Segera Laporkan Ke Dindukcapil Jika Dokumen Kependudukan Anda Hilang

Demak – Kartu Keluarga (KK) merupakan Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. KK yang hilang wajib dilaporkan ke Kantor Kepolisian agar mendapatkan Surat Kehilangan guna untuk pengajuan cetak KK yang baru.

Seperti yang di lakukan oleh Sarbani dari desa Kedungwaru Kidul, datang ke kecamatan pada hari ini (20/5) untuk pengajuan cetak dengan membawa persyaratan fotokopi KK, surat kehilangan KK dari kepolisian dan Fotokopi surat nikah Sarbani. Data tersebut setelah diverifikasi oleh Endang Sulistyowati, S.Pd, Operator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Karanganyar, memang benar-benar data yang valid.

Info Jadwal Pelayanan Samsat Libur Hari Raya 2020

Demak – Selasa (19/5) Dilansir dari Provinsi Jawa Tengah, Diberitahukan layanan SAMSAT ditutup tanggal 21 sampai 25 Mei 2020 dan dibuka kembali pada tanggal 26 Mei 2020.

Lalu untuk pembayaran pajak kendaraan selama libur hari raya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi SAKPOLE yang bisa di download. Dengan pencetakan dan pengesahan maksimal 30 hari dari tanggal pembayaran.

Tetap Aman Imunisasi Saat Pandemi

Demak – Selasa (19/5), Para orang tua baru atau yang punya bayi apa lagi new born tentu harap-harap cemas nih selama pandemi COVID19. Selain ingin memastikan kondisi kesehatan anak baik, tentu jadwal imunisasi yang bikin gambling karena rumah sakit menjadi zona merah penyebaran virus corona. Tapi jangan sedih jangan bingung ya Ayah dan Ibu, coba lakukan tips berikut dari Kemenkes RI⠀
⠀
Jangan khawatir karena imunisasi tetap diupayakan lengkap dan sesuai jadwal dari petugas kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi ingat; Pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi dapat ditunda 1 bulan. Kemudian segera berikan setelah situasi memungkinkan kembali.⠀

Ajak Warga Berdamai dengan Virus Corona, Ganjar: Jangan Romantis Terus, Kita Harus Menang, Bertahan!

Jakarta – Saat ini, masyarakat dinilai perlu melihat ke depan dan berdamai dengan Virus Corona demi mempertahankan semangat menghadapi pandemi COVID-19. 

Demikian diserukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam diskusi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2020). 

“Gunakan kearifan lokal. Mungkin dengan kesenian meski tetap distancing, lalu sering diajak ngobrol. Terus diajak maju ke depan, kita jangan romantis terus dengan keadaan ini, kita mesti hidup, menang, bertahan,” kata Ganjar. 

Karena itu, ujar Ganjar, harus mulai dilakukan persiapan dan perhitungan sampai kapan pembatasan kegiatan akan berlangsung. Berbagai langkah itu perlu dilakukan dengan kreativitas untuk menghadapi dampak yang ada.

“Tapi semua langkah tersebut tidak akan melepaskan tanggung jawab melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan,” ujarnya. 

Semua kewajiban itu, kata dia, adalah satu paket yang harus melekat kepada individu sebagai bentuk kesadaran menjaga kesehatan di tengah pandemi.

“Sekarang dengan cara itu kita siap, yuk kita berdamai dengan si COVID-19 ini. Kita berdamai saja. Perilaku kita mesti kita ubah, hari ini menjaga jarak dan menggunakan masker wajib,” kata dia.

“Selebihnya, jika memang tidak dapat menuruti protokol kesehatan itu, harus dilakukan penindakan untuk memberikan kesadaran,” tambahnya. (Sumber : Akurat.co)

Pemerintah Tanggapi Viralnya Slogan ‘Indonesia Terserah’

JAKARTA — Pemerintah menanggapi slogan ‘Indonesia terserah’ yang mewakili kekecewaan masyarakat, terutama tenaga medis, terhadap pemerintah dalam menangani Covid-19. Video dan tagar ‘Indonesia terserah’ viral oleh para tenaga medis dalam beberapa hari belakangan disebut sebagai buntut dari inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan, sejak awal pemerintah telah menempatkan masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan penyebaran infensi virus corona. Menurutnya, apabila jumlah kasus positif melonjak tajam dan kapasitas rumah sakit membeludak maka yang kewalahan adalah tenaga medis.

“Untuk video indonesia terserah. Kami jelaskan bahwa kita sangat tidak berharap kalangan dokter menjadi kecewa. Jangan dibiarkan dokter kita kelelahan. Jangan dibiarkan dokter kehabisan waktu dan tenaga,” ujar Doni usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5). 

Doni menyebutkan, jumlah dokter di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan seluruh penduduk yang ada. Total dokter secara nasional tercatat kurang dari 200.000 dengan jumlah dokter spesialis paru hanya 1.976 orang. 

Artinya, satu orang dokter paru harus melayani sekitar 245.000 penduduk. “Sehingga apabila kita kehilangan dokter kita akan kerugian besar. Mari kita bekerja sama. Cegah dan hindari jangan sampai kita sakit,” katanya. 

Doni pun menyoroti ramainya jalanan, pasar, dan tempat umum saat ini kendati pembatasan sosial belum dilonggarkan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menghindari tempat ramai yang bisa membahayakan diri atau orang lain. 

Ia mengingatkan, manusia yang tampak sehat pun bisa bertindak sebagai carrier atau pembawa virus. Masyarakat pun diajak untuk bersiap menjalani norma baru, yakni menjalani aktivitas sehari-hari dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. 

Doni mengutip penjelasan epdemiolog yang memprediksi bahwa virus Covid-19 kemungkinan tidak akan sepenuhnya hilang dan tetap berada di sekitar manusia. “Demikian dengan vaksin yang sempat kita dengar aka  segara ditemukan, sampai hari ini pun tidak ada kepastian. Artinya dalam waktu yang sangat lama, kita tetap hidup tetapi berada di bawah ancaman covid,” katanya. (sumber : Republika).

Nur Ambil Dokumen Kependudukan Setelah Berhasil Lakukan Pendaftaran Pelayanan Online

Demak – Setelah mendapatkan WA Notifikasi dari Dindukcapil Kab. Demak untuk mengambil dokumen kependudukan berupa KK dan KTP-el milik suami dan dirinya, Nur Khayati, warga Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kab. Demak ini hari ini (19/5) segera meluncur ke Dindukcapil Kab. Demak untuk mengambil dokumen kependudukan miliknya.

Sebelum masuk ke ruang pelayanan Dindukcapil Kab. Demak, Nur wajib menunjukkan WA Notifikasi pengambilan dokumen dari Dindukcapil Kab. Demak kepada petugas keamanan. Dan kemudian ditest suhu tubuh terlebih dahulu dengan menggunakan thermo gun dan cuci tangan dengan menggunakan sabun.

Memahami Herd Immunity

Demak – Selasa (19/5), Istilah Herd Immunity ini emang lagi banyak disebut-sebut selama beberapa terakhir terkait masa pandemi COVID19. Istilah ini katanya bisa dipakai untuk memerangi virus corona katanya tapi WHO bilang kalau konsep ini berbahaya.⠀
⠀
Secara teori, makin banyak yang kebal maka makin sulit untuk penyakit itu untuk menyebar. Namun untuk melakukannya maka infeksi terhadap penyakit tersebut akan besar terjadi dan berisiko untuk golongan rentan seperti lansia. Ada baiknya untuk menerapkan herd immunity ini untuk diadakan lebih dulu vaksinnya. Namun sayang hingga hari ini para ahli belum juga menemukan obat atau vaksin dari COVID 19 ini. 

RI Disebut Terapkan Herd Immunity Corona, Apa Kata Pemerintah?

Rencana pelonggaran PSBB di Indonesia memunculkan dugaan sebagian masyarakat kalau pemerintah tengah menerapkan kebijakan herd immunity. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, pun buka suara menanggapi dugaan tersebut.

Yuri membantah bahwa pemerintah tengah menerapkan kebijakan herd immunity. Menurutnya, dugaan tersebut tidak berdasar dan pemerintah tidak pernah berpikir menerapkan herd immunity di Indonesia.“Apakah pelonggaran itu berarti kemudian tidak ada PSBB? Apakah kemudian pelonggaran dimaknai pencabutan (PSBB)? Apakah kemudian dimaknai dengan tidak ada tatanan hidup normal baru? Enggak ada herd immunity dipakai di Indonesia,” kata Yuri, ketika dihubungi kumparanSAINS, Selasa (19/5).“Dasarnya (dugaan herd immunity) apa? Yang pasti herd immunity itu enggak pernah dipakai di Indonesia,” sambungnya. Herd immunity sendiri dideskripsikan sebagai kondisi di mana sebuah populasi manusia sudah cukup kebal terhadap penyakit, dan dengan demikian dapat menghambat penyebaran infeksi. Namun, penerapan konsep herd immunity mendapat kritikan keras dari para ahli kesehatan karena bisa menimbulkan banyak kematian dalam proses mencapai kekebalan tersebut.

Beberapa negara lain juga diduga menerapkan kebijakan herd immunity, seperti Swedia dan Inggris. Meski demikian, kedua negara itu membantah menerapkan kebijakan tersebut.Di Indonesia, isu penerapan herd immunity sebenarnya telah muncul sejak awal kemunculan kasus virus corona di Indonesia. Dugaan tersebut lebih disebabkan oleh kurang tegasnya kebijakan pemerintah dalam mengatasi COVID-19, seperti keengganan untuk menerapkan lockdown secara nasional ataupun wacana pelonggaran PSBB akhir-akhir ini.

Kerumunan Orang Banyak Terjadi, Jubir COVID-19: Protokol Kesehatan Tak Dilonggarkan

Jakarta – Masyarakat Tanah Air saat ini dibuat pusing dan geram dengan terjadinya kerumunan orang dan aktivitas-aktivitas yang seolah-olah tidak menunjukkan adanya bahaya Virus Corona COVID-19.

Sebaran video di media sosial menunjukkan masyarakat tak acuh dengan Virus Corona dan tetap meramaikan pusat perbelanjaan, pasar dan jalanan, meskipun aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku.

Terkait hal ini, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Dr. Achmad Yurianto mengatakan kalau Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tetap fokus untuk menjalankan norma-norma protokol kesehatan sesuai instruksi Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Yuri, sapaan akrab Dr. Achmad Yurianto dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (18/5).

“Tidak ada kebijakan yang dibuat pemerintah sampai dengan hari ini yang kemudian mengabaikan protokol kesehatan, pemerintah masih tetap fokus menjalankan protokol kesehatan baik di daerah yang sudah menetapkan sebagai daerah PSBB maupun daerah daerah yang belum menetapkan sebagai daerah yang PSBB,” jelas Yuri.

Yuri mengatakan bahwa semua Gugus Tugas baik di tingkat pusat sampai dengan daerah bahkan sampai dengan gugus tugas tingkat RT (Rukun Tetangga) yang menjadi ujung tombak dari penanganan dan penanggulangan COVID-19 masih diarahkan untuk tetap fokus menjalankan instruksi dan peraturan PSBB.

Gugus tugas di tingkat RT, ditingkat RW, di tingkat desa, desa adat nagari dikatakannya tetap fokus menjalankan upaya-upaya mengurangi sebaran dari COVID-19. Yuri mengatakan kalau kegiatan itu dilaksanakan secara sistimatis, secara serentak dan kemudian dimotori intinya oleh masyarakat, oleh keluarga.

“Oleh karena itu mari bersama sama kita pahami ini, kita akan masuk pada era normal yang baru dan ini lah satu satunya cara kalau ingin kita bisa mengendalikan COVID-19 ini dengan baik,” pungkasnya. (Sumber : Akurat.co)

Bertindak Cerdas Dan Bekali Diri Dengan Informasi Tentang Corona

Demak – Selasa (19/5), Selama pandemi COVID19, Sobat Mindukcapil Demak yuk pastikan untuk selalu bertindak cerdas dan bekali diri dengan informasi seputar corona virus baru ini.

Pastikan untuk mengikuti seluruh anjuran kesehatan dan jgn lupa untuk selalu mengecek kebenaran informasi yang Anda terima.⁣⁣ Lawan COVID19 adalah tanggung jawab kita bersama!

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial