Kesehatan Warga Pendatang yang Turun Di Karangawen Diperiksa

Demak – Menyikapi makin banyaknya warga pendatang yang masuk wilayah Kabupaten Demak untuk mudik, petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Stake Holder terkait sebagai gugus tugas covid-19 Kabupaten Demak gencarkan tindakan pencegahan virus corona. Salah satunya adalah pengawasan dan pengecekan kesehatan bagi warga pendatang yang turun di Wilayah Kecamatan tepatnya di Depan RSUD Sultan Fatah kecamatan Karangawen, Kamis malam (2/4)

Menyadari rawannya penularan wabah corona yang mungkin di bawa dari Luar daerah , petugas gabungan intensifkan pemeriksaan di posko Pantau kesehatan yang di dirikan di daerah perbatasan setempat. Seolah tidak mau kecolongan, petugas gabungan di Posko Pantau Kesehatan Karangawen memeriksa satu demi satu pemudik dari luar kota tersebut. Dengan memberhentulijan bis di pos pemeriksaan. “Aparat gabungan yang bertugas untuk memeriksa warga pendatang yang kebanyakan dari Jakarta:. Ujar Pjs danramil 13/Karangawen Kapten Arm Imam Sunandar.

Kapten Imam membeberkan bahwa ada peningkatan warga yang masuk ke Wilayah Kecamatan Karangawen, hal itu adalah salah satu dampak dari kebijakan pemerintah yang meliburkan aktivitas warga untuk antisipasi corona. “Sudah beberapa hari ini ada peningkatan, untuk itulah pengecekan lebih kita intensifkan”. Sementara diperkirakan setiap hari akan bertambah para pemudik dikarenanakan mendekati bulan puasa dan hari raya idul fitri yang sebentar lagi akan tiba. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan suhu tubuh serta pemeriksaan kesehatan lainnya, selain pemeriksaan diperbatasan, warga pendatang nantinya juga diwajibkan untuk laporan ke pemerintah desa setempat, untuk dilakukan pantauan kesehatan di Puskesmas setempat.

Pemkab Demak Anggarkan Rp. 4 Miliar Untuk Rapid Test

Demak – Sabtu,04/04/2020. Dilansir dari Tribun Jateng. Pemerintah Kabupaten Demak menganggarkan beberapa pengadaan, di antaranya Rapid Test untuk penanganan percepatan virus corona sebesar Rp 4 Miliar. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Singgih Setyono sebagai kepala tim gugus tugas penanganan percepatan virus covid 19.

“Dalam rakor telah disetujui pengganggaran rapid test sebesar Rp 4 miliar, teknisnya ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Demak,” jelasnya melalui sambungan seluler, 2/4/2020. Dirinya melanjutkan, setelah dikonfirmasi pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Demak untuk penanganan percepatan covid 19 sebesar Rp 10 miliar, namun hal tersebut masih berkembang. Ia menambahkan, upaya strategis tim gugus tugas Demak terkait covid 19, di antaranya screeaning pendatang atau pemudik, baik dari luar kota maupun luar negeri dalam satu titik yaitu Terminal Bintoro.

“Termasuk juga pemeriksaan terhadap santri yang pulang yaitu di Gedung Koni,” imbuhnya. Ia menjelaskan, pendatang dari arah Purwodadi atau yang melewati Onggorawe Mranggen dicegat di RSUD Sultan Fatah Karangawen, sementara yang arah Kudus Jepara di terminal Bintoro. “Kalau ternyata masih ada yang lolos, kami sudah membuat surat edaran kepada Camat, Lurah, RT agar kalau ada orang baru datang ke Demak mengalami batuk pilek dan mengalami sakit untuk segera dilaporkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ada beberapa bidang dalam tim gugus tugas penanganan covid 19, diantaranya bidang kesehatan, sosial budaya, dan ekonomi. Ia menjelaskan, dalam bidang kesehatan di antaranya memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap warga untuk tetap di rumah dan berperilaku hidup bersih dan sehat. “Selain itu juga dilakukan upaya pendataan dan pemantauan terhadap warga yang berstatus orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pantauan (PDP),” imbuhnya. Lanjutnya, telah dilakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum, seperti masjid, pasar dan jalan jalan, bersama TNI, Polri, PMI dan relawan.

Isolasi Mandiri, Kampung di Purworejo Ini Dijaga Pocong!

Demak – Dikutip dari smol.id bahwa Salah satu kampung di Purworejo, Jawa Tengah mengisolasi diri demi mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Uniknya, jalan kampung tersebut dijaga oleh ‘pocong’. Sepasang sosok ‘pocong’ berjaga di jalan masuk utama Dusun Tuk Songo, Kelurahan, Purworejo, Kecamatan Purworejo. Dua pocong itu, sengaja disiagakan untuk mengawasi warga kampung atau luar kampung yang hendak keluar masuk wilayah tersebut. Kampung Tuk Songo saat ini tengah melakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran virus corona. Isolasi mandiri ini direncanakan akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan hingga suasana kondusif.

“Ini kita gotong-royong melawan Corona dari tingkat bawah dengan swadaya di lingkungan masing-masing dengan cara mengisolasi diri,” kata tokoh masyarakat setempat, Angko Setiyarso Widodo (60), Jumat (03/04/2020). Karena diisolasi, semua jalan masuk kampung ditutup dan warga hanya boleh melewati satu jalan yang dijaga oleh dua ‘pocong’ itu. Bukan hantu, melainkan warga setempat yang didandani seperti pocong. “Bersama warga lain, pocong itu akan memeriksa siapa saja yang lewat termasuk menyemprotkan disinfektan. Pocong jaganya hanya malam hari saja, nanti kalau siang dijaga warga lain,” lanjutnya.

Angko menjelaskan, makna sosok pocong yang ditugaskan untuk berjaga adalah mengingatkan kita semua pada kematian. Tidak bermaksud untuk menakuti masyarakat, kata Angko, namun agar masyarakat sadar bahwa saat ini kita semua sedang dilanda wabah yang memang sangat mematikan. “Pocong itu mengingatkan kita pada kematian, jadi siapa saja yang ngeyel dan tidak bisa ikut mencegah penyebaran virus corona ini ya bisa saja akan dipocong alias mati. Harapannya ya pagebluk (wabah) ini segera berakhir,” tutupnya.

Bahu Membahu Mempertahankan Ekonomi Indonesia

Demak – Dilansir dari Bank Indonesia pada Jumat, 03/04/2020 ini bahwa mari kita sedia payung sebelum hujan! Istilah yang tepat untuk menggambarkan upaya taktis Bank Indonesia bersama pemerintah serta otoritas terkait lainnya dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri, dari dampak COVID19.

Untuk mempertahankan ekonomi Indonesia, mari kita bahu-membahu melangkah dengan optimis, bergerak secara strategis, dan disertai jiwa nasionalis. Pery Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa BI dan Pemerintah intensif melakukan asesmen kondisi perekonomian dengan berbagai skenario termasuk jika dampak COVID-19 meluas dan memburuk. Oleh karena itu langkah bersama berupa stimulus fiskal, moneter dan keuangan ditempuh agar skenario buruk tidak terjadi dan pertumbuhan ekonomi tidak rendah.

Indonesia memanggil anak negeri penuh dedikasi, berjuang menjaga kedaulatan energi.

Demak – Kamu siap, Sahabat Dukcapil untuk menjadi pejuang energi? Cukup dirumah saja untuk menjadi calon pejuang energi, swipe left dan scan QR Code. Kamu juga bisa klik link di bio. Semoga kamu menjadi yang terpilih, Sahabat Dukcapil, iringi selalu ikhtiar dengan doa.

Pertamina membuka recruitment resmi untuk EPC Gas Processing Facilities (GPF) Pertamina EP Cepu di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro. Pertamina EP Cepu (PEPC) anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang Hulu yaitu eksplorasi dan produksi migas. Bersama partnernya yaitu ExxonMobil Cepu Limited dan BKS-PI Blok Cepu, PEPC mengelola WK Pertambangan di Blora Jawa Tengah, dan Tuban serta Bojonegoro di Jawa Timur. PEPC juga ditunjuk sebagai Operator Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru, yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional.

Listrik Gratis bagi R1/450 dan Diskon 50 persen R1/900 VA (Bersubsidi) selama 3 Bulan

Demak – Dilansir dari PLN, pada Jumat, 03/04/2020. PLN mendukung program Pemerintah untuk memberikan listrik gratis/diskon bagi Pelanggan Rumah Tangga Bersubsidi di tengah Pandemi COVID-19? Nah, Sahabat Dukcapil, tau gak sih gimana cara membedakan listrik yang subsidi dan yang non-subsidi? Apakah kamu termasuk yang mendapat Listrik Gratis/Diskon dari PLN? Gampang kok bedainnya, karena tertera kode di meteran listrik dan struk pembayaran.  Yuk dicek struk pembayarannya.

Hal ini untuk mendukung Kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA. PLN telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan program tersebut.

Lewat Maklumat, Ganjar Minta Warganya Larang Keluarga Mudik ke Jateng

Demak – Dilansir dari smol.id, bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan maklumat di tengah penanganan pandemi Virus Corona atau COVID-19. Ganjar juga kembali menegaskan agar warga mengingatkan keluarga yang merantau supaya tidak mudik. Himbauan Ganjar soal tidak mudik di tengah pandemi Corona itu tertuang dalam maklumat di bagian akhir. Ganjar berpesan agar keluarga di perantauan tidak mudik. “Bapak ibu, sekaligus saya ndherek titip. Tolong berpesan pada keluarga panjenengan (Anda) yang saat ini masih ada di Jakarta, Surabaya, atau kota perantauan lainnya. Tolong bilang agar tidak usah pulang sekarang. Tetap di posisi masing-masing hingga virus ini mereda. Saya akan berkoordinasi dengan gubernur setempat,” kata Ganjar dalam maklumat yang dirilis, Jumat (3/4/2020).

Ia menjelaskan akan berkoordinasi dengan sejumlah provinsi untuk nasib para perantau baik warga Jateng yang ada di daerah lain atau warga daerah lain yang ada di Jateng. “Gotong royong ini kita terapkan juga di tingkat Nasional. Kita saling bantu antarprovinsi. Kalau ada warga Jakarta, Jabar, Jatim di sini akan kita openi (pelihara). Sebaliknya warga Jateng di Jakarta dan lainnya juga akan ditulungi (dibantu). Jika memberatkan, kami Pemprov Jateng akan ikut urunan (membantu) agar dulur-dulur (saudara-saudara) kita di perantauan tidak terlantar,” jelasnya.

Hal Yang Perlu Dilakukan Sampai Rumah Terhada Benda Yang Dibawa Ke Luar Rumah

Demak – Jumat, 03/04/2020. Buat kam, Sahabar Dukcapil yang terpaksa kerja diluar nih, Jangan bawa virus dari atau ke tempat kerja ya. Begitu sampai rumah, kalian harus segera membersihkan barang yang kalian bawa. Antara lain kunci kendaraan, ID Card, handphone, jam tangan, jepit rambut dan dompet.

Cara membersihkannya adalah dengan menyiapkan cairan pembersih atau disinfektan pada lap bersih. Lap tersebut disemprotkan pembersih dan kemudian usapkan ke semua yang kalian bawa tadi. Bersihkan. Sayangi keluarga, sayangi saudara kita. Bersama kita lawan corona.

Demak Tanggap COVID-19

Demak – Jumat, 03/04/2020. Sebagai usaha Percepatan Pencegahan dan Penanganan Virus Corona atau COVID19, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penaganan COVID19 menambahkan Hotline Pencegahan dan Penanganan, antara lain, Heri Winarno- 081228006700, Subandi – 08122572416 atau di Des PSC 119 Demak (0291)6912119 dan Nomor Posko COVID-19 Kabupaten Demak bertempat di Command Center di (0291)682258.

Dipersilakan bagi Sahabat Dukcapil yang mempunyai permasalahan seputar Corona seperti merasakan keluhan kondisi kesehatan dan lain sebagainya dapat menghubungi satu diantara 4 nomor diatas. Semoga dengan ditambahkannya Hotline Pencegahan dan Penanganan COVID19 dapat meningkatkan pelayanan kami lebih baik lagi.

Kesehatan Warga Pendatang yang Turun Di Karangawen Diperiksa

Demak – Menyikapi makin banyaknya warga pendatang yang masuk wilayah Kabupaten Demak untuk mudik, petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Stake Holder terkait sebagai gugus tugas covid-19 Kabupaten Demak gencarkan tindakan pencegahan virus corona. Salah satunya adalah pengawasan dan pengecekan kesehatan bagi warga pendatang yang turun di Wilayah Kecamatan tepatnya di Depan RSUD Sultan Fatah kecamatan Karangawen, Kamis malam (2/4).

Menyadari rawannya penularan wabah corona yang mungkin di bawa dari Luar daerah , petugas gabungan intensifkan pemeriksaan di posko Pantau kesehatan yang di dirikan di daerah perbatasan setempat. Seolah tidak mau kecolongan, petugas gabungan di Posko Pantau Kesehatan Karangawen memeriksa satu demi satu pemudik dari luar kota tersebut. Dengan memberhentulijan bis di pos pemeriksaan. “Aparat gabungan yang bertugas untuk memeriksa warga pendatang yang kebanyakan dari Jakarta”, Ujar Pjs danramil 13/Karangawen Kapten Arm Imam Sunandar.

Kapten Imam membeberkan bahwa ada peningkatan warga yang masuk ke Wilayah Kecamatan Karangawen, hal itu adalah salah satu dampak dari kebijakan pemerintah yang meliburkan aktivitas warga untuk antisipasi corona. “Sudah beberapa hari ini ada peningkatan, untuk itulah pengecekan lebih kita intensifkan”. Sementara diperkirakan setiap hari akan bertambah para pemudik dikarenanakan mendekati bulan puasa dan hari raya idul fitri yang sebentar lagi akan tiba. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan suhu tubuh serta pemeriksaan kesehatan lainnya, selain pemeriksaan diperbatasan, warga pendatang nantinya juga diwajibkan untuk laporan ke pemerintah desa setempat, untuk dilakukan pantauan kesehatan di Puskesmas setempat.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial