Demak – 3 ASN Dindukcapil Kab. Demak, yaitu Dyah Isnaeni, Baharuddin dan R mengikuti lomba pengucapan Pembukaan UUD 1945, Panca Prasetya Korpri dan ASN Core Value di Pendopo Bina Pradja Demak, pada hari ini (Rabu) …
Demak – Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei tiap tahunnya, tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.
Untuk menghargai perjuangan dari pahlawan bangsa dimasa lalu hari ini Rabu, 20 Mei 2020 Kementerian Kominfo akan melaksanakan upacara bendera peringatan Harkitnas ke-112 tahun dengan tema “Bangkit dalam Optimisme Normal Baru”. Kegiatan upacara bendera Harkitnas ini akan dilaksanakan secara terbatas dengan mengikuti protokol kesehatan ketat dan menerapkan physical distancing.
Magelang – Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Jawa Tengah, akan dibuka kembali pada Juni 2020 mendatang. Akibat wabah Covid-19, taman wisata tersebut tutup untuk wisatawan sekitar 3 bulan lamanya.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono di Magelang, Selasa, mengatakan pembukaan ini tentu juga memperhatikan imbauan dari pemerintah pusat khususnya dari Kementerian BUMN dengan menerapkan protokol Covid-19.
“Taman Wisata Candi pada saat dibuka nanti telah siap menuju The New Normal pariwisata,” katanya, Selasa (19/5).
Saat ini, sejumlah persiapan dilakukan dalam memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung.
Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akan menerapkan program cleanliness, health, and safety (CHS) di setiap destinasi pariwisata.
Menurut dia program ini dinilai penting, karena pandemi ini telah membuat perilaku manusia berubah. Masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata.
“The New Normal Pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC meliputi seluruh wisatawan yang masuk harus menggunakan masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk wisatawan, melakukan manajemen pengunjung yang menerapkan jaga jarak fisik, menyediakan lokasi cuci tangan tiap 100 meter, signage dan information board protocol Covid-19, menempatkan layanan pengunjung yang handal saat bertugas dan aktif mengarahkan wisatawan untuk menjalankan protokol yang sudah ditetapkan,” katanya. (Sumber : Merdeka)
Jakarta – Daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona COVID-19. Olahraga teratur menjadi cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh. Pakar Kedokteran Olahraga UGM,, Zaenal Muttaqin Sofro, mengatakan ada banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah di tengah pandemi corona. “Pada prinsipnya ada dua jenis olahraga yakni neural excercise/olahraga persarafan untuk menjaga kesehatan dan physical excercise/olahraga fisik untuk menjaga kebugaran. Olahraga tersebut bisa dilakukan di rumah,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Tirto, Kamis (2/4/2020).
Dia menjelaskan olahraga persarafan diwujudkan dengan tiga cara yakni pernapasan, vokalisasi dan postur. Olahraga pernapasan bisa dilakukan dengan senam pernapasan seperti senam tera dan yoga. Lalu, vokalisasi antara lain dengan bersenandung, membaca Alquran dan lainnya. Sedangkan postur dapat ditempuh dengan cara seperti melakukan senam taichi maupun gerakan salat. Menurutnya, olahraga pernapasan ini dapat dilaksanakan setiap saat, kapan saja, dan di mana saja. Dengan melakukan olahraga pernapasan secara rutin dapat menjadikan tubuh sehat dan meminimalisir stres. “Saat ini kita kan dianjurkan menjalani physical distancing, berdiam diri di rumah. Karenanya, sangat tepat melakukan olahraga persarapan yang bisa dilakukan kapanpun,” kata dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) ini. Sementara untuk olahraga fisik, bisa dilakukan untuk membuat badan tetap bugar saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Olahraga fisik ini melibatkan otot besar, bersifat ritmis, serta berkelanjutan. Saat melakukan olahraga fisik dianjurkan untuk tidak dilakukan secara berlebihan dengan intensitas tinggi. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu kesehatan. “Banyak physical exercise yang justru mengganggu kesehatan karena over training maka harus benar benar mengacu FITT principle yakni frequency, intensity, time, and type,” paparnya. Frekuensi olahraga fisik dapat dilakukan 3-5 kali per minggu, intensitas sedang, dan durasi selama 30-45 menit. Sedangkan jenis olahraga yang bisa dipilih seperti jalan cepat, jogging, bersepeda statis, senam, dan berenang. Sebelum memulainya didahului dengan pemanasan dan diakhiri pendinginan. Tidak kalah penting menjaga hidrasi agar selalu tercukupi cukup. Minum 30 menit sebelum berolahraga dan setelahnya guna mengganti jumlah cairan yang keluar lewat keringat. Lantas jika ingin berolahraga di luar ruangan saat pandemi corona langkah apa saja yang harus dilakukan?
Zaenal menyampaikan jika ingin olahraga di luar rumah pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan direkomendasikan tetap menjaga jarak aman. Selain itu tetap menggunakan masker ketika berolahraga. Sekali lagi Zaenal menekankan, olahraga tidak harus dengan latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persyarafan. Olahraga ini dirasa tepat dilakukan dirumah ditengah pandemi COVID-19. “Mindset masyarakat harus digeser olahraga tidak hanya latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarapan,” pungkasnya.
JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melarang penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H secara berjamaah baik dilaksanakan di masjid maupun di lapangan. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam rapat terbatas (ratas) kabinet pada Selasa, 19 Mei 2020.
Selain itu, kata Mahfud, dalam ratas tersebut Jokowi menegaskan bahwa perjalanan mudik saat lebaran tetap dilarang demi untuk mencegah massifnya penyebaran virus corona di tengah masyarakat. “Kegiatan keagamaan yang sifatnya masif seperti salat berjamaah di masjid atau salat Id di lapangan itu termasuk kegiatan yang dilarang,” ujar Mahfud usai rapat terbatas kabinet dengan Presiden, Selasa (19/5/2020).
“Larangan mudik juga tetap berlaku sampai saat ini dan tidak akan dicabut sampai waktu yang akan ditentukan. Ini keputusan rapat kabinet pagi hari ini,” lanjutnya.
Dikatakan Mahfud, pelarangan salat Id secara berjamaah dilandaskan pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kewilayahan. “Oleh sebab itu pemerintah meminta dengan sangat agar ketentuan itu tidak dilanggar,” tandasnya.
Pria kelahiran Madura itu mengimbau para ulama, tokoh ormas, dan tokoh masyarakat agar turut andil menyampaikan kepada masyarakat, terkait potensi penyebaran virus lantaran berkerumunnya masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan salat berjamaah. “Kerumunan salat berjamaah ini termasuk bagian yang dilarang peraturan perundang-undangan, bukan karena salatnya tapi merupakan bagian dari upaya menghindari bencana,” tegas Mahfud.
Selain itu, anjuran agar masyarakat melaksanakan salat Id di rumah juga disampaikan Menteri Agama (Menag RI) beberapa waktu lalu. “Saya imbau umat islam menjalankan shalat idul fitri di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai umat beragama, dalam penanganan Covid-19,” kata Menag RI, Fachrul Razi.(Sumber : Merdeka).
Demak – Kartu Keluarga (KK) merupakan Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. KK yang hilang wajib dilaporkan ke Kantor Kepolisian agar mendapatkan Surat Kehilangan guna untuk pengajuan cetak KK yang baru.
Seperti yang di lakukan oleh Sarbani dari desa Kedungwaru Kidul, datang ke kecamatan pada hari ini (20/5) untuk pengajuan cetak dengan membawa persyaratan fotokopi KK, surat kehilangan KK dari kepolisian dan Fotokopi surat nikah Sarbani. Data tersebut setelah diverifikasi oleh Endang Sulistyowati, S.Pd, Operator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Karanganyar, memang benar-benar data yang valid.
Demak – Selasa (19/5) Dilansir dari Provinsi Jawa Tengah, Diberitahukan layanan SAMSAT ditutup tanggal 21 sampai 25 Mei 2020 dan dibuka kembali pada tanggal 26 Mei 2020.
Lalu untuk pembayaran pajak kendaraan selama libur hari raya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi SAKPOLE yang bisa di download. Dengan pencetakan dan pengesahan maksimal 30 hari dari tanggal pembayaran.
Demak – Selasa (19/5), Para orang tua baru atau yang punya bayi apa lagi new born tentu harap-harap cemas nih selama pandemi COVID19. Selain ingin memastikan kondisi kesehatan anak baik, tentu jadwal imunisasi yang bikin gambling karena rumah sakit menjadi zona merah penyebaran virus corona. Tapi jangan sedih jangan bingung ya Ayah dan Ibu, coba lakukan tips berikut dari Kemenkes RI⠀ ⠀ Jangan khawatir karena imunisasi tetap diupayakan lengkap dan sesuai jadwal dari petugas kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi ingat; Pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi dapat ditunda 1 bulan. Kemudian segera berikan setelah situasi memungkinkan kembali.⠀
Jakarta – Saat ini, masyarakat dinilai perlu melihat ke depan dan berdamai dengan Virus Corona demi mempertahankan semangat menghadapi pandemi COVID-19.
Demikian diserukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam diskusi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2020).
“Gunakan kearifan lokal. Mungkin dengan kesenian meski tetap distancing, lalu sering diajak ngobrol. Terus diajak maju ke depan, kita jangan romantis terus dengan keadaan ini, kita mesti hidup, menang, bertahan,” kata Ganjar.
Karena itu, ujar Ganjar, harus mulai dilakukan persiapan dan perhitungan sampai kapan pembatasan kegiatan akan berlangsung. Berbagai langkah itu perlu dilakukan dengan kreativitas untuk menghadapi dampak yang ada.
“Tapi semua langkah tersebut tidak akan melepaskan tanggung jawab melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan,” ujarnya.
Semua kewajiban itu, kata dia, adalah satu paket yang harus melekat kepada individu sebagai bentuk kesadaran menjaga kesehatan di tengah pandemi.
“Sekarang dengan cara itu kita siap, yuk kita berdamai dengan si COVID-19 ini. Kita berdamai saja. Perilaku kita mesti kita ubah, hari ini menjaga jarak dan menggunakan masker wajib,” kata dia.
“Selebihnya, jika memang tidak dapat menuruti protokol kesehatan itu, harus dilakukan penindakan untuk memberikan kesadaran,” tambahnya. (Sumber : Akurat.co)
JAKARTA — Pemerintah menanggapi slogan ‘Indonesia terserah’ yang mewakili kekecewaan masyarakat, terutama tenaga medis, terhadap pemerintah dalam menangani Covid-19. Video dan tagar ‘Indonesia terserah’ viral oleh para tenaga medis dalam beberapa hari belakangan disebut sebagai buntut dari inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan, sejak awal pemerintah telah menempatkan masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan penyebaran infensi virus corona. Menurutnya, apabila jumlah kasus positif melonjak tajam dan kapasitas rumah sakit membeludak maka yang kewalahan adalah tenaga medis.
“Untuk video indonesia terserah. Kami jelaskan bahwa kita sangat tidak berharap kalangan dokter menjadi kecewa. Jangan dibiarkan dokter kita kelelahan. Jangan dibiarkan dokter kehabisan waktu dan tenaga,” ujar Doni usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5).
Doni menyebutkan, jumlah dokter di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan seluruh penduduk yang ada. Total dokter secara nasional tercatat kurang dari 200.000 dengan jumlah dokter spesialis paru hanya 1.976 orang.
Artinya, satu orang dokter paru harus melayani sekitar 245.000 penduduk. “Sehingga apabila kita kehilangan dokter kita akan kerugian besar. Mari kita bekerja sama. Cegah dan hindari jangan sampai kita sakit,” katanya.
Doni pun menyoroti ramainya jalanan, pasar, dan tempat umum saat ini kendati pembatasan sosial belum dilonggarkan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menghindari tempat ramai yang bisa membahayakan diri atau orang lain.
Ia mengingatkan, manusia yang tampak sehat pun bisa bertindak sebagai carrier atau pembawa virus. Masyarakat pun diajak untuk bersiap menjalani norma baru, yakni menjalani aktivitas sehari-hari dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Doni mengutip penjelasan epdemiolog yang memprediksi bahwa virus Covid-19 kemungkinan tidak akan sepenuhnya hilang dan tetap berada di sekitar manusia. “Demikian dengan vaksin yang sempat kita dengar aka segara ditemukan, sampai hari ini pun tidak ada kepastian. Artinya dalam waktu yang sangat lama, kita tetap hidup tetapi berada di bawah ancaman covid,” katanya. (sumber : Republika).
Demak – Setelah mendapatkan WA Notifikasi dari Dindukcapil Kab. Demak untuk mengambil dokumen kependudukan berupa KK dan KTP-el milik suami dan dirinya, Nur Khayati, warga Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kab. Demak ini hari ini (19/5) segera meluncur ke Dindukcapil Kab. Demak untuk mengambil dokumen kependudukan miliknya.
Sebelum masuk ke ruang pelayanan Dindukcapil Kab. Demak, Nur wajib menunjukkan WA Notifikasi pengambilan dokumen dari Dindukcapil Kab. Demak kepada petugas keamanan. Dan kemudian ditest suhu tubuh terlebih dahulu dengan menggunakan thermo gun dan cuci tangan dengan menggunakan sabun.