Kegiatan Apel Pagi Dan Halal Bihalal Di Kecamatan Mranggen

Demak – Selasa (26/5) pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman Kecamatan Mranggen dilaksanakan apel pagi di pimpin oleh Camat Mranggen, Wiwin Edi Widodo dan dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal bersama pegawai Kecamatan, Dindukcapil, PLKB, Pertanian, Pendamping desa.

Dua orang pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator dan Operator di TPDK Kecamatan Mranggen, Sri Juniasih, SE dan Dyah Arini Rokhmiyana, SE mengikuti kegiatan apel dan halal bihalal tersebut.

Tips Menikmati Kulier Lebaran Cegah PTM

Demak – Selasa (26/5), Sesuai dengan namanya penyakit tidak menular atau disingkat PTM merupakan penyakit yang tidak membahayakan orang-orang disekitar karena tidak akan menularkan penyakitnya. Penyakit tak menular seperti penyakit jantung, stroke, atau diabetes, saat ini menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian utama di dunia dan menghabiskan biaya kesehatan sangat mahal. Berdasarkan survey data Riskerdas penyebab kematian 15,4% disebabkan oleh stroke disusul 31,7% karena hipertensi, 30,3% disebabkan arthritis, penyakit jantung 7,2% dan cedera 7,5%.

Ada beberapa faktor risiko penyakit tak menular, misalnya saja kebiasaan merokok, konsumsi makanan berlemak dan mengandung gula, kurang makanan berserat, serta kurangnya aktivitas fisik. Dalam hal pola makan, kita memiliki piramida makanan yang mengatur kebutuhan jumlah gizi. Rutin mengonsumsi buah berdampak pada peningkatan sistem imunitas tubuh, memperlambat peningkatan gula darah setelah makan, berakibat langsung pada kesehatan saluran cerna. Misalnya saja buah kiwi yang terbukti meringankan konstipasi, kesulitan mencerna makanan, sakit perut, serta sakit asam lambung.

Apel Hari Pertama Pasca Lebaran Di Kecamatan Karanganyar

Demak – Selasa (26/5) bertepatan dengan tanggal 03 Syawal 1441 H pada pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman Kecamatan Karanganyar dilaksanakan apel pagi di pimpin oleh Yanto Mulyanto, S.Sos, MM selaku Sekcam Kecamatan Karanganyar dan dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal bersama pegawai Kecamatan, Dindukcapil, PLKB, Pertanian, Pendamping desa.

Dua orang pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator dan Operator di TPDK Kecamatan Karanganyar, Ahmad, S.Sos dan Endang Sulistyowati, S.Pd juga mengikuti kegiatan apel dan halal bihalal tersebut.

Jangan Sembarangan, Olahraga Ada Dosisnya Lho

Demak – Selasa (25/6), Olahraga menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, aktivitas fisik ini dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang menyalahartikan dan akhirnya berolahraga jauh melebihi kapasitas tubuhnya atau melampaui ‘dosis olahraga’. Padahal, tidak jauh berbeda dengan mengonsumsi obat-obatan, olahraga juga punya takaran alias dosisnya agar tetap aman dan memberikan hasil yang memuaskan. Lantas, sebenarnya berapa takaran olahraga yang pas dan dianjurkan dilakukan?

Dilansir dari laman Mayo Clinic, Department of Health and Human Services menyarankan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang setidaknya selama 150 menit atau aerobik kuat setidaknya 75 menit dalam satu minggu. Sementara itu, latihan kekuatan untuk semua kelompok otot disarankan untuk dilakukan setidaknya dua kali dalam satu minggu. 

Jenis olahraga aerobik sedang termasuk jalan cepat atau berenang, sementara aerobik kuat termasuk lari atau senam aerobik itu sendiri. Lalu, latihan kekuatannya bisa seperti mendayung, naik turun tangga, atau panjat tebing bagi yang memang menggemarinya.  Setidaknya, lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari jika kamu ingin memiliki tubuh yang sehat. Namun, jika kamu memiliki tujuan lain, seperti menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan tetap ideal, kamu membutuhkan porsi olahraga yang lebih banyak. Bahkan, kamu bisa mendapatkan lebih banyak manfaat olahraga jika dilakukan selama 300 menit dalam waktu satu minggu. 

Meskipun begitu, tetap saja tidak boleh dipaksakan, ya. Pasalnya, dosis olahraga setiap orang berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan tubuh masing-masing. Cara agar dosisnya tepat dan manfaat pun bisa didapat, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja dan di mana saja, dokter ahli siap membantu memberikan solusi terbaik untuk setiap masalah kesehatanmu, bahkan memudahkan kamu jika ingin berobat ke rumah sakit terdekat. 

Meskipun harus menurunkan berat badan, bukan berarti kamu diizinkan untuk melakukan olahraga yang berlebihan. Pasalnya, berolahraga berlebihan malah bisa membuat tubuh mengalami kelelahan, cedera otot dan sendi, hingga gangguan hormon dan tulang. Maka, penting untuk memperhatikan betul ‘dosis olahraga’ yang tepat sehingga tubuh terhindar dari hal yang tak diinginkan.

Cari Tahu Penjelasan tentang Rapid Test COVID-19 Positif di Sini

Demak – Selasa (26/5), Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Oleh karena itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya. Anda juga tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Nah, bila hasil rapid test Anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Jadi, perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari.

Selama isolasi, hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu apa pun hasil rapid test-nya, pantau terus kondisi kesehatan Anda. Bila muncul gejala COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Karena keterbatasan alat, tidak semua orang dapat menjalani prosedur ini secara serentak. Sejauh ini, pemeriksaan hanya diprioritaskan untuk orang yang lebih berisiko terkena COVID-19. Kriterianya antara lain adalah:

  • Orang dalam pengawasan, yaitu yang memiliki demam ≥ 380C atau gejala gangguan sistem pernapasan, seperti pilek, batuk, dan sesak napas, serta memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal, baik di Indonesia maupun luar negeri
  • Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi atau kemungkinan besar positif COVID-19
  • Masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, seperti petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19
  • Masyarakat yang bekerja di puskesmas atau klinik, serta masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi (TNI, polisi, pejabat publik, ulama, petugas bandara, atau pedagang pasar)

Penentuan kriteria bisa dilakukan saat Anda ke puskesmas untuk bertemu dokter. Anda juga bisa didatangi secara langsung oleh pihak puskesmas bila Anda memang terdata pada jejak kontak ODP, PDP, atau pasien terkonfirmasi.

Bila berada di luar kriteria tersebut, Anda dianjurkan untuk tetap melakukan langkah pencegahan penularan virus Corona dengan mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh, melakukan social distancing atau yang kini disebut physical distancing, serta tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak.

Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 yang Dibuka Hari Ini

Jakarta – Pemerintah membuka pendaftaran kartu prakerja gelombang 4 pada hari ini, Selasa (26/5). Gelombang keempat yang sempat ditunda dari jadwal sebelumnya dibuka persis setelah perayaan lebaran.

Serupa dengan gelombang sebelumnya, pemerintah memberlakukan syarat dan tata cara untuk mendapatkan kartu prakerja. Mengutip laman resmi prakerja.go.id, beberapa syarat mengikuti program kartu prakerja antara lain, calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan sedang tidak menempuh pendidikan formal.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan pendaftaran program kartu prakerja saat ini hanya dilakukan melalui situs resmi www.prakerja.go.id. Pendaftaran dibuka setiap pekan, dari Senin pukul 08.00 WIB hingga Kamis pukul 16.00 WIB. Prosesnya, pertama, setelah membuka situs pendaftaran, masukkan data diri untuk diverifikasi. Kedua, setelah lolos verifikasi data, calon peserta akan mengikuti tes motivasi dan matematika dasar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi dan potensi yang dimiliki calon peserta. Ketiga, pengumuman peserta yang diterima.

Keempat, peserta yang lolos bisa memilih jenis pelatihan melalui platform digital mitra kartu prakerja. Saat ini, tersedia 900 pelatihan dari 8 platform digital seperti Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, dan Pijar.

Kelima, peserta mengikuti pelatihan daring sesuai pilihan. Keenam, usai merampungkan pelatihan, setiap peserta akan diberikan sertifikat elektronik dan lembar survei terkait program pelatihan yang diikuti. Pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp150 ribu setelah pengisian survei evaluasi tersebut.

“Tolong berikan ulasan jujur kualitas pelatihan tersebut karena kami yakin lewat masukan dari pengguna kami bisa perbaiki program ini,” jelas Denni.

Ketujuh, peserta akan menerima insentif pasca penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan. Insentif itu diberikan secara non tunai melalui rekening bank atau dompet elektronik pilihan peserta. Khusus untuk dompet digital, pemerintah telah bekerja sama dengan Gopay, LinkAja, dan OVO.

Dalam program ini, setiap peserta akan mendapatkan total insentif sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

Jika peserta tidak mengikuti pelatihan pertama, maka statusnya sebagai peserta di program kartu prakerja langsung hangus dan tak akan mendapatkan insentif yang dijanjikan pemerintah. Pemerintah menyediakan call center jika ada calon peserta yang kesulitan mendaftar dan menggunakan fasilitas di program kartu prakerja.

Masyarakat bisa menghubungi call center di nomor 021-25541246 dan e-mail di info@prakerja.go.id. Layanan ini buka setiap Senin-Jumat dari pukul 08.00-19.00 WIB. (CNNIndonenesia).

Daftar Istilah Penanganan Corona di Kantor dari Kemenkes

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan merilis definisi sejumlah istilah yang digunakan dalam penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Istilah tersebut terangkum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi. 

Beberapa istilah sudah tak asing dan kerap disebutkan oleh pemerintah, tenaga kesehatan, atau bahkan masyarakat berkaitan dengan wabah yang telah menjangkiti 20 ribuan orang di Indonesia itu.

Dalam Keputusan Menkes itu di antaranya dijelaskan definisi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini kerap disebutkan oleh pemerintah dan dianggap cukup berbahaya dalam penularan virus ini. 


OTG atau Orang Tanpa Gejala didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 (dengan PCR), tapi tidak memiliki gejala. 

Selain OTG, Kemenkes juga memberi pengertian untuk ODP dan PDP. ODP atau Orang Dalam Pemantauan adalah orang yang mengalami demam lebih dari 38 derajat, atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan, seperti pilek atau sakit tenggorokan hingga batuk, dan tidak ada penyebab lain. 

Selain itu, yang bersangkutan juga pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau ke wilayah episentrum pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari.

Sementara itu, pasien dalam pemantauan (PDP) adalah didefinisikan sebagai orang yang mengalami demam kurang lebih 38 derajat, gejala batuk ringan, pilek serta terdapat pneumonia ringan hingga berat, dan tidak ada penyebab lain berdasarkan rekam klinis.

Orang itu juga punya rekam jejak kontak langsung dengan pasien positif hingga memiliki riwayat perjalanan ke wilayah episentrum selama kurun waktu 14 hari. 

Selain untuk para pasien, Kemenkes juga merilis definisi untuk beberapa istilah lainnya. Misalnya, istilah Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung atau bertemu dengan pasien positif corona dalam kurun waktu dua hari dan hingga 14 hari setelah kasus, timbul gejala. 

Istilah lain yakni mitigasi yang didefinisikan sebagai tindakan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak dari suatu bencana terhadap masyarakat. 

Cara Silaturahmi Sehat Selama Pandemi Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri

Demak – Selasa (26/5), Silaturahmi sehat selama pandemi Covid-19 pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Walaupun pemerintah berlakukan kebijakan physical distancing, namun hubungan silaturahmi masih tetap terjaga dengan mengikuti tips dari TIMES Indonesia berikut.

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, umat muslim memang diminta untuk menjaga hubungan silaturahmi dengan sesama. Namun, dengan adanya pandemi virus Corona ini, dalam menjaga silaturahmi tersebut harus melalui cara yang sedikit berbeda. 

Itulah mengapa, dengan menyimak dan memahami tips bersilaturahmi sehat selama pandemi Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri tahun ini, akan mempermudah Anda dalam menjaga tali silaturahmi tersebut.

Berbagai tips sehat bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 ini cukup mudah dilakukan, karena merupakan pengembangan dari pemanfaatan teknologi yang ada.

Misalnya, melalui video conference yang bisa memuat banyak orang dalam satu waktu. Dengan memanfaatkan teknologi ini, maka setidaknya dapat mengobati rasa rindu terhadap sanak saudara atau teman karena adanya pembatasan keramaian saat diluar rumah.

Video conference bisa dikatakan merupakan cara Silaturahmi sehat jarak jauh yang paling efektif pada Hari Raya Idul Fitri selama Pandemi Covid-19. Mengingat, semua orang memang telah menggunakan media sosial untuk kegiatan berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. 

Tips Keuangan Usai Lebaran: Prioritaskan Belanja Makanan Sehat, Kurangi Rekreasi

Momentum lebaran kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah merebaknya pandemi virus corona, suasana perayaan seperti mudik, saling bersilaturahmi secara langsung, hingga bahkan salat Idul Fitri tak bisa dilakukan.

Selain itu, alokasi keuangan juga sangat dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 ini. Meski tidak ada pos anggaran mudik, terdampaknya roda ekonomi membuat sebagian besar orang mengalami kesulitan secara keuangan.Apalagi alokasi dana yang harus diutamakan untuk kesehatan. Berikut tips keuangan di tengah pandemi dari Perencana Keuangan Advisor Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho.

Pos anggaran pertama, kata Andy, yakni untuk membeli makanan sehat hingga suplemen. Hal ini penting lantaran belum adanya kejelasan kapan pandemi ini akan berakhir.”Meskipun nanti PSBB sudah dilonggarkan ataupun dihapus sama sekali, namun COVID-nya belum benar-benar hilang. Tetap prioritaskan pada belanja makanan yang lebih sehat serta asupan suplemen kesehatan agar imunitas kita tetap terjaga,” ujar Andy kepada kumparan, Selasa (26/5). Adapun anggaran belanja kedua, yakni digunakan untuk menyetok peralatan kesehatan. “Seperti masker kain dan juga hand sanitizer. Dan karena kita juga harus lebih sering cuci tangan maka agar tangan tidak terlalu kering maka bisa pakai body lotion,” jelasnya.

Prioritas selanjutnya adalah menyisihkan gaji untuk dana darurat. Selama pandemi masih berlangsung, dana darurat ini menjadi mutlak dianggarkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi.”Unsur ketidakpastian saat ini menjadi sangat tinggi. Bentuk dana darurat ini selain dalam bentuk uang tunai, dapat juga berupa pembayaran iuran asuransi kesehatan atau minimal BPJS,” ujar Andy. Kemudian, untuk alokasi anggaran keempat yakni pembayaran cicilan atau kredit bila ada. Khususnya untuk Anda yang sebelumnya telah mendapatkan relaksasi hingga lebaran. Langkah terakhir ini mesti dilakukan demi mencegah risiko terpapar. Selain itu, pos anggaran tersebut juga bisa dialihkan untuk memaksimalkan dana kesehatan atau bisa juga sebagai anggaran dana darurat.

Sajian Makanan Yang Harus Ada Saat Hari Raya

Demak – Selasa (26/5), Helo Sobat Mindukcapil Demak, sajian makanan tentu menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu selama lebaran Idulfitri, baik itu masakan ataupun kue.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kita tetap bisa menikmatinya selama di rumah saja lho. Sudah makan apa saja di hari kedua lebaran ini, Sobat Mindukcapil Demak?

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial