GANJAR TENGOK 14 PEMUDIK YANG DIKARANTINA DI DESA PACET BATANG

BATANG – Perintah untuk mengkarantina pemudik yang pulang kampung telah dijalankan di Jateng. Mereka yang baru tiba dari perantauan, semuanya dikarantina di tempat khusus selama 14 hari.

Salah satu desa yang sudah melaksanakan perintah itu adalah Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Di desa itu, 30 pemudik yang pulang kampung semuanya menjalani karantina. Saat ini, tinggal 14 pemudik yang sedang dikarantina di Gedung PKD setempat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mendapat kabar tersebut tertarik untuk melihatnya. Bersama klub motornya Bandiyem Grup Motoran, Ganjar touring selama dua jam untuk menuju lokasi yang berjarak 80 kilometer dari Kota Semarang itu, Minggu (5/4).

Setibanya di lokasi, Ganjar langsung melihat kondisi para pemudik yang menjalani karantina. Kepada mereka, Ganjar menanyakan kabar dan memberikan semangat. “Semuanya sehat kan? Tetep semangat untuk karantina, ini demi kebaikan bersama,” sapa Ganjar. Dilansir dari Kabar Seputar Muria.

Pemprov Jateng Borong APD Untuk Tenaga Medis

Demak – Minggu (05/04/2020). Para pengusaha garmen di Semarang langsung melakukan akselerasi untuk mengatasi kekurangan APD dalam negeri. “Mereka mengganti jenis produksi dari pakaian ke APD dan tetap menjual, tetapi tanpa melonjakkan harga bahkan jauh lebih murah. Kalau kita bersama, segala keterbatasan pasti bisa teratasi”, ujar Ganjar Pranoro, Gubernur Jawa Tengah.

Perusahaan Garmen yang melakukan produksi masker dan APD di kota Semarang adalah PT Arindo Garmentama yang berlokasi di Kawasan Industri Candi. Masker kain tersebut berasal dari bahan-bahan sisa produksi namun tetap berpedoman pada standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu Pemprov Jateng memborong ribuan masker kain dan APD produksi mereka untuk membantu tenaga medis. Bahkan Ganjar juga meninjau pabrik tersebut, dan melihat cara mereka memproduksi masker dan APD.

Kemenpora Ajak Jaga Kebugaran Untuk Putus Rantai Penyebaran COVID-19

Demak – Minggu, 05/04/2020. Sahabat Dukcapil, penyebaran pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Oleh karena itu, kita masih perlu untuk menjaga diri. Menpora Zainudin Amali kembali mengingatkan kita untuk tetap jaga kebugaran, jaga kebersihan dan jaga jarak sampai keadaan membaik. ⁣
⁣
Tetap tegar ya kita semua. Semoga akhir pekan kali ini tetap menyenangkan walaupun cuma dirumah saja ya sahabat dukcapil. Ayo kita semua semangat dan berdoa.

Surat Telegram Kapolri Untuk Mencegah Dan Meminimalisir Penyebaran Covid-19

Demak – Minggu (05/04/2020). Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir penyebaran serta mengurangi resiko Covid-19 yang disebabkan mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia, agar anggota Polri dan PNS Polri beserta keluarga tidak bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama masa berlakunya status keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona.

Untuk itu anggota Polri dan PNS Polri agar menjadi contoh dan mengajak masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya untuk tidak bepergian keluar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1441 H ataupun kegiatan mudik lainnya, Menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antar individu (sosial/physical distancing), Membantu meringankan beban masyarakat yang lebih membutuhkan di sekitar tempat tinggalnya, Menerapkan perilaku hidup bersih.

Dampak Corona, Harga Ikan di Morodemak Turun Drastis

Demak – Dilansir dari Tribun Jateng, Minggu (05/04/2020). Nelayan di Desa Morodemak Kecamatan Bonang mengeluhkan harga ikan turun hingga 100 persen, diperkirakan dampak adanya virus corona. Satu nelayan Morodemak, Ikhwan (55) mengatakan, harga ikan turun sekira tiga minggu belakangan. “Harga ikan kembung biasanya perkilonya Rp 15 ribu, sekarang menjadi sekira Rp 7 ribu,” jelas warga RT 5 RW 3 tersebut kepada Tribunjateng di Morodemak, 4/4/2020.

Ia menjelaskan penurunan harga ikan terjadi di semua jenis ikan, yakni ikan kembung, teri, laosan, tengiri, grabah, dan lainnya. Ia juga menyebut, tempat pelelangan ikan di Morodemak tak lagi mengirimkan ke berbagai kota besar lantaran adanya virus corona ini. “Pelelangan ikan di sini biasanya mengirim ke Semarang, Jakarta, kemudian diekspor untuk ke Cina, Jepang,” imbuhnya.

Lanjutnya, harga teri semula Rp 15 ribu menjadi Rp 8 ribu, ikan kakap semula Rp 40 ribu menjadi Rp 20 ribu, tengiri semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu, laosan semula Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu. “Sementara ikan grabah semula Rp 18 ribu menjadi Rp 12 ribu,” jelasnya. Dirinya mengaku dalam mencari hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah perairan, di antaranya Demak, Semarang, Kendal, dan Jepara. Kendati demikian, dirinya merasa pasrah lantaran pekerjaan nelayan yang tak menentu keuntungannya. “Harga ikan paling anjlok ya belakangan ini. Tahun sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya. Sementara pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) Morodemak, Masyhudi membenarkan hal tersebut, harga ikan satu basket atau setara 36 kilogram semula Rp 800-900 ribu menjadi Rp 300-400 ribu.

Kudus Tetapkan KLB, 2 Orang Positif Covid19

Demak – Dilansir dari Suara Merdeka, Minggu 05/04/2020. Pemkab Kudus menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah dua pasien positif virus corona (Covid-19). Satu pasien positif warga Kudus yang pulang dari Jakarta dan satu pasien warga Kabupaten Pati yang bekerja di Kabupaten Kudus. Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabuapten Kudus, dokter Andini Aridewi mengatakan, kedua pasien, saat ini, menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSU Loekmonohadi Kudus dan RS Mardi Rahayu.

Andini menjelaskan, satu pasien positif corona warga Kudus, sebenarnya sudah memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun dipulangkan karena tidak ditemukan gejala Covid-19. “Satu pasien lainnya merupakan warga Kabupaten Pati yang bekerja di Kabupaten Kudus. Tim sudah melakukan tracing (pelacakan) riwayat kontak kedua pasien,” kata Andini, Minggu 5/4. Dari penelusuran, diketahui terdata 79 orang pernah kontak dengan kedua pasien positif tersebut. Mereka masuk dalam daftar orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. “Semua OTG telah menjalani rapid test, hasilnya semua negatif. Kami masih kesulitan perangkat untuk melakukan rapid test kedua karena saat ini stoknya kosong,” katanya.

Pemkab telah mengajukan permintaan peralatan rapid test ke Provinsi Jawa Tengah dan berupaya membeli sendiri perangkat rapit test. Namun informasi dari vendor stok barang masih kosong. “Kami telah meminta semua OTG untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka dipantau oleh tim dari Puskesmas dan pemerintah desa. Jika nanti alat sudah ada, akan dilakukan rapid test kedua,” katanya.

Hingga Minggu sore, terdata 18 pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Kudus. Sepuluh PDP berasal dari wilayah Kabupaten Kudus, delapan orang berasal dari luar Kabuaten Kudus. Andini mengatakan, secara kumulatif ada 96 PDP di Kabuaten Kudus. Sebanyak 68 pasien dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, 11 PDP meninggal dunia dengan penyakit penyerta (bawaan), sisanya masih dirawat di rumah sakit.

ASN Diminta Tidak Mudik

Demak – Minggu, 05/04/2020. Pemerintah meminta ASN dan keluarganya untuk tidak berpergian keluar daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona kepada keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Kebijakan tersebut tertuang pada SE Menteri PANRB No. 36 tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan berpergian keluar daerah dan/atau kegiatan mudik bagi ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain tidak berpergian keluar daerah, ASN juga bisa berkontribusi untuk cegah penyebaran virus ini dengan mengajak masyarakat melakukan physical distancing. Ayo bersama lawan Covid-19.

Mari Pahami, Apa Yang Dimaksud Dengan OTG, ODP Dan PDP

Demak – Minggu, 05/04/2020. Sahabat Dukcapil, saat Pandemi COVID19 ada beberapa istilah yang kalian sering temui di masyarakat seperti OTG, ODP, PDP. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Istilah tersebut dilakukan untuk mengelompokan risiko dan gejala yang ditimbulkan akibat dari COVID-19 dan agar dapat membedakan penanganan di fasilitas kesehatan ataupun saat isolasi di rumah. Ayo kita Lawan COVID19 dengan dirumah saja dan menerapkan hidup sehat atau gerakan masyarakat sehat.

Lawan Pungli, Semua Layanan Kependudukan Gratis

Demak – Sabtu (04/04/2020) Dikutip dari Tribun Timur, bahwa Dirjen Adminduk Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan jika semua kepengurusan layanan kependudukan gratis. Zudan mengatakan bahwa petugas administrasi kependudukan dilarang menarik pungutan kepada masyarakat.

“Keputusan untuk mengratiskan semua kepengurusan dokumen administrasi kependudukan adalah keputusan dari pemerintah pusat, dan bahwa keputusan tersebut harus dilaksanakan bersungguh-sungguh” ujar Zudan. Adapun yang digratiskan kepengurusannya adalah dokumen KK, KTP, Akta, KIA. Jika dirasa ada petugas yang memungut biaya atas kepengurusan dokumen tersebut, masyarakat diminta untuk melaporkan hal tersebut kepada kepala daerah setempat supaya petugas tersebut dapat ditindak tegas.

Himbauan Ketum Korpri Supaya ASN Tak Mudik Untuk Cegah COVID 19

Demak – Sabtu (04/04/2020) Menindaklanjuti himbauan dari Pemerintah untuk tidak mudik di hari lebaran nantinya untuk mencegah penyebaran virus corona, untuk itu Ketua Umum Korpri yang juga menjabat sebagai Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, SH, MH juga menghimbau kepada ASN di seluruh Indonesia untuk tidak melakukan mudik di hari raya.

Tujuannya adalah mencegah penyebaran virus COVID 19 untuk menjadikan Indonesia menjadi sehat kembali. Untuk itulah kita harus berupaya untuk tidak keluar rumah dan mudik di hari raya supaya kita tertular, dan menularkan virus corona tersebut. Karena untuk mencegah COVID-19 itu dimulai dari diri kita sendiri.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial