan/atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai dalam Percepatan Penanganan covid-19 di lingkungan pemerintah daerah. Maka, seluruh pemda harus mempersiapkannya sebaik mungkin,” jelas Mendagri.

Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan semata, tapi pada aspek sosial sehingga pemerintah daerah perlu serius dalam melakukan social safety net agar tak memuncukkan masalah baru di masyarakat. Anggaran bisa direalokasi untuk jaring pengaman sosial. Karena sebagian besar masyarakat sangat terpukul, khususnya yang kurang mampu. Jika mereka tidak dibantu, baik oleh pemerintah maupun pihak lain, maka krisis kesehatan dapat mengarah menjadi krisis ekonomi. “Dan krisis ekonomi ini bisa berubah menjadi krisis sosial. Hal itu tentu tidak boleh terjadi, karena berdampak pada krisis keamanan, sehingga akan muncul gangguan keamanan,” tambahnya.

Menanggapi penjelasa Mendagri, Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) setiap bulan mulai April sampai Juni 2020. Sebagai langkah mengatasi dampak ekonomi masyarakat terutama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena dampak wabah covid-19. Penerima PKH naik dari yang awalnya 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat.
Tidak berhenti disitu, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program sembako juga ditambah dari 15,2 juta menjadi 20 juta KPM. Serta pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di wilayah Jabodetabek dan di luar Jabodetabek sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 bulan.

Program jaring pengaman sosial juga diproyeksikan pada 24 juta pelanggan listrik 450 VA yang digratiskan selama 3 bulan dan 7 juta pelanggan 900 VA yang akan didiskon 50 Persen. Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta orang yang anggarannya dinaikkan menjadi Rp 20 triliun. Kemudian Rp 25 triliun untuk Operasi Pasar dan Logistik serta pengaturan kemudahan kredit. (sumber : Dinkominfo Kab. Demak)

Sampun Celak-Celak, Radi Jagi Jarak

Demak – Jumat (10/04/2020). Pemerintah menganjurkan kita untuk menjaga jarak minimal sejauh 1 meter dengan orang lain, untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Pemerintah menganjurkan kita untuk menjaga jarak minimal sejauh 1 meter dengan orang lain, untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Mari lindungi kesehatan diri, keluarga, dan Masyarakat. Sampun Celak-celak, Radi Jagi Jarak, Setunggal Meter.

Bagaimana Prosedur Penetapan PSBB?

Demak – Jumat (10/04/2020). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan yang menjadi bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB guna memutus rantai penularan covid-19.

Seperti apa prosedur penetapan PSBB? Pembatasan Sosial Berskala Besar disuatu wilayah ditetapkan oleh Menteri berdasarkan permohonan dari Gubernur/Bupati/Walikota atau Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Mandi Malam Benarkah Bikin Rematik?

Demak – Jumat (10/04/2020). Sahabat Dukcapil saat ini banyak banget mitos yang beredar tentang ini nih. Bahkan sahabat dukcapil sendiri pun masih sering dengernya “jangan mandi malem-malem, nanti rematik!”. Mulai sekarang, kalian bisa tegaskan bahwa itu nggak benar ya! ⠀

Tapi satu hal yang perlu kalian tau, bahwa mandi malam dapat memperparah keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi kalian yang menderita rematik, sebaiknya hindari mandi di malam hari. Jika ingin mandi, gunakanlah air hangat karena rasa dingin akan membuat nyeri sendiri makin parah.⠀

Polsek Dempet Serahkan Paket Sembako pada Warga Kurang Mampu Dampak Dari Covid-19

Demak – Dikutip dari Polres Demak. Guna untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di wilayah Polsek Dempet Polres Demak Polda Jawa Tengah Kapolsek Dempet Kompol Suraji bersama anggota membagikan Zakat Profesi berupa sembako untuk warga kurang mampu terdampak virus Corona (Covid-19), Jumat (10/04/2020)

Pembagian Sembako ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap warga masyarakat Dempet hal ini salah satu upaya penanggulangan dampak virus Corona dalam rangka membantu meringankan beban warga. Sebagai bentuk kepedulian serta dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sebelumnya telah dilaksanakan sterilisasi wilayah melalui penyemprotan cairan disinfektan, sosialisasi cuci tangan dengan sabun serta himbauan dalam penanganan penyebaran virus corona.

Membagikan Zakat Profesi berupa Sembako di wilayah beberapa warga yang menerima bantuan sembako mengaku senang dan haru. Mereka mengaku bersyukur dan bantuan sembako ini dapat meringankan beban kebutuhan keluarga ditengah mewabahnya virus corona ini. Pasalnya, sejak virus corona merebak, warga mengaku sangat kesulitan memperoleh pendapatan Saya terus terang sangat bersyukur menerima bantuan sembako ini. Bantuan ini jelas membantu memenuhi kebutuhan keluarganya akibat merebaknya virus corona ini. Apalagi setelah banyak kegiatan usaha ditutup sementara dan ini sangat pengaruh pada pendapatannya sehari-hari.

ASN, POLRI, TNI Dan Pegawai BUMN Dilarang Mudik

Demak – Pemerintah telah memutuskan kebijakan khusus mengenai mudik, yakni: seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri, serta pegawai BUMN, dilarang mudik. Untuk masyarakat, pemerintah tengah memantau dan mengevaluasi hal-hal yang ada di lapangan. Akan tetapi, pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik. Untuk itulah, pemerintah pusat menyalurkan bantuan sosial khusus untuk Jabodetabek, agar warga mengurungkan niat untuk mudik.

Sejalan dengan itu, kapasitas transportasi umum akan dibatasi, demikian juga kapasitas angkut kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Pemerintah juga berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat di lapisan bawah. Misalnya, melalui Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, pembebasan dan keringanan tarif listrik, dan sebagainya

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial