Daftar Istilah Penanganan Corona di Kantor dari Kemenkes

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan merilis definisi sejumlah istilah yang digunakan dalam penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Istilah tersebut terangkum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi. 

Beberapa istilah sudah tak asing dan kerap disebutkan oleh pemerintah, tenaga kesehatan, atau bahkan masyarakat berkaitan dengan wabah yang telah menjangkiti 20 ribuan orang di Indonesia itu.

Dalam Keputusan Menkes itu di antaranya dijelaskan definisi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini kerap disebutkan oleh pemerintah dan dianggap cukup berbahaya dalam penularan virus ini. 


OTG atau Orang Tanpa Gejala didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 (dengan PCR), tapi tidak memiliki gejala. 

Selain OTG, Kemenkes juga memberi pengertian untuk ODP dan PDP. ODP atau Orang Dalam Pemantauan adalah orang yang mengalami demam lebih dari 38 derajat, atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan, seperti pilek atau sakit tenggorokan hingga batuk, dan tidak ada penyebab lain. 

Selain itu, yang bersangkutan juga pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau ke wilayah episentrum pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari.

Sementara itu, pasien dalam pemantauan (PDP) adalah didefinisikan sebagai orang yang mengalami demam kurang lebih 38 derajat, gejala batuk ringan, pilek serta terdapat pneumonia ringan hingga berat, dan tidak ada penyebab lain berdasarkan rekam klinis.

Orang itu juga punya rekam jejak kontak langsung dengan pasien positif hingga memiliki riwayat perjalanan ke wilayah episentrum selama kurun waktu 14 hari. 

Selain untuk para pasien, Kemenkes juga merilis definisi untuk beberapa istilah lainnya. Misalnya, istilah Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung atau bertemu dengan pasien positif corona dalam kurun waktu dua hari dan hingga 14 hari setelah kasus, timbul gejala. 

Istilah lain yakni mitigasi yang didefinisikan sebagai tindakan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak dari suatu bencana terhadap masyarakat. 

Cara Silaturahmi Sehat Selama Pandemi Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri

Demak – Selasa (26/5), Silaturahmi sehat selama pandemi Covid-19 pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Walaupun pemerintah berlakukan kebijakan physical distancing, namun hubungan silaturahmi masih tetap terjaga dengan mengikuti tips dari TIMES Indonesia berikut.

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, umat muslim memang diminta untuk menjaga hubungan silaturahmi dengan sesama. Namun, dengan adanya pandemi virus Corona ini, dalam menjaga silaturahmi tersebut harus melalui cara yang sedikit berbeda. 

Itulah mengapa, dengan menyimak dan memahami tips bersilaturahmi sehat selama pandemi Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri tahun ini, akan mempermudah Anda dalam menjaga tali silaturahmi tersebut.

Berbagai tips sehat bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 ini cukup mudah dilakukan, karena merupakan pengembangan dari pemanfaatan teknologi yang ada.

Misalnya, melalui video conference yang bisa memuat banyak orang dalam satu waktu. Dengan memanfaatkan teknologi ini, maka setidaknya dapat mengobati rasa rindu terhadap sanak saudara atau teman karena adanya pembatasan keramaian saat diluar rumah.

Video conference bisa dikatakan merupakan cara Silaturahmi sehat jarak jauh yang paling efektif pada Hari Raya Idul Fitri selama Pandemi Covid-19. Mengingat, semua orang memang telah menggunakan media sosial untuk kegiatan berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. 

Tips Keuangan Usai Lebaran: Prioritaskan Belanja Makanan Sehat, Kurangi Rekreasi

Momentum lebaran kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah merebaknya pandemi virus corona, suasana perayaan seperti mudik, saling bersilaturahmi secara langsung, hingga bahkan salat Idul Fitri tak bisa dilakukan.

Selain itu, alokasi keuangan juga sangat dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 ini. Meski tidak ada pos anggaran mudik, terdampaknya roda ekonomi membuat sebagian besar orang mengalami kesulitan secara keuangan.Apalagi alokasi dana yang harus diutamakan untuk kesehatan. Berikut tips keuangan di tengah pandemi dari Perencana Keuangan Advisor Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho.

Pos anggaran pertama, kata Andy, yakni untuk membeli makanan sehat hingga suplemen. Hal ini penting lantaran belum adanya kejelasan kapan pandemi ini akan berakhir.”Meskipun nanti PSBB sudah dilonggarkan ataupun dihapus sama sekali, namun COVID-nya belum benar-benar hilang. Tetap prioritaskan pada belanja makanan yang lebih sehat serta asupan suplemen kesehatan agar imunitas kita tetap terjaga,” ujar Andy kepada kumparan, Selasa (26/5). Adapun anggaran belanja kedua, yakni digunakan untuk menyetok peralatan kesehatan. “Seperti masker kain dan juga hand sanitizer. Dan karena kita juga harus lebih sering cuci tangan maka agar tangan tidak terlalu kering maka bisa pakai body lotion,” jelasnya.

Prioritas selanjutnya adalah menyisihkan gaji untuk dana darurat. Selama pandemi masih berlangsung, dana darurat ini menjadi mutlak dianggarkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi.”Unsur ketidakpastian saat ini menjadi sangat tinggi. Bentuk dana darurat ini selain dalam bentuk uang tunai, dapat juga berupa pembayaran iuran asuransi kesehatan atau minimal BPJS,” ujar Andy. Kemudian, untuk alokasi anggaran keempat yakni pembayaran cicilan atau kredit bila ada. Khususnya untuk Anda yang sebelumnya telah mendapatkan relaksasi hingga lebaran. Langkah terakhir ini mesti dilakukan demi mencegah risiko terpapar. Selain itu, pos anggaran tersebut juga bisa dialihkan untuk memaksimalkan dana kesehatan atau bisa juga sebagai anggaran dana darurat.

Sajian Makanan Yang Harus Ada Saat Hari Raya

Demak – Selasa (26/5), Helo Sobat Mindukcapil Demak, sajian makanan tentu menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu selama lebaran Idulfitri, baik itu masakan ataupun kue.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kita tetap bisa menikmatinya selama di rumah saja lho. Sudah makan apa saja di hari kedua lebaran ini, Sobat Mindukcapil Demak?

Waspada Info HOAX, Be Smart Netizen

Demak – Selasa (26/5), Sobat Mindukcapil Demak beberapa waktu ini, Beredar informasi melalui pesan berantai whatsapp maupun media sosial mengenai Seruan Siaga 1 dari MUI Pusat kepada MUI Provinsi, Kabupaten/Kota agar berhati-hati dan waspada dengan diadakannya Rapid Test Covid-19 terhadap para Ulama, Kyai, Ustadz di seluruh Indonesia. Dimana Rapid Tes tersebut adalah modus operandi dari PKI atas perintah China untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di negara muslim lain. .Dipastikan Informasi tersebut TIDAK BENAR / HOAX.

Faktanya, Wakil Sekjen Bidang Infokom MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, MUI menyesalkan beredarnya Pesan Hoax atau fake news tersebut. “Membicarakan keburukan atau aib orang lain, fitnah, atau adu domba, penyebaran permusuhan, ujaran kebencian, dan permusuhan antar suku, ras, agama, golongan, ini diharamkan,” tuturnya. Ditengah Pandemi seperti ini banyak sekali informasi Hoax yang beredar. Maka dari itu, Yuk jadi Smart Netizen, Mari Bijak Bermedia Sosial. Saring sebelum Sharing.

https://mui.or.id/berita/28103/hoax-surat-rapid-test-modus-operandi-pki/

Update Peta Sebaran Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak, Senin 25 Mei 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui :corona.demakkab.go.id

Pandemi Covid-19, Ini Cara Bijak Tetap Sehat di Hari Raya Idul Fitri

Demak – Tahun ini umat islam di Tanah Air menjalani bulan Ramadhan yang tidak biasa. Semua orang berjuang dengan kondisi masing-masing di tengah pandemi Covid-19 yang mendera. Kondisi ini juga mengharuskan kita menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 H dengan cara berbeda. Idul Fitri selalu diidentikkan dengan pakaian baru dan beragam jenis makanan tersaji. Kue-kue kering, opor, dan ketupat selalu hadir menemani silaturahmi bersama keluarga besar.

Kali ini, selain dilarang mudik, warga pun tak bisa mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan untuk menyiapkan lebaran. 

Kondisi ini bagi sebagian orang menjadi hal yang sedikit memilukan. Namun kondisi ini tidak perlu menghilangkan esensi Idul Fitri.

Idul Fitri adalah momentum umat muslim untuk kembali kepada kesucian setelah selama sebulan ditempa dengan ujian. Untuk itu, kesemarakan di luar unsur ibadah pokok tidak perlu dirisaukan. Esensi utama dari Idul Fitri adalah perubahan karakter dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT. Warga perlu diajak memahami bahwa pakaian baru bukanlah kebutuhan pokok.

Wabah Covid-19 ini memang telah mengubah hidup banyak orang. Kendati ini merupakan krisis kesehatan, namun pandemi ini juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Meskipun tidak bisa bertemu dan bersalaman secara langsung, silaturahmi tetap harus bersambung. Hal ini, agar esensi silaturahmi Idul Fitri tidak hilang di tengah pandemi Covid-19 seperti yang melanda banyak negara, termasuk di Tanah Air.

Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Semarang – Untuk pertama kali, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar silahturahmi virtual di Hari Raya Idul Fitri di Puri Gedeh, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2020). Saat itu, Ganjar didampingi istrinya dan putranya Zinedina Alam. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengaku sempat canggung.  Namun, setelah perbincangan mengalir, Ganjar mengaku puas dan ingin melakukan lagi di hari lebaran kedua. “Kemungkinan kita akan pertimbangkan lagi besok, Lebaran hari kedua kita open house virtual lagi. Karena tadi banyak yang pengen ngobrol. Mungkin ada rasa rindu atau keluh kesah yang ingin disampaikan langsung. Menarik sih, tadi hampir 2 jam lebih,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ganjar menggunakan aplikasi Zoom dan akun media sosial seperti Instagram, Facebook dan YouTube untuk bertemu sapa dengan warga. Ganjar pun tak menyangka, acara silahturahmi tersebut dihadiri ribuan warga, dan tak hanya dari Jawa Tengah. “Meskipun kami juga gagap sebenarnya tadi, tapi kami berikhtiar dengan halalbihalal digital, open house virtual dan ternyata ribuan orang bisa ikut. Saya tidak menduga yang ikut tidak hanya dari Jateng tapi seluruh Indonesia, bahkan beberapa tamu dari Asia, Eropa dan Timur Tengah,” kata Ganjar, di Puri Gedeh, Minggu (24/5/2020). Silahturahmi virtual tersebut dilakukan setelah adanya larangan mudik dari pemerintah. Larangan tersebut untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 atau corona di Indonesia, khususnya di Semarang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menggelar silaturahmi virtual dengan warganya, di hari Lebaran pertama, di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sedap Malam Surabaya, Minggu. Dengan memanfaatkan kanal YouTube, Instagram dan Facebook untuk menyapa warganya. Saat itu, Risma mengajak warga untuk saling memaafkan satu sama lain dan memberi semangat bagi warganya di tengah perjuangan melawan virus corona jenis baru penyebab COVID-19. “Saat ini kita berlebaran dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Memang ini berat. Namun kita harus bersyukur karena masih diberi kesehatan,” kata Risma, dilansir dari Antara. Sementara itu, Risma sempat mengatakan, jumlah tamu saat silaturahmi virtual lebih banyak dari acara open house di tahun-tahun sebelumnya, yang tamunya sekitar 2.000-an. “Tapi kalau begini enak. Semuanya bisa nonton. Yang ketemu saya lebih banyak dari sini,” katanya sembari tersenyum. (Kompas)

Puasa Syawal Usai Ramadhan, Lengkap dengan Niat dan Cara Melaksanakan

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Seperti bulan Ramadhan, ada beberapa amalan ibadah yang bisa kalian laksanakan di bulan Syawal. Salah satunya yakni puasa Syawal.

Puasa yang disunahkan ini berbeda dengan puasa di bulan Ramadhan. Puasa syawal hanya disunahkan untuk dilakukan selama enam hari saja. Umat Islam diberi waktu selama satu bulan. Akan tetapi, kalian baru boleh berpuasa setelah hari Raya Idul Fitri berlangsung.

Niat adalah salah satu rukun puasa serta ibadah lain pada umumnya. Berdasarkan dari hadits Rasulullah SAW, segala sesuatu itu bergantung pada niat. Begitu pula dengan puasa Syawal. Melansir dari NU Online, berikut lafal niat puasa Syawal yang dianjurkan oleh beberapa ulama,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Adapun seseorang yang ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal secara mendadak di pagi hari, maka diperbolehkan baginya berniat saat itu juga. Hal ini karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib saja. Sedangkan, untuk puasa sunnah niat boleh dilafalkan di siang hari. Namun, dengan syarat seseorang belum makan, minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Ini yang Bisa Dilakukan Agar Badan Tidak Drop Saat Lebaran

Demak –  Lebaran biasanya menjadi momen bagi masyarakat untuk “balas dendam” terutama dalam mengkonsumsi makanan usai puasa. Namun jangan berlebih karena bisa berefek buruk jika kebanyakan.

Begitu Lebaran tiba, ini artinya umat Muslim telah terlepas dari kewajiban berpuasa Ramadhan dan bisa kembali menyantap hidangan favorit seperti biasanya. Biasanya, Lebaran menjadikan pesta makanan seperti ketupat serta opor ayam. Hindarilah makanan berlebih. Selain itu, kurangi makanan yang mengandung lemak, pedas serta santan agar tubuh tidak drop.

Biasanya banyak aktivitas saat libur Lebaran, seperti mudik dan bersilaturahmi. Situasi saat ini masih Pandemi Covid-19, yang tidak banyak aktivitas, alangkah lebih baik digunakan untuk istirahat. Salah satunya dengan tidur yang cukup.

Momen Lebaran bukanlah halangan bagi Anda untuk tetap berolahraga. Hal ini tak kalah penting untuk menjaga kesehatan Anda saat Lebaran. Olahraga dapat membuat Tubuh akan terasa lebih bugar dan membuat Anda tidak gampang sakit. Lebaran juga dimanfaatkan untuk memperbanyak minum air putih dan makanan bergizi seperti sayuran supaya badan tidak drop usai puasa.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial