Gelar Doa Bersama, Jokowi: Kesabaran adalah Titik Tolak Kesembuhan

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Doa Kemanusiaan dan Kebangsaan yang dilakukan secara virtual. Acara tersebut diikuti Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kita juga wajib berikithar dengan usaha batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa, memohon pertolongan Allah SWT agar rakyat, agar bangsa dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini,” kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (14/5).

Jokowi menyampaikan, dalam menghadapi wabah virus corona tidak boleh panik. Ia juga mengingatkan agar masyarakat bisa tabah menghadapi pandemik COVID-19 ini.

“Marilah kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan,” tutur Jokowi.

Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak seluruh masyarakat untuk menghilangkan rasa cemas, menjauhkan diri dari ketakutan berlebih, dan hidup optimisme. Dia turut berpesan agar masyarakat bisa bangkitkan empati dan menumbuhkan solidaritas sosial di tengah pandemik ini.

“Inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling, untuk membantu saudara-saudara kita, membantu tetangga, membantu para sahabat untuk bergotong-royong meringankan beban saudara kita setanah air. Insya Allah Tuhan membuka jalan bagi kita semua rakyat dan bangsa Indonesia untuk bangkit kembali,” ucap Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi mengajak masyarakat menundukkan kepala dan merendahkan hati untuk memohon kepada Tuhan agar wabah virus corona segera berakhir.

“Kita memohon kepada Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang, diberikan kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberi kekuatan agar kita semua bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan Allah SWT,” kata Jokowi lagi. (Sumber : IDN Times)

Layanan Di RSUD Sultan Fatah Kab. Demak

Demak – Kamis (14/5), Bagi Sahabat Dukcapil yang domisilinya berada di wilayah Demak bagian selatan, seperti Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur, Kebonagung dan sekitarnya. RSUD SULTAN FATAH telah hadir dan telah membuka pelayanan kesehatan.

Adapun untuk lokasi, alamat dan jenis layanan dapat Sahabat Dukcapil lihat di Infografis diatas.

Tradisi Weh-Weh Mbueh Di Kampung Sampangan Demak Masih Tetap Dilaksanakan Ditengah Pandemi Corona

Demak – Rabu, 13/5/2020 Tradisi Weh – weh Mbueh di Kampung Sampangan Kelurahan Bintoro Kec. Demak Kota Kab. Demak. Sebuah tradisi yang dilaksanakan turun – temurun disetiap tanggal 20 malem 21 Bulan Romadhon bakda maghrib dengan cara tukar – menukar jajan ( makanan atau minuman ).

Kegiatan tersebut adalah sebagai wujud syukur, bersedekah, dan mempererat tali silaturrohim. Tidak seperti biasanya tampak hanya warga kampung sampangan gang dua saja yang menyemarakan tradisi tersebut karena adanya virus corona.

Suasana Bintoro Pasar Demak Pagi Ini

Demak – Kamis (14/5), Penerapan Physical Distancing dan Social Distancing di Pasar Bintoro oleh Dindagkop UKM Kab. Demak mulai tanggal.29 April 2020 dimana menempatkan pedagang sayur yang ada didalam didepan kios pasar untuk ditempatkan di jalan raya depan Pasar.Bintoro Masih juga ditemui pedagang yang berkrumul antar satu dengan pedagang lain.Calon Pembeli pun banyak tidak memakai Masker dan jaga jarak yang diharapkan bisa diterapkan masih juga tidak mengindahkan himbauan dari Team.URC Satpol-pp Demak

Banyak lokasi atau tempat petak yang tidak ditempati oleh pedagang,justru mereka malah bergeser berkrumul menjual dagangannya di area parkir Tk.Agung – gang masuk kampung gendingan dan bahu jalan sehingga mengakibatkan kemacetan jalan. Penerapan physical distancing dan social distancing yang diterapkan oleh Dindagkop UKM Kab.Demak tidak berhasil.
.

Cuci Tangan Pakai Sabun, Untuk Menghindari Penyebaran Covid 19

Demak – Kamis (14/5), Kita ketahui saat ini kasus COVID19 di Indonesia semakin meningkat. Untuk itu kita perlu melakukan beberapa pencegahan, dengan menjaga imunitas tubuh. 

Salah satunya adalah dengan cuci tangan dengan memakai sabun dan air bersih yang mengalir. Kenapa menggunakan sabun ? Karena Virus ini bisa segera mati jika terkena sabun.

Virus Saja Tidak Mendiskriminasi, Seharusnya Kita Juga Tidak Melakukan

Demak – Kamis (14/5), dilansir dari WHO Indonesia, bahwa mereka yang terinfeksi corona virus itu tidak bersalah, sehingga jangan sampai kita memberikan perlakuan yang berbeda.⁣ ⁣Bersama-sama kita lebih kuat dalam melawan virus corona.

Karena sampai saat ini Virus Novel Corona masih menjadi kekhawatiran banyak orang. Namun, selain mencari tahu sumber virus tersebut, kita juga perlu menjaga diri sendiri agar terhindar dari Virus tersebut. Virus corona dapat di cegah dengan kondisi badan sehat dan imunitas yang baik. Selain itu, berperilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal utama untuk mencegah terjadinya penularan 2019-nCoV.

Tetap Lakukan 5 Hal Ini Meski Kamu Nggak Bisa Mudik, Wajib!

Demak – (Kamis, 14/5), Hai Sahabat Dukcapil, pasti hati kamu sudah kangen kampung, tapi ada daya, situasi lagi nggak menentu. Tapi meskipun kamu nggak bisa mudik tahun ini, tetap ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan lho ya! Eh kok jadi deg-degan gini, apa ya kira-kira? Langsung baca jawabannya berikut ini ya, dan ingat, ini sifatnya wajib. Pasti sedih ya, buat kamu yang tahun ini nggak bisa mudik. Apalagi buat kamu yang tinggal di rantau, pasti berasa banget ya. Padahal biasanya tiap Lebaran tiba, semua anggota keluargamu melakukan tradisi sungkeman. Tapi kali ini beda, kamu masih tetap bisa lakukan sungkeman melalui telepon atau video call. Ungkapkan permohonan maaf mu dengan setulus hati ya.

Zakat fitrah ini wajib ditunaikan buat kamu yang cukup dan sudah mampu dengan syarat-syarat tibayang sudah ditentukan ya. Jangan sampai lupa guys, sebab dari zakat fitrah yang kamu tunaikan itu bisa buat bantu orang lain yang membutuhkan. Apalagi di saat Lebaran nanti tiba, semua orang jadi bisa sama-sama merayakan Lebaran penuh dengan sukacita. ni sih yang bakal kamu kangenin banget saat Lebaran tahun ini, halal bi halal sama semua teman-teman kamu. Eits, tapi tahun ini kamu harus absen dulu ya silaturahminya. Kamu bisa ganti acara halal bi halal dengan cara virtual aja ya guys biar lebih aman. Jadi, kamu tetap nggak bakal kehilangan momen penting ini deh saat Lebaran tiba.

Biasanya, apa sih menu favoritmu saat Lebaran? Opor ayam, rendang daging sapi, atau sambal goreng hati? Semua menu itu pasti ada ya di setiap rumah keluarga di Indonesia. Di momen Lebaran kali ini, inilah kesempatanmu buat bantu Mama di dapur.  Momen bagi-bagi THR memang salah satu momen yang paling ditunggu ya. Berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan saudara-saudara di kampung, rasanya pasti menyenangkan ya guys. Tapi, karena di Lebaran kali ini kamu nggak bisa mudik, kamu tetap bisa bagi-bagi THR dengan cara online saja ya. Sama serunya kok.

Endang Berikan Layanan Kepengurusan Kependudukan Bagi Rouf Yang Baru Saja Menjadi Warga Desa Wonoketingal

Demak – Pindah domisili merupakan perpindahan penduduk dari alamat yang lama ke alamat yang baru. Dalam pengurusan pindah domisili ada beberapa hal yang harus di perhatikan, antara lain, penduduk WNI yang pindah dalam wilayah NKRI wajib melapor kepada instansi pelaksana di daerah asal untuk medapatkan keterangan pindah. Berdasarkan Surat Keterangan Pindah penduduk yang bersangkutan wajib melapor kepada Instansi pelaksana di daerah tujuan untuk penerbitan Surat Keterangan Pindah Datang.

Surat Keterangan Pindah Datang digunakan sebagai dasar perubahan atau penerbitan KK dan KTP bagi penduduk yang bersangkutan. Seperti yang dilakukan oleh Abdul Rouf dari desa Wonoketingal ini telah melaporkan kedatangannya dari desa Surodadi 04/05, Kecamatan Gajah, Kab Demak ke desa Wonoketingal 01/07 Kecamatan Karanganyar Kab. Demak. Serta melaporkan anak yang baru lahir Kembar yang bernama Muhamad Surya Ardiansyah dan Muhamad Surya Adriyansah. Hal ini diungkapkan oleh Endang Sulistyowati, S.Pd, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Karanganyar melalui pesan singkat di whatsapp, kemarin (13/5) siang.

Iuran BPJS Kesehatan: Dinaikkan Jokowi, Dibatalkan MA, Kini Dinaikkan Lagi

Jakarta – 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres itu, Jokowi menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan setelah oleh Mahkamah Agung (MA) kenaikan BPJS Kesehatan sempat dibatalkan.

Berikut ini perjalanan Iuran BPJS Kesehatan yang dirangkum detikcom, Rabu (13/5/2020). Jokowi menandatangani Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Besaran iuran yaitu:
a. Sebesar Rp 25.500 untuk kelas 3
b. Sebesar Rp 51 ribu untuk kelas 2
c. Sebesar Rp 80 ribu untuk kelas 1

Jokowi menandatangani Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Besaran iuran berubah menjadi:

1. Rp 42.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III
2. Rp 110.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau
3. Rp 160.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Februari 2020
Mahkamah Agung (MA) membatalkan Perpres Nomor 75/2019. MA mengembalikan iuran menjadi:
1. Sebesar Rp 25.500 untuk kelas 3
2. Sebesar Rp 51 ribu untuk kelas 2
3. Sebesar Rp 80 ribu untuk kelas 1

“Perpres bertentangan dengan UU, bahkan UUD 1945,” ujar juru bicara MA Andi Samsan Nganro.

Mei 2020
Presiden Jokowi menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Adapun untuk kelas III baru akan naik pada 2021. Iuran BPJS Kesehatan menjadi:

Iuran Kelas III Tahun 2020 sebesar Rp 25.500, Tahun 2021 dan tahun berikutnya menjadi Rp 35 ribu
Iuran Kelas II yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta.
Iuran Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta.(Sumber : Detikcom)

KK Adalah Bukti Kepemilikan Identitas Dasarmu

Demak – Pelayanan administrasi kependudukan, yaitu rekam data yang dapat dilakukan di Kecamatan terdekat dengan tempat tinggal warga. Karena untuk mendekatkan warga dengan lokasi pelayanan adminduk, memberikan akses kemudahan dan kedekatan bagi warga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Achmad Chasan Sucipto, warga Ngemplik wetan Karanganyar, Demak ini tengah dilayani oleh Operator Dindukcapil di TPDK (Tempat Perekaman Data Kependudukan) Kecamatan Karanganyar, Endang Sulistyowati. Chasan melakukan pengambilan KK miliknya sebagai identitas dasar yang wajib dimiliknya pada siang ini (13/5).

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial