Pengumuman Pelayanan Penerbitan SIM Di Satlantas Polres Demak

Demak – Kamis (21/5), Dilansir dari Satlantas Polres Demak, PENGUMUMAN
Pelayanan Penerbitan SIM libur pada tanggal 21,24 & 25 Mei 2020 TANGGAL 22 &.23 Mei 2020 tetap buka.

Untuk itu dihimbau supaya masyarakat Demak yang akan mengurus SIM (Surat Ijin Mengemudi) dapat mengurus penerbitan SIM pada tanggal 22 dan 23 Mei 2020.

Inovasi Alkes Dari BPPT Untuk Mendukung Penanganan Covid 19

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat lima produk inovasi alat kesehatan (alkes) untuk mendukung penanganan COVID-19. Kelima produk tersebut diluncurkan Presiden RI Joko Widodo secara virtual pada Rabu lalu (20/5).

BPPT melalui Satuan Tugas Riset dan Invonasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC-19) memproduksi alkes berupa RDT kit, PCR tes kit, artificial intelligence pendeteksi COVID-19, mobile laboratorium bio safety level 2 dan emergency ventilator. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa karya inovasi ini sangat dibutuhkan di tengah pandemi.

Produk inovasi dari TFRIC-19 mendorong ekosistem dalam negeri, khususnya di bidang kesehatan. Di sisi lain, berbagai produk inovasi karya anak bangsa terwadahi dapat mendukung kesiapan dan ketahanan nasional kita dalam konteks penyakit menular.

Tingkatkan Pengamanan Data Pribadi Untuk Mencegah Data Breach

Demak- Kamis (21/5), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate akan melakukan berbagai upaya untuk memastikan keamanan data pengguna untuk menjaga keberlangsungan ekonomi digital setelah adanya insiden data breach di Tokopedia. Setelah muncul dugaan baru mengenai kebocoran data pengguna e-commerce Bhinneka dan Bukalapak, Menkominfo kembali menekankan bahwa Kementerian Kominfo bersama BSSN, serta pihak terkait lainnya akan terus melakukan evaluasi, penyidikan, dan mitigasi teknis sampai menemukan titik celah kebocoran.

Di samping itu, Penyedia Sistem Elektronik memiliki kewajiban dalam melindungi data pribadi pengguna itu sesuai dengan yang tercantum di Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Para pemilik akun di platform digital juga diimbau untuk terus menjaga dan mengamankan datanya secara berkala..Simak tipsnya pada gambar, ya! Karena keamanan data pribadi dimulai dari diri sendiri juga.

Peta Sebaran Dan Update Covid 19 Di Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Kamis, 21 Mei 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui :corona.demakkab.go.id

Tambah Jiwa, KK Perlu Di Update Sebagai Dasar Pembuatan Akta Kelahiran

Demak – Jika melihat fungsinya, kepemilikan kartu keluarga merupakan sebuah hal yang wajib. Ya, saat ini kartu keluarga memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan, khususnya untuk urusan administrasi dan pelayanan kependudukan. Contohnya, pembuatan KTP, pendaftaran sekolah, ingin menikah, mengajukan pinjaman ke bank dan sejumlah kepentingan lain yang wajib melampirkan KK. Selain pembuatan KK baru, ada kasus lain dalam pengurusan KK seperti menambah anggota keluarga. Penambahan anggota keluarga karena kelahiran,syaratnya: Kartu keluarga (KK) lama, Fotokopi Surat keterangan kelahiran calon anggota keluarga baru yang akan ditambahkan.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Kamil, S.Sos, Koordinator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Karangtengah ini kemarin (20/5) menerima salah seorang warga Kecamatan Karangtengah yang mengajukan permohonan update elemen data pada KK yaitu karena tambah jiwa. Adalah Abdullah Yusuf warga desa Klitih Rt 03 Rw 01 Kecamatan Karangtengah yang mengajukan penambahan jiwa pada KK miliknya. Setelah diverifikasi dan diproses oleh Kamil, Yusuf menerima KK baru miliknya, dan segera melakukan pendaftaran online untuk membuat akta kelahiran via laman http://dindukcapil.demakkab.go.id

Perekaman KTP-el Di TPDK Kecamatan Sayung Sesuai Protokol Kesehatan

Demak – Rabu (20/5), Muhammad Hilmi Mubarok warga desa Loireng Rt 04 Rw 02, Kecamatan Sayung melakukan perekaman data untuk menerbitkan KTP-el miliknya di TPDK Kecamatan Sayung. Dirinya mengajukan perekaman data untuk mencetak KTP-el karena untuk mengurus BPJS.

Dirinya dilayani oleh Akrom, S, Sos, Koordinator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Sayung. Dalam merekam data KTP-el milik Hilmi, Akrom mengenakan APD (Alat Perlindungan Diri) berupa face shield, sarung tangan dan masker. Sesuai dengan protokol kesehatan yang telah dihimbau oleh pemerintah.

Bahaya, Masak Ketupat atau Lontong dengan Bungkus Plastik

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM — Menyantap opor ayam tak lengkap rasanya jika tak memakai ketupat atau lontong. Ketupat dan lontong biasanya dibuat dengan menggunakan daun kelapa dan duan pisang.  Kekinian sejumlah penjual menggunakan plastik untuk membungkus lontong atau ketupat. Namun, amankah membungkus lontong dan ketupat dengan bungkus plastik? Ahli gizi, Leona Victoria Djajadi MND mengatakan, memasak lontong menggunakan nasi sejatinya tidak akan mengurangi nilai gizi. Meski begitu, faktor keamanan makanan wajib diperhatikan. “Mengurangi nilai gizi tidak. Tapi yang dikhawatirkan plastiknya bukan yang khusus tahan panas tinggi dan bisa untuk memasak, sehingga ada mikropartikelnya yang luntur ke makanan,” urai Victoria, seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (21/5/2020). 

Dijelaskan Victoria, risiko mikropartikel plastik yang masuk ke makanan ini cukup beragam. Dalam tahap rendah, pengaruhnya mungkin tidak akan terasa oleh tubuh. Namun dalam tahap tinggi, kontaminasi plastik bisa menyebabkan bahaya dan meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. “Ya seperti logam berat saja, kalau bertumpuk di dalam tubuh bisa menyebabkan penyakit,” papar ahli gizi dan nutrisi lulusan University of Sydney, Australia ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengumumannya mengatakan penggunaan plastik untuk memasak lontong dibolehkan, asalkan plastik yang digunakan memiliki daya tahan panas yang tinggi.

Pada umumnya plastik yang tersedia di pasaran terbuat dari bahan baku Low Density Polyethylene (LDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP). Masing-masing jenis plastik tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti titik leleh, kelenturan, kejernihan, ketahanan terhadap suhu, dan lain-lain. Berdasarkan sifat tersebut, terdapat beberapa jenis plastik yang titik leleh dan titik melunak (softening point) tinggi (di atas 100°C), yaitu plastik jenis LLDPE, HDPE, PP, dan OPP. Dengan demikian, plastik jenis tersebut relatif aman jika digunakan pada suhu tinggi untuk memasak, termasuk untuk digunakan dalam pembuatan lontong.

Sementara, untuk kantong plastik LDPE memiliki titik melunak yang rendah, yaitu pada suhu 83 – 98 derajat celsius, sehingga disarankan hanya digunakan untuk penyimpanan atau proses pemasakan di bawah suhu tersebut. Meski demikian, jenis plastik ini dapat digunakan untuk penyimpanan beku hingga suhu -50°C, namun tidak sesuai untuk bahan pangan berlemak. Berbagai jenis plastik pada dasarnya bersifat inert (tidak mudah bereaksi) dan tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.  Namun, adanya bahan-bahan tambahan (additive) seperti pelicin, antioksidan, pewarna, dan sebagainya dalam proses pembuatan plastik, berisiko terhadap kesehatan. Sangat sulit membedakan jenis plastik secara kasat mata. Untuk itu, BPOM menyarankan agar produsen lontong mengurangi penggunaan plastik, jika tidak yakin atas bahan baku yang digunakan.

Panduan Takbiran Idulfitri saat Covid-19

Jakarta – Membaca kalimat takbir pada malam terakhir bulan Ramadan merupakan ibadah yang disunahkan bagi umat Islam. Hari-hari biasa pada tahun-tahun sebelumnya, takbiran biasa dilakukan dengan berkeliling di kampung atau kawasan tertentu.

Saat takbiran, orang biasanya berkumpul untuk melakukan takbir bersama. Bisa di masjid-masjid, musala atau titik-titik lokasi tertentu. Sebagian yang mengikuti malam takbiran kadang berjalan kaki sambil mengumandangkan kalimat takbir dengan suara keras, ada pula yang disertai iringan tetabuhan.

Namun begitu pandemi virus corona tak memungkinkan orang berkumpul seperti layaknya lebaran sebelum-sebelumnya. Untuk sementara orang dilarang berkerumun, dibatasi aktivitasnya dan diminta tetap berada di rumah demi mengerem penyebaran virus penyebab Covid-19.

Ganjar Ingatkan Tiga Kepala Daerah Tidak Gelar Salat Idul Fitri

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyesalkan keputusan Bupati Wali Kota di wilayahnya yang memperbolehkan warganya menggelar Salat Id berjemaah di masjid atau lapangan. Beberapa Bupati/Wali Kota yang sudah memperbolehkan itu misalnya Bupati Karanganyar, Wali Kota Tegal dan Bupati Kudus.

“Jadi ada syarat untuk melakukan itu harus ketat. Seperti dikendalikan di daerahnya yang tidak ada kasus covid-19, yang jadi problem kalau ada orang tanpa gejala masuk dalam kegiatan itu, kan sulit ngontrolnya,” kata Ganjar, Rabu (21/5).

Sesuai anjuran pemerintah, pelaksanaan Salat Id tahun ini tidak dianjurkan dilaksanakan berjemaah di masjid atau lapangan, melainkan di rumah masing-masing. Dia mengungkapkan, konsolidasi nasional harus dilakukan agar seluruh keputusannya bisa sama.

“Saya menyarankan kepada Bupati/Wali Kota, mari kita ikuti ketentuan dari pemerintah, dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia. Saya sarankan, mari kita ikuti aturan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Apalagi, banyak orang saat ini yang masih nekat mudik dari daerah zona merah. Kalau Salat Id diizinkan, bukan tidak mungkin akan terjadi penularan.

“Meskipun jarak sudah diatur, tapi tanpa sadar orang bersalaman, berdekatan. Itu ada potensi yang membahayakan,” imbuhnya.

Dia juga sudah melakukan komunikasi dengan para Bupati/Wali Kota yang memperbolehkan pelaksanaan Salat Id di masjid. Tujuannya agar keputusan itu bisa ditinjau kembali.

“Sudah komunikasi dengan Bupati Karanganyar, tapi belum ada jawaban. Sampai sekarang, saya coba koordinasi terus, dan dari Kemenag akan menghampiri untuk diajak bicara. Kalau Kota Tegal, saat saya konfirmasi Wali Kotanya bilang tidak begitu, dia meralat pernyataannya. Untuk Kabupaten Kudus, belum ada laporan soal ini. Saya menyarankan kepada semuanya, mari kita ikuti aturan untuk Salat Id di rumah saja,” ungkap politikus PDIP itu.

MUI Jateng juga sudah memberikan petunjuk tentang tata cara Salat Id di rumah. Tata cara disiapkan, naskah khotbah disiapkan lebih singkat namun tidak mengurangi syarat rukun pelaksanaan ibadah itu.

“Kepala keluarga yang jadi imam dan khotib, bisa bapak atau putra yang sudah dewasa. Khotbahnya juga sudah disiapkan lebih singkat. Kalau itu bisa dilakukan, itu bisa mencegah,” tutupnya. (Merdeka)

Kenaikan Isa Almasih, Menag Ingatkan Ibadah di Rumah

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengingatkan umat Kristiani untuk beribadah di rumah selama pandemi virus corona (Covid-19), termasuk dalam peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih.

Fachrul menyampaikan kondisi saat ini masih menggambarkan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi. Sehingga kegiatan keagamaan yang menimbulkan kerumunan dinilai berisiko.

“Mari berupaya dan berdoa bagi kehidupan yang rukun dan damai, bebas dari Covid-19 dan untuk sementara waktu beribadah di rumah saja,” kata Menag dalam keterangan pers di situs kemenag.go.id, Kamis (21/5).

Kemenag telah menggaungkan pesan itu kepada umat agama lainnya sejak pandemi. Imbauan itu tercatat disampaikan pada Hari Suci Nyepi untuk umat Hindu, perayaan Waisak oleh umat Buddha, dan rangkaian ibadah Ramadan serta Salat Idulfitri bagi umat Islam.

Fachrul menuturkan Kenaikan Isa Almasih dimaknasi sebagai sebagai pemberi kepastian akan kekekalan hidup dan persekutuan dengan Tuhan. Ia mengajak umat Kristiani untuk menerapkan nilai-nilqi kebaikam itu dalam kondisi pandemi.

“Saya mengajak umat Kristiani untuk terus berempati pada kehidupan sesama, khususnya kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi beberapa kali mengimbau umat beragama untuk menjalankan ibadah di rumah masing-masing. Salah satu yang menjadi perbincangan terkait Salat Idulfitri.

Fachrul meminta masyarakat menaati PSBB yang diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan. Sehingga ia menyarankan umat Islam yang akan menyambut hari raya untuk menggelar Salat Idulfitri di rumah masing-masing untuk mencegah penularan corona.

“BIN membeirkan prediksi kalau Salat Id di luar ratusan atau ribuan orang akan melakukan pelonjakan angka Covid-19 signifikan,” kata Fachrul usai Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/5). (sumber : CNN Indonesia)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial