Fenomena Supermoon Terakhir di 2020 Hiasi Langit Indonesia

Saat ini, Kamis (7/5) malam, fenomena Bulan purnama super alias supermoon terakhir di tahun 2020 sedang menghiasi langit malam Indonesia. Selama fenomena ini, Bulan akan terletak di posisi belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi cahaya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan fase puncak ini terjadi pada pukul 17.45 WIB. Saat itu, jarak Bumi dengan Bulan adalah 361.184 kilometer (0,967 x jarak rata-rata Bumi-Bulan) dengan ukuran diameter mencapai 33.08 menit busur.Bulan purnama ini dikenal oleh suku-suku asli Amerika awal sebagai Bulan Bunga Penuh karena ini adalah waktu tahun ketika bunga musim semi muncul dalam jumlah besar. LAPAN juga menyebutkan Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Tanam Jagung dan Bulan Susu.”Ini juga yang terakhir dari empat supermoon untuk tahun 2020. Bulan akan berada pada posisi terdekatnya ke Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya,” tulis LAPAN, dalam postingan mengenai informasi bulan purnama 7 Mei 2020.

PSBB Kota Tegal Berhasil, O Kasus Corona

TEGAL, suaramerdeka.com – Pelaksanaan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal berhasil, dengan menjadi kota pertama di Jawa Tengah dengan nol kasus positif Covid-19.

“Dari satu orang yang positif covid-19, saat ini sudah sembuh sehingga Kota Tegal saat ini nol kasus positif. Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDp), grafiknya juga terus melandai,” kata Wakil Wali Kota Tegal, M Jumadi dalam laporannya di hadapan  Gubernur Jateng , Ganjar Pranowo.

Jumadi menjelaskan penerapan PSBB dimulai pada 23 April 2020 hingga 23 Mei 2020, sudah berhasil mendisiplinkan warganya dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Meski awal penerapan banyak protes dan pelanggaran, namun saat ini masyarakat sudah patuh dan melaksanakan dengan baik aturan yang berlaku.

“Dengan rendahnya angka penularan, maka aktifitas keagamaan di tempat ibadah di beberapa titik masih berjalan normal. Kami akan terus berupaya agar penerapan PSBB ini bisa optimal,” jelasnya.

Kasus Positif Covid-19, 8 Warga Demak Berhasil Sembuh

DEMAK, suaramerdeka.com – Sebanyak 8 warga Kabupaten Demak yang sebelumnya terpapar virus corona dan menjalani perawatan medis, kini telah kembali ke rumah. Mereka dinyatakan sembuh setelah hasil swab menunjukkan negatif covid-19.

Kendati demikian, kedelapan orang tersebut masih akan kembali menjalani test swab pada dua pekan ke depan untuk memastikan tidak terpapar ulang.

Mereka masih diminta untuk membatasi diri, serta membiasakan hidup bersih dan sehat termasuk menjaga asupan makanan seimbang.

Juru bicara Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Demak, dokter Singgih Setyono MKes mengatakan, sembuhnya 8 warga dari covid-19 tersebut menjadi kabar gembira.

Namun demikian tidak berarti wabah tersebut telah hilang dari wilayah Kabupaten Demak. Masyarakat harus tetap mewaspadai mengingat virus corona bisa mengancam keselamatan jiwa manusia.

Singgih Setyono yang juga Sekda Demak itu mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah agar dapat menekan penyebaran korona. Di antaranya adalah mengurangi aktivitas keluar rumah, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta rutin berolahraga.

Belum lama ini Bupati Demak HM Natsir mengeluarkan surat edaran ketentuan pelaksanaan ibadah puasa dan Idhul Fitri di tengah pandemi wabah korona. Di dalamnya berisi imbauan agar kegiatan yang dilakukan oleh massa atau jamaah agar diminimalisasi, seperti mengerjakan shalat tarawih tidak di masjid tetapi di rumah masing-masing. Juga berlaku untuk pelaksanaan shalat Jumat yang diganti shalat di Zuhur di rumah masing-masing.

“Mari kita patuhi bersama agar covid-19 segera menghilang, jika wabah sudah hilang maka kegiatan sosial dan keagamaan akan kembali normal seperti sediakala,” tuturnya.

Sementara itu dari update data pada Demak Tanggap Covid-19 disebutkan jumlah warga yang positif covid-19 sebanyak 24 orang. Delapan di antaranya telah sembuh, kemudian 2 meninggal dunia dan 14 lainnya masih melakukan isolasi di rumah.

Tidak ada lagi pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit, baik rumah sakit di Demak maupun di daerah lain.

Adapun warga yang terkategori Pasien Dalam Pengawasan terdapat sebanyak 30 orang, 27 di antaranya telah selesai pengawasan dan 3 pasien masih menjalani perawatan.

Untuk ODP terdata sebayak 45 orang masih dalam proses pemantauan, dan 630 orang lainnya dinatakan telah selesai atau melewati masa pemantauan.

Cegah Virus Corona, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipasangi Gerbang Sterilisasi

Arab Saudi telah memasang gerbang sterilisasi diri di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Dilansir dari Middle East Monitor, langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah bertajuk ‘Bersama-sama Menjaga’ sebagai langkah pencegahan.

Presidensi Umum untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meresmikan gerbang ini pada Kamis (7/5). Gerbang tersebut dengan canggihnya mampu mensterilkan orang dengan semprotan antiseptik dan dilengkapi kamera termal untuk mendeteksi suhu dari jarak 6 meter. Tak sampai di situ, alat itu juga dilengkapi layar pintar untuk membaca suhu, sehingga ia bisa membaca suhu beberapa orang secara bersamaan.
Arab Saudi telah menutup kedua masjid itu untuk para jemaah. Hanya para ulama dan pekerja yang dibolehkan mengaksesnya selama Ramadan untuk memastikan situs tersebut tetap dipakai untuk beribadah dan berdoa (sumber : Akurat.co)

UN 2020 Batal, Siswa Lulus Tetap Dapat Ijazah

Jakarta- Pemerintah menjamin siswa yang lulus tahun ini tetap mendapatkan lembar ijazah resmi. Bukan ijazah dalam format dokumen soft copy atau portable document format (PDF). Siswa yang mendesak membutuhkan ijazah akan diberi surat keterangan lulus terlebih dahulu.

Sebagaimana diketahui, tahun ini pemerintah membatalkan pelaksanaan ujian nasional (UN) karena pandemi Covid-19. Kelulusan siswa mengacu pada ujian akhir sekolah, nilai rapor, dan lainnya. Untuk jenjang SMA/MA sederajat, kelulusan diumumkan Sabtu lalu (2/5). Sedangkan jenjang SMP/MTs sederajat diumumkan 2 Juni.

Kasubdit Kurikulum Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Ahmad Hidayatullah menjelaskan, meskipun tidak ada UN, ijazah tetap diberikan kepada siswa secara fisik. ’’Ijazah itu dokumen negara. Tetapi, format blangko. Negara tetap hadir menyiapkan ijazah gratis untuk semua tingkatan,’’ katanya.

Sampai saat ini ijazah memang belum diberikan kepada siswa. Siswa baru mendapatkan pengumuman kelulusan dari madrasah masing-masing. Menurut Ahmad, sama seperti biasanya, ijazah tidak langsung keluar saat pengumuman kelulusan siswa. Diperkirakan, ijazah fisik diberikan kepada siswa pada akhir Mei atau awal Juni.

Dia menjelaskan, kelulusan ditetapkan tiap-tiap madrasah. ’’Karena tahun ini tidak ada UN, Kemenag pusat belum memiliki data berapa siswa yang lulus atau tidak lulus,’’ katanya kemarin (4/5). Kemenag masih menunggu laporan secara berjenjang dari sekolah sampai ke tingkat pusat.

Ijazah, kata dia, diberikan secara gratis kepada siswa di madrasah maupun sekolah. Bagi siswa yang membutuhkannya untuk keperluan darurat, bisa dikeluarkan surat kelulusan sementara. Misalnya, untuk syarat administrasi SNMPTN atau lainnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendis Kemenag Ahmad Umar menuturkan, tak adanya UN tahun ini tidak akan berpengaruh pada kualitas lulusan madrasah. ’’Sejak beberapa tahun kita dorong siswa di madrasah untuk belajar dengan kesadaran dan belajar sebagai badah,’’ jelasnya. Dengan demikian, meskipun tidak ada UN, anak-anak diharapkan tetap belajar dengan tekun.

Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad juga menyatakan bahwa semua siswa yang sudah dinyatakan lulus oleh sekolah akan tetap mendapat ijazah. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan dari setiap provinsi mengenai tingkat kelulusan masing-masing. ”Batas akhir 31 Agustus (laporan provinsi, Red). Laporan dari sekolah kita tunggu melalui dapodik yang masih lama update-nya,” ujarnya singkat.

Pengumuman oleh setiap sekolah memang telah dilakukan Sabtu (2/5). Sejumlah siswa ramai-ramai merayakannya dengan cara yang berbeda dari tahun lalu. Validitaa, misalnya. Melalui akun Twitter-nya, dia membagikan foto perayaan secara online. Dia memasang foto satu kelas dengan seragam yang penuh coretan warna-warni. ”#Lulus jalurcorona coret-coret onlen yeyy,” ujarnya. (sumber : Jawa Pos)

Jika Terpaksa Keluar Rumah, Pilih Anggota Keluarga dengan Daya Tahan Tubuh Oke

Selama pandemi Virus Corona COVID-19 ini, masyarakat di Indonesia diharuskan untuk terus tetap berada di rumah dan tidak bepergian, guna mencegah penyebaran virus menjadi lebih banyak lagi.

Namun untuk mereka yang terpaksa harus keluar rumah untuk membeli berbagai macam kebutuhan rumah tangga maupun mengurus keperluan lain, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19Dr. Achmad Yurianto, memberikan himbauan terkait hal tersebut.

Anggota keluarga yang harus keluar rumah disarankan tidak perlu banyak orang. Selain itu, Yuri juga berharap orang yang keluar rumah adalah orang yang dirasa paling sehat. Hal itu disampaikannya dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu, (6/5).
 
“Jika terpaksa keluar dari rumah, pilihlah anggota di rumah kita yang punya daya tahan tubuh baik, imunitas yang baik, biar dia yang keluar. Tetapi batasi waktunya, (keluar rumah) untuk hal yang sangat mendesak,” ungkap Yuri tegas.

Saat terpaksa keluar rumah, Yuri juga mengingatkan agar kamu harus memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter dan tidak menaiki kendaraan umum yang penuh sesak.

Saat keperluan yang harus dilakukan seseorang di luar rumah selesai, Yuri mengingatkan agar kamu cepat-cepat kembali pulang ke rumah, tidak memaksakan diri dan egois untuk berlama-lama di luar rumah.

Sesampai di rumah, orang yang dari luar rumah tersebut harus segera melepaskan masker dan mencucinya, lalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengganti pakaian, kalau perlu mandi dan bersihkan diri dengan baik.

Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sudah berlaku di banyak wilayah Indonesia dikatakan Yuri bukan untuk mengatur masyarakat, tetapi untuk mengatur agar penyebaran wabah Virus Corona berhenti. Ya, agar penyakit COVID-19 tidak menular lagi.

“Mari kita gunakan pembatasan sosial ini sebagai pembatasan aktivitas sosial kita masing-masing agar kemudian secara bersama-sama bisa memutuskan rantai penularan ini karena kita tahu manakala kemudian ada kelompok yang rentan, saudara kita yang usia lanjut usia, penyakit kronis akan fatal akibatnya bila terinfeksi COVID 19 ini,” pungkas Yuri

Berkhitan, Sarana Penyucian Diri dalam Islam

Khitan atau sering disebut Sunat adalah kegiatan memotong kulit ujung penis. Berkhitan artinya membuang bagian tubuh yang menjadi tempat berdiam najis, kotoran, dan bakteri. Bagian tersebut dibuang karena berdekatan dengan lubang pembuangan urine sehingga mengandung kotoran yang mengendap dan tertahan.

Berkhitan merupakan sebuah cara penyucian diri dalam Islam, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Kesucian (fitrah) itu ada lima: Khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari).

Menurut kebanyakan ulama, Khitan wajib hukumnya bagi laki-laki dan dilakukan sebelum baligh karena usia baligh merupakan saat diwajibkannya melaksanakan salat. Apabila Khitan tidak dilakukan, maka salatnya tidak sah karena pada tubuhnya masih terkandung najis yang menempel akibat buang air kecil.

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu Rasulullah saw bersabda: ”Bahwa Nabi Ibrahim melaksanakan Khitan ketika berusia 80 tahun, beliau Khitan dengan menggunakan kapak.” (H.R. Bukhari)

Pensyariatan Khitan bagi Nabi Ibrahim as, walaupun sudah berusia tua adalah penguat bahwa Khitan hukumnya wajib untuk dilakukan bagi laki-laki. Orang yang baru masuk agama Islam (mualaf) laki-laki yang belum berkhitan wajib untuk dikhitan karena kewajiban melaksanakan salat.

Waktu melakukan Khitan berbeda-beda sesuai daerah dan kebiasaan masyarakat tertentu. Ada yang melakukannya pada usia 3-5 tahun, ada yang melakukannya pada usia 10-15 tahun. Di Indonesia, Khitan anak laki-laki biasanya dilakukan pada usia 3-9 tahun.

Sedangkan Rasulullah mengkhitan cucu beliau yakni Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib pada usia tujuh hari.

Alasan dilakukan Khitan pada masa sebelum baligh adalah karena kulit anak-anak mudah untuk sembuh. Selain itu, anak-anak juga tidak mendapatkan beban dosa akibat terbukanya aurat, sehingga tidak berdosa untuk disentuh dan dilihat ketika dikhitan.

Tanah Sengketa Ganjal Pengerjaan Tol Semarang-Demak

Demak – Pengerjaan jalan tol Semarang-Demak, utamanya yang berada di wilayah Kabupaten Demak hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya, pembebasan lahan yang masih menjadi sengketa keluarga.

Ini seperti yang terjadi di lahan Supiyah dan Suciati warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah yang dibebaskan tahun 1997. Tanah sengketa tersebut merupakan tanah warisan. Di titik tol yang lain, masalah yang sedang dihadapai adalah soal kepemilikan ganda atau dobel sertifikat. Kini, sengketa itu masih dalam proses di pengadilan.

Humas PT Pembangunan Perumahan (PP),  Robby Suwarna mengatakan, selain tanah sengketa warisan itu, tanah ruas jalan tol yang masih dalam proses penyelesaian adalah tanah wakaf Kadilangu. Informasi yang diterima, kata Robby, data sertifikat tanah sudah ada di Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Tinggal menunggu penetapan lokasi tanah pengganti. Pihak Yayasan (Sunan Kalijaga) kabarnya minta pengganti tanah wakaf di Kadilangu. Tapi, pihak BPN menyiapkan lahan di Dempet,” ujar Robby dikantornya.

Tanah wakaf Kadilangu sendiri ada sekitar 60 bidang atau sekitar 10 ribuan meter persegi.  “Kalau yang tanah wakaf kadilangu sudah klir, sebetulnya pengerjaan jalan tol bisa dimulai juga dari Kadilangu juga. Dlokasi tersebut diantaranya untuk lahan exit tol. Tapi, sekarang masih menunggu penyelesaian tanah wakaf itu,” ujarnya.

Dia berharap, tanah sengketa yang dihadapi maupun tanah wakaf Kadilangu bisa segera dapat diselesaikan. “Pertengahan puasa kita lakukan evaluasi dihentikan sementara dan lanjut setelah lebaran,” imbuh Robby. (Sumber : Radar Semarang)

Selain Buah dan Sayur, Vitamin C Terdapat di Mana Lagi?

 Jakarta Selama social distancing, kita diimbau untuk selalu menjaga kesehatan walaupun di rumah. Salah satu asupan yang bisa menjaga daya tahan tubuh ialah Vitamin C. 

Vitamin C adalah salah satu asupan yang dibutuhkan untuk pengembangan fungsi tubuh. Selama ini, kebanyakan orang hanya mengenal vitamin C sebagai kandungan ampuh mencegah flu dan menjaga sistem imun. Padahal, vitamin C punya peranan lebih kompleks dari sekadar fungsi yang telah disebutkan. Agar lebih jelas, dilansir Liputan6.com, berikut fakta mengenai vitamin C yang mungkin belum kamu ketahui.

Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta imun, vitamin C juga bisa menurunkan kadar tekanan darah. Menurut penelitian, dengan mengonsumsi vitamin C, mampu menurunkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4.85 mmHg dan diabolik 1.67 mmHg. Perlu diketahui, tekanan darah tinggi biasanya menyebabkan penyakit jantung. 

Seperti dibahas di atas, vitamin C merupakan sumber antioksidan yang bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung dan memperbaiki proses oksidatif. Tak hanya itu, vitamin C juga mampu meminimalisir risiko penyakit kanker paru-paru, payudara dan usus. 

Untuk itu, mengonsumsi vitamin c adalah hal yang perlu dilakukan saat ini, mengingat adanya penyebaran virus. Kamu cukup mengonsumsi buah-buahan seperti, Kiwi, pepaya, jeruk dan jambu untuk mendapatkan asupan vitamin c bagi tubuh. Selain buah, vitamin c banyak terdapat di cabai, paprika, tomat, dan brokoli. Selain itu, kamu juga bisa vitamin C dari camilan, es krim misalnya.

Semua Moda Transportasi Penumpang Beroperasi Kembali

Jakarta –

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan regulasi turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 tahun 2020.

Regulasi turunan ini nantinya bakal memuat ketentuan soal kembalinya operasional moda transportasi untuk mengangkut penumpang. Namun demikian, Menhub Budi bilang regulasi ini bukan relaksasi, melainkan aturan penjabaran.

“Ini penjabaran ya, bukan relaksasi. Jadi dimungkinkan semua angkutan baik udara, kereta api, laut, bus untuk kembali beroperasi,” kata Menhub Budi dalam rapat virtual bersama Komisi V DPR, Rabu (6/5/2020).

Menhub Budi melanjutkan, meski nantinya diperbolehkan beroperasi kembali, hal itu harus dibarengi dengan implementasi protokol kesehatan yang kriterianya akan diatur oleh BNPB dan Kementerian Kesehatan. Lebih lanjut, operasional moda transportasi bakal beroperasi mulai besok, 7 Mei 2020.

“Rencananya, operasinya mulai besok 7 Mei, pesawat segala macam dengan penumpang khusus tapi tidak boleh mudik,” katanya.

Dirinya menjelaskan, nantinya perjalanan yang diperbolehkan hanya mencakup penugasan kerja, kegiatan bisnis dan logistik.

“Jadi misalnya saya ke Palembang, tapi bukan untuk mudik, tapi untuk mantau LRT, itu boleh,” paparnya.  

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial