Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Selasa (26/5), Sobat Mindukcapil Demak beberapa waktu ini, Beredar informasi melalui pesan berantai whatsapp maupun media sosial mengenai Seruan Siaga 1 dari MUI Pusat kepada MUI Provinsi, Kabupaten/Kota agar berhati-hati dan waspada dengan diadakannya Rapid Test Covid-19 terhadap para Ulama, Kyai, Ustadz di seluruh Indonesia. Dimana Rapid Tes tersebut adalah modus operandi dari PKI atas perintah China untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di negara muslim lain. .Dipastikan Informasi tersebut TIDAK BENAR / HOAX.
Faktanya, Wakil Sekjen Bidang Infokom MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, MUI menyesalkan beredarnya Pesan Hoax atau fake news tersebut. “Membicarakan keburukan atau aib orang lain, fitnah, atau adu domba, penyebaran permusuhan, ujaran kebencian, dan permusuhan antar suku, ras, agama, golongan, ini diharamkan,” tuturnya. Ditengah Pandemi seperti ini banyak sekali informasi Hoax yang beredar. Maka dari itu, Yuk jadi Smart Netizen, Mari Bijak Bermedia Sosial. Saring sebelum Sharing.
Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak, Senin 25 Mei 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui :corona.demakkab.go.id
Demak – Tahun ini umat islam di Tanah Air menjalani bulan Ramadhan yang tidak biasa. Semua orang berjuang dengan kondisi masing-masing di tengah pandemi Covid-19 yang mendera. Kondisi ini juga mengharuskan kita menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 H dengan cara berbeda. Idul Fitri selalu diidentikkan dengan pakaian baru dan beragam jenis makanan tersaji. Kue-kue kering, opor, dan ketupat selalu hadir menemani silaturahmi bersama keluarga besar.
Kali ini, selain dilarang mudik, warga pun tak bisa mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan untuk menyiapkan lebaran.
Kondisi ini bagi sebagian orang menjadi hal yang sedikit memilukan. Namun kondisi ini tidak perlu menghilangkan esensi Idul Fitri.
Idul Fitri adalah momentum umat muslim untuk kembali kepada kesucian setelah selama sebulan ditempa dengan ujian. Untuk itu, kesemarakan di luar unsur ibadah pokok tidak perlu dirisaukan. Esensi utama dari Idul Fitri adalah perubahan karakter dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT. Warga perlu diajak memahami bahwa pakaian baru bukanlah kebutuhan pokok.
Wabah Covid-19 ini memang telah mengubah hidup banyak orang. Kendati ini merupakan krisis kesehatan, namun pandemi ini juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Meskipun tidak bisa bertemu dan bersalaman secara langsung, silaturahmi tetap harus bersambung. Hal ini, agar esensi silaturahmi Idul Fitri tidak hilang di tengah pandemi Covid-19 seperti yang melanda banyak negara, termasuk di Tanah Air.
Semarang – Untuk pertama kali, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar silahturahmi virtual di Hari Raya Idul Fitri di Puri Gedeh, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2020). Saat itu, Ganjar didampingi istrinya dan putranya Zinedina Alam. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengaku sempat canggung. Namun, setelah perbincangan mengalir, Ganjar mengaku puas dan ingin melakukan lagi di hari lebaran kedua. “Kemungkinan kita akan pertimbangkan lagi besok, Lebaran hari kedua kita open house virtual lagi. Karena tadi banyak yang pengen ngobrol. Mungkin ada rasa rindu atau keluh kesah yang ingin disampaikan langsung. Menarik sih, tadi hampir 2 jam lebih,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ganjar menggunakan aplikasi Zoom dan akun media sosial seperti Instagram, Facebook dan YouTube untuk bertemu sapa dengan warga. Ganjar pun tak menyangka, acara silahturahmi tersebut dihadiri ribuan warga, dan tak hanya dari Jawa Tengah. “Meskipun kami juga gagap sebenarnya tadi, tapi kami berikhtiar dengan halalbihalal digital, open house virtual dan ternyata ribuan orang bisa ikut. Saya tidak menduga yang ikut tidak hanya dari Jateng tapi seluruh Indonesia, bahkan beberapa tamu dari Asia, Eropa dan Timur Tengah,” kata Ganjar, di Puri Gedeh, Minggu (24/5/2020). Silahturahmi virtual tersebut dilakukan setelah adanya larangan mudik dari pemerintah. Larangan tersebut untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 atau corona di Indonesia, khususnya di Semarang.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menggelar silaturahmi virtual dengan warganya, di hari Lebaran pertama, di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sedap Malam Surabaya, Minggu. Dengan memanfaatkan kanal YouTube, Instagram dan Facebook untuk menyapa warganya. Saat itu, Risma mengajak warga untuk saling memaafkan satu sama lain dan memberi semangat bagi warganya di tengah perjuangan melawan virus corona jenis baru penyebab COVID-19. “Saat ini kita berlebaran dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Memang ini berat. Namun kita harus bersyukur karena masih diberi kesehatan,” kata Risma, dilansir dari Antara. Sementara itu, Risma sempat mengatakan, jumlah tamu saat silaturahmi virtual lebih banyak dari acara open house di tahun-tahun sebelumnya, yang tamunya sekitar 2.000-an. “Tapi kalau begini enak. Semuanya bisa nonton. Yang ketemu saya lebih banyak dari sini,” katanya sembari tersenyum. (Kompas)
Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Seperti bulan Ramadhan, ada beberapa amalan ibadah yang bisa kalian laksanakan di bulan Syawal. Salah satunya yakni puasa Syawal.
Puasa yang disunahkan ini berbeda dengan puasa di bulan Ramadhan. Puasa syawal hanya disunahkan untuk dilakukan selama enam hari saja. Umat Islam diberi waktu selama satu bulan. Akan tetapi, kalian baru boleh berpuasa setelah hari Raya Idul Fitri berlangsung.
Niat adalah salah satu rukun puasa serta ibadah lain pada umumnya. Berdasarkan dari hadits Rasulullah SAW, segala sesuatu itu bergantung pada niat. Begitu pula dengan puasa Syawal. Melansir dari NU Online, berikut lafal niat puasa Syawal yang dianjurkan oleh beberapa ulama,
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Adapun seseorang yang ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal secara mendadak di pagi hari, maka diperbolehkan baginya berniat saat itu juga. Hal ini karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib saja. Sedangkan, untuk puasa sunnah niat boleh dilafalkan di siang hari. Namun, dengan syarat seseorang belum makan, minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Demak – Lebaran biasanya menjadi momen bagi masyarakat untuk “balas dendam” terutama dalam mengkonsumsi makanan usai puasa. Namun jangan berlebih karena bisa berefek buruk jika kebanyakan.
Begitu Lebaran tiba, ini artinya umat Muslim telah terlepas dari kewajiban berpuasa Ramadhan dan bisa kembali menyantap hidangan favorit seperti biasanya. Biasanya, Lebaran menjadikan pesta makanan seperti ketupat serta opor ayam. Hindarilah makanan berlebih. Selain itu, kurangi makanan yang mengandung lemak, pedas serta santan agar tubuh tidak drop.
Biasanya banyak aktivitas saat libur Lebaran, seperti mudik dan bersilaturahmi. Situasi saat ini masih Pandemi Covid-19, yang tidak banyak aktivitas, alangkah lebih baik digunakan untuk istirahat. Salah satunya dengan tidur yang cukup.
Momen Lebaran bukanlah halangan bagi Anda untuk tetap berolahraga. Hal ini tak kalah penting untuk menjaga kesehatan Anda saat Lebaran. Olahraga dapat membuat Tubuh akan terasa lebih bugar dan membuat Anda tidak gampang sakit. Lebaran juga dimanfaatkan untuk memperbanyak minum air putih dan makanan bergizi seperti sayuran supaya badan tidak drop usai puasa.
Demak – Lebaran kali ini menjadi berbeda, karena adanya pandemi virus corona. Ya Moms, oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila Anda sedang merayakan Idul Fitri bersama keluarga, terlebih lagi dengan anak. Tujuannya, tentu untuk saling melindungi dari paparan dari virus tersebut. Mengutip lama Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), @idai_ig, beberapa hal yang Anda bisa lakukan untuk meminimalisir penularan virus corona, terutama pada si kecil saat perayaan Lebaran, di antaranya:
Pertama adalah melaksanakan salat Idul Fitri di rumah sesuai panduan Kementerian Agama. “Tanpa mengurangi hikmah Lebaran, IDAI mengimbau seluruh keluarga agar mengikuti panduan Kementerian Agama untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah,” tulis akun Instagram resmi IDAI @idai_ig, Sabtu (23/4). Selain itu, terkait silaturahmi tetap bisa dilakukan, hanya saja dengan keluarga yang memang tinggal serumah sambil menerapkan prinsip pencegahan infeksi.
Namun, jika anggota keluarga sehat dapat bersilaturahmi secara langsung namun tetap memperhatikan pembatasan fisik (jarak minimal 1 meter), menjaga kebersihan tangan, dan menerapkan etika batuk. Anda dan keluarga pun sebaiknya merayakan Lebaran di rumah saja, alias tidak saling berkunjung terlebih dahulu ke keluarga besar lainnya, yang tidak tinggal serumah.
Bila si kecil biasanya akan mencium tangan orang dewasa saat bersilaturahmi, kali ini jangan biarkan hal tersebut terjadi di tengah pandemi.Anda bisa mengajarinya dengan mengatupkan kedua tangan tanpa kontak fisik dengan orang lain, untuk mengganti bersalaman. Cara ini tidak akan mengurangi hikmah bersilaturahmi, kok.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemik.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, bahwa dunia usaha dan masyarakat pekerja punya kontribusi besar untuk memutus penularan COVID-19 karena banyaknya populasi pekerja dan mobilitasnya.
“Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5).
Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 telah menyatakan jika PSBB dilakukan, salah satu kebijakannya adalah dengan meliburkan tempat kerja.
Namun, dunia kerja tidak mungkin selamanya melakukan pembatasan, sebab menurut dia roda perekonomian harus tetap berjalan.
“Untuk itu usai pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemik COVID-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja secara optimal sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 atau ‘new normal’,” ujarnya.
Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja. Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.
Demak – Senin (25/5) Lebaran di rumah saja tahun ini bisa menjadi lebih istimewa karena sajian kue lebaran yang tepat. Sambil bercengkrama dengan keluarga, Anda bisa menikmati kelezatan Si Legit Manis, Getas.
Ya, jajanan yang berasal dari Jawa Tengah inii menjadi salah satu suguhan pilihan saat Lebaran tiba. Selain rasanya yang khas, isi kue yang lembut dan luarnya yang terasa renyah memberikan sensasi tersendiri saat menghabiskan lebaran bersama keluarga. Rasanya semakin enak karena di bagian luar jajanan tradisional ini dibalur dengan gula halus. Cocok disantap sambil menyeruput kopi atau teh hangat sambil stay at home.
Demak – Senin (25/5), Ketupat merupakan salah satu makanan khas Hari Lebaran yang dibuat hampir di setiap rumah. Ketupat lahir ketika agama Islam mulai masuk ke nusantara, diperkenalkan oleh Raden Mas Sahid atau Sunan Kalijaga.
Sobat Mindukcapil Demak, ketupat memiliki beberapa makna dan gizi yang terkandung di dalamnya. Apa saja makna dan gizinya? Yuk, simak informasi selengkapnya pada gambar!