Cara Mencegah Penularan Virus Corona Lewat Mata

Jakarta – Selain melalui hidung dan mulut, infeksi virus corona (Covid-19) juga dapat menular melalui mata. Cara mencegah penularan virus corona lewat mata dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah protokol proteksi.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet menyatakan peluang penularan virus corona tanpa pelindung mata adalah 16 persen dibanding 5,5 persen saat menggunakan pelindung mata.

Berdasarkan studi itu, pelindung mata yang efektif adalah pelindung wajah atau face shield, kacamata google, visor, dan kacamata biasa.

Penelitian besar yang dibiayai oleh WHO ini didapat setelah menganalisis 172 studi di 16 negara di seluruh dunia.

“Mengenakan masker atau penutup wajah tampaknya mengurangi risiko terpapar virus corona hingga 85 persen. Dan mengenakan kacamata atau pelindung wajah tampaknya mengurangi risiko hingga 78 persen,” kata ahli dari University of Oxford profesor Trish Greenhalgh menanggapi penelitian ini, dikutip dari CNN.

Berikut cara mencegah penularan virus corona lewat mata.

1. Tidak menyentuh mata secara langsung
Hilangkan kebiasaan menyentuh dan mengusap mata dengan tangan. Pastikan tangan Anda selalu bersih dengan mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

2. Menggunakan proteksi mata
Gunakan pelindung untuk bagian mata yang menutup area sekitar mata. Pelindung yang dapat digunakan adalah face shield, visor, dan kacamata google. Semakin tertutup semakin kecil risiko penularan lewat mata.

3. Ganti lensa kotak dengan kacamata
Bagi Anda yang menggunakan lensa kontak, gantilah dengan menggunakan kacamata. Penggunaan lensa kontak meningkatkan risiko penularan karena akan membuat tangan lebih sering menyentuh mata.

Para ahli menilai memakai kacamata dapat membuat seseorang lebih sedikit menyentuh mata.

4. Tidak menyentuh alat pelindung mata
Saat menggunakan alat pelindung mata, hindari terlalu sering menyentuh alat pelindung tersebut. Alat pelindung dapat terkontaminasi oleh tangan yang kotor.

Terlalu sering membuka tutup alat pelindung mata juga berisiko meningkatkan penyebaran virus.

5. Menggunakan helm sendiri saat berkendara
Gunakan helm pribadi saat berkendara terutama ketika menaiki ojek online. Helm yang digunakan beramai-ramai mengandung banyak bakteri dan dapat masuk ke mata, hidung, dan mulut. (CNN Indonesia).

LEGALISIR DOKUMEN KEPENDUDUKAN

Demak – Sabtu (13/6), Menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan. Pasal 19 ayat (6) bahwa dalam hal Dokumen Kependudukan dengan format digital dan sudah ditandantangani secara elektronik dan KTP-el tidak memerlukan legalisir.

Pelayanan legalisir yang dimaksud adalah legalisir fotocopy kutipan  akta pencatatan sipil, legalisir fotocopy dokumen kependudukan yang ditandatangani pejabat Pencatatan Sipil atau Kepala Bidang yang menangani Pencatatan Sipil di Disdukcapil Kabupaten/Kota.

Dalam hal Dokumen Kependudukan dengan format digital dan sudah ditandantangin secara elektronik dan KTP-el tidak memerlukan pelayanan legalisir.

Penggunaan Kertas HVS Pada Pencetakan Kartu Keluarga

Demak – Sabtu (13/6), Tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Administrasi Kependudukan, terkait penggunaan kertas HVS A4 80 gram untuk pencetakan Kartu Keluarga (KK) untuk sementara dan akan menyusul dokumen-dokumen lainnya jika stok persediaan blangko sudah habis.

Di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 telah diatur secara rinci penggunaan blangko dalam penerbitan dokumen administrasi kependudukan. Dimana dalam Pasal 14 ayat (1) Permendagri tersebut menyatakan bahwa ‘’Pencetakan hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan pada kertas dengan spesifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12”.

Kementerian Dalam Negeri sendiri sesuai amanah Permendagri masih membolehkan Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota menggunakan blangko stok lama sampai 30 Juni 2020, setelahnya, semua dokumen, kecuali KTP-el dan KIA sudah harus menggunakan kertas HVS A4 80 gram.

Tips Bugar Hadapi New Normal ala Reisa Broto Asmoro

Jakarta, CNN Indonesia — Demi menekan risiko terinfeksi virus corona, tubuh bugar dan imunitas kuat sangatlah dibutuhkan. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga cukup menjadi kunci meningkatkan kebugaran tubuh.

Reisa Broto Asmoro, tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan beberapa tips agar tubuh tetap bugar di transisi era new normal.

Tips pertama adalah selalu mengikuti protokol kesehatan sebagai bagian dari Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Itu utamanya menjaga kesehatan, menjaga kesehatan tubuh, menjaga kesehatan lingkungan,” ujar Reisa dikutip dari Antara.

Selain itu, Reisa juga menyarankan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat, mulai dari makanan, dengan selalu mengonsumsi gizi seimbang, banyak minum air putih dan cukup tidur untuk mengurangi stres, serta olahraga rutin.

Catatan penting yang diungkapkan Reisa adalah agar masyarakat tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas tak perlu di luar rumah.

Meski saat normal baru sejumlah pusat perbelanjaan dan tempat wisata sudah mulai dibuka, Reisa menyarankan untuk sebisa mungkin tetap berada di rumah.

Namun, jika terpaksa harus meninggalkan rumah Reisa menekankan untuk agar terus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

“Dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru ini kita tetap harus waspada diusahakanlah untuk tetap berada di rumah, tapi kalau misalnya terpaksa harus di luar rumah, maka harus siap disiplin menjalankan protokol kesehatan, jadi jangan lengah,” ujar Reisa.

Reisa juga menyarankan untuk olahraga ringan. Olahraga ini sebaiknya di lakukan di dalam ruangan atau di pekarangan rumah bersama anggota keluarga.

“Olahraga di rumah jadi andalan, selain untuk keselamatan juga efisiensi waktu, dan bonding time sama keluarga, kami suka yoga, treadmill bareng aja sudah jadi seru, apalagi anak-anak saya masih kecil,” kata dokter yang sempat menjadi pembawa acara “Dr. OZ Indonesia” itu.

Buatnya, momen menjalani transisi new normal ini juga bisa dimanfaatkan untuk membangun kedekatan bersama keluarga.

“Manfaatkan momen ini untuk quality time dan bonding time dengan anak-anak, ini akan jadi momen yang sampai mereka dewasa tidak akan terlupakan,” ujar Runner Up Puteri Indonesia 2010 itu.

Jam Pelayanan Kembali, Dindukcapil Kab Demak Memulai Tatanan Normal Baru

Demak – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak mulai tanggal 08 Juni 2020 memulai Tatanan Normal Baru (New Normal) dengan mengembalikan jam operasional pelayanan yang semula dari pukul 08.00 – 12.30 menjadi 08.00 – 15.00 WIB Ini dilakukan dalam rangka memudahkan masyarakat dalam melakukan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan.

Pengembalian jam operasional pelayanan di Dindukcapil Kabupaten Demak, tetap memperharikan protokol keselamatan dalam rangka pencegahan COVID-19, dengan tetap wajib menggunakan masker bagi petugas dan masyarakat yang melakukan pelayanan, menjaga jarak antar manusia, dan selalu mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

Untuk pelayanan pengajuan dokumen kependudukan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd menghimbau supaya masyarakat Demak mengajukan kepengurusan dokumen melalui pelayanan online di website dindukcapil.demakkab.go.id yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kependudukan dimana saja dan kapan pun.

Melihat Kembali Pentingnya Pemanfaatan Hak Akses Data Kependudukan

Demak – Sabtu (13/06) Tahun 2020 adalah masa-masa sulit bagi perekonomian Indonesia akibat merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menyebabkan kondisi sosial di masyarakat juga ikut berdampak. Perlu stimulus ekonomi yang dapat membantu meringankan beban masyarakat untuk menghidupi keluarganya di tengah ketidakpastian yang terjadi. Penyaluran bantuan sosial adalah salah satu cara pemerintah dalam mencari solusi efektif agar masyarakat tetap terbantu.

Data kependudukan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam efektifitas bantuan sosial. Peran data kependudukan adalah sebagai basis data rujukan untuk meminimalisir bantuan yang tidak tepat sasaran. Di dalam 3 minggu terakhir, permintaan verifikasi dan validasi (verivali) data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak terkait usulan data penerima bantuan sosial terhadap dampak Covid-19. Melalui verivali tersebut, Dindukcapil hanya melakukan pengecekan data terhadap data yang disampaikan, memastikan kondisi data yang sebenarnya, dan tidak memberikan data di luar kewenangannya. Hal ini dilakukan merujuk pada aturan yang berlaku dalam pemanfaatan data kependudukan.

Berbicara tentang pemanfataan data kependudukan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2015 Tentang Persyaratan, Ruang Lingkup Dan Tata Cara Pemberian Hak Akses Serta Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang telah diperbarui dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 102 Tahun 2019 Tentang Pemberian Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan, bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak dapat memberikan data kependudukan by name by address kepada lembaga yang meminta. Karena sesuai ketentuan Pasal Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, bahwa data perseorangan wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh Negara. Petugas provinsi dan petugas instansi Pelaksana dilarang menyebarluaskan data kependudukan yang tidak sesuai dengan kewenangannya. Untuk dapat menggunakan perseorangan dimaksud, kepada lembaga pengguna dapat diberikan hak akses dalam memanfaatkan data kependudukan.

Jadi kesimpulannya, bukan data kependudukan yang diberikan, melainkan hak akses data dalam memanfaatkan data kependudukan. Untuk mendapatkan hak akses, lembaga pengguna atau OPD dapat membuat Perjanjian Kerja Sama pemanfaatan data kependudukan.  Sampai dengan saat sekarang ini, di Kab. Demak sudah ada sekitar 24 OPD yang sudah melakukan PKS, diantaranya yaitu RSUD Sunan Kalijaga Demak dan Dinsos P2PA Kab. Demak. Merujuk dari kondisi pandemi Covid-19 ini, maka pemanfaatan hak akses data kependudukan sangat dibutuhkan sekali untuk mempermudah verifikasi data kependudukan di masing-masing OPD atau lembaga pengguna yang melakukan layanan publik.

Mulai Tanggal 1 Juli 2020, Dokumen Kependudukan Menggunaan Kertas HVS 80gr Berwarna Putih

Demak – Sabtu (13/6), Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terus membuat inovasi guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dengan disahkannya Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan Dalam Administrasi Kependudukan, maka seluruh Dokumen Kependudukan (kecuali KTP-el dan KIA) akan menggunakan kertas HVS 80 gr berwarna putih.

Untuk menunjang pelaksanaan kebijakan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak telah melakukan update aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.3.4 pada tanggal 27 April 2020. Perbedaan SIAK Versi 7.3.4 dengan versi sebelumnya adalah seluruh pelayanan Dokumen Kependudukan harus mengisi nomor HP dan email.

Versi terbaru aplikasi SIAK memungkinkan masyarakat dapat melakukan pencetakan Dokumen Kependudukan secara mandiri dengan spesifikasi kertas yang telah ditentukan dari email yang dicatatkan, tanpa perlu datang kembali ke Dindukcapil. Masyarakat juga memiliki file Dokumen Kependudukan seperti Akta dan Kartu Keluarga yang dapat dilakukan pencetakan berulang kali dan tidak kuatir untuk kehilangan. Pemberlakukan pencetakan mandiri juga seiring dengan pemberlakukan tidak diberlakukannya legalisir dokumen kependudukan untuk dokumen yang telah menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Untuk pengecekan keaslian Dokumen Kependudukan, dapat dilakukan dengan melakukan scan QR-code pada Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang ada pada masing-masing Dokumen Kependudukan.

Sesuai dengan arahan Dirjen Dukcapil Prof. Dr. Zudan  Arif Fakrullah, SH, MH, maka penggunaan kertas HVS 80gr ukuran A4 berwarna putih untuk Dokumen Kependudukan (kecuali KTP-el dan KIA) terhitung tanggal 1 Juli 2020 akan mulai diberlakukan di Dindukcapil Kab. Demak dan seluruh Indonesia.

Pentingkah Buat Orangtua Membuat Kartu Identitas Anak (KIA)?

Demak – Sabtu (13/6), Pernah dengar istilah Kartu Identitas Anak (KIA)? Semenjak tahun 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun untuk memiliki KIA. Anak Anda sudah punya belum? Sejak dikeluarkannya kebijakan KIA lewat Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No. 2 tahun 2016, program pembuatan dan kepemilikan kartu identitas anak sudah mulai berlaku secara nasional.

Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP. Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.

Program pembuatan kartu identitas anak ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja. Sudah cukup banyak negara lain yang mencanangkan program pembuatan identitas resmi anak. Tujuannya pada dasarnya tetap sama, yaitu sebagai identitas resmi dan memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik

Sebagai contoh, Malaysia menerbitkan MyKid dan MyKad. MyKid adalah kartu tanda pengenal untuk anak di bawah usia 12 tahun yang dilengkapi dengan chip khusus. Sementara MyKad dibuat untuk anak usia di atas 12 tahun. Sama halnya dengan KIA, MyKid dan MyKad dapat digunakan untuk berbagai keperluan ketika akan melakukan transaksi di sekolah, rumah sakit, imigrasi, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan Amerika Serikat. Namun saking maraknya kasus penculikan anak di sana, kartu identitas dibuat lebih rumit dengan melibatkan teknologi canggih. Bahkan, kartu identitas anak di Amerika juga dilengakapi deskripsi fisik anak, termasuk peta tubuh untuk menunjukkan tanda lahir, bekas luka, atau tanda unik lainnya yang ada di tubuh anak.

Nah, sekarang Anda sudah tahu, kan, bagaimana cara membuat KIA? Yuk segera serahkan persyaratan ke Dukcapil untuk membuat KIA si kecil!

Kerja Bakti Lakukan Pemindahan Ruang Arsip Dindukcapil Demak

Demak – Hari ini (13/6), beberapa pegawai Dindukcapil Kab. Demak yang dipimpin oleh Akhmad Suyikno, S.Sos, pengurus barang milik daerah Dindukcapil Demak melaksanakan kegiatan kerja bakti dalam pemindahan ruang arsip di lantai 1. Awalnya, ruang arsip Dindukcapil Kab. Demak berada di lantai 2 bersebelahan dengan ruang server dan ruang Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Dindukcapil Demak. Namun, karena dikhawatirkan akan merobohkan bangunan dibawahnya karena tidak mampu menampung beban berat, arsip pencatatan sipil dan kependudukan yang setiap hari bertambah dan mencapai berat 1,6 ton ini, maka setelah dilakukan proses pembahasan bersama dengan Dindagkop UKM Kab. Demak, Bappeda Litbang dan dipimpin oleh Wakil Bupati Demak, Joko Susanto. Maka proses pemindahan ini berlangsung.

UPTD Metrologi milik Dindagkop UKM yang berada di lantai 1 bertukar tempat dengan ruang arsip Dindukcapil di lantai 2. Sehingga di lantai 1 nantinya ruang arsip akan bersebelahan dengan ruang pelayanan, dan lebih memudahkan masyarakat Demak yang membutuhkan penguatan data dukung arsip kependudukan. Dan juga arsip-arsip yang bertambah setiap harinya dapat tertampung dengan baik. Metrologi Dindagkop UKM yang menempati lantai 2, nanti akan berdampingan ruang Sekretariat Dindukcapil Kab. Demak dan Ruang PIAK dan Pemanfaatan Data Dindukcapil Kab. Demak. Proses pemindahan arsip ini dipantau langsung oleh Sekretaris Dinas Dukcapil Kab. Demak, Eni Susiani, SE, MH.

Perkembangan Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Sabtu, 13 Juni 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui www.corona.demakkab.go.id. Kenaikan angka kasus Positif semakin bertambah signifikan. Dalam 2 minggu terakhir angka kenaikan tercatat lebih dari 100%. Maka dari itu masyarakat Demak dimohon untuk menerapkan Hidup Sehat sesuai dengan Protokol Kesehatan.

Maka dari itu mari kita bersama-sama menghadapi krisis ini bersama. Pemkab Demak tidak bisa bekerja sendiri, butuh kerjasama, kesadaran dan keikhlasan dari masyarakat untuk menyadari dan menerima bahwa untuk sementara kehidupan kita tidak bisa sama lagi seperti sebelum adanya Wabah ini. Mari bersama kita saling bahu membahu, saling mengingatkan dan saling menguatkan, agar kita, keluarga kita serta orang yang kita sayangi sehat dan selamat.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial