Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Sabtu (21/03/2020) mari kita sukseskan Sensus Penduduk 2020 (SP2020), untuk itu kita perlu menyiapkan KTP-el dan KK Anda. Kemudian masuk ke laman https://sensus.bps.go.id/login untuk mulai mengisi data secara jujur dan lengkap. Sensus Penduduk Online hanya dapat diakses lewat alamat sensus.bps.go.id. Jika ada pertanyaan lebih detail bisa disampaikan lewat call center di (021) 345 2550.
Namun jika menemui kendala ketika mengisi. Masyarakat dihimbau untuk tenang. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Sensus Penduduk 2020. Pada nomor yang tertera di atas. Ingat, jangan sampai salah nomor ya. Semua kendala dan pertanyaan tentang Sensus Penduduk Online dapat dikonsultasikan melalui nomor di atas. Mari sukseskan Sensus Penduduk Online, karena informasi kependudukan Anda merupakan dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan negeri ini.
Demak – Sabtu (21/03/2020) ini semoga weekend warga Demak berkualitas, bersama keluarga tersayang, walaupun harus tetap di rumah dan menghindari keramaian demi mencegah penyebaran COVID-19 ini. Oh iya, apakah Ayah bunda, anaknya sudah dibikinkan KIA atau Kartu Identitas Anak?
Jika belum dan masih belum mengetahui mengenai persyaratan pembuatan KIA, sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pembuatan KIA yang disusun oleh Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, dan dijelaskan oleh sang Kabid Pelayanan Dafduk Dindukcapil Kab. Demak, Rustiyono, S.Sos, ini adalah syarat untuk membuat KIA, diantara lain Fotokopi Akta Kelahiran, Fotokopi Kartu Keluarga, Pas Foto Warna 2×3 Latar Merah, lahir Tahun Ganjil Latar Biru, Lahir Tahun Genap Untuk Anak Usia < 5thn, tanpa foto. Dan tentu saja pembuatannya gratis atau tidak dipungut biaya administrasi.
Demak – KTP-el merupakan hak setiap penduduk Warga Negara Indonesia yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el. Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 64 ayat (7) huruf a menjelaskan bahwa KTP-el bagi WNI masa berlakunya seumur hidup. Selanjutnya, Pasal 101 huruf c menjelaskan bahwa KTP-el yang sudah diterbitkan sebelum Undang-Undang ini ditetapkan berlakunya seumur hidup. Apabila terjadi perubahan elemen data, rusak, atau hilang, penduduk pemilik KTP-el wajib melaporkan kepada Instansi Pelaksana untuk dilakukan perubahan atau penggantian.
KTP el yang sudah habis masa berlakunya tidak perlu diperpanjang. Sehingga apabila ada instansi pemerintah atau swasta yang masih ngotot untuk menolak KTP-el yang masih ada tahun berlaku, diminta untuk masyarakat menunjukkan Surat Edaran Mendagri ini. Bila masih tetap ngeyel dipersilakan untuk dibuatkan pengaduan ke ombusdman dan ke Dirjen Dukcapil.
Demak – Warga Demak sambil duduk santai, siapa anaknya yang belum punya akta kelahiran, segera dibuatkan. Syarat terlampir seperti difoto. Hal-hal seperti orang sudah tua yang akan membuat akta kelahiran, dimana tidak memiliki surat keterangan lahir, maka dapat mengisi form SPTJM kelahiran yang berisi kebenaran data kelahiran.
Dan buku nikah orang tuanya tidak punya, dapat mengisi SPTJM Perkawinan yg berisi tentang kebenaran Pasangan Suami Istri. Formulir SPTJMnya dapat meminta ke Dindukcapil setempat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk warga Demak.
Demak – Untuk warga Demak yang biasanya berjalan-jalan di Pasar Krempyeng sepanjang jalan Bhayangkara baru. Untuk diperhatikan bahwa sebagai langkah preventif pencegahan penyebaran COVID-19 atau Corona Virus Disease, mulai besok, yakni hari Minggu (22/03/2020) “KEGIATAN PASAR KREMPYENG DITUNDA”
Penundaan ini berlaku sampai dengan tanggal 29 Maret 2020. Himbauan ini diterbitkan dengan merujuk SE Bupati Demak, nomor 440.1/5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penganangan COVID-19 di Demak. Semoga kondisi ini segera membaik supaya kita bisa beraktivitas kembali seperti biasa.
Demak – Hari ini setelah dilaksanakannya Sholat Jum’at di Masjid Agung Demak (20/3) pihak takmir melakukan penyemprotan desinfektan pada ruang dalam dan serambi masjid. Penyemprotan cairan anti bakteri dan virus dilakukan atas bantuan CSR BRI Cabang Demak dengan dibantu aparat TNI Kodim Demak. Penyemprotan lainya juga dilakukan di seputar museum, kantor takmir dan area makam Sultan Bintoro.
KomandanKodim Demak Letkol Arh. M. Ufiz bersama anggotanya turut membantu penyeterilan tersebut. M. Harso selaku takmir mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan protokol kesehatan pencegahan Corona terlaksana di Masjid Agung. Sebab sebagai tempat ibadah sholat berjamaah bisa dipastikan banyak orang. Antara jamaah warga sekitar dan peziarah terakumulasi jadi satu di lingkungan Masjid. ” Dalam hal ini takmir masjid agung mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan berbagai pihak dalam kepedulianya terhadap pencegahan virus corona terutama BRI dan TNI Kodim Demak yang selalu memperhatikan MAD” jelasnya. (Sumber : kominfo)
Demak – Bagi masyarakat di Jawa Tengah pada umumnya dan masyarakat di Kabupaten Demak pada khususnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan Self Assesment Covid-19. Kita bisa dengan mudah mendeteksi secara dini gejala sakit yang kita alami apakah termasuk gejala Covid-19 atau bukan.
Sehingga masyarakat dapat mengecek secara mandiri bagaimana kondisinya melalui laman corona.jatengprov.go.id/screening. Deteksi mandiri ini membantu untuk mengetahui secara cepat tindakan apakah dirinya sehat atau memerlukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut mengenai COVID-19.
Demak – Beberapa waktu lalu telah dilakukan video conference antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Demak dan seluruh jajarannya yang membahas mengenai langkah-langkah dalam mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease atau COVID-19.
Arahan dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo diminta untuk bergerak bersama. Fasilitas kesehatan akan disiapkan, kekurangan-kekurangannya dicarikan. Kita semua diminta untuk menjaga diri, jaga kesehatan dan jaga kebersihan. Kita harus menyatukan kekuatan untuk membasmi penularan COVID-19.
Demak – Kami beritahukan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Demak, bahwa sesuai dengan amanat Permendagri No.104 Tahun 2019, Pasal 19 Ayat 6, bahwa dokumen KTP-el dan dokumen Adminduk yg sudah Menggunakan TTE (Tanda Tangan Elektronik) tidak perlu dilegalisir.
Dan Hal tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Kapolri, melalui As.SDM, Karoda Pers mengeluarkan Surat Edaran ditujukan kepada seluruh Kapolda di Indonesia mengenai petunjuk dan arahan ketentuan KTP-el yang tidak dilegalisir dalam penerimaan terpadu terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2020. Untuk itu jika waktu pendaftaran masuk Polri atau TNI masih ada petugas penerimaan meminta Dokumen adminduk yg dilegalisir, diminta untuk memperlihatkan surat ini dan membaca poin 2.
Demak – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melarang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengeluarkan surat keterangan. Seluruh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Indonesia dilarang menerbitkan surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP elektronik ( e-KTP) mulai besok, Senin (2/3/2020). Hal ini disampaikan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementeran Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri).
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, hal tersebut mulai berlaku Senin (2/3/2020) untuk Disdukcapil di seluruh Indonesia. “Siapa pun warga yang datang di Disdukcapil tak boleh diterbitkan suket lagi, karena blangko-nya ada,” ujar Zudan kepada wartawan, Minggu (1/3/2020). Oleh karena itu, Zudan pun meminta setiap Disdukcapil memberitahu masyarakat yang akan melakukan perekaman data kependudukan atau penggantian, e-KTP sudah bisa langsung didapatkan.
Setelah DKI Jakarta, kata Zudan, Provinsi DI Yogyakarta menjadi provinsi kedua yang tuntas mencetak suket yang pernah diterbitkan menjadi KTP elektronik. “Tolong katakan kepada warga masyarakat kalau ingin rekam data langsung dicetak, KTP yang rusak atau hilang bisa langsung dicetak, datanglah ke Disdukcapil,” kata Zudan. Pihaknya pun akan terus melakukan percepatan ke 32 provinsi lainnya untuk menyelesaikan pencetakan suket-nya menjadi KTP elektronik, termasuk 188 Disdukcapil di kabupaten/kota. Diberitakan sebelumnya, Kemendagri semaksimal mungkin akan mulai menghilangkan suket untuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ini. “Kami semaksimal mungkin babatin suket sehingga kami berharap semua penduduk WNI sudah pegang KTP elektronik (el),” kata Zudan.
Dan hal ini pun sudah ditindaklanjuti oleh Kepala Dindukcapil Kab. Demak, Drs. M.Afhan Noor, M.Pd, dengan mengeluarkan himbauan untuk tidak melayani penerbitan Surat Keterangan (SuKet) pengganti KTP-el, karena blangko KTP-el masih tersedia.