Orang Tua Cerai, Begini Ngurus Akta Kelahiran Anak

Demak – Pembuatan Akta Kelahiran untuk anak yang orang tuanya telah bercerai tetap dapat dilakukan, baik melalui Dindukcapil Demak, di Gedung Ungu Lantai Sasana Kyai Mugni, Jl. Kyai Mugni No 1016 Demak. Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian Dindukcapil Kab. Demak, Yuni Widiarti, S.Sos, mengatakan bahwa siapapun tentu dapat mengajukan Akta Kelahiran, tentunya dengan persyaratan lengkap dan sesuai prosedur yang ditentukan.

“Kami ingatkan juga bagi masyarakat untuk memastikan terlebih dahulu persyaratan-persyaratan utama nya sudah sesuai dan lengkap, sehingga tidak ada nama anak ataupun tanggal lahir yang salah,” ungkap Yuni, (4/6).

Beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi untuk membuat Akta Kelahiran bagi anak yang orangtuanya telah cerai adalah sebagai berikut :

  • Formulir F-201 (Didapat melalui Desa/Kecamatan/Dindukcapil)
  • Foto Copy Kartu Keluarga (Tercantum nama anak ybs)
  • Foto Copy Salah satu KTP (Ayah/Ibu)
  • Foto Copy Akta Perceraian Dilegalisir / Membawa Akta Perceraian Asli
  • Foto Copy KTP Saksi (2 orang)
  • Foto Copy Ijazah (Opsional)

Setelah melengkapi persyaratan-persyaratan tersebut, pemohon dapat langsung menuju Dindukcapil Demak. Perlu diketahui bahwa pengurusan tidak dapat diwakilkan dan harus diurus oleh salah satu orang tua atau wali anak tersebut yang masih tercantum dalam 1 KK. Setelah pengurusan Akta Kelahiran, pemohon juga dapat langsung melakukan cetak KIA secara bersamaan. 

Layanan Darurat/Emergency Perekaman KTP El

Demak – Masyarakat yang belum pernah mempunyai KTP-el masih dapat melakukan perekaman KTP-el di kantor Dindukcapil Demak dengan catatan untuk keperluan yang bersifat darurat atau emergency di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dindukcapil Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd, mengatakan bahwa untuk perekaman KTP-el saat ini bisa dilakukan terutama untuk pemula yang baru berusia 17 tahun keatas yang benar-benar membutuhkan untuk akses pendidikan maupun kesehatan.

“Untuk pemula, apalagi pelajar memang sangat diutamakan, apalagi pelajar/mahasiswa atau warga yang berusia lanjut dan membutuhkan KTP-el nya untuk akses kesehatan maupun akses pendidikan” jelasnya, Jumat, 4 Juni 2020.

Menurut Afhan, setelah melakukan perekaman KTP-el nantinya Dindukcapil Demak tidak akan menerbitkan Surat Keterangan (Suket), melainkan langsung tercetak dalam bentuk KTP-el asli.

“Terkadang masih banyak masyarakat yang meminta surat keterangan perekaman (suket), perlu diketahui saat ini kami sudah tidak menerbitkan, jadi nanti langsung jadi KTP-el nya,” tegasnya.

Adapun langkah-langkah perekaman KTP-el bersifat darurat atau emergency. di tengah pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut :

  1. Datang ke kantor Dindukcapil Demak atau Kecamatan dengan menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan pemerintah.
  2. Membawa Foto Copy KK
  3. Menyampaikan kepada petugas hendak melakukan perekaman KTP-el
  4. Petugas akan melakukan cek suhu badan, dan pemohon di wajibkan mencuci tangan sebelum kontak dengan petugas.
  5. Pemohon masuk ke ruangan perekaman secara bergantian.
  6. Petugas akan melakukan serangkaian perekaman KTP-el (Sidik jari, foto, dan iris mata) dilengkapi dengan alat pelindung diri lengkap (masker, penutup wajah, sarung tangan)
  7. Setelah perekaman selesai, pemohon menunggu waktu 1-2 hari KTP-el akan dicetak (akan disampaikan oleh petugas)
  8. Pemohon dapat meninggalkan Dindukcapil Demak dan mencuci tangan kembali usai melakukan kontak dengan petugas. 

Membuat Akte Kelahiran Orang Dewasa, Begini Caranya

Demak – Minggu (6/6), Membuat akte kelahiran bagi orang dewasa sangat mudah, pengajuan bisa dilakukan di Dindukcapil Kab. Demak yang berlokasi di Gedung Ungu, Lantai 1 Sasana Kyai Mugni, Jl. Kyai Mugni No. 1016 Demak.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kab. Demak, Ili Carli, SH, memaparkan bahwa untuk orang dewasa yang ingin membuat akte kelahiran tapi terkendala syarat-syarat wajib nya, bisa tetap melaporkan dan membuat akte kelahiran di Dindukcapil Kab. Demak. Dengan melampirkan beberapa dokumen pendukung yang penting, seperti surat pernyataan lahir dari Kelurahan atau Desa setempat.

Persyaratan wajib untuk mengurus akte kelahiran dewasa,  secara umum hampir sama dengan pembuatan Akta Kelahiran pada umumnya (saat masih anak-anak). Berikut adalah dokumen yang harus disiapkan :

  1. Formulir F-201
  2. Foto kopi KTP
  3. Foto Kopi KK
  4. Surat kelahiran dari bidan, klinik atau Rumah sakit asli dan foto kopi
  5. Surat nikah orangtua asli dan foto kopi

Lalu bagaimana jika kedua orangtua sudah meninggal dunia dan dokumen seperti KTP serta surat nikah tidak ada, apakah masih bisa membuat akte kelahiran? Jawaban nya tentu bisa. Sebab pembuatan akte kelahiran dewasa bisa menggunakan dokumen pendukung lain, asalkan pemohon masih memiliki KTP dan KK.

KTP dan KK yang dimaksud adalah yang dimiliki pemohon akte kelahiran, sebab dari situ bisa di lacak oleh pihak Dispendukcapil Jember. Biasanya dalam sebuah kartu keluarga, terdapat nama orangtua yang dicantumkan pada kolom bawah setelah nama dan keluarga pemilik.

Jika sudah ada nama orangtua, proses pembuatan akte kelahiran semakin mudah. Langkah selanjutnya adalah anda tinggal menyiapkan beberapa dokumen pendukung seperti dibawah ini.

  1. Formulir F-201
  2. Foto kopi KTP dan KK
  3. Foto kopi KTP 2 orang saksi
  4. Surat kematian kedua orangtua asli dan foto kopi
  5. Materai 6000

Setelah menyiapkan segala dokumen yang diperlukan dan membuat foto kopi rangkap 3-4, ikuti langkah berikut jika megurus di Dindukcapil Kab Demak  Jadikan satu semua dokumen diatas, kecuali foto kopi KTP saksi.

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan

Demak -Minggu (6/6), Innalillahi wa innailaihirojiun. Seluruh Keluarga Besar Dindukcapil Kab. Demak ikut berbelasungkawa atas meninggalnya pahlawan kemanusiaan. Almh Yuni Wuryaningsih, A.Mk. Semoga almarhumah husnul khotimah.

Selamat jalan garda terdepan. Semoga dtempatkan di Syurga terbaikNya. Untuk masyarakat Demak pada khususnya supaya dapat menjaga kesehatan dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Edukasi Berbasis Keluarga Tularkan Kebiasaan Baru Cegah COVID-19

JAKARTA – Penularan virus Korona masih terjadi hingga hari ini. Gugus Tugas Nasional mencatat penambahan kasus positif baru mencapai 672 hingga Minggu (7/6), pukul 12.00 WIB. Langkah pencegahan menjadi syarat masyarakat dapat aman dan produktif di masa pandemi.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat terus menerus dilakukan dalam upaya pencegahan. Ia berkata bahwa basis keluarga akan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan untuk membangun kebiasan baru di antara anggota keluarga. 

“Apabila di setiap keluarga tertanam kebiasaan kebiasaan baru untuk semua anggota keluarganya. Kebiasaan untuk memakai masker, kebiasaan untuk menjaga jarak, kebiasaan mencuci tangan ini sudah tertanam dengan baik, maka kita akan meyakini bahwa pengendalian sebaran covid19 akan efektif kita lakukan,” ujar Yurianto pada saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Minggu (7/6).

Ia menambahkan kebiasaan itu diharapkan sepenuhnya dari kesadaran masyarakat yang ingin aman dari COVID-19 dan bukan dianjurkan oleh pemerintah.

“Kita melakukan ini bukan karena diperintahkan oleh institusi, oleh tempat kerja kita, tapi kita melakukan karena sepenuhnya adalah kesadaran kita karena kita ingin aman dari COVID-19,” tambah Yurianto.

Yurianto juga berharap bahwa upaya edukasi untuk membangun kebiasaan baru ini harus dibangun secara bertahap dan terus menerus.

“Inilah yang kemudian berkali-kali kita sebut sebagai peran serta saudara-saudara sekalian yang nyata di dalam pengendalian COVID-19. Inilah upaya kita untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang sampai saat ini masih terus terjadi,” pesannya.

COVID-19 merupakan penyakit menular yang dapat menular dari orang yang yang membawa virusnya kepada orang lain yang rentan untuk tertular. Upaya untuk aman adalah mencegah jangan sampai tertular. 

Yurianto mengingatkan bahwa virus akan mudah lepas dan menyebar ke sekitar apabila seseorang ini batuk atau bersin. 

“Menjaga jarak lebih dari 1 meter adalah langkah yang terbaik,” ujarnya.

Menggunakan masker sangat diperlukan ketika berada di ruang publik. Ia mengatakan bahwa kita tidak tahu siapa orang di luar yang membawa virus ini. 

“Hampir 80% kasus positif pada orang-orang tanpa gejala. Dia tidak menyadari dirinya membawa penyakit,” katanya. 

Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan merupakan norma baru yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari. 

“Haruslah menjadi kebiasaan baru yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari, jika kita ingin aman tidak tertular COVID-19,” tutup Yurianto.
( Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional )

Perkembangan COVID 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Sabtu, 6 Juni 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melaluicorona.demakkab.go.id

Senantiasa Awasi Anak Kita, Peran Keluarga Tangkas Berinternet

Demak – Sabtu (6/6), Seiring banyaknya konten negatif yang tidak ramah anak beredar di internet, keluarga harus meningkatkan perannya dalam mengawasi anak saat menggunakan gawai, ya.

Menteri Johnny G. Plate menerangkan bahwa Kementerian Kominfo terus melakukan berbagai upaya dalam mengawasi konten seperti pornografi, hoaks, radikalisme, perjudian, dan lainnya. Secara sistem, Kementerian juga sudah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menjaga keamanan sistem tersebut.

Namun, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam perlindungan anak di internet agar nantinya dapat bermanfaat untuk perkembangan mereka ya, Sobat Mindukcapil Demak. Ditambah lagi, selama #dirumahaja penggunaan gawai oleh anak akan meningkat sehingga keluarga harus semakin awas dengan aktivitas mereka di internet.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk anak selama menggunakan gawai dan internet? Simak info berikut ya!

Dokumen Kependudukan Gunanakan Barcode Tidak Perlu Dilegalisir

Demak – Sabtu (6/6), Seluruh dokumen kependudukan yang di keluarkan Disdukcapil menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE)  atau barcode, tidak perlu lagi mendapat pengesahan atau legalisir. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri  nomor 104 tahun 2019, yang mengisyaratkan seluruh dokumen kependudukan menggunakan TTE tidak perlu di legalisir.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd mengatakan, peraturan ini perlu di sampaikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Demak, agar dapat di ketahui secara luas. “Jika dengan menggunakan tanda tangan manual, dokumen kependudukan dilakukan pengesahan atau legalisir. Dengan tanda tangan elektronik ini,  sudah tidak diperlukan lagi,” jelasnya.

Saat ini, seluruh dokumen kependudukan  di Dindukcapil Kab. Demak, telah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE), dengan menggunakan sistem barcode, tidak mudah untuk dipalsukan. “Adapun cara untuk mengetahui keabsahan dari dokumen kependudukan yang menggunakan sistem barcode dapat dicek dengan cara memindai barcode  yang ada”,  katanya.

Pengaturan Kembali Jam Kerja ASN Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak

Demak – Sabtu (6/6), Berdasar Surat Sekretaris Daerah Kab Demak Nomor : 061.2/1065/2020 tanggal 04 Juni 2020 tentang Pengaturan Kembali Jam Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, maka Dindukcapil Kabupaten Demak akan kembali melaksanakan Pelayanan Adminduk seperti biasa dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan mematuhi protokol kesehatan, keamanan dan pencegahan penularan covid-19.

Bagi Sobat Mindukcapil Demak semua yang telah berusia 17 tahun ke atas namun belum melakukan perekaman biometrik, silahkan datang untuk perekaman. Boleh di kecamatan terdekat, jika di kecamatan setempat belum terfasilitasi perekaman karena peralatan perekaman sedang dilakukan perbaikan, silahkan numpang rekam di kecamatan terdekat ya, boleh juga di Dindukcapil Kab. Demak, Tapi, harap diingat ya sobat. Tetap utamakan kesehatan, IKUTI PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19, datang memakai masker, pastikan sobat Tidak dalam keadaan demam atau sakit, tetap manfaatkan layanan online http://dindukcapil.demakkab.go.id/ serta layanan via Whatsapp kami, terima kasih telah tertib administrasi kependudukan bersama kami.

TPDK Kecamatan Wonosalam Serahkan Dokumen Kartu Keluarga Kepada Warga

Demak – Kemarin (5/6), para warga yang berdomisili di Kecamatan Wonosalam mendatangi Kecamatan Wonosalam untuk melakukan pengambilan dokumen berupa Kartu Keluarga. Dikarenakan peralatan perekaman KTP-el di TPDK Kecamatan Wonosalam sedang dilakukan perbaikan atau servis, maka warga yang akan melakukan perekaman data diminta untuk datang langsung ke Dindukcapil Kab. Demak. Tentunya warga yang diperkenankan untuk melakukan perekaman KTPel ini adalah warga yang benar-benar dalam kondisi sehat dan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

Hal ini dibenarkan oleh Marzuki, Koordinator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Wonosalam, bahwa salah satu peralatan perekaman di Kecamatan Wonosalam mengalami kerusakan dan saat ini sedang dalam perbaikan. Sehingga warga yang akan merekam data untuk sementara dialihkan ke Dindukcapil Kab. Demak. Namun, Marzuki dan Andik Setiya, Operator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Wonosalam ini tetap melayani warga yang akan mengajukan permohonan pembuatan dokumen Kartu Keluarga.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial