Bupati Demak Anjurkan Warganya Untuk Mengenakan Masker

Demak – Senin (06/04/2020). Pemerintah Kabupaten Demak menganjurkan masyarakat Demak untuk menggunakan masker supaya mencegah penyebaran virus COVID-19. Bupati Demak, H.M. Natsir mengatakan masyarakat wajib mengenakan masker atau penutup mulut di luar ruangan, himbau H.M.Natsir dalam pesan singkatnya, Senin (06/04/2020).

Menurut Demak, kewajiban penggunaan masker itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Demak Nomor 440.1/0743/ Tahun 2020 tentang Peran Serta Aktif Masyarakat dalam Penanggulangan Penyebarluasan Corona. Bupati Demak juga menyampaikan, dalam SK tersebut diatur larangan kegiatan yang melibatkan banyak orang, kecuali mendapatkan izin dari pihat terkait. Selain itu, masyarakat yang memiliki gejala batuk pilek, nyeri persendian dan nyeri saat menelan diwajibkan untuk segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit.

Kalau tetangga Anda positif Covid-19, perlukah khawatir?

Demak – Senin (06/04/2020). Dilansir dari Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Adminduk Kemendagri jikalau tetangga Anda positif Covid-19, perlukah khawatir? Jangan musuhi dan kucilkan mereka. TIDAK. Virus tidak bisa gentayangan dari rumah tetangga ke rumah Anda. Ingat, jarak 1,5 meter saja sudah cukup untuk menjauhkan Anda dari virus.

Virus tidak bisa terbang di udara. Ia berada di udara kalau ada orang terinfeksi yang bersin, batuk atau berbicara yang menyemburkan droplet. Itu pun tidak lama. Partikel-partikel air (lendir) yang mengandung virus tadi akan turun, mengendap di permukaan benda-benda mati, tidak akan menyebar ke rumah Anda. Virus juga tidak bisa berjalan.

Apa yang harus Anda lakukan?
Jangan masuk ke rumah tetangga yang positif tertular corona virus desease (covid)-19 tanpa perlindungan memadai (masker). Selama Anda tidak masuk, Anda tidak akan tertular. Kalau terpaksa masuk untuk memberi bantuan misalnya, pakailah masker, ditambah alat perlindungan diri (APD) lain yang bisa Anda dapatkan. Kemudian segeralah ganti baju, mandi dengan sabun (keramas pakai sampo), cuci baju Anda tadi dengan sabun. Sabun akan membunuh virus yang menempel di tubuh Anda. Tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang tertular covid-19. Berbuatlah sebisa Anda untuk membantu mereka.

Apa yang bisa dilakukan untuk membantu warga yg sedang jalani karantina rumah? Pastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi, bersihkan lingkungan sekitar dengan desinfektan. Jaga agar jangan ada orang masuk tanpa kepentingan dan tanpa mengenakan APD. Arahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan tata cara isolasi pasien agar anggota keluarga lain tidak tertular. Orang yang tertular virus tidak ingin dirinya tertular. Mereka butuh cinta, perhatian dan bantuan kita untuk sembuh. Jangan musuhi dan kucilkan mereka!

Sidang Isbat Puasa Ramadan Digelar 23 April Secara Online

Demak – Senin (06/04/2020). Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang akan digelar dengan memanfaatkan sambungan komunikasi jarak jauh atau video konferensi. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa sidang Isbat dengan video konferensi menjadi bagian upaya Kemenag dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Isbat awal Ramadan akan kita gelar dengan kehadiran peserta yang terbatas, selebihnya secara video konferensi,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Menurutnya, hanya sebagian peserta yang dihadirkan ke kantor, yaitu perwakilan MUI, DPR, dan Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya. Untuk pejabat eselon I dan II yang diundang juga hanya dari Ditjen Bimas Islam saja. Undangan lainnya bisa mengikuti malalui saluran komunikasi dalam jaringan (daring) yang akan disiapkan tim Kementerian Agama. “Sidang dimulai sebelum magrib, diawali paparan posisi Hilal awal Ramadan 1441H oleh Cecep Nurwendaya,” kata Kamaruddin. “Setelah Magrib di Jakarta, sidang penetapan digelar tertutup. Hasil sidang diumumkan oleh Menag Fachrul melalui jumpa pers,” sambungnya. Kamaruddin menambahkan, pihaknya sedang mengkaji kemungkinan melakukan video konferensi pers juga sehingga tim media bisa mengikutinya dari kantor masing-masing. (sumber : Liputan 6)

Catat, Wajib Pakai Masker Buat Semua Warga RI Mulai Hari Ini!

Demak – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa pemerintah menjalankan program ‘masker untuk semua’ per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Semua harus menggunakan masker. Masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain, Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala didapatkan di luar,” ujar Yuri pada konferensi pers, Minggu (5/4/2020).

Yuri mengatakan masyarakat harus menggunakan masker kain jika hendak keluar rumah dan ia menganjurkan penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam lalu kemudian harus di cuci dengan sabun. Dikhawatirkan bahwa masih banyak orang yang terkonfirmasi positif corona berkeluyuran di luar dan tanpa kita sadari orang tersebut membawa virus corona melalui droplet. Maka demikian, masker penting untuk digunakan. Lebih lanjut, ia cukup perihatin dengan angka kenaikkan kasus positif di Indonesia tiap harinya karena masyarakat yang kurang peduli dengan penggunaan masker.

“Maka dari itu kami meminta mulai hari ini gunakan masker. Masker untuk semua, saling mengingatkan untuk menggunakan masker,” ujarnya. Kasus positif di Indonesia dilaporkan telah terjadi penambahan kasus sebanyak 181 sehingga saat ini kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 2.273. Sementara itu, jumlah kasus yang sembuh sebanyak 14 orang sehingga total 164 orang. Lalu, kasus yang meninggal bertambah  7 orang, sehingga jumlahnya menjadi 198 orang. (sumber : Info Presiden)

GANJAR TENGOK 14 PEMUDIK YANG DIKARANTINA DI DESA PACET BATANG

BATANG – Perintah untuk mengkarantina pemudik yang pulang kampung telah dijalankan di Jateng. Mereka yang baru tiba dari perantauan, semuanya dikarantina di tempat khusus selama 14 hari.

Salah satu desa yang sudah melaksanakan perintah itu adalah Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Di desa itu, 30 pemudik yang pulang kampung semuanya menjalani karantina. Saat ini, tinggal 14 pemudik yang sedang dikarantina di Gedung PKD setempat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mendapat kabar tersebut tertarik untuk melihatnya. Bersama klub motornya Bandiyem Grup Motoran, Ganjar touring selama dua jam untuk menuju lokasi yang berjarak 80 kilometer dari Kota Semarang itu, Minggu (5/4).

Setibanya di lokasi, Ganjar langsung melihat kondisi para pemudik yang menjalani karantina. Kepada mereka, Ganjar menanyakan kabar dan memberikan semangat. “Semuanya sehat kan? Tetep semangat untuk karantina, ini demi kebaikan bersama,” sapa Ganjar. Dilansir dari Kabar Seputar Muria.

Pemprov Jateng Borong APD Untuk Tenaga Medis

Demak – Minggu (05/04/2020). Para pengusaha garmen di Semarang langsung melakukan akselerasi untuk mengatasi kekurangan APD dalam negeri. “Mereka mengganti jenis produksi dari pakaian ke APD dan tetap menjual, tetapi tanpa melonjakkan harga bahkan jauh lebih murah. Kalau kita bersama, segala keterbatasan pasti bisa teratasi”, ujar Ganjar Pranoro, Gubernur Jawa Tengah.

Perusahaan Garmen yang melakukan produksi masker dan APD di kota Semarang adalah PT Arindo Garmentama yang berlokasi di Kawasan Industri Candi. Masker kain tersebut berasal dari bahan-bahan sisa produksi namun tetap berpedoman pada standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu Pemprov Jateng memborong ribuan masker kain dan APD produksi mereka untuk membantu tenaga medis. Bahkan Ganjar juga meninjau pabrik tersebut, dan melihat cara mereka memproduksi masker dan APD.

Kemenpora Ajak Jaga Kebugaran Untuk Putus Rantai Penyebaran COVID-19

Demak – Minggu, 05/04/2020. Sahabat Dukcapil, penyebaran pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Oleh karena itu, kita masih perlu untuk menjaga diri. Menpora Zainudin Amali kembali mengingatkan kita untuk tetap jaga kebugaran, jaga kebersihan dan jaga jarak sampai keadaan membaik. ⁣

Tetap tegar ya kita semua. Semoga akhir pekan kali ini tetap menyenangkan walaupun cuma dirumah saja ya sahabat dukcapil. Ayo kita semua semangat dan berdoa.

Surat Telegram Kapolri Untuk Mencegah Dan Meminimalisir Penyebaran Covid-19

Demak – Minggu (05/04/2020). Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir penyebaran serta mengurangi resiko Covid-19 yang disebabkan mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia, agar anggota Polri dan PNS Polri beserta keluarga tidak bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama masa berlakunya status keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona.

Untuk itu anggota Polri dan PNS Polri agar menjadi contoh dan mengajak masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya untuk tidak bepergian keluar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1441 H ataupun kegiatan mudik lainnya, Menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antar individu (sosial/physical distancing), Membantu meringankan beban masyarakat yang lebih membutuhkan di sekitar tempat tinggalnya, Menerapkan perilaku hidup bersih.

Dampak Corona, Harga Ikan di Morodemak Turun Drastis

Demak – Dilansir dari Tribun Jateng, Minggu (05/04/2020). Nelayan di Desa Morodemak Kecamatan Bonang mengeluhkan harga ikan turun hingga 100 persen, diperkirakan dampak adanya virus corona. Satu nelayan Morodemak, Ikhwan (55) mengatakan, harga ikan turun sekira tiga minggu belakangan. “Harga ikan kembung biasanya perkilonya Rp 15 ribu, sekarang menjadi sekira Rp 7 ribu,” jelas warga RT 5 RW 3 tersebut kepada Tribunjateng di Morodemak, 4/4/2020.

Ia menjelaskan penurunan harga ikan terjadi di semua jenis ikan, yakni ikan kembung, teri, laosan, tengiri, grabah, dan lainnya. Ia juga menyebut, tempat pelelangan ikan di Morodemak tak lagi mengirimkan ke berbagai kota besar lantaran adanya virus corona ini. “Pelelangan ikan di sini biasanya mengirim ke Semarang, Jakarta, kemudian diekspor untuk ke Cina, Jepang,” imbuhnya.

Lanjutnya, harga teri semula Rp 15 ribu menjadi Rp 8 ribu, ikan kakap semula Rp 40 ribu menjadi Rp 20 ribu, tengiri semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu, laosan semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu. “Sementara ikan grabah semula Rp 18 ribu menjadi Rp 12 ribu,” jelasnya. Dirinya mengaku dalam mencari hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah perairan, di antaranya Demak, Semarang, Kendal, dan Jepara. Kendati demikian, dirinya merasa pasrah lantaran pekerjaan nelayan yang tak menentu keuntungannya. “Harga ikan paling anjlok ya belakangan ini. Tahun sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya. Sementara pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) Morodemak, Masyhudi membenarkan hal tersebut, harga ikan satu basket atau setara 36 kilogram semula Rp 800-900 ribu menjadi Rp 300-400 ribu.

Kudus Tetapkan KLB, 2 Orang Positif Covid19

Demak – Dilansir dari Suara Merdeka, Minggu 05/04/2020. Pemkab Kudus menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah dua pasien positif virus corona (Covid-19). Satu pasien positif warga Kudus yang pulang dari Jakarta dan satu pasien warga Kabupaten Pati yang bekerja di Kabupaten Kudus. Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabuapten Kudus, dokter Andini Aridewi mengatakan, kedua pasien, saat ini, menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSU Loekmonohadi Kudus dan RS Mardi Rahayu.

Andini menjelaskan, satu pasien positif corona warga Kudus, sebenarnya sudah memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun dipulangkan karena tidak ditemukan gejala Covid-19. “Satu pasien lainnya merupakan warga Kabupaten Pati yang bekerja di Kabupaten Kudus. Tim sudah melakukan tracing (pelacakan) riwayat kontak kedua pasien,” kata Andini, Minggu 5/4. Dari penelusuran, diketahui terdata 79 orang pernah kontak dengan kedua pasien positif tersebut. Mereka masuk dalam daftar orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. “Semua OTG telah menjalani rapid test, hasilnya semua negatif. Kami masih kesulitan perangkat untuk melakukan rapid test kedua karena saat ini stoknya kosong,” katanya.

Pemkab telah mengajukan permintaan peralatan rapid test ke Provinsi Jawa Tengah dan berupaya membeli sendiri perangkat rapit test. Namun informasi dari vendor stok barang masih kosong. “Kami telah meminta semua OTG untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka dipantau oleh tim dari Puskesmas dan pemerintah desa. Jika nanti alat sudah ada, akan dilakukan rapid test kedua,” katanya.

Hingga Minggu sore, terdata 18 pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Kudus. Sepuluh PDP berasal dari wilayah Kabupaten Kudus, delapan orang berasal dari luar Kabuaten Kudus. Andini mengatakan, secara kumulatif ada 96 PDP di Kabuaten Kudus. Sebanyak 68 pasien dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, 11 PDP meninggal dunia dengan penyakit penyerta (bawaan), sisanya masih dirawat di rumah sakit.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial