Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Dilansir dalama laman Satpol PP Kab. Demak, Kemarin (24/5) Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, MM meninjau ruangan isolasi Wisma Griya Hasanah untuk menampung pasien terduga terjangkit penyakit virus Corona (COVID19) di Kabupaten Demak.
Wisma Griya Hasanah akan digunakan sebagai ruang isolasi untuk penanganan COVID-19 di Kabupaten Demak.Kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi melonjaknya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Demak.
Demak – Senin (25/5), Lebaran tahun ini memang berbeda, banyak rindu tak dapat dibendung. Bersyukur saat ini teknologi sudah banyak sekali membantu untuk kita bisa saling bersilahturahmi secara virtual. Saling bertukar kabar, dan menjaga silahturahmi dengan #MudikOnline merupakan salah satu cara agar kita bisa memutus mata rantai penularan COVID-19.
Ada tradisi bersilaturahmi secara fisik di setiap momen lebaran, namun berada di tengah pandemi mengharuskan kita saling memaafkan secara virtual sebagai ikhtiar untuk menekan laju penyebaran #COVID19.
Pangandara – Gempa dengan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa terjadi pukul 14.11 WIB.
Dikutip dari Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (24/5), lokasi gempa berada di 8.21 LS dan 107.86 BT. Atau 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 13 kilometer.
Gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan di sejumlah wilayah seperti Garut dan Cilacap.
Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Demak – Minggu (24/5) Perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini mungkin terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak dapat saling berkunjung bukan berarti kita tidak dapat merayakan hari raya dengan penuh arti.
Mari maknai hari kemenangan dengan tetap menjaga silaturahmi dan persaudaraan walau terpisah jarak. Dan mengikuti himbauan pemerintah untuk melaksanakan silaturahmi secara virtual.
Semarang- Warga Jawa Tengah bisa bersilaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo tanpa harus bertemu. Sebab, Gubernur menggelar halalbihalal atau silaturahmi secara virtual. Ganjar juga akan menggelar open house secara virtual. Jika pada tahun sebelumnya Ganjar merayakan lebaran di kampung halaman yakni Purworejo atau Purbalingga, kali ini dia ada di Kota Semarang. Pandemi Covid-19 yang membuat Ganjar berlebaran di ibu kota Jawa Tengah untuk kali pertama. Padahal, semenjak menjabat sebagai Gubernur Jateng, ia selalu merayakan di kampung halaman. “Besok saya lebaran di rumah saja . Saya salat Ied di rumah bareng keluarga dan tidak pergi ke mana-mana,” ujar Ganjar di rumah dinasnya, sebagaimana dilansir Solopos.com (jaringan Suara.com), Sabtu (23/5/2020). Meski digelar di Semarang, Ganjar menegaskan tidak akan menggelar open house. Masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Ganjar Pranowo diberikan kesempatan lewat dunia maya atau media sosial Internet melalui halalbihalal virtual. “Tidak ada open house, pakai virtual saja. Besok kalau mau halal bihalal bisa secara virtual. Peralatannya sudah saya siapkan,” imbuhnya. Ganjar bersama tim memang sudah menyiapkan konsep pertemuan secara virtual pada Minggu (24/5/2020). Rencana, kegiatan halalbihalal ini akan digelar menggunakan aplikasi Zoom Meeting mulai pukul 09.00-10.30 WIB. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, bisa masuk via aplikasi Zoom Meeting dengan alamat situs https://us02web.zoom.us/j/84867044621. Adapun ID yang harus digunakan untuk bergabung halalbihalal virtual bersama Ganjar Pranowo adalah 848 6704 4621. Dilarang Chat Masyarakat diimbau untuk bergabung 30 menit sebelum acara dimulai. Jika ruang virtual tersebut penuh, maka otomatis akan masuk dalam daftar antrean dan menunggu giliran ikut. Mekanismenya, setiap sesi akan ada peserta yang ditunjuk mewakili penyampaian ucapan silaturahim kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Apabila sesi berakhir, maka secara otomatis peserta itu akan dikeluarkan dan antrean berikutnya akan masuk secara otomatis. Peserta halalbihalal virtual bersama Ganjar Pranowo juga diminta memberikan identitas berupaa nama, alamat dalam aplikasi secara jelas. Saat halalbihalal berlangsung, semua microphone peserta juga harus dalam posisi mute sampai dipersilahkan berbicara oleh Gubernur. Peserta diharapkan dapat menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Masyarakat juga tidak diperkenankan share screen atau chat saat acara berlangsung agar semua berjalan lancar. (ayosemarang)
Demak – Minggu (24/5), Selamat memperingati Hari Raya Idulfitri! Selama masa pandemi ini, mari kita usahakan untuk tetap bisa jaga jarak aman ya. Jauh di mata secara fisik, tapi tetep dekat di hati, terhubung lewat gawai (HP, tablet, laptop, apapun deh!). Mohon maaf online offline yaa.
Kita bisa berbagi kasih juga dengan melakukan hal-hal yang mencegah penyebaran COVID-19. Terimakasih kepada Sobat Mindukcapil Demak yang sudah melakukan himbauan pemerintah, kalian sudah melakukan aksi nyata, mulai dari #DiRumahAja , cuci tangan pakai sabun, pakai masker kalau harus ke luar rumah, sampai nginfoin temen-temen lainnya tentang pentingnya mencegah COVID-19.
JAKARTA – Indonesia memang kaya akan sajian kulinernya yang nikmat dan membangkitkan selera makan. Salah satu menu sajian kuliner Indonesia yang populer, khususnya saat lebaran, adalah opor ayam.
Bila disebut opor ayam maka yang terbayang adalah suasana lebaran. Ya, opor ayam memang sudah menjadi sajian wajib saat lebaran. Opor ayam akan disantap bersama-sama keluarga usai sholat Idul Fitri.
Bahan utama dalam sajian ini adalah ayam yang dimasak bersama kuah santan kental. Santan dapat diperoleh dari perasan langsung kelapa asli atau menggunakan santan kemasan instan.
Sebagaimana masakan Indonesia lainnya, bumbu opor juga sarat akan rempah. Rempah-rempah inilah yang menciptakan rasa sedap pada opor. Opor yang menjadi makanan wajib saat lebaran ini umumnya disantap bersama dengan ketupat.
Variasi lain memakannya menggunakan lontong. Selain ayam disajikan juga sambal goreng ati sebagai pelengkap.
Namun tidak semua orang dapat membuat opor ayam dengan cita rasa yang pas. Satu hal yang menyebabkan masakan opor termasuk masakan yang sulit adalah karena takaran perpaduan rempah pada bumbu dan kekentalan kuah santannya. Keduanya harus dapat dipadukan dengan takaran yang pas.
Berikut 2 resep opor ayam lebaran yang antimainstream.
1. OPOR AYAM SEDERHANA
Sesuai dengan namanya, opor ayam sederhana adalah opor ayam dengan resep yang paling sederhana. Jadi resep opor ayam sederhana ini paling mudah untuk dipraktikkan di rumah.
2. OPOR AYAM PADANG
Padang memang sangat terkenal dengan olahan masakannya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke manca negara. Berbagai olahan Padang seperti rendang, ayam pop, gulai kepala ikan, dan lain-lain tak diragukan lagi kenikmatannya. Kali ini, coba simak resep opor ayam khas Padang.
Semarang – Usai dinyatakan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong Semarang ditutup sementara. Penutupan tersebut dilakukan dengan memasang garis pembatas di seluruh area pasar. Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, jika pemasangan garis pembatas tersebut dibantu oleh aparat kepolisian, Dinas Perdagangan, dan Denpom IV/5 Semarang.
“Sesuai arahan, pasar akan ditutup sementara selama 6 hari. Pasar nantinya juga akan disemprot disinfektan oleh Damkar dan BPBD untuk sterilisasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2020). Pihaknya juga meminta seluruh pedagang untuk meliburkan aktifitas perdagangan di Pasar Kobong tersebut. Untuk memastikan tidak adanya aktifitas, pihak Satpol PP juga akan melakukan penjagaan di sekitar pasar kobong. “Manakala memang sudah benar benar dianggap steril, dan tidak ada lagi penyebaran Covid-19 di pasar tersebut, pasar bisa di fungsikan kembali namun tetap dengan protokol kesehatan dan penataan pedagang” katanya.
Fajar menambahkan rapid test di Pasar Tradisional akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota dan Dinas Perdagangan. “Untuk langkah ditutup atau tidak, kita tunggu perintah dari gugus tugas penanganan Covid-19. Kita tinggal melaksanakan,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 orang di Pasar Kobong Kota Semarang dinyatakan reaktif usai mengikuti rapid test. Gubernur Jawah Tengah, Ganjar Pranowo, pun menginstruksikan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk menutup mal, supermarket ataupun pasar jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung.
Kendal – Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kendal menjemput 26 orang yang dinyatakan reaktif Covid-19, Sabtu (23/05/2020). Sebanyak 26 orang tersebut diketahui reaktif usai rapid test di sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kendal selama 2 hari kemarin.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal juga sebagai Penangungjawab Rumah Sakit Darurat Covid-19, dr Budi Mulyono, membenarkan bawah terdapat 26 warga Kendal yang dinyatakan reaktif corona usai menjalani rapid test acak. Rinciannya, pada Jumat (22/5/2020) lalu, tim gugus melakukan rapid test di swalayan Aneka Jaya dan juga Pasar Sore Kaliwungu. Hasilnya satu orang dinyatakan reaktif Korona.
“Iya, yang kemarin ada satu reaktif di Pasar Sore Kaliwungu,” jelasnya. Lebih lanjut, Sabtu (23/5/2020) tim gugus bersama Dinkes melaksanakan sampling rapid test di Pasar Sukorejo, Boja, Pegandon, dan Weleri. Hasilnya 23 orang dinyatakan reaktif corona. Meliputi 13 orang di Pasar Boja, 2 orang Pasar Sukorejo, 4 orang Pasar Weleri, dan 4 orang Pasar Pegandon. Sementara 2 orang reaktif corona lainnya hasil rapid test di swalayan Sama-sama Kendal sore tadi. Pihaknya pun langsung menjemput semua orang yang dinyatakan reaktif untuk dikarantina di RS darurat Covid-19. “Sore tadi sudah 6 orang dikarantina di RS darurat termasuk warga Gubugsari Pegandon dan Kelurahan Kalibuntu Wetan. Malam ini dimasukkan semua di RS Darurat Covid-19 untuk diprogram swab,” ujarnya. Sementara sebelumnya, tim gugus juga telah melakukan rapid test di Kejaksaan Negeri Kendal pada, Kamis (21/5/2020). Hasilnya 1 orang reaktif corona dan kini masih menunggu hasil test swab keluar. (ayoSemarang)
JAKARTA — Hari ini, Ahad (24/5) umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Dan, berbagai sajian makanan pun biasanya terhidang di setiap rumah umat Islam.
Lebaran memang tidak lepas dari tradisi makan makanan khas, seperti ketupat, kue-kuean, rendang, hingga opor ayam. Namun ingat, jangan sampai kebablasan. Jika ingin tetap sehat, ada caranya agar nikmatnya lebaran tak berujung masalah.
Akademisi dan Praktisi Klinis, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB mengatakan, ada sejumlah hal yang harus tetap dikendalikan saat lebaran. Terutama terkait makanan. Mengingat, lebaran identik dengan ragam jenis sajian yang bikin orang bisa kalap.
“Batasi makanan yang terlalu asin atau terlalu manis,” kata Ari kepada Republika beberapa waktu lalu. Hal ini perlu ditekankan karena biasanya sajian lebaran dihiasi dengan ragam makanan dan minuman tinggi lemak, manis dan asin.
Apalagi, lanjut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia(UI) Jakarta itu, berbagai penyakit kronis umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Sehingga, pengendalian diri jadi kunci.
Berdasar pengamatanya, pada pekan-pekan pertama setelah lebaran, pasien-pasien yang datang ke unit gawat darurat rumah sakit adalah pasien diare serta berbagai penyakit kronis yang mengalami kekambuhan seperti hipertensi yang tidak terkontrol, stroke, atau serangan jantung serta gula darah yang tidak terkontrol.
“Antisipasi berbagai penyakit setelah lebaran merupakan hal yang penting. Kita harus selalu ingat bahwa rangkaian lebaran dengan berbagai aktifitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan jika tidak disikapi dengan bijak,” ujarnya.
Ia menekankan, kue manis perlu dibatasi mengingat kue itu merupakan sajian dengan kalori tinggi, terutama kue cake. Karena, kue cake biasanya dibuat dengan kuning telur yang banyak dan otomatis membuatnya mengandung kolesterol yang tinggi.
Kemudian, ia menghimbau agar masyarakar dapat pandai-pandai mengatur porsi saat makan besar. Pasalnya, hidangan utama juga banyak yang mengandung santan yang kaya akan lemak.
“Apalagi, jika makanan tersebut dipanaskan berulang-ulang sehingga membuat kandungan lemak jenuhnya semakin tinggi dan ini tidak baik untuk kesehatan,” kata dia. Belum cukup sampai disitu, akumulasi kenikmatan yang membahayakan pun ditambah dengan hadirnya minuman bersoda. Alhasil, kalau lupa diri, maka potensi beragam penyakit pun kian besar.
Jika tidak dikendalikan, lanjut dia, pasien dengan penyakit kencing manis akan membuat gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Kemudian, pasien dengan penyakit darah tinggi, tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol dan pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah.
Ia pun menekankan, demi mengimbangi beragam jenis asupan itu, masyarakat dihimbau untuk dapat lebih banyak meminum air putih. “Apalagi saat ini sedang musim kemarau. Usahakan konsumsi air putih lebih dari dua liter sehari,” ucapnya. (republika)