Jangan Lagi Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19

Demak – Dilansir dari Kompas.com, Selasa (07/04/2020). Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat dapat menghormati dan menerima pemakaman jenazah pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19.⁣
⁣
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas berharap tak ada lagi penolakan pemakaman jenazah oleh masyarakat.⁣ “Kita harus bisa menerima dan menghormati serta menyelenggarakan pemakamannya dan jangan lagi ada penolakan-penolakan,” ujar Anwar.

Ayo Terapkan GEMBIRA Saat Dirumah Saja

Demak – Selasa, (07/04/2020) Psikolog Dr. Seto Mulyadi atau yang akrab kita kenal dengan Kak Seto punya tips GEMBIRA untuk para orang tua dalam menjalani aktivitas dirumah saja bersama anak. GEMBIRA merupakan kepanjangan dari Gerak, Emosi cerdas, Makan dan minum sehat, Beribadah di rumah, Istirahat, Rukun dan Aktif berkarya menjadi salah satu cara yang bisa menumbuhkan energi positif untuk diterapkan selama masa di rumah saja mengantisipasi penyebaran wabah virus Covid-19.

Kak Seto memaparkan selama masa dirumah saja, masyarakat didorong untuk tetap bergerak, di antaranya berolahraga, melakukan pekerjaan rumah seperti menjaga kebersihan rumah. Penting juga untuk menata emosi dengan cerdas agar ungkapan perasaan orang tua tidak merusak persahabatan dengan putra putri tercinta. Berikutnya, makan dan minum yang sehat dan bergizi untuk kesehatan keluarga, beribadah dirumah serta istirahat yang cukup untuk memperbaiki kondisi tubuh setelah melakukan banyak aktivitas.

Kak Seto juga menambahkan untuk selalu rukun dan menjaga keharmonisan keluarga dengan ungkapan kasih sayang. Terakhir masyarakat harus aktif berkarya, dengan kegiatan yang disukai maupun bersama keluarga agar mampu mempererat kebersamaan yang selama ini terlupakan.

Pelayanan Adminduk Tetap Berjalan Seperti Biasa

Demak – Jumono, warga Desa Sukorejo Kecamatan Guntur hari ini (07/04/2020) mengurus dokumen administrasi kependudukan di Kecamatan Guntur. Yaitu mengurus perubahan Kartu Keluarga (KK).

Walaupun saat ini wabah virus Corona sedang merebak di Kabupaten Demak pada khususnya, sehingga tetap melakukan pelayanan tetapi dengan menerapkan physical distancing dan memakai masker seperti himbauan dari Pemerintah. Sehingga, Jamiul Faizin, pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas sebagai Koordinator di TPDK Kecamatan Guntur, serta Latif Maulana, Operator Dindukcapil tetap melayani warga di Kecamatan Guntur yang akan mengurus dokumen administrasi kependudukan.

Satu Keluarga ODP, Tetangga Gotong Royong Berikan Dukungan Moril dan Materil

Demak – Selasa (07/04/2020). Adanya berbagai kasus penolakan terhadap korban yang terkait virus corona di beberapa daerah di Indonesia telah menimbulkan rasa keprihatinan. Penolakan tidak hanya dialami oleh korban positif corona saja, namun juga warga dengan status ODP dan PDP yang melakukan isolasi mandiri.

Namun, yang cukup melegakan, ternyata tidak semua warga bersikap demikian. Di sebuah kompleks perumahan, di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, warganya justru bergotong royong membantu korban corona. Saat ada satu keluarga menjadi ODP dan harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari, para tetangga justru bergotong royong membantu mereka.

Sesuai dengan ptotokol kesehatan, warga secara bergiliran mengirimkan logistik berupa makanan dan minuman untuk keluarga tersebut. Tak hanya itu, warga komplek perumahan tersebut juga memberikan dukungan moril agar ODP tidak merasa sendirian.

“Namanya hidup bertetangga, setiap warga adalah saudara kita sendiri. Maka dari itu, harus kita support penuh, supaya tegar,” ujar Taufik, ketua RW 8 Bulusan Tembalang Semarang. Setiap warga ikut terlibat memberikan berbagai bantuan, mulai dari uang, bahan makanan, makanan siap saji, dan tenaga.

“Logistik termasuk vitamin kita kirim dan ditaruh di tempat yang aman di gerbang rumah. Nanti keluarga yang ODP mengambilnya. Sehingga tidak ada kontak fisik sesuai anjuran pemerintah,” lanjut Taufik. Setelah ada kasus PDP dan ODP di kawasan Bulusan Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu warga juga berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan secara swadaya.

Penyemprotan dilakukan pada tempat-tempat umum yang rawan kontak seperti mushola, pintu pagar, taman, pintu gerbang dan lain-lain. Selain itu, warga juga terus memantau lalu lintas warga dan pendatang dengan melakukan pengecekan suhu tubuh. (Dikutip dari ANTVklik).

SE Menteri Agama, Ramadhan Tanpa Buka Bersama Dan Shalat Terawih

Demak – Selasa (07/04/2020). Ramadan tahun ini bakal terasa berbeda bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak akan ada salat Tarawih berjamaah, tadarus di masjid, buka bersama (bukber), hingga sahur on the road (SOTR). Dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 yang diterbitkan kemarin (6/4), aktivitas-aktivitas keagamaan tersebut diminta untuk ditiadakan.

Surat edaran itu tidak hanya mengatur soal ibadah di bulan Ramadan. Tetapi juga terkait dengan pembayaran dan penyaluran zakat serta ibadah 1 Syawal atau Lebaran. ”Surat edaran ini memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam,” kata Menteri Agama Fachrul Razi kemarin.

Surat edaran tersebut, jelas Fachrul, sekaligus bertujuan mencegah dan mengurangi persebaran Covid-19. Dia mengungkapkan, surat edaran itu ditujukan kepada jajaran Kemenag pusat sampai daerah. Sehingga diharapkan bisa menjadi panduan untuk masyarakat umum.

Sepanjang Ramadan, banyak kegiatan ibadah berjamaah atau menghadirkan banyak orang. Misalnya salat Tarawih, bukber, dan pesantren kilat atau sejenisnya. Kegiatan-kegiatan tersebut tetap boleh dilakukan asal di rumah masing-masing.

Kemenag juga menganjurkan agar masyarakat membayarkan zakat harta sebelum bulan puasa. Dengan demikian, zakat mal itu bisa segera didistribusikan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 secara langsung maupun tidak langsung. Penyaluran zakat juga diimbau tidak dilakukan dengan cara pembagian kupon sebagaimana umumnya karena bisa menimbulkan kerumunan. Mengenai pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya digelar berjamaah di masjid atau lapangan, Kemenag masih menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menerangkan, di kalangan ulama ada sebuah kaidah fikih yang sangat terkenal. ”Yaitu tasharroful iman manuthun bil mashlahah,” katanya. Artinya, kebijakan pemerintah harus diorientasikan bagi terciptanya kemaslahatan. ”Agar mata rantai penularan virus korona bisa diputus,” tuturnya. Sehingga pandemi Covid-19 atau virus korona di Indonesia cepat berlalu. Kemudian kehidupan masyarakat bisa cepat pulih seperti semula. Masyarakat bisa kembali beribadah di masjid atau musala dengan tenang tanpa waswas tertular virus Corona.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) juga mengeluarkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Syawal. Di antaranya juga anjuran supaya melakukan ibadah salat Tarawih di rumah masing-masing. Kemudian pada momen Idul Fitri tetap menjalin silaturahmi dengan mengutamakan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk mencegah penularan virus korona. Seluruh warga NU juga diimbau mematuhi ketentuan pemerintah, termasuk anjuran menunda mudik. (sumber : Jawa Pos).

Tidak Perlu Lagi Diperpanjang KTP-el Yang Masa Berlakunya Habis

Demak – Selasa (07/04/2020). Tidak perlu diperpanjang lagi ya KTPel nya walaupun ada masa berlakunya. Terkecuali jika ada perubahan elemen data, rusak atau hilang, maka KTP elektronik bisa diperbarui. Syarat untuk perubahan elemen data pada KTP tentunya sepaket dengan perubahan pada KK, jadi jika ingin memperbarui elemen data, silakan dipenuhi juga persyaratan untuk perubahan KK.

Jika KTPel rusak yang mengakibatkan elemen data tidak terbaca, maka silakan dibawa KTP asli yang rusak dan dilampirkan fotocopy KK untuk dicetakkan KTP yang baru. Jika KTPel hilang, carikan dulu surat kehilangan dari kepolisian, dan juga lampirkan fotocopy KK agar kami bisa lebih cepat dalam memproses penerbitan KTPel yang baru.

Dan untuk saat ini, pelayanan pengurusan dokumen kependudukan masih dalam pelayanan online. Segera setelah situasi kembali normal, maka semua pelayanan baik di Dinas Dukcapil Kab. Demak maupun di 14 Kecamatan se- Kab. Demak akan dibuka kembali. Mari bersama kita bantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran covid 19 agar keadaan segera menjadi normal dan kondusif lagi.

Biaya Kepengurusan Dokumen Kependudukan GRATIS

Demak – Rabu (07/04/2020). Berpegang pada amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013, maka Dokumen Kependudukan ini sangat penting karena mempunyai kekuatan hukum yang mengikat  secara perdata bagi pemiliknya. Misalnya akta kelahiran menunjukan hubungan perdata dari pemilik akta dan orang tuanya, akta kematian juga menunjukan hubungan perdata dari pemilik akta dengan ahli waris demikian pula akta-akta lainnya.

Berapa “BIAYA” Pengurusan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan ?
Sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013, Pengurusan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan TIDAK DIPUNGUT BIAYA atau GRATIIISS. Jadi jangan pernah percaya kepada OKNUM/ORANG yang meminta pembayaran kepada Anda dengan Mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Demak.

Dimana Mengurus Dokumen Kependudukan?

Demak – Selasa (07/04/2020). Kepemilikan dokumen kependudukan tidak hanya penting bagi penduduk yang bersangkutan tapi juga penting bagi pemerintah kita. Kepemilikan dokumen ini pun selain mempunyai kekuatan hukum, juga berperan penting untuk memperoleh pelayanan social dasar yang dibutuhkan seperti Pendidikan, Kesehatan, Lamaran pekerjaan, dan pelayanan sosial lainnya.

Dimana mengurus Dokumen Kependudukan? Dokumen Kependudukan bisa diperoleh masyarakat dengan mengurusnya di Kantor Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dimana penduduk yang bersangkutan berdomisili. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memilik program “STELSEL AKTIF” atau layanan jemput bola dimana petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan pelayanan Dokumen Kependudukan langsung  di desa atau kelurahan.

Dokumen Kependudukan, Apa Itu?

Demak – Selasa (07/04/2020). Sahabat Dukcapil Demak, Dokumen kependudukan  adalah Dokumen resmi yang diterbitkan oleh instansi pelaksana yang mempunyai kekuatan hukum tetap sebaga pendudai alat bukti autentik yang dihasilkan dari pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Seperti Apa Dokumen Kependudukan Itu ? Dokumen kependudukan itu terdiri dari Biodata penduduk, Kartu keluarga, KTP Elektrik, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak.

Pentingkah Dokumen Kependudukan ? Berpegang pada amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013, maka Dokumen Kependudukan ini sangat penting karena mempunyai kekuatan hukum yang mengikat  secara perdata bagi pemiliknya. Misalnya akta kelahiran menunjukan hubungan perdata dari pemilik akta dan orang tuanya, akta kematian juga menunjukan hubungan perdata dari pemilik akta dengan ahli waris demikian pula akta-akta lainnya.

Berani Jujur Itu Baik

Demak – Selasa (07/04/2020). Sahabat Dukcapil Demak mari kita berani jujur, bukan hanya untuk dirimu sendiri tapi juga demi orang yg ada di sekitarmu. Karena dengan begitu, berkat kejujuranmu dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Untuk itu sahabat dukcapil Demak, mari kita isi “Form Penilaian Risiko Pribadi Terhadap Covid-19” dengan jujur. Sahabat Dukcapil Demak, tidak perlu takut. Mari kita bersama melawan COVID-19 dengan jujur.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial