Pemohon Adminduk Di Kecamatan Karanganyar Manfaatkan PUSPARANA

Demak – Ada saatnya kita akan merasakan bosan yang luar biasa. Dan biasanya rasa bosan akan dirasakan saat kita menunggu sesuatu. Bisa saat kita menunggu antrean pelayanan dokumen administrasi kependudukan dan antrean umum. Karena menunggu adalah salah satu kegiatan yang sangat dibenci oleh beberapa orang. Nah dari pada bosan menunggu di Kecamatan Karanganyar disediakan yang namanya PUSPARANA ( Pusat Pelayanan Ramah Anak). Dengan di sediakan PUSPARANA, bagi Pemohon yang membawa anak baik pengajuan Dokumen Adminduk maupun pelayanan umum maka bisa menggunakan untuk bermain sehingga waktu yang lama akan terasa sebentar. Anak menjadi lebih riang dan tidak rewel.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Slamet Suwardi salah seorang warga di Kecamatan Karanganyar yang akan mengurus surat pindah ke Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kab. Demak. Karena akan menempati rumah baru. Dia mengajak anak istrinya untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan di Kecamatan Karanganyar. Sembari dirinya menunggu Endang Sulistyowati, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang ditugaskan di TPDK Kecamatan Karanganyar memproses surat pindah keluar antar desa, anaknya memanfatkan fasilitas Pusparana yang ada di Kecamatan Karanganyar tersebut.

Operator Dindukcapil Melakukan Pembersihan Alat Perekaman KTP-el

Demak – Hari ini (08/04/2020) Operator Dindukcapil Kab. Demak yang ditugaskan di TPDK Kecamatan Sayung, Antik Wantini, melakukan perawatan kebersihan terhadap peralatan KTP-el yang ada di Kecamatan Sayung.

Dikarenakan sedang mewabahnya virus Corona ini maka pelayanan tatap langsung ditunda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, baik pelayanan di Dindukcapil Kab. Demak maupun di 14 Kecamatan se-Kab. Demak, termasuk pelayanan perekaman data KTP-el. Untuk itu, Antik melakukan pembersihan terhadap peralatan KTP-el yang terdiri dari kamera, finger print maupun peralatan iris mata dan signature pad, supaya bersih dan steril dari kuman dan virus.

Pelayanan Pengambilan Dokumen Kependudukan Di Kecamatan Mijen

Demak – Astuti, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang ditugaskan di TPDK Kecamatan Mijen, hari Rabu (08/04/2020) melayani salah seorang warga di Kecamatan Mijen yang akan mengambil dokumen kependudukan.

Pengambilan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) atas nama Nur Iman, warga desa Pasir. Siti Chotimah, istri Nur yang mengambil KK tersebut. dikarenakan Nur sedang bekerja. Nur memperbarui KK lama miliknya.

Dindukcapil Serahkan Bantuan Untuk Penanganan COVID-19 Ke Kabag Kesra Setda Kab. Demak

Demak – Dindukcapil Kab. Demak yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Eni Susiani, SE, MH menyerahkan bantuan untuk pencegahan COVID-19 di Demak ini kepada Kabag Kesra, Muhamad Muzayyin, MH, pada pagi ini (07/04/2020).

Bantuan berupa dana yang digalang oleh Dindukcapil Kab. Demak ini merupakan iuran sukarela dari para pegawai di Dindukcapil Kab. Demak supaya dapat disalurkan kepada warga yang terdampak COVID-19.

Keputusan Salat Tarawih dan Idul Fitri Ditentukan 10 Hari Lagi

Semarang- Keputusan pelaksanaan Salat Tarawih dan Idul Fitri di Jawa Tengah akan ditentukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi ini 10 hari lagi. Saat ini MU bersama organisasi masyarakat Islam tengah melakukan pendalaman pembahasan mengenai hal itu, dengan mempertimbangkan kondisi wabah virus Corona (Covid-19).Hal itu mengemuka saat Rapat Koordinasi Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri di kantor Gubernur Jawa Tengah Gedung A lantai 2, Kota Semarang, Selasa (7/4/2020). Rapat tersebut dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodji, Komisi Fatwa MUI, perwakilan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, hingga perwakilan masjid besar, dan OPD terkait.Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji mengatakan para ormas Islam masih akan melakukan sosialisasi ke umat soal pelaksanaan Salat Tarawih, dan Idul Fitri.

Mereka baru akan membahasnya dalam waktu 10 hari lagi.“Kita Insya Allah akan membahas lagi dalam 10 hari ke depan, masing-masing selama ini akan mendalami masalahnya, untuk menyamakan yang bisa sama,” kata Darodji kepada awak media usai rapat koordinasi tersebut.Dia optimistis keputusan akan melaksanakan Salat Tarawih, dan Salat Id tentu bergantung pada baik dan buruknya wabah Covid-19.“Kita mungkin ada Tarawih, mungkin ada (Salat) Id, apabila kondisi ada perkembangan bagus,” ujarnya.Kondisi bagus itu, jelas Darodji, adalah bila tren kasus Covid-19 di Jawa Tengah menurun. Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan hasil rapat lainnya, seperti pembayaran zakat fitrah yang dipercepat di awal Ramadan. Sebab biasanya zakat fitrah dilakukan begitu masuk Idul Fitri.“Khususnya untuk ASN, untuk membantu jaring pengaman sosial (masa Covid-19) itu,” imbuhnya.Selain juga, masjid di Jawa Tengah agar terus menyuarakan azan, maupun ada lantunan bacaan Alquran. Sehingga tempat ibadah umat Islam itu tetap memiliki aktivitas keagamaan di tengah situasi seperti saat ini.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, para ulama  dan ormas Islam akan melakukan pembahasan soal kegiatan Ramadan seperti Salat Tarawih hingga nanti Salat Idul Fitri. Mereka akan membahasnya kembali pada 10 hari ke depan.“10 hari dari waktu sekarang butuh pemahaman kolektif,” kata Ganjar.Ganjar juga membeberkan surat edaran Kemenag soal kegiatan saat Ramadan nanti. Seperti, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fiqih ibadah. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road.Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah, dan Salat Idul Fitri dianjurkan di rumah. Sementara soal pembayaran zakat fitrah di awal Ramadan dilakukan agar bisa membantu warga di kondisi mewabahnya Corona.“Zakat fitrahnya dan mal didorong agar bisa membantu kondisi masyarakat yang sulit,” jelasnya. (sumber : Diskominfo Jateng)

Kadin Dukcapil Kab. Demak Lakukan Konsultasi Pelayanan Adminduk Ke Dispermadesdukcapil Prov Jateng

Demak – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd kemarin (07/04/2020) melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pelayanan administrasi kependudukan ke Dispermades Dukcapil Provinsi Jawa Tengah. Disana Afhan ditemui oleh Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Drs. Budiharjo, MM.

Hasil dari konsultasi tersebut yaitu, pelayanan Dindukcapil harus tetap berjalan dengan mengoptimalkan pelayanan online. Dengan mengutamakan yang benar-benar mendesak dan tidak boleh ada kerumunan massa. Selain itu, petugas harus memakai masker, dan dihimbau juga untuk bagi pemohon administrasi kependudukan dan petugas pelayanan untuk melakukan cuci tangan.

“Semua penerbitan dokumen kependudukan, baik berupa draft maupun yang sudah cetak menjadi dokumen, harus dapat siapa diketahui petugas yang bertanggung jawab membuatnya”, pungkas Afhan.

Sekretariat Dindukcapil Kab. Demak Laksanakan

Demak – Sekretariat Dindukcapil Kab. Demak hari ini (08/04/2020) melaksanakan piket resik-resik taman Dindukcapil Kab. Demak di Kalituntang. Dengan dipimpin oleh salah satu pelaksana di Sekretariat, Wahyu Agus Ariswanto.

Kegiatan resik-resik ini setiap hari dilaksanakan secara bergiliran berdasarkan bidang masing-masing. Tujuannya supaya taman Dindukcapil di Kalituntang menjadi bersih dan indah.

Mau Dapat Rp 3,5 Juta dari Kartu Pra Kerja? Begini Cara Daftarnya

Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan situs program Kartu Pra Kerja hari ini. Website program tersebut adalah www.prakerja.go.id. Pada tahun 2020, pemerintah membuka kesempatan bagi 5,6 juta masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti program ini. Para peserta nantinya bisa mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang ditekuni (upskilling), dan keterampilan baru (reskilling).

Selama pandemi corona, peserta akan mendapat manfaat sebesar Rp 3.550.000 per orang, rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Setelah pandemi selesai, maka manfaat yang diterima akan kembali ke besaran Rp 650.000 per orang yang terdiri dari Rp 500.000 uang pelatihan dan Rp 150.000 merupakan uang survei kebekerjaan. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program Kartu Pra Kerja bisa menyimak beberapa syarat yang diberlakukan oleh pemerintah. Berdasarkan situs resmi, Selasa (7/4/2020), setiap masyarakat harus memiliki akun terlebih dahulu dan cara membuatnya langsung di situs tersebut.

Setelah membuat akun, masyarakat bisa langsung mendaftar secara online ke www.prakerja.go.id. Dari akun tersebut nantinya pihak Project Management Office (PMO) akan memberikan penilaian terhadap biodata dan pengalaman kerja di masing-masing akun yang sudah mendaftar. Perlu diketahui, PMO nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.

Jika dari hasil tes atau penilaian sudah dilakukan, nantinya akan ada notifikasi ke email yang didaftarkan pada akun mengenai keterima atau tidaknya. Namun demikian, bagi yang tidak diterima bisa mendaftar kembali menggunakan akun yang sudah ada. Pendaftar cukup memilih batch atau tahap selanjutnya, dan tinggal menunggu notifikasi di email untuk persetujuan mendapatkan Kartu Pra Kerja. Mengenai syarat atau kriteria pesertanya, merupakan WNI berusia di atas 18 tahun, tidak sedang menjalani pendidikan formal, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, dan diprioritaskan untuk pencari kerja usia muda.

Pendaftaran baru akan dibuka pada awal April 2020. Pada tahap awal ini, baru ada empat wilayah yang akan mengimplementasikan Kartu Pra Kerja, yakni Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya. (sumber : detik.com)

Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh Terus Bertambah, Pemkot Semarang Optimis Lawan Pandemi Ini

Semarang – Seperti yang dilansir dalam Kompas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyatakan optimis jika pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi sembuh di Kota Semarang akan terus bertambah. “Mungkin selama seminggu ke depan akan banyak pasien positif Covid-19 di Kota Semarang yang dinyatakan sembuh,” tegas Hakam seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan data grafik, Abdul Hakim mengatakan, meski masih ada penambahan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), namun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Semarang cenderung menurun. Abdul Hakam yang akrab disapa Hakam ini menambahkan, saat ini masih ada 28 pasien dalam kategori perbaikan klinis dan masih menunggu kepastian hasil tes.

Optimisme Pemkot Semrang ini didukung dengan adanya berita gembira dari Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) KRMT Wongsonegoro, yang menginformasikan satu pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. “Satu lagi hasil test swab ke lima dan ke enam menunjukkan negatif,” tegas Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati. Pimpinan RSUD KRMT Wongsonegoro ini menyatakan, pasien tersebut sembuh usai dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro sejak 14 Maret 2020. Sebelumnya Susi juga mengumumkan sedikitnya empat pasien positif Covid-19 yang dirawat di sana dinyatakan sembuh.

Dengan begitu Susi memaparkan saat ini total tujuh pasien Covid-19 sembuh di Kota Semarang. Lima pasien di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN) dan dua di Rumah Sakit Dokter Karyadi (RSDK). Meski kondisi membaik, Pemkot Semarang masih terus berupaya dalam memutus rantai penyebaran virus corona dengan menerapkan physical distancing pada kegiatan masyarakat. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah. Untuk sementara waktu, masyarakat dihimbau menaati kebijakan pemerintah dan tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan terpaksa. Ini agar pandemi Covid-19 dapat segera diatasi. “Saya rasa menjadi harapan kita semua agar situasi seperti ini tidak berlarut – larut, di mana dukungan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Hakam.

Cuci Tangan untuk Mencegah Virus Corona, Perlukah Pakai Sabun Tertentu?

Demak – Rabu, 08/04/2020. Belakangan penyebaran virus corona menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Informasi mengenai penyebaran virus menyebar luas dari mulut ke mulut dan juga dari berbagai postingan media sosial. Tak lupa berbagai arahan untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan juga banyak dilakukan berbagai pihak.

Hal ini karena virus corona menular lewat droplet atau cairan tubuh yang keluar saat batuk atau bersin. Selain tertular karena menghirup droplet ketika berada dekat dengan orang yang terinfeksi, Anda juga bisa tertular virus corona lewat tangan sebagai media penularan. Sebagai contoh adalah ketika Anda berjabat tangan dengan orang menutupi batuk dengan tangannya, atau ketika Anda menyentuh obyek yang terpapar virus corona. Para ahli merekomendasikan cuci tangan untuk dilakukan setidaknya 20 detik. Sebab, sabun butuh waktu untuk mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, dan mengangkat kuman-kuman pada tangan Anda untuk dibuang bersama aliran air.

Nah, banyak orang yang lantas bertanya-tanya, apakah jenis sabun memengaruhi efektifitas cuci tangan dalam mencegah infeksi virus corona? Sabun antibakterial, misalnya. Banyak orang beranggapan bahwa sabun dengan kemampuan antibakterial lebih efektif membunuh kuman pada tangan dibandingkan sabun lainnya. Para pakar berpendapat bahwa karena Covid-19 disebabkan oleh virus, maka sabun antibakteri tidak lebih efektif dalam melindungi Anda dan keluarga dari penyakit ini. Yang paling penting adalah mencuci tangan setidaknya 20 detik, karena yang bekerja (membersihkan virus dari tangan) adalah kombinasi sabun dan disrupsi mekanik (gerakan tangan).

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial