Banjir di Depan PT. HIT Sayung Sejak Siang, Satlantas Polres Demak Atur Lalu Lintas

Anggota kepolisian Sat Lantas Polres Demak melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat Banjir di depan PT HIT Sayung arah Semarang.

Aipda Tugiharto anggota Sat Lantas yang melakukan pengaturan menyebutkan, ketinggian maksimal banjir di ruas Jalan Pantura mencapai 20 cm.

Tingginya genangan air menghambat laju kendaraan yang melintas. “Ini Jalur Pantura, jalur padat, kita coba lakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas.” “Antara lain menerapkan penarikan arus dan sistem satu lajur sehingga arus lalu lintas menjadi lancar,” sebut Tugiharto
Ia juga mengerahkan rekannya untuk mengarahkan kendaraan kecil agar tidak melintasi Jalur Pantura.

Kendaraan kecil yang menuju Kota Semarang diarahkan untuk melintasi Jalan Onggorawe lewat Mranggen. “akibat rob ini arus lalu lintas terjadi kepadatan hingga kurang lebih sepanjang 1 km.” “Sementara arah sebaliknya normal dan lancar”

Setelah 2 jam dilakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas disekitar lokasi banjir kembali lancar.

Benarkah Minuman Dingin Tidak Baik untuk Berbuka Puasa?

Demak – Dibandingkan minuman hangat, berbuka puasa memang lebih nikmat dengan minuman dingin. Minuman berbuka puasa ini bisa membuat tenggorokan terasa segar setelah berpuasa Ramadhan. Meski segar dan nikmat, minuman dingin sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Dilansir dari Okezone.com, berikut dampak buruk langsung minum dingin saat berbuka puasa.

1. Gangguan pencernaan

Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

2. Mudah terserang penyakit

Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

3. Sakit kepala

Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

Meskipun demikian, sakit kepala akibat minum air dingin saat buka puasa ini biasanya tidak lama. Anda hanya akan merasakannya sebentar saja lalu dengan cepat rasa tersebut hilang lagi.

Untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan tubuh di atas, sebaiknya Anda lebih memilih minuman hangat sebagai pilihan minuman berbuka puasa. Namun bukan berarti Anda tidak boleh minum dingin selama bulan Ramadhan ini, lho. Anda tetap bisa konsumsi minuman dingin untuk berbuka puasa asal tidak terlalu sering.

Daging Babi Diubah Mirip Daging Sapi dengan Boraks, Waspadalah!

Jakarta – Sekitar 63 ton daging babi dikemas menyerupai daging sapi dan dijual di Bandung ramai menjadi perbincangan di sosial media. Diberitakan sebelumnya, empat pelaku mengubah warna daging babi supaya mirip dengan daging sapi dengan menggunakan boraks. Boraks merupakan zat kimia yang terdapat dalam produk rumah tangga seperti detergen, plastik, perabot kayu, dan kosmetik. Berkaitan dengan hal ini, Kompas.com pun menghubungi pakar toksikologi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rer. Nat. Budiawan.

Budiawan mengatakan, boraks merupakan pengawet yang biasa digunakan dalam dunia industri dan bersifat agak basa. “Reaksi yang diharapkan (dengan boraks) ada perubahan warna (pada daging),” ungkap Budiawan kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2020). Biasanya, orang yang menggunakan boraks tekniknya adalah merendam bahan makanan tertentu di dalam larutan boraks, kemudian mengeringkannya. “Dugaan saya, perubahan yang diharapkan (membuat warna daging) tidak terlalu pucat, karena boraks ini kan sifatnya agak basa,” ujar Budiawan. Hal yang menarik menurut Budiawan dari kasus ini adalah pelaku memiliki ide untuk mengubah tekstur daging dengan menggunakan rendaman boraks. Dikatakannya, selain mengubah warna menjadi pucat, rendaman boraks juga mengubah kekenyalan daging babi agar mirip seperti daging sapi pada umumnya. “Hebat juga itu. Dia sampai kepikiran mencoba-coba (boraks) dan di bidang keilmuwan kan bisa dikatakan enggak terpikirkan ke arah situ,” kata Budiawan berkomentar sambil tertawa. “Mungkin awalnya karena boraks mudah didapat (di pasaran). Maka dia coba-coba pakai itu. Biasanya (pemakaian boraks) dilakukan dengan cara direndam. Dan ternyata berhasil, yang menarik adalah mirip daging sapi pada umumnya,” imbuhnya. Dia melanjutkan, daging yang diberi boraks sebenarnya memiliki tekstur kekenyalan yang tetap berbeda dengan daging segar umumnya. (Sumber : Kompas).

Pemerintah Bilang Kurva Penyebaran Covid-19 di Indonesia Melandai, Ini Maksudnya

JAKARTA – Pemerintah menjelaskan maksud kurva penyebaran Covid-19 di Indonesia melandai, meski angka kasus positif terus meningkat.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kurva dikatakan melandai apabila kasusnya menurun secara berkala.

“Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan kurva melandai ini adalah suatu tren yang harusnya kita lihatnya tidak boleh hanya harian, tetapi mingguan.”

“Apabila tren mingguannya makin lama makin menurun, tidak harus banyak tetapi menurun terus, itulah yang disebut sebagai melandai,” jelas Wiku melalui video conference, Senin (11/5/2020).

Misalnya, seperti yang terjadi di DKI Jakarta.

Menurutnya, kasus di DKI sempat tinggi pada April, dan kemudian menurun.

Jumlah kasus positif meningkat lagi, namun dikarenakan pemeriksaan atau tes yang jumlahnya besar.

“Makanya melihat tren tak bisa harian namun beberapa minggu.”

“Lalu Jabar, sempat menurun bagus, namun naik lagi sepekan lalu.”

“Satu data penting sekali untuk tunjukkan tren.”

“Dan kalau beberapa aktivitas ekonomi dibuka, dasarnya harus melihat per daerah, bukan hanya nasional.”

“Itu konteksnya dari kurva melandai,” paparnya. (Sumber : Wartakota)

TPDK Kecamatan Karangtengah Layani Pembuatan Surat Pindah Antar Desa Dalam Satu Kabupaten

Demak – Dwi Nur Widaryanto, kelahiran tahun 1995, warga desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah mengurus surat pindah antar desa dalam satu kabupaten. Untuk itulah Dwi mendatangi Kecamatan Karangtengah untuk melakukan pengajuan kepengurusan surat pindah.

Dwi hari ini (12/5), mengurus surat pindah dilayani oleh Bahaudin Dawami, SE, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Karangtengah. Setelah diverifikasi oleh Udin, panggilan akrab dari Bahaudin, dan dinyatakan lengkap maka segera dientry ke sistem database kependudukan. Dwi segera menerima keterangan surat pindah dari Kecamatan Karangtengah.

Ahmadi Lakukan Pengajuan KK Tambah Jiwa

Demak – Kemarin (11/5) Ahmadi warga desa Banjarrejo Kecamatan Guntur mengambil Kartu Keluarga (KK) yang telah diajukannya pada hari Jumat lalu. Ahmadi mengajukan perubahan elemen data kependudukan karena ada penambahan jiwa atau menambah anggota keluarga, yaitu tambah anak.

Hal ini dibenarkan oleh Maslakhatuzzahro, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Guntur. Bahwa pengajuan tersebut dilengkapi dengan surat keterangan kelahiran dari Bidan, KK asli dari Ahmadi serta fotokopi KTP-el dari pelapor, dalam hal ini adalah Ahmadi selaku ayah dari anak yang ditambahkan ke dalam KK tersebut.

Wagub Papua Minta Freeport Hentikan Mobilisasi Karyawan

JAYAPURA  – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta PT Freeport menghentikan sementara mobilisasi karyawannya dari Tembagapura ke Timika atau sebaliknya. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan perusahaan baik itu karyawan maupun keluarganya.

“Karyawan yang sudah berada di Tembagapura hendaknya tidak diturunkan ke Timika atau sebaliknya namun bila mendesak mereka harus diisolasi terlebih dahulu sebelum membaur dengan rekan-rekannya atau keluarganya, ” harap Klemen di Jayapura, Senin (11/5) malam.

Diakui, dari laporan yang diterima terungkap jumlah kasus Covid-19 di Tembagapura tertinggi di Kabupaten Mimika dan sebagian besar adalah karyawan Freeport.

Management perusahaan penambangan terbesar di Indonesia itu sudah menyatakan akan melakukan tes cepat massal kepada karyawan namun kapan dilaksanakan belum dipastikan. Selain itu Freeport juga menyatakan akan melakukan sendiri pemeriksaan PCR di laboratorium miliknya di Kuala Kencana.

“Langkah yang diambil Freeport diharapkan dapat segera terealisasi sehingga penanganan Covid-19 di kawasan itu maksimal, harap Klemen.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mimika tercatat 112 kasus dengan 92 orang dirawat. (Sumber : Republika).

Ini Fakta Virus Corona Menyerang Seluruh Bagian Paru-Paru Penderitanya

Jakarta, IDN Times – Jubir pemerintah untuk virus corona, dr. Achmad Yurianto mengatakan virus yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2 akan menyerang seluruh bagian paru-paru orang yang tertular.

Dia meminta agar masyarakat lebih hati-hati dengan memakai masker apabila ke luar rumah untuk mencegah penularan virus tersebut.

“COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan menyerang sepanjang saluran pernapasan mulai dari rongga hidung, mulut, langsung ke paru-paru sampai ke gelembung-gelembung akhir paru,” ujarnya dalam siaran tertulis, Senin (11/5).

Yuri menjelaskan virus tersebut tumbuh dan banyak di sepanjang dinding saluran pernapasan. Oleh karena itu pada orang yang di dalam tubuhnya terdapat virus corona pada saat dia batuk, bersin, berbicara, maka sebagian dari dinding saluran pernapasan ini akan terlepas ke luar bersamaan dengan percikan ludah sangat kecil yang disebut droplet.

”Inilah yang menyebar luar ke sekitar dan bisa saja secara langsung mengenai orang lain di saluran napasnya. Atau bisa juga mengenai benda di sekitar yang karena kemudian kita tidak sadar telah menyentuh benda tersebut lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata, maka terjadilah penularan,” katanya.

Mekanisme penularan ini, lanjutnya, harus menjadi dasar dalam memutus rantai penularan. Hal yang harus dilakukan adalah mengisolasi orang yang positif COVID-19. Cara tersebut dinilai tidak mudah karena banyak orang yang dalam tubuhnya terdapat virus corona tapi tanpa gejala.

“Maka dari itu kebijakan pemerintah yang utama adalah mengimbau seluruh masyarakat memakai masker saat ke luar rumah. Memakai masker akan mencegah seseorang tertular dan menulari orang lain. Selain itu pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan tetap diam di rumah,” imbaunya.

Upaya pemerintah hingga saat ini telah berhasil memeriksa 161.351 spesimen dari 116.358 orang. Hasilnya ada penambahan jumlah pasien konfirmasi positif sebanyak 233 orang sehingga total 14.265, pasien sembuh bertambah 183 total 2.881, sedangkan pasien meninggal bertambah 18 total 991. Sebanyak 373 kabupaten/kota telah terdampak di 34 provinsi.

“Penambahan kasus dari hari ke hari merupakan gambaran proses penularan masih terus terjadi, masih ada kasus positif di tengah masyarakat. Karena itu disiplin memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun harus konsisten dilakukan,” tegasnya.

4.772 Kendaraan Pemudik Menuju Pelabuhan Merak Diputar Balik

Banten – Memasuki hari ke-18 operasi ketupat kalimaya 2020, Direktorat Lalu Lintas Polda Banten telah memutarbalikan 4.772 kendaraan pemudik di cek point Pintu Tol Merak dan juga jalur alteri menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Kendaraan yang diputar balik didominasi kendaraan pribadi, pengendara motor, bus dan juga travel yang akan menuju Pelabuhan Merak.

“Situasi saat ini kendaraan menuju ke Pelabuhan Merak terpantau landai dan sepi, petugas bersama Dishub Banten masih tetap melakukan pemeriksaan khusus kendaraan atau orang orang yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan merak. Dan sampai saat ini kendaraan mengalami penurunan sampai dengan tujuh persen, dan diharapkan ke depan masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik,” kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, saat ditemui di Pos Cek Point gerbang tol Merak, Senin (11/5) malam.

Wibowo menjelaskan penguatan dari regulasi Permenhub Nomor 25 tahun 2020 yang sudah mengatur pembatasan kendaraan dan orang, telah diperkuat lagi oleh surat edaran gugus tugas nomor 4 Tahun 2020 tentang pembatasan perjalan orang.

“Ada pengecualian pertama orang yg sedang melaksanakan tugas kemudian bersifat orang yang sakit membutuhkan perawatan segera dengan menunjukan dokumen, dan orang orang repatriasi atau mahasiswa yang kuliah diluar negeri namun demikian ada dokumen yang harus dilengkapi,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan, jalur menuju Pelabuhan Merak terpantau sepi. Jalur di dominasi oleh kendaraan truk pengangkut barang menuju pelabuhan Merak yang akan menyebrang ke pulau Sumatera. (Sumber : Merdeka)

Ini Penjelasan BMKG Geger Bunyi Dentuman di Jawa Tengah

Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suara dentuman didengar warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Senin (11/5) dini hari, bukan berasal dari kejadian gempa tektonik. Bunyi dentuman itu didengar warga sekitar pukul 00.45 WIB sampai dengan 01.15.

“Setelah dilakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, Jakarta.

BMKG pun memastikan sumber suara dentuman tersebut bukan berasal dari gempa tektonik. Sebab jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, kata Daryono, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan. Dan jika itu terjadi, menurut dia, maka akan tercatat oleh sensor gempa.

“Saat ini BMKG mengoperasikan lebih dari 22 sensor gempa dengan sebaran yang merata di Jawa Tengah. Sehingga jika terjadi gempa di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya maka dipastikan gempa tersebut akan terekam, selanjutnya diproses untuk kami tentukan magnitudo dan lokasi titik episenternya untuk diinformasikan kepada masyarakat,” ujar Daryono.

Dia menjelaskan, bunyi ledakan akibat gempa sangat dangkal lazimnya hanya terjadi sekali saat terjadi patahan batuan dan tidak berulang-ulang. Kejadian itu seperti gempa dangkal yang mengeluarkan dentuman keras di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada 17 Februari 2014.

Menurut dia, Gempa Lereng Merbabu saat itu memiliki magnitudo M 2,7 terjadi pagi hari pukul 06.01.19 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 7,39 LS dan 110,48 BT dengan kedalaman 3 km. Seperti yang dilaporkan warga Desa Sumogawe, gempa yang merusak beberapa rumah ini diikuti suara dentuman keras hingga membuat warga resah, khawatir Gunung Merbabu akan meletus.

Dia menambahkan, ada beberapa kemungkinan penyebab suara dentuman saat terjadi gempa. Fenomena dentuman saat gempa dapat terjadi jika gempa memicu gerakan tanah berupa rayapan tiba-tiba dan sangat cepat di bawah permukaan.

“Kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif, dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan.

Apalagi jika terjadinya patahan batuan tersebut terjadi di kawasan lembah dan ngarai atau di kawasan tersebut banyak rongga batuan sehingga memungkinkan suaranya makin keras karena resonansi. Beberapa peristiwa gempa Bantul 2006 juga mengeluarkan bunyi dan sempat meresahkan warga saat itu. Namun suara dentuman yang terjadi tadi pagi dipastikan bukan dari aktivitas gempa tektonik.”

Suara dentuman keras terdengar warga Solo Raya, Senin (11/5) dini hari. Sejumlah warga mendengarkan suara tersebut saat sedang melakukan ronda malam maupun menyiapkan menu makanan untuk sahur.

“Saya tidak tahu tadi suara apa ya. Kayak dentuman. Kejadiannya sekitar jam 01.00 WIB,” ujar Yuli, warga Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Anto Asmoro (45), warga Desa Menuran, Baki, Sukoharjo menuturkan, saat itu dirinya sedang meronda bersama warga lainnya. Menurutnya, suara yang ia dengar tidak terlalu keras, sehingga sejumlah warga lainnya tidak mendengarkan.

“Cuma sekilas saja mas, mungkin pada nggak dengar karena ada suara ronda dengan kentongan,” katanya.

Bunyi dentuman juga ramai di bahas di media sosial. Salah satunya di akun Instagram @infocegatansolo. Seorang netizen asal Sragen mengabarkan ada suara seperti gluduk (petir) sekitar pukul 00.15 WIB.

“Min mou krungu suara koyo gludug banter ora sekitar jam 12.15an mau?,” tulis salah satu netizen.

Postingan tersebut ditanggapi beragam oleh akun lainnya. Ada yang mendengar dan ada yang tidak. Banyak warga yang mengira hanya suara petir biasa. Namun ada warganet yang mengatakan melihat adanya meteor yang jatuh.

“Meteor jiglok (jatuh) mungkin… cleret ijo terlihat dari Polokarto,” tulis akun @Iyan_2203.

Sejumlah warga lainnya menduga suara tersebut berasal dari Gunung Merapi yang mengalami erupsi. Namun kabar tersebut dibantah Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo. Menurutnya aktivitas Gunung Merapi pada Minggu malam hingga Senin pagi ini landai.

“Saya tidak dengar ada suara dentuman. Kalau ada bukan dari Merapi, karena aktivitas Merapi landai, tidak ada erupsi,” pungkas Bambang. (Sumber : Merdeka)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial