Manfaat Alpukat untuk Kesehatan

Demak — Senin (04/05) Saat bulan Ramadhan, buah alpukat termasuk salah satu buah yang digemari dan dicari. Baik dikonsumsi dalam bentuk utuh maupun dibentuk dalam bentuk jus. Alpukat sebagai buah tentu banyak mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Mengonsumsinya secara teratur akan memberi efek yang baik untuk kesehatan.

Alpukat juga merupakan sumber potasium. Potasium membantu menurunkan tekanan darah dengan bertindak sebagai diuretik alami yang membuang sisa sodium keluar dari tubuh. Dengan kata lain, ini sangat bermanfaat untuk melepaskan tekanan pada jantung dan arteri. Menyantap alpukat dapat membantu tubuh menyerap lebih banyak antioksidan dari makanan sehat lainnya. Studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa memadukan alpukat dengan saus tomat dan wortel bisa meningkatkan penyerapan vitamin A yang terdapat di sayur-sayuran.

Banyak orang yang menganggap bahwa memakan makanan berlemak akan menyebabkan kegemukan. Padahal, memakan jenis lemak yang tepat justru bisa membantu menurunkan berat badan. Lemak yang berasal dari tanaman seperti alpukat bahkab mengandung zat antioksidan serta membantu memerangi inflamasi, dimana keduanya ini dikaitkan dengan pengelolaan berat badan. Alpukat mengandung sekitar 22 gram lemak baik. Memakan lemak baik membantu memperlambat kekosongan perut. Artinya, mengonsumsi alpukat akan memberi efek mengenyangkan yang cukup lama. Dalam sebuah ditemukan, setengah buah yang ditambahkan ke dalam menu makanan dapat menurunkan keinginan untuk makan kembali selama lima jam kedepan.

Asam lemak tak jenuh tunggal atau MUFA yang terkandung di dalam alpukat dapat memangkas kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Ini berarti alpukat bisa menurunkan risiko penyakit jantung, pembunuh nomor 1 baik pria maupun perempuan.

Wamenag Minta Tokoh Agama Beri Panduan agar Warga Bisa Tarawih di Rumah

Jakarta – 

Sebagian masyarakat hingga kini masih ada melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid, meskipun wabah virus Corona (COVID-19) sedang melanda. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid meminta para tokoh agama Islam memberikan panduan agar masyarakat bisa menjalankan tarawih di rumah.

Bukan tanpa alasan mengapa Zainut meminta para tokoh agama Islam memberikan panduan tarawih di rumah. Sebab, dia menyebut tingkat pengetahuan masyarakat yang masih lemah.

“Memang benar masyarakat kita ini tingkat literasi masih lemah. Untuk itu, perlu ada bentuk-bentuk sosialisasi dalam bentuk yang lain, tidak hanya bentuk tulisan. Mungkin pamflet, video dan sebagainya,” ujar Zainut dalam acara bertajuk ‘Optimalisasi Ibadah di Rumah di Tengah Pandemi’ yang disiarkan secara online, Selasa (4/5/2020).

Zainut mengatakan Kemenag telah melakukan penelitian mengapa masih banyak yang Tarawih berjemaah di masjid. Hasilnya, kata dia, ada masyarakat yang masih belum mengetahui cara tarawih di rumah.

“Memang lagi-lagi kami juga harus melakukan evaluasi. Mungkin kami juga berpendapat kenapa masyarakat melakukan Tarawih. Setelah melakukan penelitian kecil-kecilan, ternyata mereka memang selama ini kalau misalnya harus salat sendiri itu dia tidak bisa,” katanya.

Untuk itu, Zainut meminta penyuluh agama di setiap daerah untuk senantiasa memberikan edukasi kepada masyarakat. Maka, sebut dia, masyarakat memiliki pengetahuan untuk melaksanakan ibadah yang selama ini dijalankan di masjid, diganti dengan di rumah.

“Ini harus diberikan panduan, tuntutan, saya kira ini tugas bapak-bapak memberikan bimbingan bagaimana cara salat di rumah dengan keluarganya, saya kira ini bagian kita untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya. (sumber : detik.com)

Data Corona Terkait Indonesia, 4 Mei 2020 Per Pukul 16.30 WIB

Jakarta – Kini sudah ada 11.587 kasus positif COVID-19 di Indonesia. Dari jumlah total tersebut, ada 1.954 orang yang sembuh dan 864 orang yang meninggal dunia. Ratusan ribu orang menjadi orang dalam pemantauan.

Data terbaru ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam siaran langsung kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (4/5/2020) sore. Dibanding data Minggu (3/5) kemarin, terjadi peningkatan 395 kasus positif COVID-19 selama sehari. Angka kesembuhan meningkat 78 orang, dan angka kematian meningkat 19 orang.

Total ada 238.178 orang dalam pemantauan (ODP) dan 24.020 pasien dalam pengawasan (PDP). Kasus virus Corona ini tersebar di 34 provinsi. (sumber : Detik.com)

Begini Cara Dapatkan Token Listrik Gratis Bulan Mei dari PLN

Demak – Klaim token listrik gratis dan diskon 50 persen dari PLN kembali dapat diakukan di bulan Mei 2020. Untuk mendapatkan token listrik gratis para pengguna bisa login melalui www.pln.co.id Per bulan Mei 2020, PLN kembali memberikan stimulus untuk masyarakat terdampak COVID-19. Token gratis PLN yang diberikan adalah untuk pengguna listrik 450 VA dan 900 VA prabayar. Untuk melakukan klaim token listrik ada dua metode yang bisa digunakan diantaranya adalah sebagai berikut:

Melalui Website www.pln.co.id, Menurut pantauan dari Times Indonesia melalui website PLN, ketika membuka website tersebut anda akan diarahkan ke layar yang berisi tentang stimulus Covid-19. Klik stimulus Covid-19 untuk mendapatkan token gratis atau diskon. Setelah itu masukkan ID Pelanggan/Nomor Meter pada kolom pencarian.

Warga Luar Daerah Dilarang Masuk Ke Desa Sidogemah Sayung Demak

 DEMAK – Dalam situasi pendemiCovid-19Desa Sidogemah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menerapkan pembatasan sementara pengunjung. Namun masih ada warga luar desa, biasanya pemancing, tetap berusaha masuk disaat warga melaksanakan sholat Tarawih. “Di gang-gang masuk sudah kami beri peringatan berupa tulisan peringatan, tapi para pemancing tetap masuk saat warga di sini sedang malaksanakan shalat tarawih,” ujar Hanafi, Kepala Desa Sidogemah Sayung di Demak, Senin (4/5/2020).

Mayoritas warga Sidogemah yang memiliki usaha tambak ikan, membuat Desa Sidogemah banyak diburu oleh pemancing dari luar daerah. “Alhamdulillah, warga di sini banyak yang mempunyai tambak, jadi banyak didatangi pemancing dari luar daerah,” imbuhnya.

Sampai saat ini, Pemerintah Desa Sidogemah terus mengantisipasi penularan Covid-19 dengan cara membatasi pendatang-pendatang dari luar termasuk pemancing dan penembak ikan. “Karena kami dari pemerintah desa telah mendapat instruksi dari Pemerintah Kecamatan Sayung untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Desa kami,” katanya.

Mulai bulan Maret, sampai Sekarang sudah tercatat 13 orang masuk ke Desa Sidogemah, mereka adalah warga asli Sidogemah yang berasal dari daerah perantauan yang pulang ke kampungnya.

“Untuk warga kami yang pulang dari kota-kota perantauan kami terima dengan baik dan tentunya sesuai dengan prosedur yang berlaku seperti wajib isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing,” ucapnya.

Hanafi menuturkan, pemerintah Desa Sidogemah bekerjasama dengan dinas kesehatan maupun puskesmas untuk selalu memantau kesehatan para pemudik. Jangan sampai warga yang masih dalam masa isolasi nantinya kumpul-kumpul dengan warga Sidogemah yang tidak diisolasi. “Khususnya warga kami yang habis pulang dari zona-zona merah itu tidak boleh kumpul-kumpul dengan warga yang tidak pergi kemana-kemana sebelumnya,” ucapnya. (sumber : Times Indonesia).

Universitas Diponegoro Terjunkan Mahasiswa Atasi Covid-19

SEMARANG – Universitas DiponegoroSemarang, Jawa Tengah terjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu memecahkan masalah Covid-19 di masyarakat. Dengan harapan agar krisis pendemi Covid-19dapat segera selesai.  “Kami mengajak mahasiswa untuk memiliki rasa empati pada masyarkat terdampak Covid-19. Serta mendukung upaya-upaya pemerintah pendemi Covid-19 segera berakhir, dan kehidupan sosial masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan,” ungkap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip, Prof Dr Jamari di Semarang, Senin (4/5/2020).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) kerjasama Dipinegoro Disaster Asisten Response Team (D-Dart) yang keduanya di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro, yang kemudian menerjunkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Harapan kami mahasiswa terpanggil untuk terjun ke masyarakat ini untuk mendukung masyarakat dan penerintah agar situasi dampak pendemi segera pulih. Serta memberikan pengdampingan pada masyarkat terdampak pendemi corona (Covid-19),” katanya.

Selain itu menanamkan semangat penelitian dengan melihat, mengambil data, memberi problem solving untuk masyarakat. “Serta mengajak mahasiswa kerjasama lintas bidang (jurusan) untuk mencari dan memberikan solusi permasalahan masyarakat,” ujarnya.

Ketua P2KKN, Fahmi Arifan menyatakan tahap penanganan ini dilakukan dengan beberapa tahap diantaranya fase pencegahan, penanganan dan rehabilitasi. Pada tahap pencegahan, mengajak agar kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19, dan taat pada aturan prosedur kesehatan sesuai aturan pemerintah. 

“Masa pencegahan ini mahasiswa dapat berkreasi bagaimana masyarakat paham akan bahaya Covid-19. Misalnya dengan membuat media sosialisasi yang mudah dipahami masyarakat. Atau berkreasi menciptkan alternatif peralatan kesehatan yang aman,” ujarnya.
 
Pelaksanaan KKN Tematik ini diikuti hampir empat ratus mahasiswa, dilaksanakan pada bulan April dan Mei ini. Selama mahasiswa berkegiatan menggunakan sistem teleconference, dengan masyarakat dan pembimbingnya. “Semua proses KKNTematik ini terdokumentasi dalam bentuk video dan diupload di youtube dan website agar masyarakat umum bisa ikut memanfaatkan hasil pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Diponegoro,” ungkapnya. (sumber : Times Indonesia)

Tunaikan Zakat Di Rumah Saja

Demak – Senin (04/05), Sahabat Dukcapil, untuk mencegah penyebaran #Covid19, yuk tunaikan kewajiban zakat #DiRumahAja. Langsung hubungi Badan Amil Zakat Nasional @baznasindonesia ya.

Kamu juga bisa berzakat melalui berbagai platform e-commerce dan transfer melalui m-banking. Semoga zakat kita mampu menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan. Aamiin 

Pencatatan Perkawinan Di Dindukcapil Kab. Demak Di Tengah Pandemi Covid 19

Demak – Senin (04/05). Telah dilaksanakan Pencatatan Perkawinan di Ruang Pertemuan Dindukcapil Kab. Demak yang dipimpin oleh Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Ili Carli, SH dan Kasi Perkawinan, Perceraian, Perubahan Status Anak dan Pewarganegaraan, Budi Hendrawati. Ditengah pandemi covid 19 ini, pencatatan perkawinan tetap dilangsungkan, tentu saja dengan mengambil jarak aman yaitu minimal 1 mater, dan masing-masing mempelai hanya boleh menghadirkan 1 saksi saja dari perwakilan keluarga.

Pencatatan Perkawinan antara Timotius Sutarom.dan Sofia Yuliana Merry Christina keduanya beralamat di Sudagaran Karangmlati Demak. Selesai Pencatatan, mereka langsung menerima 5 dokumen yaitu Kutipan Akta Perkawinan Suami, Kutipan Akta Perkawinan Istri, KTP-el Suami, KTP-el Istri, KK mempelai.

Pantang Pulang Karena Sayang

Demak – Senin (04/05), Sahabat Dukcapil, sayangi diri sendiri dan keluarga di kampung halaman dengan konsisten untuk #JanganMudik dan #DiRumahAja ya. Kamu tentu tidak mau kan membawa virus Corona sebagai oleh-olehmu untuk keluarga di kampung?

Tetap sabar untuk berjumpa dengan keluarga di saat yang tepat! Supaya keluarga Sahabat Dukcapil dan Sahabat Dukcapil sendiri juga sennatiasa sehat dan dilindungi Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak Mudik Saat Pandemi

Demak – Senin (04/5), Walau rindu ini berat, kamu #JanganMudik dulu ya Sahabat Dukcapil. Jangan sampai niat silaturahmi berujung Corona untuk orang yang kamu kasihi ? .

Siapa nih Sahabat Dukcapil yang sudah retur tiket mudik? Terima kasih untuk kepedulian dan kesabaranmu ya.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial