Gangguan Psikosomatis, Apa Itu?

Demak (04/04/2020)- Gangguan psikosomatis terjadi ketika kecemasan dan rasa panik terjadi pada pikiran dan tubuh. Beberapa kabar penyakit yang dianggap sedang marak terjadi seperti COVID19 saat ini, akan membuat tubuh kamu merasakan gejala dari gangguan tersebut disebabkan buruknya faktor mental, seperti stres dan rasa cemas.

Sahabat Dukcapil Demak ada yang merasakan seperti ini? Usahakan jangan yaa. Tidak perlu merasa panik, karena sakit yang kamu rasakan belum tentu disebabkan oleh virus corona. Maka dari itu, selain menjaga kesehatan fisik agar sistem imun tetap terjaga, kesehatan mental pun juga perlu ditingkatkan. Pastikan tubuh kamu tetap bugar secara fisik dan mental, serta jangan lupa amalkan cuci tangan pake sabun alias CTPS dan jaga jarak ketika kamu berinteraksi dengan orang lain.

Formulir Dan Buku Yang Digunakan Dalam Adminduk Sesuai Dengan Permendagri No. 109/2019

Demak – Sabtu (04/04/2020) Sahabat Dukcapil Demak, dengan berlakunya Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan maka Pencetakan Kartu Keluarga (KK) dan Akta tidak lagi menggunakan Blanko KK dan Blanko Akta seperti biasanya, tapi akan berganti menggunakan kertas HVS A4 80 gram.

Sehingga nantinya kutipan pencatatan sipil, seperti kutipan kelahiran, kutipan bakak, kutipan kematian, kutipan perkawinan, kutipan perceraian, kutipan pengakuan anak dan kutipan pengesahan anak menggunakan kertas HVS A4 80 gram.

Hasil Rapid Test Positif Corona, 20 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Dikarantina di Sukabumi

Demak – Dikutip dari Kompas. Sebanyak 20 orang siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polisi Indonesia asal Sumatera Barat, terdeteksi positif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Lemdikpol Sukabumi. Saat ini, calon perwira itu sedang menjalani karantina di Sukabumi dan belum diperbolehkan cuti ke kampung halamannya. “Benar, 20 orang siswa Setukpa asal Sumbar terdeteksi Covid-19 melalui rapid test,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Sementara 26 siswa Setukpa asal Sumbar lainnya sudah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya, namun tetap saja harus menjalani karantina 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN) Padang Besi, Padang. “Secara total ada 46 siswa Setukpa asal Sumbar. Sebanyak 26 orang sudah pulang cuti dan jalani karantina di SPN Padang Besi. Sedangkan sisanya masih di Sukabumi jalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Stefanus.

Hilangkan Stigma Negatif Pada Jenazah Pasien Positif COVID-19

Demak – Sabtu (04/04/2020) “Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di pemakaman umum lingkungannya, Demak Peduli Sesama” himbau AKBP R. Fidelis Purna Timuranto, S.IK, SH, M.Si, Kapolres Demak.

Karena kepengurusan jenazah positif COVID-19 sebelum dimakamkan sudah melalui protokol. Diantaranya di setiap lapisan yang terdiri dari jenazah itu sendiri yang telah terbungkus plastik, kafan, diplastik lagi, kemudian ditutup dengan kantong jenazah dan terakhir diletakkan di peti jenazah, tersebut telah dilakukan dekontaminasi terlebih dahulu. Jenazah juga telah disucikan secara tayamum dan disholatkan (bagi jenazah muslim oleh keluarga, atau rohaniawan rumah sakit dengan permintaan). Setelah itu baru dimakamkan di pemakaman umum.

Dosen FK UNS Berinovasi Menciptakan APD

Demak – 04/04/2020. Dilansir dari UNS Oficial. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Darmawan Ismail, Sp. BTKV (K) menciptakan Alat Pelindung Diri (APD) yang bisa digunakan untuk tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya menangani pasien dengan pengakit menular. APD ciptakan Dosen FK UNS dan tim ini diberi nama Surgeons of UNS Protective Equipment (SUNS Proque). Dalam Jumpa Pers yang digelar di Aula FK UNS, Senin (30/3/2020), Dr. Darmawan mengatakan bahwa seiring dengan merebaknya Covid-19 di Indonesia termasuk di Solo, membuat tenaga medis harus mengenakan APD dalam merawat pasien tersebut. Hal ini dilakukan karena penyebaran Covid-19 ini sangat cepat. Namun yang menjadi permasalahan saat ini, ketersediaan APD di beberapa Rumah Sakit (RS) sangat minim. Bahkan dibeberapa kota, APD ini sulit didapat. Atas dasar itulah, Dr. Darmawan dan tim berinisiatif membuat baju yang ditujukan untuk tenaga medis yang bisa digunakan untuk APD. Tentunya APD yang dibuat oleh Dr. Darmawan dan tim ini bahannya mudah didapat serta biaya produksi sangat murah.

Dr. Darmawan dan tim membuat prototipe APD yang diberi nama SUNS Proque kurang lebih selama satu Minggu. Dengan bahan-bahan yang digunakan meliputi celana dan jas hujan terusan, bertangan dengan penutup kepala, plastik mika dan bando plastik, lem tembak, gunting, plastik box dan penutupnya, double tape plester, kassa penyaring air yang terkecil dan spons halus, air deterjen dan potongan handscoen atau kertas plastik. “Alasan memilih mantol karena mantol ini bahannya tidak tembus air, sehingga meminimalisir cairan masuk ke tubuh. Cara membuatnya sangat mudah, butuh waktu sekitar satu jam untuk membuat satu baju APD,” terang Dr. Darmawan.

OJK Dukung Dan Tindaklanjuti Perpu No. 1 Tahun 2020

Demak – Sabtu, 04/04/2020. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendukung dan menindaklanjuti Perpu No. 1 Tahun 2020 yang telah dikeluarkan Pemerintah. Dengan adanya Perpu ini, Pemerintah, OJK, BI, dan LPS dapat melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi akibat dampak Covid-19 dan bisa melindungi rakyat Indonesia. ⁣

Penerbitan Perpu No. 1 Tahun 2020 ini untuk mencegah risiko-risiko penurunan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan. Perpu ini merupakan landasan hukum untuk memberikan kewenangan yang selama ini belum tercakup dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Dengan demikian dapat dilakukan langkah-langkah pre-emptive untuk menghindari terjadinya tekanan perekonomian nasional, sektor riil dan sektor keuangan.
⁣

Kesehatan Warga Pendatang yang Turun Di Karangawen Diperiksa

Demak – Menyikapi makin banyaknya warga pendatang yang masuk wilayah Kabupaten Demak untuk mudik, petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Stake Holder terkait sebagai gugus tugas covid-19 Kabupaten Demak gencarkan tindakan pencegahan virus corona. Salah satunya adalah pengawasan dan pengecekan kesehatan bagi warga pendatang yang turun di Wilayah Kecamatan tepatnya di Depan RSUD Sultan Fatah kecamatan Karangawen, Kamis malam (2/4)

Menyadari rawannya penularan wabah corona yang mungkin di bawa dari Luar daerah , petugas gabungan intensifkan pemeriksaan di posko Pantau kesehatan yang di dirikan di daerah perbatasan setempat. Seolah tidak mau kecolongan, petugas gabungan di Posko Pantau Kesehatan Karangawen memeriksa satu demi satu pemudik dari luar kota tersebut. Dengan memberhentulijan bis di pos pemeriksaan. “Aparat gabungan yang bertugas untuk memeriksa warga pendatang yang kebanyakan dari Jakarta:. Ujar Pjs danramil 13/Karangawen Kapten Arm Imam Sunandar.

Kapten Imam membeberkan bahwa ada peningkatan warga yang masuk ke Wilayah Kecamatan Karangawen, hal itu adalah salah satu dampak dari kebijakan pemerintah yang meliburkan aktivitas warga untuk antisipasi corona. “Sudah beberapa hari ini ada peningkatan, untuk itulah pengecekan lebih kita intensifkan”. Sementara diperkirakan setiap hari akan bertambah para pemudik dikarenanakan mendekati bulan puasa dan hari raya idul fitri yang sebentar lagi akan tiba. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan suhu tubuh serta pemeriksaan kesehatan lainnya, selain pemeriksaan diperbatasan, warga pendatang nantinya juga diwajibkan untuk laporan ke pemerintah desa setempat, untuk dilakukan pantauan kesehatan di Puskesmas setempat.

Pemkab Demak Anggarkan Rp. 4 Miliar Untuk Rapid Test

Demak – Sabtu,04/04/2020. Dilansir dari Tribun Jateng. Pemerintah Kabupaten Demak menganggarkan beberapa pengadaan, di antaranya Rapid Test untuk penanganan percepatan virus corona sebesar Rp 4 Miliar. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Singgih Setyono sebagai kepala tim gugus tugas penanganan percepatan virus covid 19.

“Dalam rakor telah disetujui pengganggaran rapid test sebesar Rp 4 miliar, teknisnya ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Demak,” jelasnya melalui sambungan seluler, 2/4/2020. Dirinya melanjutkan, setelah dikonfirmasi pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Demak untuk penanganan percepatan covid 19 sebesar Rp 10 miliar, namun hal tersebut masih berkembang. Ia menambahkan, upaya strategis tim gugus tugas Demak terkait covid 19, di antaranya screeaning pendatang atau pemudik, baik dari luar kota maupun luar negeri dalam satu titik yaitu Terminal Bintoro.

“Termasuk juga pemeriksaan terhadap santri yang pulang yaitu di Gedung Koni,” imbuhnya. Ia menjelaskan, pendatang dari arah Purwodadi atau yang melewati Onggorawe Mranggen dicegat di RSUD Sultan Fatah Karangawen, sementara yang arah Kudus Jepara di terminal Bintoro. “Kalau ternyata masih ada yang lolos, kami sudah membuat surat edaran kepada Camat, Lurah, RT agar kalau ada orang baru datang ke Demak mengalami batuk pilek dan mengalami sakit untuk segera dilaporkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ada beberapa bidang dalam tim gugus tugas penanganan covid 19, diantaranya bidang kesehatan, sosial budaya, dan ekonomi. Ia menjelaskan, dalam bidang kesehatan di antaranya memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap warga untuk tetap di rumah dan berperilaku hidup bersih dan sehat. “Selain itu juga dilakukan upaya pendataan dan pemantauan terhadap warga yang berstatus orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pantauan (PDP),” imbuhnya. Lanjutnya, telah dilakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum, seperti masjid, pasar dan jalan jalan, bersama TNI, Polri, PMI dan relawan.

Isolasi Mandiri, Kampung di Purworejo Ini Dijaga Pocong!

Demak – Dikutip dari smol.id bahwa Salah satu kampung di Purworejo, Jawa Tengah mengisolasi diri demi mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Uniknya, jalan kampung tersebut dijaga oleh ‘pocong’. Sepasang sosok ‘pocong’ berjaga di jalan masuk utama Dusun Tuk Songo, Kelurahan, Purworejo, Kecamatan Purworejo. Dua pocong itu, sengaja disiagakan untuk mengawasi warga kampung atau luar kampung yang hendak keluar masuk wilayah tersebut. Kampung Tuk Songo saat ini tengah melakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran virus corona. Isolasi mandiri ini direncanakan akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan hingga suasana kondusif.

“Ini kita gotong-royong melawan Corona dari tingkat bawah dengan swadaya di lingkungan masing-masing dengan cara mengisolasi diri,” kata tokoh masyarakat setempat, Angko Setiyarso Widodo (60), Jumat (03/04/2020). Karena diisolasi, semua jalan masuk kampung ditutup dan warga hanya boleh melewati satu jalan yang dijaga oleh dua ‘pocong’ itu. Bukan hantu, melainkan warga setempat yang didandani seperti pocong. “Bersama warga lain, pocong itu akan memeriksa siapa saja yang lewat termasuk menyemprotkan disinfektan. Pocong jaganya hanya malam hari saja, nanti kalau siang dijaga warga lain,” lanjutnya.

Angko menjelaskan, makna sosok pocong yang ditugaskan untuk berjaga adalah mengingatkan kita semua pada kematian. Tidak bermaksud untuk menakuti masyarakat, kata Angko, namun agar masyarakat sadar bahwa saat ini kita semua sedang dilanda wabah yang memang sangat mematikan. “Pocong itu mengingatkan kita pada kematian, jadi siapa saja yang ngeyel dan tidak bisa ikut mencegah penyebaran virus corona ini ya bisa saja akan dipocong alias mati. Harapannya ya pagebluk (wabah) ini segera berakhir,” tutupnya.

Bahu Membahu Mempertahankan Ekonomi Indonesia

Demak – Dilansir dari Bank Indonesia pada Jumat, 03/04/2020 ini bahwa mari kita sedia payung sebelum hujan! Istilah yang tepat untuk menggambarkan upaya taktis Bank Indonesia bersama pemerintah serta otoritas terkait lainnya dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri, dari dampak COVID19.

Untuk mempertahankan ekonomi Indonesia, mari kita bahu-membahu melangkah dengan optimis, bergerak secara strategis, dan disertai jiwa nasionalis. Pery Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa BI dan Pemerintah intensif melakukan asesmen kondisi perekonomian dengan berbagai skenario termasuk jika dampak COVID-19 meluas dan memburuk. Oleh karena itu langkah bersama berupa stimulus fiskal, moneter dan keuangan ditempuh agar skenario buruk tidak terjadi dan pertumbuhan ekonomi tidak rendah.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial