Dindukcapil Kab. Demak Ikuti Rapat Teknis SIPP

Demak – Ervian Ikhe Widowati, S.Sos, pelaksana di Dindukcapil Kab. Demak, pagi ini (12/5) mengikuti Rapat Teknis SIPP (Sistem Informasi Pelayanan Publik) yang diadakan oleh Bagian Organisasi Setda Kab. Demak yang bertempat di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati.

Rapat Teknis SIPP dipimpin oleh Sulistyowati, SS, Kasubbag Pelayanan Publik dan Tata Laksana. Sulistyowati menjelaskan mengenai SIPP, yaitu layanan informasi publik satu pintu berupa aplikasi berbasis website dan dapat diakses masyarakat dengan cepat, mudah, akurat dan akuntabel. Mengingat begitu pentingnya peranan SIPP pada pemerintah daerah maka semua Perangkat Daerah (PD) wajib mengisi SIPP. Jika sebelumnya, yaitu pada tahun 2019 yang mengisi SIPP hanya 3 PD saja, yaitu RSUD Sunan Kalijaga, Dindukcapil dan DINPMPTSP. Maka pada tahun 2020, semua PD wajib mengisi SIPP.

Kenali COVID 19

Demak – Selasa (12/5), Dilansir dari WHO Indonesia, Apakah Anda mengalami gejala #coronavirus? Tidak tahu apa yang harus dilakukan? Selalu ikuti anjuran dinas kesehatan.⁣
⁣
Gejala #COVID19 dapat bervariasi. Kasus ringan umumnya mengalami demam, batuk, & cepat lelah. Kasus sedang: sesak napas atau pneumonia ringan. Dan kasus berat: pneumonia yg parah, kegagalan fungsi organ tubuh lainnya, & kemungkinan terjadi kematian.⁣ Siapa pun yg mengalami sesak napas harus segera meminta pertolongan medis.

Tahan Dirimu Daripada Rinda Jadi Sendu

Demak – Selasa (12/5), Tidak bisa mudik Lebaran ditahun ini memang melahirkan gejolak emosi. Rasa rindu kepada kampung halaman dan orang tua menjadi kesenduan tersendiri.
Walau begitu, tahukah kamu bahwa menurut studi, kelompok usia di atas 50 tahun ke atas akan lebih rentan terinfeksi COVID-19? Memilih tidak mudik sama saja dengan melindungi orang tua serta handai taulan dari infeksi virus.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan aturan Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19. Meski tak bisa mudik dan bertemu tatap muda, jangan jadikan rindu menjadi sendu. Saat ini sudah ada berbagai teknologi yang akan mendekatkan walau berjauhan. Sayangi orang tua dengan tidak mudik, yuk!

Nekat Mudik, Bersiap Putar Balik

Demak – Selasa (12/5) Dikutip dari Divisi Humas Polri, menghimbau bahwa seluruh masyarakat Indonesia supaya mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik demi kebaikan bersama dalam memutus mata rantai Covid-19.

Dan jika melanggar maka pemudik harus bersiap untuk diminta putar balik, kembali ke kota asal. Tidak meneruskan ke tempat tujuan.

Peta Sebaran Covid 19 Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak. Senin, 11 Mei 2020.

Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui.
corona.demakkab.go.id

BPBD Kab. Demak Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Dindukcapil Kab. Demak

Demak – Siang ini (12/5), tepatnya jam 13.00 WIB tim dari BPBD Kabupaten Demak melakukan penyemprotan disinfektan di ruang pelayanan lantai I dan lantai 2 di gedung Ungu Dindukcapil Kab. Demak.

Kegiatan penyemprotan ini dilakukan setelah jam kerja dan pelayanan berakhir, supaya Dindukcapil Kab. Demak terhindar dari penyebaran virus corona, mengingat Dindukcapil Kab. Demak merupakan Perangkat Daerah yang membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kegiatan kepengurusan administrasi kependudukan dan selalu dikunjungi oleh masyarakat Demak.

Banjir di Depan PT. HIT Sayung Sejak Siang, Satlantas Polres Demak Atur Lalu Lintas

Anggota kepolisian Sat Lantas Polres Demak melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat Banjir di depan PT HIT Sayung arah Semarang.

Aipda Tugiharto anggota Sat Lantas yang melakukan pengaturan menyebutkan, ketinggian maksimal banjir di ruas Jalan Pantura mencapai 20 cm.

Tingginya genangan air menghambat laju kendaraan yang melintas. “Ini Jalur Pantura, jalur padat, kita coba lakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas.” “Antara lain menerapkan penarikan arus dan sistem satu lajur sehingga arus lalu lintas menjadi lancar,” sebut Tugiharto
Ia juga mengerahkan rekannya untuk mengarahkan kendaraan kecil agar tidak melintasi Jalur Pantura.

Kendaraan kecil yang menuju Kota Semarang diarahkan untuk melintasi Jalan Onggorawe lewat Mranggen. “akibat rob ini arus lalu lintas terjadi kepadatan hingga kurang lebih sepanjang 1 km.” “Sementara arah sebaliknya normal dan lancar”

Setelah 2 jam dilakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas disekitar lokasi banjir kembali lancar.

Benarkah Minuman Dingin Tidak Baik untuk Berbuka Puasa?

Demak – Dibandingkan minuman hangat, berbuka puasa memang lebih nikmat dengan minuman dingin. Minuman berbuka puasa ini bisa membuat tenggorokan terasa segar setelah berpuasa Ramadhan. Meski segar dan nikmat, minuman dingin sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Dilansir dari Okezone.com, berikut dampak buruk langsung minum dingin saat berbuka puasa.

1. Gangguan pencernaan

Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

2. Mudah terserang penyakit

Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

3. Sakit kepala

Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

Meskipun demikian, sakit kepala akibat minum air dingin saat buka puasa ini biasanya tidak lama. Anda hanya akan merasakannya sebentar saja lalu dengan cepat rasa tersebut hilang lagi.

Untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan tubuh di atas, sebaiknya Anda lebih memilih minuman hangat sebagai pilihan minuman berbuka puasa. Namun bukan berarti Anda tidak boleh minum dingin selama bulan Ramadhan ini, lho. Anda tetap bisa konsumsi minuman dingin untuk berbuka puasa asal tidak terlalu sering.

Daging Babi Diubah Mirip Daging Sapi dengan Boraks, Waspadalah!

Jakarta – Sekitar 63 ton daging babi dikemas menyerupai daging sapi dan dijual di Bandung ramai menjadi perbincangan di sosial media. Diberitakan sebelumnya, empat pelaku mengubah warna daging babi supaya mirip dengan daging sapi dengan menggunakan boraks. Boraks merupakan zat kimia yang terdapat dalam produk rumah tangga seperti detergen, plastik, perabot kayu, dan kosmetik. Berkaitan dengan hal ini, Kompas.com pun menghubungi pakar toksikologi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rer. Nat. Budiawan.

Budiawan mengatakan, boraks merupakan pengawet yang biasa digunakan dalam dunia industri dan bersifat agak basa. “Reaksi yang diharapkan (dengan boraks) ada perubahan warna (pada daging),” ungkap Budiawan kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2020). Biasanya, orang yang menggunakan boraks tekniknya adalah merendam bahan makanan tertentu di dalam larutan boraks, kemudian mengeringkannya. “Dugaan saya, perubahan yang diharapkan (membuat warna daging) tidak terlalu pucat, karena boraks ini kan sifatnya agak basa,” ujar Budiawan. Hal yang menarik menurut Budiawan dari kasus ini adalah pelaku memiliki ide untuk mengubah tekstur daging dengan menggunakan rendaman boraks. Dikatakannya, selain mengubah warna menjadi pucat, rendaman boraks juga mengubah kekenyalan daging babi agar mirip seperti daging sapi pada umumnya. “Hebat juga itu. Dia sampai kepikiran mencoba-coba (boraks) dan di bidang keilmuwan kan bisa dikatakan enggak terpikirkan ke arah situ,” kata Budiawan berkomentar sambil tertawa. “Mungkin awalnya karena boraks mudah didapat (di pasaran). Maka dia coba-coba pakai itu. Biasanya (pemakaian boraks) dilakukan dengan cara direndam. Dan ternyata berhasil, yang menarik adalah mirip daging sapi pada umumnya,” imbuhnya. Dia melanjutkan, daging yang diberi boraks sebenarnya memiliki tekstur kekenyalan yang tetap berbeda dengan daging segar umumnya. (Sumber : Kompas).

Pemerintah Bilang Kurva Penyebaran Covid-19 di Indonesia Melandai, Ini Maksudnya

JAKARTA – Pemerintah menjelaskan maksud kurva penyebaran Covid-19 di Indonesia melandai, meski angka kasus positif terus meningkat.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kurva dikatakan melandai apabila kasusnya menurun secara berkala.

“Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan kurva melandai ini adalah suatu tren yang harusnya kita lihatnya tidak boleh hanya harian, tetapi mingguan.”

“Apabila tren mingguannya makin lama makin menurun, tidak harus banyak tetapi menurun terus, itulah yang disebut sebagai melandai,” jelas Wiku melalui video conference, Senin (11/5/2020).

Misalnya, seperti yang terjadi di DKI Jakarta.

Menurutnya, kasus di DKI sempat tinggi pada April, dan kemudian menurun.

Jumlah kasus positif meningkat lagi, namun dikarenakan pemeriksaan atau tes yang jumlahnya besar.

“Makanya melihat tren tak bisa harian namun beberapa minggu.”

“Lalu Jabar, sempat menurun bagus, namun naik lagi sepekan lalu.”

“Satu data penting sekali untuk tunjukkan tren.”

“Dan kalau beberapa aktivitas ekonomi dibuka, dasarnya harus melihat per daerah, bukan hanya nasional.”

“Itu konteksnya dari kurva melandai,” paparnya. (Sumber : Wartakota)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial