Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Jumat (22/5), Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah New Normal, yaitu cara hidup baru dengan mengubah perilaku dan menyesuaikan diri di tengah pandemi Covid-19. New normal disebut-sebut menjadi era setelah adanya pandemi Covid-19. Istilah new normal muncul di Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 agar tetap produktif.
New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Apa aja aspek yang berubah? Yuk simak!
Demak – Jumat (22/5), Lebaran sebentar lagi, bukan hanya kue rupanya sejumlah daerah di Indonesia juga punya sajian kuliner khas yang dihidangkan ketika Hari Raya Idulfitri tiba.
Salah satunya ayam gagape dari Makassar. Sekilas ayam gagape ini penampilannya mirip seperti opor ayam. Tapi dari segi rasa dan penyajian, ayam gagape ini memiliki ciri khas unik. Ayam gagape dibuat menggunakan bahan dasar berupa ayam jantan.
Jakarta – Jumat (22/5) “Rasulullah telah memerintahkan kepada kami pada shalat dua hari raya supaya kami mengenakan pakaian yang terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi yang terwangi yang kami miliki.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang baik). (Sumber : Detik.com)
Demak – Jumat (22/5), Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadan. Yuk Sobat Mindukcapil Demak, masih ada waktu untuk berbuat baik dan memberikan manfaat bagi orang lain di bulan yang penuh rahmat ini.
Sobat Mindukcapil Demak juga masih punya kesempatan berpartisipasi dalam Sensus Penduduk Online 2020. Catatkan diri dan keluarga Sobat Mindukcapil Demak melalui laman sensus.bps.go.id sampai 29 Mei 2020. Ayok belum terlambat, masih ada waktu.
Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap agar masyarat melaksanakan salat Idul Fitri yang biasanya di masjid dilakukan di rumah. Hal tersebut kata Ma’ruf lantaran adanya pandemi Covid-19.
“Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan salat Idulfitri dilakukan di rumah, tidak di masjid ataupun di lapangan terbuka karena situasi keadaan negara kita masih menghadapi bahaya Covid-19. Oleh karena itu, masih perlu adanya mencegah berkumpulnya massa yang banyak untuk mencegah penularan Covid-19,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin saat menyampaikan tausiah akhir Ramadan di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).
Ma’ruf menjelaskan Islam mengajarkan umatnya untuk membangun kebaikan serta menghilangkan kemudaratan. Sebab itu di tengah keadaan saat ini, waktu yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran tersebut diantaranya dengan melakukan penyesuaian pelaksanaan kegiatan beribadah dengan keadaan yang dihadapi.
Ma’ruf Amin juga menegaskan jika masih ada yang melaksanakan ibadah salat Id di ruang terbuka maka bertentangan dengan prinsip agama islam. Yaitu kata dia melanggar imbauan ulil amri (pemimpin) yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.
“Andai kata kita memaksakan untuk mengadakan di masjid atau di lapangan, kemudian terjadi penularan-penularan itu berarti tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama yang seharusnya memperkecil bahaya, (men-tashirul dharar), tapi justru memperbesar yaitu memperbesar bahaya itu, (ta’zimul abrar),” jelas Ma’ruf. (Sumber : Merdeka)
Jakarta – Ada 973 kasus tambahan virus Corona (COVID-19) hari ini. Pemerintah menyatakan angka tersebut adalah yang tertinggi. “Peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi ini terjadi di Jawa Timur khususnya,” kata jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, lewat YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020). Data di-update hingga pukul 12.00 WIB. Kasus konfirmasi positif hari ini mencapai 20.162, 4.838 orang sembuh, dan 1.278 orang meninggal.
Selain itu, hari ini terdapat 50.187 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11.066 pasien dalam pengawasan (PDP). Kasus Corona terjadi di 392 kabupaten/kota. Berdasarkan data 20 Mei 2020, kasus positif Corona di Indonesia tercatat mencapai 19.189. Angka pasien sembuh menjadi 4.575 dan orang meninggal dunia menjadi 1.242. Saat itu, tambahan kasus mencapai 693. (Sumber : Detik.com)
Jakarta – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1441 H atau Hari Raya Idul Fitri 2020. Sidang isbat akan dilaksanakan pada Jumat (22/5/2020) petang nanti.
Dilansir Antara, sidang isbat penentuan Hari Raya Idul Fitri ini akan digelar dengan membatasi jumlah hadirin dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19.
Menteri Agama Fachrul Razi dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat. Terdapat tiga sesi sidang isbat yang diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 H oleh anggota tim Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya sebelum Magrib.
Setelah Magrib, sidang isbat dibuka Menag Fachrul dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 80 titik di seluruh Indonesia.
Sesi terakhir, pengumuman hasil sidang isbat yang diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming media sosial Kemenag.
Hasil sidang isbat akan memutuskan jika bulan baru atau hilal nampak dua derajat di atas ufuk dengan mata telanjang maka Lebaran akan jatuh pada Sabtu (23/5/2020) atau puasa berlangsung selama 29 hari.
Sementara jika hilal tidak terlihat, maka bulan puasa tahun ini disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari atau dengan kata lain Idul Fitri jatuh pada Minggu (24/5/2020).
Demak – Jumat (22/5), Sobat Mindukcapil Demak, ga kerasa ya Ramadhan akan segera berakhir, Lebaran tinggal menghitung hari. Tapi, Lebaran tahun ini pasti sangat berbeda dengan tahun2 kemarin. Kalo kemarin kita bisa Mudik melepas rindu dengan ortu dan sanak famili, makan opor bersama dan reuni dengan temen2 lama, sekarang mergo kahanan kita diharuskan #TidakMudik dan Lebaran dirumah saja.
Tapi jangan sampai Pandemi Covid-19 ini memutus tali silaturahmi dan tradisi Lebaran kita. Kita tetep bisa kok saling bertukar kabar dan silaturahmi dengan Keluarga. Yuk kita obati kerinduan kita akan kampung halaman dengan “SILATURAHMI ONLINE/DIGITAL”. Banyak sekali cara, bisa Vidcall dengan WhatsApp, Skype dan App Chat lain. Bisa juga membagikan momen keseruan Lebaran dirumah dengan Medsos. Pengen bagi-bagi THR/bingkisan? tenang bisa dengan Transfer /M-Banking, dan berkirim bingkisan dengan jasa pengiriman. Sedih memang, ga bisa bertatap muka langsung. Namun demi kesehatan dan keselamatan orang-orang yang kita cintai, tahan rindumu. Cuma sementara kok, yakin secepatnya kita akan berjumpa melepas kangenmu
Demak – Kemarin (20/5), disela-sela kunjungan dalam memberikan bantuan bagi warga Demak yang terdampak rob di Kecamatan Bonang, yaitu di desa Gebang dan desa Purworejo oleh Forum Sekretaris Dinas Perangkat Daerah se-Kabupaten Demak, Sekretaris Dinas Dukcapil Kab. Demak, Eni Susiani, SE, MH menyambangi dua orang pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Bonang sebagai Koordinator dan Operator.
Pegawai tersebut adalah Reni Hapsari dan Nur Okti Hayati, mereka sehari-hari bertugas untuk melayani warga di Kecamatan Bonang yang membutuhkan dokumen administrasi kependudukan. Baik mulai dari perekaman data KTP-el, Pembuatan Kartu Keluarga baru, perubahan elemen data kependudukan pada Kartu Keluarga, pengurusan surat pindah antar kecamatan dalam satu kabupaten.
Pandemi virus corona pada 2020 ini akan membuat suasana Lebaran berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun-tahun sebelumnya kita dapat menikmati kumpul bersama seluruh keluarga besar dalam suasana silaturahmi. Atau berwisata bersama keluarga mengisi liburan panjang. Tapi di tahun ini semua harus menunda kegiatan mudik ke kampung halaman. Juga meniadakan salat Id di tempat terbuka dengan memakai baju, sarung, kopiah, mukena, dan sajadah serba baru, serta menunda sementara kunjungan kepada kerabat untuk bersilaturahmi.
Pandemi Covid-19 juga akan memberikan wajah lain bagi para penerima THR. Mungkin ada sebagian karyawan yang akan mendapatkan THR tidak seutuh tahun-tahun sebelumnya karena bisa jadi perusahaan tempatnya bekerja terdampak pandemi corona. Meski tak sedikit pula yang tetap mendapatkan THR dengan nilai yang utuh.
Umumnya nilai THR yang diterima karyawan sama dengan satu kali upah bulanan yang biasa diterima apabila telah melewati masa kerja setahun. Penghasilan yang diterima setahun sekali ini biasanya selalu dinantikan oleh semua karyawan.
Bagi yang mendapatkan THR di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, hendaknya lebih bijak dalam mengelolanya. Termasuk menggunakan skala prioritas dalam pemanfaatannya, karena ini hanya terjadi setahun sekali. Berikut ini enam tips prioritas pengelolaan dana THR pada era pandemi corona yang diberikan perencana keuangan independen, Amalia Diani.
1. Utamakan Sosial dan Spiritual
Hidup itu harus seimbang. Sharing is caring. Itu kalimat kuncinya. Pada Ramadan yang penuh berkah ini, bagi karyawan muslim bisa bersegera melakukan pembayaran zakat, zakat harta dan zakat fitrah, yang bisa dilakukan dengan cara online ke badan amil zakat. Atau dapat pula diserahkan kepada mereka yang memerlukan, terutama di lingkungan sekitar.
Kenapa prioritas ini diambil dari biaya THR? Sebab, gaji bulanan yang diterima selama ini mungkin hanya cukup untuk disisihkan membayar zakat penghasilan. Nah, karena penghasilan THR ini adalah penghasilan tambahan, bagi karyawan muslim bisa menyisihkan 2,5 persen dari uang THR untuk membayar zakat fitrah. Sementara untuk yang non-muslim, dapat mengalokasikan THR bagi keperluan lain, termasuk juga bisa bersedekah. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam bersedekah.
2. Dana Darurat
Hingga saat ini, apakah kita sudah punya dana darurat di tabungan? Dana darurat ini penting sekali sebagai solusi keuangan. Terutama pada masa pandemi corona dan menghindari hal-hal tidak diinginkan seperti musibah dan urusan darurat lainnya terjadi.
Bila selama ini kita agak sulit untuk menabung dana darurat karena gaji bulanan yang diterima tidak cukup, maka THR ini bisa jadi sumber penghasilan untuk mendongkrak jumlah tabungan. Dana darurat juga bisa dialokasikan dalam bentuk emas, deposito, dan reksadana.
Persentase alokasi yang ideal untuk disisihkan sebagai tabungan dana darurat berkisar antara 10 hingga 20 persen dari THR. Mulai sedikit, lama-lama akan menjadi bukit, asalkan kita bisa berdisiplin.
3. Utang
Memiliki utang kepada pihak lain termasuk kredit rumah atau kendaraan dari lembaga keuangan memang terasa memberatkan. Tetapi cairnya THR akan menjadi saat tepat untuk segera melunasi utang tadi, atau setidaknya dapat meringankan cicilan kreditnya.
Jangan membiarkan utang menumpuk dan berlarut-larut, karena justru hal itu akan semakin memberatkan di kemudian hari. Kita akan semakin sulit untuk menabung atau menyiapkan dana darurat, kalau fokus kita masih melunasi utang. Jadi, selagi ada bonus THR, segerakan mencicil utang atau melunasinya.
4. Proteksi
THR juga dapat digunakan untuk mengadakan proteksi atau perlindungan diri, baik untuk diri sendiri dan juga keluarga. Proteksi di sini adalah asuransi dan dapat dialokasikan sebesar 10 persen dari THR.
Lalu apa kegunaan proteksi bagi kita? Hal terpenting dari itu semua adalah melindungi kestabilan keuangan kita. Pasalnya, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, otomatis ada sejumlah biaya yang harus kita keluarkan.
Terutama dalam kondisi pandemi corona seperti sekarang ini serta masih mewabahnya penyakit-penyakit lain, salah satunya demam berdarah. Bayangkan, kalau sakit harus bayar biaya rumah sakit yang tentunya tidak murah. Atau bila kendaraan yang kita pakai tiba-tiba mengalami musibah kecelakaan atau hilang, mau tidak mau ada biaya yang mesti dikeluarkan.
Kebutuhan proteksi ini juga sangat penting bagi keluarga kita, terlebih jika kita adalah kepala keluarga sekaligus pencari nafkah. Proteksi ini akan memberikan uang pertanggungan yang bisa dijadikan penyambung hidup sementara bagi keluarga saat si kepala keluarga telah tiada.
5. Investasi
Jika seluruh kebutuhan di atas telah terpenuhi melalui THR, maka tidak ada salahnya untuk mulai mewujudkan mimpi dengan mencoba berinvestasi jangka panjang sebagai persiapan dana pensiun pribadi. Bentuk investasi yang lazim dilakukan biasanya adalah membeli saham, sukuk, obligasi dan deposito.
Tentunya semua itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan jika ingin menggunakan THR, maka bisa dialokasikan sebesar 10 persennya. Kita bisa mendapatkannya di perusahaan sekuritas, dan lembaga keuangan lainnya.
6. Konsumsi Pribadi
Poin ini sifatnya tidak mutlak karena kebutuhan setiap orang akan berbeda-beda. Jika masih memiliki kelebihan dana dari THR yang diterima, tidak ada salahnya untuk memberikan hadiah kepada diri sendiri sebagai penghargaan atas kerja keras selama setahun terakhir.
Bentuknya bisa bermacam-macam. Seperti melakukan perjalanan liburan sendiri atau bersama keluarga ke daerah-daerah wisata jika pandemi corona telah berakhir, mengganti kendaraan lama kita dengan tahun yang lebih muda. Atau mengganti perangkat gawai lama dengan tujuan lebih mendukung aktivitas dan pekerjaan kita. Bisa juga menambah stok obat-obatan, suplemen atau vitamin dan peralatan pelindung diri seperti masker, cairan antiseptik, cairan disinfektan dan sarung tangan sebagai langkah pencegahan terhadap virus corona.
Tetaplah bijak dalam mengelola dana THR yang diterima tahun ini. Pergunakan sewajarnya dan tidak boros. Jangan biarkan pendapatan tambahan ini berlalu dengan sia-sia tanpa ada maknanya.