Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Minggu (24/5) Assalamualaikum sobat mindukcapil Demak, Merayakan Idul Fitri #DiRumahSaja dalam situasi pandemi Covid-19, merupakan salah satu ikhtiar hifdh al-nafs atau menjaga diri. Meskipun demikian Idul Fitri juga akan tetap bermakna meski kita merayakan #DiRumahSaja. بسم الله الرحمن الرحيم
Sobat mindukcapil Demak yang berbahagia… “Harta yg paling bernilai adalah kesabaran. Rekan yg paling setia adalah amal. Ibadah yg paling indah adalah keikhlasan. Identitas tertinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Karena itu Kami dengan tulus Memohon maaf lahir batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.”
Demak – Minggu (24/5), Mari kita ambil pelajaran, sudah banyak bukti, corona datang bertubi-tubi karena kita kurang hati-hati. Corona tak pandang bulu, tak kenal jabatan, golongan, agama maupun strata ekonomi dia hadir untuk kita yang lalai dan meremehkan.
Yuk Sobat Mindukcapil Demak sudah cukup. Mulai sekarang mari kita terapkan protokol kesehatan baik dirumah, dipasar, di mall, di masjid, dimana saja…Besok hari Raya Idul Fitri. Tahan dulu rindumu, ga usah berburu baju baru, jangan pula terburu nafsu dan egoisme sesaat untuk bertemu. Suatu saat, pasti wabah ini akan sirna dan kita segera berkumpul untuk menebus rindu..Ganti Salaman dengan Senyuman, nanti malam Takbiran #dirumahaja. Silaturahminya dengan medsos atau videocall dulu.. Jangan sampai setelah merayakan Lebaran, kita isi dengan kesedihan karena kita, keluarga kita, saudara dan sahabat yang kita cintai terjangkit Corona…Yok, kita sudahi sikap “Tidak Peduli”…
Semarang – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan pasar, tempat pelayanan kesehatan, dan lembaga pendidikan sebagai klaster penyebaran virus Corona yang memicu peningkatan kasus. Pemkot Semarang memutuskan memperpanjang kembali masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) selama 14 hari, terhitung mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2020.
“Selama dua hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yaitu sebanyak 17 orang. PDP juga meningkat karena klaster pasar setelah dilakukan swab test hasilnya reaktif. Maka kita putuskan untuk PKM diperpanjang,” kata Hendrar Prihadi.
Dia menuturkan, perpanjangan PKM diambil menyusul membeludaknya titik-titik keramaian di Semarang, khususnya klaster pasar, lembaga pendidikan dan pusat layanan kesehatan.
“Keputusan ini diambil karena beberapa titik keramaian di Kota Semarang seperti pusat perbelanjaan sudah mulai buka saat menjelang lebaran. Padahal kita sudah menyampaikan, salat Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak ada anjang sana ataupun open house,” tuturnya.
Dengan masa perpanjangan tersebut, Pemkot Semarang akan terus melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Patroli dari berbagai pihak mulai dari satpol, aparat, dan satgas lainnya akan terus ditingkatkan di semua wilayah, termasuk di pos-pos perbatasan hingga tengah kota.
“Untuk PKL yang biasanya tutup jam 20.00, selama perpanjangan PKM 14 hari ke depan kita kasih penutupannya sampai jam 21.00. Ini berlaku untuk pasar modern, PKL, restoran, hingga mal,” jelasnya.
Hendi berharap, seiring perpanjangan masa PKM 14 hari, warga masyarakat Kota Semarang akan terbiasa dengan kondisi ‘new normal’ atau hidup berdampingan dengan Covid-19.
“Masih banyak masyarakat yang masih banyak di jalanan, di mal atau di pasar hanya untuk persiapan Lebaran. Kami juga pantau dan lakukan swab test sasarannya pada para tenaga migran dan kerumunan warga yang sedang di mal. Jika hasil swab test ada yang reaktif maka malnya kita tutup. Termasuk juga di pariwisata kita minta untuk bersabar dulu untuk tidak buka, karena itu hal sekunder,” tutupnya.
Kudus – Rapid test massal dengan mesin imunoserologi pada ratusan pengunjung dan pegawai di tiga pusat perbelanjaan di Kudus, Jumat (22/5/2020) menghasilkan satu orang reaktif.
Satu orang itu diketahui sebagai pengunjung Ramayana Departemen Store Kudus.
“Total ada sebanyak 147 partisipan di tiga mal. Dan satu pengunjung Ramayana yang reaktif rapid,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi via telepon, Jumat (22/5/2020) sore.
Soal pengunjung yang reaktif, lanjut dia, Andini belum memastikan apakah yang bersangkutan sudah berkeliling mal atau belum.
Pasalnya, sampel memang diambil secara acak. Sehingga tidak ketahuan apakah pengunjung sudah berkeliling atau baru masuk.
“Karena memang ada yang sudah masuk ada yang saat baru masuk saat dirapid, kami tengah telusuri,” ujarnya.
Sementara untuk langkah lanjutan, Andini menjelaskan sampel darah pengunjung yang reaktif akan didalami kembali. Pengunjung tersebut akan diminta untuk isolasi mandiri terlebih dahulu.
“Kami akan kembali menganalisa hasil hematologi atau sampel darahnya,” lanjut Andini.
Jika memang ada hal-hal tertentu yang tidak normal dalam sampelnya, maka pasien akan diambil swabnya. “Karena biasanya ada tanda-tandanya apabila pasien mengarah ke covid,” ujarnya.
Sementara hingga kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus mencatat ada sebanyak delapan orang yang reaktif saat di-rapid test massal sejak beberapa waktu terakhir.
Tujuh orang sebelumnya adalah mereka yang reaktif rapid saat dirapid test menggunakan jenis stik di Pasar Kliwon dan Menara Kudus.
“Enam di Kliwon satu di Masjid Menara Kudus,” rinci Andini.
Sementara satu orang merupakan pengunjung Ramayana Departemen Store yang serum darahnya reaktif saat diuji dengan mesin imunoserologi.
Tim Gugus Tugas mengklaim, alat tersebut lebih sensitif hasilnya dibanding dengan uji rapid test menggunakan stik.
“Untuk tujuh orang yang dulu reaktif sampai saat ini masih isolasi mandiri, mereka belum diswab,” jelas Andini. (murianews)
Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan akan memperketat pengawasan transportasi selama masa arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri 1441 H. Hal ini dilakukan mengingat aturan larangan mudik yang diterapkan pemerintah masih berlaku akibat pandemi virus Corona (COVID-19).
“Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang sudah dengan tegas melarang mudik, Kemenhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idul Fitri (arus mudik) hingga masa setelah Idul Fitri (arus balik),” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2020).Adita mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan oleh masyarakat yang bersikeras mencari celah untuk mudik. Untuk itu, ia menegaskan telah mengerahkan sejumlah petugas di lapangan agar mengawasi jalannya aturan tersebut. (detik.com)
JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) berhasil menciptakan teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi yang diberi nama PLANET-2020 atau Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology 2020. Inti teknologi dari PLANET-2020 yakni penggunaan mikroorganisme atau bakteri guna mengurai air limbah.
Kemenperin berkomitmen terus membangun industri nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan konsep industri hijau yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
“Pembangunan industri hijau mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan begitu, selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (21/5).
Menurutnya, pendekatan industri hijau yang dapat dilakukan di antaranya melalui tindakan hemat dan efisien dalam pemakaian sumber daya alam, air, dan energi. Selain itu, penggunaan energi alternatif, penerapan 4R atau reduce, reuse, recycle, dan recovery, lalu penggunaan teknologi rendah karbon, serta meminimalkan timbulan limbah.
“Demi mendukung majunya pembangunan industri hijau di Tanah Air, BPPI berupaya menghasilkan berbagai inovasi,” kata Doddy.
Doddy mengatakan, bakteri mempunyai kemampuan memproses bahan organik yang terdapat di dalam limbah menjadi sumber makanan dan energi. Limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar, sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.
Doddy menyebutkan, inovasi teknologi PLANET-2020 meliputi tiga unit pengolahan limbah yang dirancang dari unit anaerobik, aerobik dan wetland yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Unit anaerobik merupakan modifikasi dari sistem anaerobik konvensional, yaitu menggunakan aliran air upflow yang dikombinasikan sistem resirkulasi.
Unit aerobik menggunakan sistem lumpur aktif, sedangkan unit wetland menggunakan sistem horizontal subsurface constructed wetland yang diresirkulasi. Integrasi dari ketiga unit dapat menurunkan bahan pencemar organik hingga lebih dari 95 persen, amoniak hingga 80 persen, serta fosfat sebesar 70 persen.
Doddy menyebutkan, kelebihan yang dimiliki oleh PLANET-2020, antara lain kemampuan degradasi polutan (zat pencemar) mencapai 90 persen sampai 98 persen. Ini lebih tinggi dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia yang mencapai 80 sampai 90 persen, atau dibandingkan IPAL berbasis biologi konvensional yang 80 sampai 90 persen.
PLANET-2020 pun tidak membutuhkan lahan begitu luas, kemudian menggunakan energi listrik yang lebih hemat, dan menggunakan bahan kimia jauh lebih sedikit.
“Kelebihan lainnya, sistem tersebut tidak menggunakan unit pengolah lumpur, sehingga penguraian polutan dapat dipersingkat darisatu minggu menjadi maksimal empat hari. PLANET-2020 juga hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode kimia,” jelas dia.
Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon mengemukakan, teknologi PLANET-2020 ini telah diterapkan untuk mengolah air limbah di 18 sektor industri. Meliputi industri kertas kerajinan, industri makanan dan minuman, industri batik, industri farmasi, serta industri pengolahan ikan.
“Reaktor PLANET-2020 dibuat sesuai kebutuhan, dengan dimensi disesuaikan dengan jumlah limbah industri yang akan diolah dalam satu hari. Untuk memperkuat kapasitas SDM Operator IPAL, BBTPPI juga memberikan bimbingan teknis mengenai cara operasional dan pemeliharaan PLANET-2020,” tuturnya. (Republika)
Jakarta – Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020. Ketetapan itu diputuskan dalam sidang isbat yang dihadiri MUI hingga Komisi VIII DPR.
Sidang isbat digelar di gedung Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2020). Sidang digelar secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait Corona (COVID-19). Para tamu undangan seperti perwakilan ormas mengikuti sidang secara online.”Sidang isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Mei 2020,” kata Menag Fachrul Razi.
Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Cecep melaporkan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini. Tim Falakiyah Kemenag diketahui melakukan pemantauan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.
“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” kata Cecep.
Cecep mengatakan penetapan awal bulan hijriah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.
“Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.
Laporan dari Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441 H atau pada 29 Ramadan 1441 H di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 4,00 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 5,36 derajat; umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.
Sementara itu, kata Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal tinggi hilal 2 derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima’.
“Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS,” ujar dia.
Cecep menjelaskan, karena ketinggian hilal di bawah 2 derajat, bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.
“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,” ujar Cecep. (detik.com)
Demak – Masih seperti biasanya Kecamatan Karanganyar sebelum melakukan pekerjaan atau aktifitas kantor diadakan apel pagi bersama pegawai kecamatan, Dindukcapil, PLKB, Pertanian, Pendamping desa, PKH, dan di pimpin oleh Sekcam Karanganyar. Hari ini (22/5) merupakan hari terakhir apel bersama di bulan ramadhan 1441 H.
Meskipun ditengah maraknya COVID-19, pegawai Kecamatan Karanganyar tetap bersemangat dalam mengikuti apel bersama meskipun jadwal hari kerja berubah. Dalam pelaksaan apel menggunakan jarak 1 meter sesuai peraturan yang telah di tentukan. Begitu juga dengan dua orang pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator dan Operator di TPDK Kecamatan Karanganyar, Ahmad, S.Sos dan Endang Sulistyowati, selalu mengikuti kegiatan apel pagi sebelum melayani masyarakat yang akan mengajukan permohonan kepengurusan dokumen administrasi kependudukan.
Demak – Jumat (22/5), Sobat Mindukcapil Demak, di Tengah Pandemi Seperti Ini Silaturahmi Cukup Virtual Aja. Yuk kita sama-sama bijak dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.
Dengan tetap berada di dalam rumah, menjaga jarak, menjaga kebersihan diri sendiri, dan tidak mudik, kalian sudah membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona loh. Lebih baik Tidak Mudik yaa
Demak – Jumat (22/5) Jadilah Insan Yang Bijak Dengan Tidak Mudik ya Sobat Mindukcapil Demak. Mari bersama menyambung silaturahmi secara online. Jangan pertaruhkan keselamatan keluarga di kampung halaman dengan memaksa mudik.
Sayangi keluarga tercinta dan cegah penyebaran covid-19 dengan tidak mudik. Tanpa Mudik, Tanpa Piknik,Tanpa Bertemu Fisik, Silaturahmi Lebaran Tetap Asik.