Berikut kami sampaikan rekapitulasi hasi tindaklanjut pengaduan melalui layanan WA Center Dindukcapil Kab. Demak https://docs.google.com/spreadsheets/d/17ChWTjzoxzdOQzii5QJqEw5k9V_lTRI1/edit?usp=sharing&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
berikut kami sampaikan hasil tindaklanjut rekapitulasi pengaduann terkait pelayanan adminduk di Dindukcapil Kab. Demak yang rincian rekap aduanya dapat di akses melalui link berikut ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1KF_m3gj-nVtc9HkSp7dH2-QanHKdT2JO/edit?usp=drive_link&ouid=107439079663171862701&rtpof=true&sd=true
Agus Herawan, S.IP., M.M. Mengemban Amanah sebagai Plt. Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Demak, September 2026 – Segenap keluarga besar Dindukcapil Kabupaten Demak menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Agus Herawan, S.IP., M.M., …
Tiga Tahun Mengabdi, Dindukcapil Demak Sampaikan Apresiasi kepada Bapak Kurniawan Arifendi Demak, September 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Kurniawan Arifendi, S.T., M.H., …
Tingkatkan Transparansi Publik, Dindukcapil Kabupaten Demak Sosialisasikan Standar Pelayanan Pencetakan KTP-el dan KIA DEMAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus berkomitmen memberikan pelayanan kependudukan yang transparan, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat. …
Demak – Dwi Nur Widaryanto, kelahiran tahun 1995, warga desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah mengurus surat pindah antar desa dalam satu kabupaten. Untuk itulah Dwi mendatangi Kecamatan Karangtengah untuk melakukan pengajuan kepengurusan surat pindah.
Dwi hari ini (12/5), mengurus surat pindah dilayani oleh Bahaudin Dawami, SE, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Karangtengah. Setelah diverifikasi oleh Udin, panggilan akrab dari Bahaudin, dan dinyatakan lengkap maka segera dientry ke sistem database kependudukan. Dwi segera menerima keterangan surat pindah dari Kecamatan Karangtengah.
Demak – Kemarin (11/5) Ahmadi warga desa Banjarrejo Kecamatan Guntur mengambil Kartu Keluarga (KK) yang telah diajukannya pada hari Jumat lalu. Ahmadi mengajukan perubahan elemen data kependudukan karena ada penambahan jiwa atau menambah anggota keluarga, yaitu tambah anak.
Hal ini dibenarkan oleh Maslakhatuzzahro, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Guntur. Bahwa pengajuan tersebut dilengkapi dengan surat keterangan kelahiran dari Bidan, KK asli dari Ahmadi serta fotokopi KTP-el dari pelapor, dalam hal ini adalah Ahmadi selaku ayah dari anak yang ditambahkan ke dalam KK tersebut.
JAYAPURA – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta PT Freeport menghentikan sementara mobilisasi karyawannya dari Tembagapura ke Timika atau sebaliknya. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan perusahaan baik itu karyawan maupun keluarganya.
“Karyawan yang sudah berada di Tembagapura hendaknya tidak diturunkan ke Timika atau sebaliknya namun bila mendesak mereka harus diisolasi terlebih dahulu sebelum membaur dengan rekan-rekannya atau keluarganya, ” harap Klemen di Jayapura, Senin (11/5) malam.
Diakui, dari laporan yang diterima terungkap jumlah kasus Covid-19 di Tembagapura tertinggi di Kabupaten Mimika dan sebagian besar adalah karyawan Freeport.
Management perusahaan penambangan terbesar di Indonesia itu sudah menyatakan akan melakukan tes cepat massal kepada karyawan namun kapan dilaksanakan belum dipastikan. Selain itu Freeport juga menyatakan akan melakukan sendiri pemeriksaan PCR di laboratorium miliknya di Kuala Kencana.
“Langkah yang diambil Freeport diharapkan dapat segera terealisasi sehingga penanganan Covid-19 di kawasan itu maksimal, harap Klemen.
Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mimika tercatat 112 kasus dengan 92 orang dirawat. (Sumber : Republika).
Jakarta, IDN Times – Jubir pemerintah untuk virus corona, dr. Achmad Yurianto mengatakan virus yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2 akan menyerang seluruh bagian paru-paru orang yang tertular.
Dia meminta agar masyarakat lebih hati-hati dengan memakai masker apabila ke luar rumah untuk mencegah penularan virus tersebut.
“COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan menyerang sepanjang saluran pernapasan mulai dari rongga hidung, mulut, langsung ke paru-paru sampai ke gelembung-gelembung akhir paru,” ujarnya dalam siaran tertulis, Senin (11/5).
Yuri menjelaskan virus tersebut tumbuh dan banyak di sepanjang dinding saluran pernapasan. Oleh karena itu pada orang yang di dalam tubuhnya terdapat virus corona pada saat dia batuk, bersin, berbicara, maka sebagian dari dinding saluran pernapasan ini akan terlepas ke luar bersamaan dengan percikan ludah sangat kecil yang disebut droplet.
”Inilah yang menyebar luar ke sekitar dan bisa saja secara langsung mengenai orang lain di saluran napasnya. Atau bisa juga mengenai benda di sekitar yang karena kemudian kita tidak sadar telah menyentuh benda tersebut lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata, maka terjadilah penularan,” katanya.
Mekanisme penularan ini, lanjutnya, harus menjadi dasar dalam memutus rantai penularan. Hal yang harus dilakukan adalah mengisolasi orang yang positif COVID-19. Cara tersebut dinilai tidak mudah karena banyak orang yang dalam tubuhnya terdapat virus corona tapi tanpa gejala.
“Maka dari itu kebijakan pemerintah yang utama adalah mengimbau seluruh masyarakat memakai masker saat ke luar rumah. Memakai masker akan mencegah seseorang tertular dan menulari orang lain. Selain itu pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan tetap diam di rumah,” imbaunya.
Upaya pemerintah hingga saat ini telah berhasil memeriksa 161.351 spesimen dari 116.358 orang. Hasilnya ada penambahan jumlah pasien konfirmasi positif sebanyak 233 orang sehingga total 14.265, pasien sembuh bertambah 183 total 2.881, sedangkan pasien meninggal bertambah 18 total 991. Sebanyak 373 kabupaten/kota telah terdampak di 34 provinsi.
“Penambahan kasus dari hari ke hari merupakan gambaran proses penularan masih terus terjadi, masih ada kasus positif di tengah masyarakat. Karena itu disiplin memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun harus konsisten dilakukan,” tegasnya.
Banten – Memasuki hari ke-18 operasi ketupat kalimaya 2020, Direktorat Lalu Lintas Polda Banten telah memutarbalikan 4.772 kendaraan pemudik di cek point Pintu Tol Merak dan juga jalur alteri menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Kendaraan yang diputar balik didominasi kendaraan pribadi, pengendara motor, bus dan juga travel yang akan menuju Pelabuhan Merak.
“Situasi saat ini kendaraan menuju ke Pelabuhan Merak terpantau landai dan sepi, petugas bersama Dishub Banten masih tetap melakukan pemeriksaan khusus kendaraan atau orang orang yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan merak. Dan sampai saat ini kendaraan mengalami penurunan sampai dengan tujuh persen, dan diharapkan ke depan masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik,” kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, saat ditemui di Pos Cek Point gerbang tol Merak, Senin (11/5) malam.
Wibowo menjelaskan penguatan dari regulasi Permenhub Nomor 25 tahun 2020 yang sudah mengatur pembatasan kendaraan dan orang, telah diperkuat lagi oleh surat edaran gugus tugas nomor 4 Tahun 2020 tentang pembatasan perjalan orang.
“Ada pengecualian pertama orang yg sedang melaksanakan tugas kemudian bersifat orang yang sakit membutuhkan perawatan segera dengan menunjukan dokumen, dan orang orang repatriasi atau mahasiswa yang kuliah diluar negeri namun demikian ada dokumen yang harus dilengkapi,” ujar dia.
Berdasarkan pantauan, jalur menuju Pelabuhan Merak terpantau sepi. Jalur di dominasi oleh kendaraan truk pengangkut barang menuju pelabuhan Merak yang akan menyebrang ke pulau Sumatera. (Sumber : Merdeka)
Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suara dentuman didengar warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Senin (11/5) dini hari, bukan berasal dari kejadian gempa tektonik. Bunyi dentuman itu didengar warga sekitar pukul 00.45 WIB sampai dengan 01.15.
“Setelah dilakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, Jakarta.
BMKG pun memastikan sumber suara dentuman tersebut bukan berasal dari gempa tektonik. Sebab jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, kata Daryono, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan. Dan jika itu terjadi, menurut dia, maka akan tercatat oleh sensor gempa.
“Saat ini BMKG mengoperasikan lebih dari 22 sensor gempa dengan sebaran yang merata di Jawa Tengah. Sehingga jika terjadi gempa di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya maka dipastikan gempa tersebut akan terekam, selanjutnya diproses untuk kami tentukan magnitudo dan lokasi titik episenternya untuk diinformasikan kepada masyarakat,” ujar Daryono.
Dia menjelaskan, bunyi ledakan akibat gempa sangat dangkal lazimnya hanya terjadi sekali saat terjadi patahan batuan dan tidak berulang-ulang. Kejadian itu seperti gempa dangkal yang mengeluarkan dentuman keras di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada 17 Februari 2014.
Menurut dia, Gempa Lereng Merbabu saat itu memiliki magnitudo M 2,7 terjadi pagi hari pukul 06.01.19 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 7,39 LS dan 110,48 BT dengan kedalaman 3 km. Seperti yang dilaporkan warga Desa Sumogawe, gempa yang merusak beberapa rumah ini diikuti suara dentuman keras hingga membuat warga resah, khawatir Gunung Merbabu akan meletus.
Dia menambahkan, ada beberapa kemungkinan penyebab suara dentuman saat terjadi gempa. Fenomena dentuman saat gempa dapat terjadi jika gempa memicu gerakan tanah berupa rayapan tiba-tiba dan sangat cepat di bawah permukaan.
“Kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif, dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan.
Apalagi jika terjadinya patahan batuan tersebut terjadi di kawasan lembah dan ngarai atau di kawasan tersebut banyak rongga batuan sehingga memungkinkan suaranya makin keras karena resonansi. Beberapa peristiwa gempa Bantul 2006 juga mengeluarkan bunyi dan sempat meresahkan warga saat itu. Namun suara dentuman yang terjadi tadi pagi dipastikan bukan dari aktivitas gempa tektonik.”
Suara dentuman keras terdengar warga Solo Raya, Senin (11/5) dini hari. Sejumlah warga mendengarkan suara tersebut saat sedang melakukan ronda malam maupun menyiapkan menu makanan untuk sahur.
“Saya tidak tahu tadi suara apa ya. Kayak dentuman. Kejadiannya sekitar jam 01.00 WIB,” ujar Yuli, warga Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Anto Asmoro (45), warga Desa Menuran, Baki, Sukoharjo menuturkan, saat itu dirinya sedang meronda bersama warga lainnya. Menurutnya, suara yang ia dengar tidak terlalu keras, sehingga sejumlah warga lainnya tidak mendengarkan.
“Cuma sekilas saja mas, mungkin pada nggak dengar karena ada suara ronda dengan kentongan,” katanya.
Bunyi dentuman juga ramai di bahas di media sosial. Salah satunya di akun Instagram @infocegatansolo. Seorang netizen asal Sragen mengabarkan ada suara seperti gluduk (petir) sekitar pukul 00.15 WIB.
“Min mou krungu suara koyo gludug banter ora sekitar jam 12.15an mau?,” tulis salah satu netizen.
Postingan tersebut ditanggapi beragam oleh akun lainnya. Ada yang mendengar dan ada yang tidak. Banyak warga yang mengira hanya suara petir biasa. Namun ada warganet yang mengatakan melihat adanya meteor yang jatuh.
“Meteor jiglok (jatuh) mungkin… cleret ijo terlihat dari Polokarto,” tulis akun @Iyan_2203.
Sejumlah warga lainnya menduga suara tersebut berasal dari Gunung Merapi yang mengalami erupsi. Namun kabar tersebut dibantah Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo. Menurutnya aktivitas Gunung Merapi pada Minggu malam hingga Senin pagi ini landai.
“Saya tidak dengar ada suara dentuman. Kalau ada bukan dari Merapi, karena aktivitas Merapi landai, tidak ada erupsi,” pungkas Bambang. (Sumber : Merdeka)
Pemerintah kian sigap dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak virus corona (covid-19). Rencananya, pemerintah akan memberikan beberapa jenis bantuan sosial berupa bantuan paket sembako, bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT).
Tujuan dari rencana pemberian program bantuan ini adalah guna menjaga daya beli masyarakat di masa corona. Nantinya, semua bantuan tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, dan menyasar kepada warga terdampak secara langsung maupun tak langsung.
Menariknya, menyoal bantuan tunai BST dan BLT, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600.000 setiap bulannnya selama tiga bulan. Sehingga, total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp1,8 juta.
Pemerintah menetapkan sejumlah syarat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan sosial tunai tersebut. Rincian pentingnya adalah:
Calon penerima adalah masyarakat yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di desa.
Calon penerima adalah mereka yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi corona.
Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat. Ini berarti calon penerima BLT dari Dana Desa tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja.
Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa langsung menginformasikannya ke aparat desa.
Jika calon penerima memenuhi syarat, tetapi tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Penduduk (KTP), tetap bisa mendapat bantuan tanpa harus membuat KTP lebih dulu. Tapi, penerima harus berdomisili di desa tersebut dan menulis alamat lengkapnya.
Jika penerima sudah terdaftar dan valid maka BLT akan diberikan melalui tunai dan non tunai. Non tunai diberikan melalui transfer ke rekening bank penerima dan tunai boleh menghubungi aparat desa, bank milik negara atau diambil langsung di kantor pos terdekat.
Cara Klaim BST atau BLT:
Jika Anda termasuk dari warga terdampak covid-19 dan sudah memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial tunai, berikut cara klaimnya:
Pastikan tidak terdaftar di program bantuan sosial pemerintah yang lain
Cek apakah nama Anda sudah terdaftar ke penerima bantuan sosial tunai ke RT/RW setempat
Jika belum, daftarkan diri dengan melampirkan fotokopi KTP untuk diberikan ke kepala desa untuk data Anda diserahkan kepada bank-bank milik negara yang dilibatkan pada program.
Tunggu informasi selanjutnya mengenai pencairan dana ke rekening Anda (jika memilih sistem transfer)
BST akan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pos Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan akan diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang sudah atau terdaftar atau belum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos. (Sumber : Republika)
Jakarta – Ibu hamil sebenarnya termasuk ke dalam golongan yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ya, mereka mendapat keringanan dengan bisa mengganti puasa setelah Ramadhan usai atau dengan membayar fidyah. Meski begitu, ada pula ibu hamil yang tetap ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hal itu tentu saja diperbolehkan, selama kondisi tubuh ibu dan bayi di dalam kandungan sehat. Lantas, bagaimana bila ibu hamil yang berpuasa mengalami keluhan seperti lemas? Apakah hal itu bisa membahayakan janin?
Moms, Anda perlu tahu dulu bahwa salah satu yang menyebabkan ibu hamil lemas saat berpuasa adalah karena pola makan yang salah saat sahur dan berbuka puasa. Demikian yang dikatakan Pakar Nutrisi Indonesia, Dr. dr. Tan Shot Yet.”Ibu hamil itu orang yang kuat loh, asal kebutuhannya terpenuhi baik,” ujar Dr. dr. Tan Shot Yen, saat dihubungi kumparanMOM, Minggu (10/5).Menurut dr. Tan, bila ibu hamil berpuasa, maka ia harus memenuhi kebutuhan nutrisi makanan untuk dirinya dan janin. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu mengonsumsi menu sahur yang bergizi seimbang dan berenergi.
Ya Moms, penting bagi Anda untuk memperhatikan betul asupan makanan yang dikonsumsi. Sebab, apa yang Anda makan juga akan diserap nutrisinya oleh janin lewat plasenta. Penulis buku ‘Resep Panjang Umur Sehat & Sembuh’ itu menyarankan sebaiknya menu buka puasa dan sahur harus terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, buah-buahan, sayuran. “Hanya ditambah saja porsinya, terutama lauk dengan kualitas zat besi lebih bermutu, buah dan sayur agar antioksidannya cukup terpenuhi apalagi zaman pandemi virus corona kayak gini,” jelasnya. Anda juga bisa memilih makanan yang mampu melepas energi secara perlahan, Moms. Seperti bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah, karena nasi merah karbohidrat kompleks yang masih kaya kandungan vitamin dan mineralnya.
Selain itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa. Sebab, gorengan mengandung lemak jahat dan vitamin yang terkandung didalamnya sudah hilang melalui proses menggoreng dengan suhu tinggi. Tak hanya itu, kandungan minyak di dalamnya rentan menimbulkan radang tenggorokan yang memicu batuk. “Yang dibutuhkan lemak sehat, bukan “minyak goreng”. Terjemahan healthy fats tidak sama dengan oils, itu yang perlu dipahami,” ujar dr. Tan. Menurut dr. Tan, ibu hamil perlu mengonsumsi lemak sehat, baik saat sedang berpuasa ataupun tidak. Hal itu penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak cepat merasa lemas. Anda bisa menemukan makanan yang mengandung lemak sehat pada telur, ikan, kelapa, kacang-kacangan, bahkan alpukat.
Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka puasa. Setidaknya, Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 1,5 hingga 2 liter air per hari, di antara waktu berbuka puasa dan sahur. Tapi Moms, jika tubuh Anda lemas saat puasa dan disertai dengan demam, muntah, bibir kering, pusing, maka segeralah membatalkan puasa Anda, serta hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka puasa. Setidaknya, Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 1,5 hingga 2 liter air per hari, di antara waktu berbuka puasa dan sahur. Tapi Moms, jika tubuh Anda lemas saat puasa dan disertai dengan demam, muntah, bibir kering, pusing, maka segeralah membatalkan puasa Anda, serta hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Demak – Hal tersebut tidak terlepas dari kasus pembajakan akun WhatsApp yang dialami oleh aktivis Ravio Patra, dan kemudian akun itu dipakai untuk menyebar pesan hasutan.Yang terbaru, sedang viral pesan yang menggambarkan akun WhatsApp ter-logout tanpa sebab yang jelas, lalu meminta pengguna untuk melakukan verifikasi nomor HP.Karena banyaknya kasus peretasan akun itu, kumparanTECH meminta tanggapan WhatsApp terkait keamanan akun pengguna mereka. Namun, aplikasi pesan instan milik Facebook itu tidak bersedia memberi tanggapan. Mereka hanya memberikan sejumlah tips agar akun pengguna tetap aman dari percobaan peretasan dari hacker.
Verifikasi dua langkah adalah upaya WhatsApp untuk memverifikasi apakah benar orang yang masuk ke akun adalah pengguna yang sebenarnya. Fitur ini muncul ketika seseorang hendak masuk ke sebuah akun WhatsApp melalui perangkat baru. Melalui verifikasi dua langkah, orang yang mau masuk ke sebuah akun harus mengisi enam digit PIN yang dibuat oleh pengguna. Dengan demikian, fitur ini mencegah orang lain untuk mengakses akun WhatsApp kamu apabila kartu SIM berhasil dicuri atau dihack.
Menurut sejumlah pakar keamanan siber, fitur ini sering kali disepelekan oleh pengguna. Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh literasi keamanan digital yang masih rendah di Indonesia.Padahal, verifikasi dua langkah atau two step verification itu penting. Sebab, jika hacker tahu kode OTP (one time password) kamu, pelaku tetap tidak bisa masuk ke akun karena mereka tidak tahu PIN yang kamu buat.Untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, kamu cukup masuk ke Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah.
Selain PIN, WhatsApp juga memberikan fitur keamanan biometrik melalui sidik jari (fingerprint). Fitur ini berbeda dengan verifikasi dua langkah, karena fitur fingerprint selalu aktif setiap kamu hendak membuka aplikasi atau ketika WhatsApp terkunci otomatis.Dengan demikian, kamu bisa mencegah orang lain membajak akun karena mereka tidak punya sidik jari kamu. Sensor sidik jari di WhatsApp sendiri terhubung dengan fitur fingerprint yang ada di ponsel, sehingga hanya perangkat yang punya fingerprint yang bisa memakai fitur keamanan ini.
Selain fingerprint, WhatsApp juga menyediakan fitur keamanan berbasis pengenalan wajah Face ID untuk pengguna iPhone.Untuk mengaktifkan fitur fingerprint di WhatsApp Android, kamu hanya perlu masuk ke Pengaturan > Akun > Privasi > kunci sidik jari. Untuk pengguna iOS, cukup masuk ke Pengaturan > Akun > Privasi > Touch ID atau Face ID.
Setelah mengaktifkan sensor sidik jari ini, pengguna bisa memilih kapan durasi WhatsApp untuk mengunci layar. Ada tiga pilihan waktu, yakni ‘Segera’, ‘1 menit’, atau ’30 menit’.WhatsApp juga menyediakan pilihan apakah kamu mau preview notifikasi muncul ketika fitur ini aktif. Tujuannya agar tetap memudahkan kamu membalas chat meski layar sudah terkunci fingerprint. Kamu juga bisa tetap langsung mengangkat panggilan video call ketika mengaktifkan fitur ini.
WhatsApp juga memberikan pilihan kepada kamu untuk mengontrol informasi pribadi apapun yang ada di akun. Kamu bisa memilih siapa saja yang boleh mengetahui informasi pesan dibaca, terakhir dilihat, info, status, dan foto profil kamu. Ada tiga kategori siapa saja yang kamu izinkan untuk melihat informasi pribadi kamu, yakni: ‘Semua orang’, ‘Kontak Saya’, ‘Tidak kepada Siapapun’. Untuk mengaktifkan privasi profil, kamu cukup masuk ke Pengaturan > Akun > Privasi.
Fitur Privasi Grup memungkinkan kamu untuk memilih dan menentukan grup chat mana yang ingin kamu masuk di dalamnya.Untuk mengaturnya, buka Setelan WhatsApp, kemudian ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari opsi berikut: “Semua Orang,” “Kontak Saya,” atau “Kontak Saya Kecuali”.
WhatsApp selalu update aplikasi mereka secara berkala. Update tersebut biasanya terkait dengan penambahan fitur baru atau menutup celah keamanan atau bug agar akun kamu tidak rentan dengan upaya peretasan.
Demak – Kemarin (11/5), Maslakhatuzzahro, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Guntur mengungkapkan bahwa warga di Kecamatan Guntur antusias dalam melakukan pendaftaran kepengurusan dokumen administrasi kependudukan secara online.
Beberapa warga di Kecamatan Guntur ini mendatangi ruang pelayanan di Kecamatan Guntur dan bertanya kepada Zahro mengenai alur di pelayanan online. Dan dijelaskan oleh Zahro hingga mereka menunggu jawaban atau notifikasi mengenai verifikasi akun yang digunakan dari WA/SMS Center Dindukcapil Kab. Demak.