Yuk Bikin Opor Ayam Lebaran dengan 2 Resep Antimainstream Ini

JAKARTA – Indonesia memang kaya akan sajian kulinernya yang nikmat dan membangkitkan selera makan. Salah satu menu sajian kuliner Indonesia yang populer, khususnya saat lebaran, adalah opor ayam

Bila disebut opor ayam maka yang terbayang adalah suasana lebaran. Ya, opor ayam memang sudah menjadi sajian wajib saat lebaran. Opor ayam akan disantap bersama-sama keluarga usai sholat Idul Fitri.

Bahan utama dalam sajian ini adalah ayam yang dimasak bersama kuah santan kental. Santan dapat diperoleh dari perasan langsung kelapa asli atau menggunakan santan kemasan instan.

Sebagaimana masakan Indonesia lainnya, bumbu opor juga sarat akan rempah. Rempah-rempah inilah yang menciptakan rasa sedap pada opor. Opor yang menjadi makanan wajib saat lebaran ini umumnya disantap bersama dengan ketupat.

Variasi lain memakannya menggunakan lontong. Selain ayam disajikan juga sambal goreng ati sebagai pelengkap.

Namun tidak semua orang dapat membuat opor ayam dengan cita rasa yang pas. Satu hal yang menyebabkan masakan opor termasuk masakan yang sulit adalah karena takaran perpaduan rempah pada bumbu dan kekentalan kuah santannya. Keduanya harus dapat dipadukan dengan takaran yang pas.

Berikut 2 resep opor ayam lebaran yang antimainstream.

1. OPOR AYAM SEDERHANA

Sesuai dengan namanya, opor ayam sederhana adalah opor ayam dengan resep yang paling sederhana. Jadi resep opor ayam sederhana ini paling mudah untuk dipraktikkan di rumah.

2. OPOR AYAM PADANG

Padang memang sangat terkenal dengan olahan masakannya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke manca negara. Berbagai olahan Padang seperti rendang, ayam pop, gulai kepala ikan, dan lain-lain tak diragukan lagi kenikmatannya. Kali ini, coba simak resep opor ayam khas Padang.

Jadi Klaster Baru Covid-19, Pasar Kobong Semarang Ditutup Selama 6 Hari

Semarang – Usai dinyatakan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong Semarang ditutup sementara.  Penutupan tersebut dilakukan dengan memasang garis pembatas di seluruh area pasar. Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, jika pemasangan garis pembatas tersebut dibantu oleh aparat kepolisian, Dinas Perdagangan, dan Denpom IV/5 Semarang.

“Sesuai arahan, pasar akan ditutup sementara selama 6 hari. Pasar nantinya juga akan disemprot disinfektan oleh Damkar dan BPBD untuk sterilisasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2020). Pihaknya juga meminta seluruh pedagang untuk meliburkan aktifitas perdagangan di Pasar Kobong tersebut. Untuk memastikan tidak adanya aktifitas, pihak Satpol PP juga akan melakukan penjagaan di sekitar pasar kobong. “Manakala memang sudah benar benar dianggap steril, dan tidak ada lagi penyebaran Covid-19 di pasar tersebut, pasar bisa di fungsikan kembali namun tetap dengan protokol kesehatan dan penataan pedagang” katanya.

Fajar menambahkan rapid test di Pasar Tradisional akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota dan Dinas Perdagangan.  “Untuk langkah ditutup atau tidak, kita tunggu perintah dari gugus tugas penanganan Covid-19. Kita tinggal melaksanakan,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 orang di Pasar Kobong Kota Semarang dinyatakan reaktif usai mengikuti rapid test.  Gubernur Jawah Tengah, Ganjar Pranowo, pun menginstruksikan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk menutup mal, supermarket ataupun pasar jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung. 

2 Hari Gelar Rapid Test, 26 Orang di Kendal Reaktif Covid-19

Kendal – Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kendal menjemput 26 orang yang dinyatakan reaktif Covid-19, Sabtu (23/05/2020).  Sebanyak 26 orang tersebut diketahui reaktif usai rapid test di sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kendal selama 2 hari kemarin.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal juga sebagai Penangungjawab Rumah Sakit Darurat Covid-19, dr Budi Mulyono, membenarkan bawah terdapat 26 warga Kendal yang dinyatakan reaktif corona usai menjalani rapid test acak. Rinciannya, pada Jumat (22/5/2020) lalu, tim gugus melakukan rapid test di swalayan Aneka Jaya dan juga Pasar Sore Kaliwungu. Hasilnya satu orang dinyatakan reaktif Korona.

“Iya, yang kemarin ada satu reaktif di Pasar Sore Kaliwungu,” jelasnya. Lebih lanjut, Sabtu (23/5/2020) tim gugus bersama Dinkes melaksanakan sampling rapid test di Pasar Sukorejo, Boja, Pegandon, dan Weleri. Hasilnya 23 orang dinyatakan reaktif corona. Meliputi 13 orang di Pasar Boja, 2 orang Pasar Sukorejo, 4 orang Pasar Weleri, dan 4 orang Pasar Pegandon. Sementara 2 orang reaktif corona lainnya hasil rapid test di swalayan Sama-sama Kendal sore tadi. Pihaknya pun langsung menjemput semua orang yang dinyatakan reaktif untuk dikarantina di RS darurat Covid-19. “Sore tadi sudah 6 orang dikarantina di RS darurat termasuk warga Gubugsari Pegandon dan Kelurahan Kalibuntu Wetan. Malam ini dimasukkan semua di RS Darurat Covid-19 untuk diprogram swab,” ujarnya. Sementara sebelumnya, tim gugus juga telah melakukan rapid test di Kejaksaan Negeri Kendal pada, Kamis (21/5/2020). Hasilnya 1 orang reaktif corona dan kini masih menunggu hasil test swab keluar. (ayoSemarang)

Tips Tetap Sehat Saat Idul Fitri

JAKARTA — Hari ini, Ahad (24/5) umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Dan, berbagai sajian makanan pun biasanya terhidang di setiap rumah umat Islam.

Lebaran memang tidak lepas dari tradisi makan makanan khas, seperti ketupat, kue-kuean, rendang, hingga opor ayam. Namun ingat, jangan sampai kebablasan. Jika ingin tetap sehat, ada caranya agar nikmatnya lebaran tak berujung masalah.

Akademisi dan Praktisi Klinis, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB mengatakan, ada sejumlah hal yang harus tetap dikendalikan saat lebaran. Terutama terkait makanan. Mengingat, lebaran identik dengan ragam jenis sajian yang bikin orang bisa kalap.

“Batasi makanan yang terlalu asin atau terlalu manis,” kata Ari kepada Republika beberapa waktu lalu. Hal ini perlu ditekankan karena biasanya sajian lebaran dihiasi dengan ragam makanan dan minuman tinggi lemak, manis dan asin.

Apalagi, lanjut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia(UI) Jakarta itu, berbagai penyakit kronis umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Sehingga, pengendalian diri jadi kunci.

Berdasar pengamatanya, pada pekan-pekan pertama setelah lebaran, pasien-pasien yang datang ke unit gawat darurat rumah sakit adalah pasien diare serta berbagai penyakit kronis yang mengalami kekambuhan seperti hipertensi yang tidak terkontrol, stroke, atau serangan jantung serta gula darah yang tidak terkontrol.

“Antisipasi berbagai penyakit setelah lebaran merupakan hal yang penting. Kita harus selalu ingat bahwa rangkaian lebaran dengan berbagai aktifitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan jika tidak disikapi dengan bijak,” ujarnya.

Ia menekankan, kue manis perlu dibatasi mengingat kue itu merupakan sajian dengan kalori tinggi, terutama kue cake. Karena, kue cake biasanya dibuat dengan kuning telur yang banyak dan otomatis membuatnya mengandung kolesterol yang tinggi.

Kemudian, ia menghimbau agar masyarakar dapat pandai-pandai mengatur porsi saat makan besar. Pasalnya, hidangan utama juga banyak yang mengandung santan yang kaya akan lemak.

“Apalagi, jika makanan tersebut dipanaskan berulang-ulang sehingga membuat kandungan lemak jenuhnya semakin tinggi dan ini tidak baik untuk kesehatan,” kata dia. Belum cukup sampai disitu, akumulasi kenikmatan yang membahayakan pun ditambah dengan hadirnya minuman bersoda. Alhasil, kalau lupa diri, maka potensi beragam penyakit pun kian besar.

Jika tidak dikendalikan, lanjut dia, pasien dengan penyakit kencing manis akan membuat gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Kemudian, pasien dengan penyakit darah tinggi, tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol dan pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah.

Ia pun menekankan, demi mengimbangi beragam jenis asupan itu, masyarakat dihimbau untuk dapat lebih banyak meminum air putih. “Apalagi saat ini sedang musim kemarau. Usahakan konsumsi air putih lebih dari dua liter sehari,” ucapnya. (republika)

Selamat Hari Hara Idul Fitri 1441 H/2020 M

Demak – Minggu (24/5) Assalamualaikum sobat mindukcapil Demak, Merayakan Idul Fitri #DiRumahSaja dalam situasi pandemi Covid-19, merupakan salah satu ikhtiar hifdh al-nafs atau menjaga diri. Meskipun demikian Idul Fitri juga akan tetap bermakna meski kita merayakan #DiRumahSaja. بسم الله الرحمن الرحيم

Sobat mindukcapil Demak yang berbahagia… “Harta yg paling bernilai adalah kesabaran. Rekan yg paling setia adalah amal. Ibadah yg paling indah adalah keikhlasan. Identitas tertinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Karena itu Kami dengan tulus Memohon maaf lahir batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.”

Buang Rasa Tidak Peduli

Demak – Minggu (24/5), Mari kita ambil pelajaran, sudah banyak bukti, corona datang bertubi-tubi karena kita kurang hati-hati. Corona tak pandang bulu, tak kenal jabatan, golongan, agama maupun strata ekonomi dia hadir untuk kita yang lalai dan meremehkan.

Yuk Sobat Mindukcapil Demak sudah cukup. Mulai sekarang mari kita terapkan protokol kesehatan baik dirumah, dipasar, di mall, di masjid, dimana saja…Besok hari Raya Idul Fitri. Tahan dulu rindumu, ga usah berburu baju baru, jangan pula terburu nafsu dan egoisme sesaat untuk bertemu. Suatu saat, pasti wabah ini akan sirna dan kita segera berkumpul untuk menebus rindu..Ganti Salaman dengan Senyuman, nanti malam Takbiran #dirumahaja. Silaturahminya dengan medsos atau videocall dulu.. Jangan sampai setelah merayakan Lebaran, kita isi dengan kesedihan karena kita, keluarga kita, saudara dan sahabat yang kita cintai terjangkit Corona…Yok, kita sudahi sikap “Tidak Peduli”…

Pemkot Semarang Perpanjang Masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Selama 14 Hari

Semarang – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan pasar, tempat pelayanan kesehatan, dan lembaga pendidikan sebagai klaster penyebaran virus Corona yang memicu peningkatan kasus. Pemkot Semarang memutuskan memperpanjang kembali masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) selama 14 hari, terhitung mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2020.

“Selama dua hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yaitu sebanyak 17 orang. PDP juga meningkat karena klaster pasar setelah dilakukan swab test hasilnya reaktif. Maka kita putuskan untuk PKM diperpanjang,” kata Hendrar Prihadi.

Dia menuturkan, perpanjangan PKM diambil menyusul membeludaknya titik-titik keramaian di Semarang, khususnya klaster pasar, lembaga pendidikan dan pusat layanan kesehatan.

“Keputusan ini diambil karena beberapa titik keramaian di Kota Semarang seperti pusat perbelanjaan sudah mulai buka saat menjelang lebaran. Padahal kita sudah menyampaikan, salat Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak ada anjang sana ataupun open house,” tuturnya.

Dengan masa perpanjangan tersebut, Pemkot Semarang akan terus melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Patroli dari berbagai pihak mulai dari satpol, aparat, dan satgas lainnya akan terus ditingkatkan di semua wilayah, termasuk di pos-pos perbatasan hingga tengah kota.

“Untuk PKL yang biasanya tutup jam 20.00, selama perpanjangan PKM 14 hari ke depan kita kasih penutupannya sampai jam 21.00. Ini berlaku untuk pasar modern, PKL, restoran, hingga mal,” jelasnya.

Hendi berharap, seiring perpanjangan masa PKM 14 hari, warga masyarakat Kota Semarang akan terbiasa dengan kondisi ‘new normal’ atau hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Masih banyak masyarakat yang masih banyak di jalanan, di mal atau di pasar hanya untuk persiapan Lebaran. Kami juga pantau dan lakukan swab test sasarannya pada para tenaga migran dan kerumunan warga yang sedang di mal. Jika hasil swab test ada yang reaktif maka malnya kita tutup. Termasuk juga di pariwisata kita minta untuk bersabar dulu untuk tidak buka, karena itu hal sekunder,” tutupnya.

Satu Pengunjung Ramayana Kudus Reaktif Rapid Test Corona

 Kudus – Rapid test massal dengan mesin imunoserologi pada ratusan pengunjung dan pegawai di tiga pusat perbelanjaan di Kudus, Jumat (22/5/2020) menghasilkan satu orang reaktif.

Satu orang itu diketahui sebagai pengunjung Ramayana Departemen Store Kudus.

“Total ada sebanyak 147 partisipan di tiga mal. Dan satu pengunjung Ramayana yang reaktif rapid,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi via telepon, Jumat (22/5/2020) sore.

Soal pengunjung yang reaktif, lanjut dia, Andini belum memastikan apakah yang bersangkutan sudah berkeliling mal atau belum.

Pasalnya, sampel memang diambil secara acak. Sehingga tidak ketahuan apakah pengunjung sudah berkeliling atau baru masuk.

“Karena memang ada yang sudah masuk ada yang saat baru masuk saat dirapid, kami tengah telusuri,” ujarnya.

Sementara untuk langkah lanjutan, Andini menjelaskan sampel darah pengunjung yang reaktif akan didalami kembali. Pengunjung tersebut akan diminta untuk isolasi mandiri terlebih dahulu.

“Kami akan kembali menganalisa hasil hematologi atau sampel darahnya,” lanjut Andini.

Jika memang ada hal-hal tertentu yang tidak normal dalam sampelnya, maka pasien akan diambil swabnya. “Karena biasanya ada tanda-tandanya apabila pasien mengarah ke covid,” ujarnya.

Sementara hingga kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus mencatat ada sebanyak delapan orang yang reaktif saat di-rapid test massal sejak beberapa waktu terakhir.

Tujuh orang sebelumnya adalah mereka yang reaktif rapid saat dirapid test menggunakan jenis stik di Pasar Kliwon dan Menara Kudus.

“Enam di Kliwon satu di Masjid Menara Kudus,” rinci Andini.

Sementara satu orang merupakan pengunjung Ramayana Departemen Store yang serum darahnya reaktif saat diuji dengan mesin imunoserologi.

Tim Gugus Tugas mengklaim, alat tersebut lebih sensitif hasilnya dibanding dengan uji rapid test menggunakan stik.

“Untuk tujuh orang yang dulu reaktif sampai saat ini masih isolasi mandiri, mereka belum diswab,” jelas Andini. (murianews)

Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan akan memperketat pengawasan transportasi selama masa arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri 1441 H. Hal ini dilakukan mengingat aturan larangan mudik yang diterapkan pemerintah masih berlaku akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

“Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang sudah dengan tegas melarang mudik, Kemenhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idul Fitri (arus mudik) hingga masa setelah Idul Fitri (arus balik),” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2020).Adita mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan oleh masyarakat yang bersikeras mencari celah untuk mudik. Untuk itu, ia menegaskan telah mengerahkan sejumlah petugas di lapangan agar mengawasi jalannya aturan tersebut. (detik.com)

Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair

 JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) berhasil menciptakan teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi yang diberi nama PLANET-2020 atau Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology 2020. Inti teknologi dari PLANET-2020 yakni penggunaan mikroorganisme atau bakteri guna mengurai air limbah.

Kemenperin berkomitmen terus membangun industri nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan konsep industri hijau yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Pembangunan industri hijau mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan begitu, selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurutnya, pendekatan industri hijau yang dapat dilakukan di antaranya melalui tindakan hemat dan efisien dalam pemakaian sumber daya alam, air, dan energi. Selain itu, penggunaan energi alternatif, penerapan 4R atau reducereuserecycle, dan recovery, lalu penggunaan teknologi rendah karbon, serta meminimalkan timbulan limbah.

“Demi mendukung majunya pembangunan industri hijau di Tanah Air, BPPI berupaya menghasilkan berbagai inovasi,” kata Doddy.

Doddy mengatakan, bakteri mempunyai kemampuan memproses bahan organik yang terdapat di dalam limbah menjadi sumber makanan dan energi. Limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar, sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.

Doddy menyebutkan, inovasi teknologi PLANET-2020 meliputi tiga unit pengolahan limbah yang dirancang dari unit anaerobik, aerobik dan wetland yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Unit anaerobik merupakan modifikasi dari sistem anaerobik konvensional, yaitu menggunakan aliran air upflow yang dikombinasikan sistem resirkulasi.

Unit aerobik menggunakan sistem lumpur aktif, sedangkan unit wetland menggunakan sistem horizontal subsurface constructed wetland yang diresirkulasi. Integrasi dari ketiga unit dapat menurunkan bahan pencemar organik hingga lebih dari 95 persen, amoniak hingga 80 persen, serta fosfat sebesar 70 persen. 

Doddy menyebutkan, kelebihan yang dimiliki oleh PLANET-2020, antara lain kemampuan degradasi polutan (zat pencemar) mencapai 90 persen sampai 98 persen. Ini lebih tinggi dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia yang mencapai 80 sampai 90 persen, atau dibandingkan IPAL berbasis biologi konvensional yang 80 sampai 90 persen. 

PLANET-2020 pun tidak membutuhkan lahan begitu luas, kemudian menggunakan energi listrik yang lebih hemat, dan menggunakan bahan kimia jauh lebih sedikit.

“Kelebihan lainnya, sistem tersebut tidak menggunakan unit pengolah lumpur, sehingga penguraian polutan dapat dipersingkat darisatu minggu menjadi maksimal empat hari. PLANET-2020 juga hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode kimia,” jelas dia. 

Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon mengemukakan, teknologi PLANET-2020 ini telah diterapkan untuk mengolah air limbah di 18 sektor industri. Meliputi industri kertas kerajinan, industri makanan dan minuman, industri batik, industri farmasi, serta industri pengolahan ikan.

“Reaktor PLANET-2020 dibuat sesuai kebutuhan, dengan dimensi disesuaikan dengan jumlah limbah industri yang akan diolah dalam satu hari. Untuk memperkuat kapasitas SDM Operator IPAL, BBTPPI  juga memberikan bimbingan teknis mengenai cara operasional dan pemeliharaan PLANET-2020,” tuturnya. (Republika)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial