Demak – 3 ASN Dindukcapil Kab. Demak, yaitu Dyah Isnaeni, Baharuddin dan R mengikuti lomba pengucapan Pembukaan UUD 1945, Panca Prasetya Korpri dan ASN Core Value di Pendopo Bina Pradja Demak, pada hari ini (Rabu) …
Demak – Senin (4/5), Momen yang paling ditunggu saat Ramadhan adalah lebaran, berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman dan menikmati hidangan khas lebaran menjadi sesuatu yang istimewa bagi kita. Namun saat ini kondisinya sedikit berbeda, ditengah pandemi yang tejadi, ada baiknya kita untuk tetap dirumah saja dan tidak pulang ke kampung halaman dulu.
Karena meskipun kita merasa diri kita sehat, dan tidak ada gejala apapun terkait Covid-19, bisa saja kita menjadi carrier yang berpotensi menularkan virus ini ke keluarga tercinta di kampung halaman, untuk itu lebih baik kita tidak mudik dan tidak piknik. Silaturahmi tetap dapat terjaga dengan jejaring sosial yang ada saat ini, sambut ramadhan ini dengan keikhlasan dan semangat, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang dan menjaga kebersihan diri.
Demak – Senin (4/5), Halo Sahabat Dukcapil, sudah tau belum mau nyiapin makanan untuk berbuka nanti belum? Nah, kali ini ada kami mau kasih ide ke Sahabat Dukcapil, untuk mengenal Hidangan dari Bali.
Yaitu sate susu, yang teksturnya mirip sate daging dengan warna putih kemerahan. Kebanyakan sate yang sering kita temui adalah sate ayam, sate kambing, dan sate usus. Namun sate yang satu ini sangat unik dan jadi favorit masyarakat muslim Bali saat Ramadan.
Demak – Senin (4/5), Ada sebabnya kenapa anak yang belum akil balig belum diwajibkan untuk berpuasa. Karena ketika puasa, kadar gula dan nutrisi lain di dalam darah akan mengalami penurunan. Padahal gula sama nutrisi ini yang jadi penunjang pertumbuhn dan perkembangan otak anak.
Tapi, bukannya terus tidak boleh dikenalkan ya. Untuk melatihnya tentu boleh dan dilakukan secara bertahap biar mereka sudah bisa lancar melakukan kewajiban ini saat dewasa. Jangan ragu juga untuk memberikan hadiah atau reward untuk mereka yang berhasil melakukan ibadah puasa dengan baik biar mereka makin termotivasi.
Demak – Senin (4/5), Bahaudin Dawami, SE, Pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Operator di TPDK Kecamatan Karangtengah ini melayani salah seorang warga yang mengajukan permohonan pembuatan Kartu Keluara (KK) baru.
Pengajuan permohonan pembuatan KK atas nama Siti Muryati warga desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah ini sudah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat KK baru. Sehingga segera diproses oleh Bahaudin dengan mengentry data tersebut pada SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).
Semarang – Sejumlah warga yang tetap mudik menggunakan sejumlah cara untuk menghindari penjagaan polisi. Pemudik bersembunyi di dalam mobil yang diangkut truk towing di Semarang, Jawa Tengah. Polisi menemukan sejumlah pemudik yang bersembunyi di dalam mobil yang tertutup terpal.
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Kompol Ferdy Kastalani mengatakan, terbongkarnya aksi nekat pemudik bermula dari kecurigaan aparat. Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Minggu (3/5/2020).
Petugas gabungan yang di antaranya TNI/Polri, Dishub dan Dinkes Kota Semarang itu rutin melakukan penjagaan di batas kota. Ferdy Kastalani menyampaikan, pemudik tersebut ditemukan di batas kota antara Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Ia menambahkan, saat ditemukan petugas, mereka menumpang mobil yang diangkut truk towing. “Di antara perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Semarang sempat kita temukan pemudik yang masih berusaha untuk kembali ke kampungnya,” ujar Ferdy.
“Dengan menggunakan kendaraan yang mereka naikan di atas kendaraan towing,” imbuhnya. Ferdy menuturkan, bermula dari kecurigaan petugas ketika melalukan pemeriksaan di truk towing terdengar ada suara-suara orang. “Jadi hal tersebut berawal dari kecurigaan anggota yang mana pada saat diperiksa ternyata ada suara-suara orang di dalam kendaraan tersebut,” paparnya.
Karena kecurigaan itu, petugas meminta pengemudi untuk membuka terpal. Ia mengatakan, setelah terpal dibuka, ditemukan ada delapan pemudik yang bersembunyi. “Sehingga anggota memerintahkan menyampaikan kepada pengendara untuk membuka,” terang Ferdy Kastalani. “Dan ternyata kita temukan ada para pemudik sekitar delapan orang dalam kendaraan tersebut,” sambungnya.
Ferdy menyebut, pemudik itu berusaha pulang ke kampung halamannya tanpa sepengetahuan polisi. “Mereka masih berusaha, kita lihat mereka itu kendaraannya di atas kendaraan towing.”
“Jadi mereka tetap melakukan usaha supaya menghindari pemeriksaan dari aparat kepolisian,” ujarnya. Pihak kepolisian memang menempatkan sejumlah posko pengawasan untuk mencegah pemudik dari Semarang. Pemudik tersebut terjaring dalam pemeriksaan di pos check point taman unyil Kota Semarang Setelah mereka diperiksa, truk yang membawa mobil pemudik ini diminta polisi putar balik. (Sumber : Tribunnews Jateng)
Demak – Mencuci tangan adalah salah satu cara efektif untuk membatasi penyebaran Covid-19. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur dan menyeluruh selama setidaknya 20 detik bisa berdampak pada kelembaban kulit tangan. Apalagi saat mencuci tangan dengan sabun berbasis alkohol atau pembersih tangan berbasis alkohol. Kulit bisa kering atau pecah-pecah seperti sedang ganti kulit. Lebih parah lagi, seseorang mungkin mengalami dermatitis atau alergi dan ruam-ruam. Mengapa demikian?
Dilansir dari AsiaOne, Minggu (3/5), lapisan atas kulit kita (stratum corneum) adalah lapisan pelindung kunci kulit. Tetapi sering mencuci tangan dengan air berulang-ulang, sabun dan pembersih kulit akan mengganggu lapisan ini. Seiring waktu, cuci tangan bisa menyebabkan kulit kering. Pada akhirnya bisa menyebabkan dermatitis tangan seperti dermatitis kontak iritan, yakni kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit.
Dermatitis kontak iritan lebih sering terjadi pada orang yang melakukan mencuci dan mengeringkan tangan mereka berkali-kali sehari. Mereka termasuk pekerja kesehatan (dokter, perawat, asisten perawatan pribadi), penata rambut, penjual makanan, staf dapur dan petugas kebersihan. Mereka juga dapat terkena iritasi dari pembersih deterjen. Selama pandemi Covid-19, semua orang kini bisa terdampak. Orang dengan eksim dan asma juga berisiko lebih tinggi terkena dermatitis kontak iritan atau mengalami gejala eksim yang mendasarinya.
Lalu bagaimana cara mencegahnya dan solusinya? Pertama, Pilih Sabun Batangan. Orang dengan eksim atau yang pernah mengalami dermatitis kontak sebelumnya akan memiliki kulit yang lebih mudah teriritasi. Meskipun mereka masih dapat menggunakan sanitiser tangan, disarankan agar mereka mencuci tangan dengan sabun yang lembut. Jika bisa cobalah memilih non-sabun sintetis karena memiliki pH yang sama dengan kulit. Sehingga akan mengurangi iritasi. Jika sabun biasa yang berbasis alkohol, umumnya memiliki pH tinggi dan cukup basa. Ini mengganggu lapisan luar kulit. Dan lebih baik pilih sabun batangan. Sebab sabun cair biasanya mengandung wewangian dan pengawet, yang dapat menyebabkan dermatitis. Jadi pilihlah sabun batangan biasa yang tidak berbau.
Kedua, Keringkan tangan dengan seksama, termasuk jaringan jari-jari dan di bawah cincin untuk mengurangi dermatitis yang disebabkan oleh air yang terperangkap. Iritasi dan kerusakan kulit dapat terjadi ketika ada kelembaban yang berlebihan, residu sabun dan air yang terperangkap di antara kulit dan cincin di bawahnya. Ketiga, Pelembab punya formulasi yang berbeda. Gunakan pelembab lebih sering. Krim dan salep memiliki tekstur lebih tebal dan lebih berminyak, efektif untuk mengatasi tangan kering. Gunakan malam.hari lebih efektif.
Keempat, Gunakan sarung tangan pelindung saat melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring atau saat berkebun. Gunakan sarung tangan katun saat melakukan pekerjaan kering, seperti menyapu atau membersihkan debu. Di malam hari, lembabkan tangan lalu kenakan sarung tangan katun. Sehingga memastikan pelembab tetap di tangan dan meningkatkan penetrasi ke kulit. Kelima, Obati dermatitis tangan segera setelah itu terjadi. Jika tidak, maka akan menjadi lebih buruk.
Keenam, Oleskan Petroleum Helly. Jika kehilangan kutikula kuku (pelindung pelindung antara kuku dan lipatan kuku), air akan dapat meresap ke dalam lipatan kuku, menyebabkan pembengkakan dan dermatitis. Gunakan petroleum jelly, untuk mencegah kerusakan air lebih lanjut. Petroleum jelly juga dapat digunakan pada retakan kulit. Terakhir, Mencari Bantuan Medis. Jika ada radang merah, kering, dan gatal, dan menunjukkan dermatitis aktif, cari bantuan dokter umum atau dokter kulit. Anda akan diberi salep mengandung kortikosteroid sampai ruam mereda.
Jakarta – Senin (4/5), Sejumlah warga mengeluh tagihan listriknya bengkak tak lama setelah pandemi Corona (COVID-19) melanda Indonesia. Apakah tarif listrik naik tanpa pemberitahuan? Para warga ini menyampaikan keluhannya di berbagai media sosial. Rata-rata mengaku biaya listrik bulannnya naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, PLN memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak naik, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan di atasnya. Seperti diketahui penetapan tarif dilakukan 3 bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.
“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Executive Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka, dalam keterangan tertulisnya pekan lalu.
Besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut: 1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh 2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh 3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh 4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh
Menurutnya, peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah. “Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktivitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan,” tambah Made. Kalau tagihan listrik di rumah Anda bagaimana kondisinya sekarang? (Sumber : Detik.com)
Jakarta — Senin (4/5) Bulan ramadan 2020terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Di bulan puasa umat Muslim ini, dunia tengah didera wabah virus corona. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah masyarakat yang khawatir akan imunitas tubuh yang menurun saat puasa sehingga risiko terpapar Covid-19 lebih besar. Dokter spesialis penyakit dalam dari Primaya Hospital Tangerang mengungkapkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir imunitas tubuh akan menurun karena puasa di tengah Covid-19.
“Pertama, puasa hanya menggeser jam makan dan minum. Jadi, kebutuhan makan dan minum selama puasa harus terbayar pada waktu kita tidak berpuasa. Prinsip kedua dalam keadaan puasa yaitu kita butuh asupan gizi, nutrisi, dan cairan yang seimbang selama menjalani ibadah puasa,” ungkapnya dalam pernyataan kepada CNNIndonesia.com.
Pada dasarnya proses puasa adalah proses mengistirahatkan organ terutama organ pencernaan dan regenerasi sel yang dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk pertahanan tubuh terhadap berbagai jenis virus atau kuman penyakit.
Saat puasa, Anda tak makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Yang terjadi pada tubuh selama berpuasa adalah sistem pencernaan diistirahatkan dan sel-sel tubuh mengalami regenerasi. Saat puasa, sistem pencernaan yang sebelumnya bekerja terus menerus selama 11 bulan akan beristirahat. Waktu ini digunakan sel-sel tubuh akan memperbaiki diri.
Vivien menambahkan, saat puasa, proses pembentukan komponen sel darah Hematopoietik akan bekerja dengan cara mengeluarkan sel imunitas tubuh lebih baik. Misalnya sel limfosit T dan sel limfosit B untuk pertahanan tubuh. Kedua sel ini akan membentuk antibodi dalam tubuh.
Terkait dengan wabah Covid-19 saat bulan puasa ini, Vivien mengatakan semuanya tergantung pada imunitas tubuh dan pekerjaan seseorang. Puasa diwajibkan hanya untuk orang sehat. Akan ada pertimbangan lain terhadap kewajiban puasa jika seseorang menderita suatu penyakit tertentu di kondisi pandemi saat ini.
Anda dianjurkan juga untuk menyadari kondisi kesehatan diri. Jika kondisi tubuh tak fit maka tak perlu memaksakan diri untuk berpuasa. Sebaliknya, pandemi covid-19 juga sebaiknya tak dijadikan alasan untuk tak berpuasa padahal tubuh dalam kondisi sehat.
“Hal yang penting adalah jaga imunitas tubuh dengan cara makan bernutrisi tinggi, banyak minum, dan istirahat yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. Selama daya tahan tubuh kuat, maka tubuh dapat melawan berbagai macam virus atau kuman. Asupan gizi selama puasa juga harus seimbang.”
“Jangan lupa untuk tetap berjemur 15-20 menit antara jam 9 hingga 10 pagi karena tubuh manusia membutuhkan ultraviolet untuk membentuk vitamin D3, dan juga berolahraga di sore hari.”
Selain itu dia juga menyarankan agar memiliki waktu tidur yang cukup yaitu 8 jam sehari. Waktu tidur yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan daya memori serta membuat jantung menjadi lebih fit. Jika memiliki waktu untuk tidur siang, upayakan tidur siang tidak lebih dari 1 jam.
“Jangan tidur sesaat setelah makan. Hal tersebut bisa menimbulkan GERD (gastroesofageal refluks disease). Jika ingin tidur setelah makan, sebaiknya lakukan 2 jam setelah makan.”
Demak – Senin (4/5), Selamat pagi Sahabat Dukcapil, Saat pandemi seperti sekarang, reaksi kita akan bermacam-macam. Ada tiga zona, yaitu zona ketakutan, zona belajar, zona bertumbuh.
Tidak sedikit yang panik, tapi juga banyak yang tenang dan optimis dapat segera melewati masa pandemi Covid-19. Nah, kalau Sahabat Dukcapil termasuk yang mana?
Demak – Senin (4/5), Sahabat Dukcapil, Tahukah kamu? Pemerintah telah meluncurkan layanan psikologi untuk sehat jiwa (SEJIWA)SEJIWA ditujukan untuk membantu tangani potensi ancaman tekanan psikologi masyarakat di tengah pandemi Virus Corona (Covid19).
SEJIWA mencakup tiga langkah, edukasi publik, konsultasi awal, dan pendampingan. Menurut Sahabat Dukcapil, kegiatan apa yang membuat kita tetap semangat dan optimis saat #DiRumahAja?