Perjalanan Menuju Tempat Kerja Saat New Normal

Demak – Selasa (2/6), Sobat Mindukcapil Demak, dilansir dari laman Kemenkes RI, mengenai bagaimana persiapan kamu dalam menjalankan New Normal? Tetap patuhi protokol kesehatan ketika berada diluar rumah seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak ya, Sobat.

Bersama kita Lawan COVID19. yuk simak KomikSehat saat perjalanan dan/ke tempat kerja supaya kita senantiasa sehat dan terhindar dari penularan virus Covid 19.

Astuti Ikuti Protokol Kesehatan Saat Layani Rekam KTP-el

Demak – Noor Rokhmah, warga desa Ngelo Kulon, Kecamatan Mijen yang saat ini berusia 19 tahun pada pagi ini (2/6) telah melakukan perekaman KTP-el di Kecamatan Mijen. Sebelum Noor melakukan perekaman, terlebih dahulu harus mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah, yaitu cuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer.

Tidak hanya Noor saja yang harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, Astuti, Operator Perekaman KTP-el Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Mijen pun juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan memakai APD (Alat Perlindungan Diri) lengkap, mulai dari mengenakan baju Hazmat, masker, face shield dan sarung tangan, serta sebelum dan setelah merekam data warga, harus mencuci tangan dengan hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus covid 19.

Wakil Gubernur Jateng Tegaskan New Normal Bukan Berarti Meninggalkan Protokoler Kesehatan

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokoler kesehatan jelang penerapan new normal.

Seperti diketahui, pemerintah pusat saat ini tengah menyusun persiapan new normal ini bakal diterapkan pemerintah pasca tiga bulan masa pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah asal Rembang tersebut mengingatkan kepada masyarakat, new normal bukanlah kondisi membebaskan aktivitas tanpa protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan usai menjadi Narasumber Webinar Nasional bertema “Spirit Pancasila dan Kearifan Lokal dalam Menghadapi Covid-19” yang diselenggarakan Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal, Sabtu (30/5/2020).

“New normal itu kita hidup sebagaimana kita beraktivitas, kalau kemarin biasa kita mendengar Work From Home atau bekerja dari rumah, saat ini kita mulai membiasakan bekerja, berinteraksi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya seperti dikutip Tribunjateng.com di situs www.jatengprov.go.id.

Protokol kesehatan yang mudah dilakukan dan jangan ditinggalkan masyarakat yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan membiasakan cuci tangan saat keluar rumah ataupun mau masuk rumah.

Di samping itu, menjaga imunitas tubuh dan berolahraga.

Menurutnya, tahap new normal dirasa penting karena Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga ekonomi. Sektor ekonomi harus terjaga karena erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, kita istilahnya new normal atau kehidupan baru, kebiasaan baru. Kita tegaskan bahwa kita beraktivitas dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tandasnya. (TribunJateng)

Lawan Corona Ini Cara Cuci Tangan Pakai Sabun

Demak – Selasa (2/6), Cuci tangan menjadi salah satu hal paling penting yang harus kita biasakan dalam tatanan kehidupan baru ini. Jangan lupa juga untuk memperhatikan tata cara cuci tangan yang benar agar efektif.

Simak cara cuci tangan pakai sabun berikut, dan jadikan sebagai pola hidup baru yang baik!

Operator Rekam KTP-el Kenakan APD Lengkap Saat Layani Pemohon

Demak – Hari ini (2/6), Bahaudin Dawami, Operator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Karangtengah dan bertugas sebagai operator rekam KTP-el dengan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai dengan protokol kesehatan yang telah dihimbau oleh Pemerintah.

Perekaman KTP-el atas nama Ahmad Wawan Ardiyanto yang merupakan warga Desa Pidodo Rt 01 Rw 02 Kecamatan Karangtengah. Sebelum melakukan perekaman data, Ahmad sebelumnya juga mengikuti protokol kesehatan, yaitu cuci tangan dengan memakai hand sanitizer supaya terhindar dari penyebaran covid 19.

Operator Dindukcapil Di Kecamatan Bonang Kenakan APD Lengkap Saat Merekam KTP-el

Demak – Akhmad Subur Maulana, warga desa Jali 7/3, Kecamatan Bonang pada pagi ini (2/6) telah melakukan perekaman KTP-el di Kecamatan Bonang. Sebelum Akhmad melakukan perekaman, terlebih dahulu harus mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah, yaitu cuci tangan dengan memakai sabun.

Tidak hanya Akhmad saja yang harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, Nur Okti Hayati, Operator Perekaman KTP-el Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Bonang pun juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan memakai APD (Alat Perlindungan Diri) lengkap, mulai dari mengenakan baju Hazmat, masker, face shield dan sarung tangan, serta sebelum dan setelah merekam data warga, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus covid 19.

World Milk Day, Ayo Konsumsi Susu

Demak – Hari Susu Sedunia merupakan hari perayaan untuk memperingati akan pentingnya susu sebagai menu makanan global dan memberikan kesempatan untuk mengangkat isu mengenai aktivitas yang berhubungan dengan industri susu.

Hari perayaan yang mulai diperingati sejak tahun 2001 dan dirayakan setiap tanggal 1 Juni ini dibentuk oleh FAO dari PBB. Setiap tahunnya, Hari Susu Sedunia memiliki tema perayaan yang berbeda. Untuk tahun ini, Hari Susu Sedunia mengusung tema yang bernama “Raise a Glass”. “Raise a Glass” memiliki misi untuk merayakan kerja keras para peternak susu dan menyebarluaskan manfaat susu kepada masyarakat luas.

Operator Dindukcapil Di TPDK Kecamatan Gajah Ikuti Kegiatan Apel Pagi

Demak – Kegiatan apel pagi di Kecamatan Gajah kembali lagi aktif dilaksanakan mulai hari ini (2/6). Apel pagi yang dipimpin oleh Camat Gajah, Drs Agung Widodo, MM dan diikuti oleh Sekcam Gajah beserta seluruh pegawai yang bekerja di lingkup Kecamatan Gajah.

Termasuk Koordinator dan Operator Dindukcapil Kab. Demak, Hadi Purwanto dan Nuril Anwar yang bertugas di TPDK Kecamatan Gajah juga mengikuti kegiatan apel pagi yang dilaksanakan di halaman Kecamatan Gajah.

Update Perkembangan Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Senin, 1 Juni 2020..Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melaluiwww.corona.demakkab.go.id

Seluk Beluk ‘The New Normal’ Pandemi Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Istilah tatanan normal baru atau new normal, seliweran di tengah pandemi virus corona yang masih terus mencatatkan penambahan kasus setiap harinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah sempat memperingatkan bahwa virus penyebab Covid-19 ini mungkin tak akan pernah pergi.

Karena itu Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Mike Ryan dalam konferensi pers rutin pada pertengahan Mei lalu meminta setiap negara tetap waspada seraya menyiapkan penyesuaian atau, dengan kata lain tatanan new normal. Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra menjelaskan, normal baru ini merupakan perilaku atau budaya baru yang muncul semenjak adanya virus corona. Beberapa perilaku yang ketika sebelum pandemi menjadi hal yang tak lazim maka kini berangsur jadi hal yang biasa–menjadi normal yang baru.

“Kalau dulu kita terlihat aneh melihat orang memakai masker di jalanan, sekarang jadi terbiasa. Dulu kok, kita merasa aneh orang menjaga jarak, sekarang jadi terbiasa,” kata Hermawan yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

“Dulu orang terbiasa melihat salaman atau cipika-cipiki saat ketemu di jalan, sekarang malah jadi aneh karena suasana Covid-19,” sambung dia lagi.

Tapi tatanan new normal yang disebut di atas tadi adalah yang berkaitan dengan individu atau hubungan di komunitas. Sedangkan jika menurut Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, new normal tak hanya soal kebiasaan baru individu. Kata dia, new normal terbagi menjadi dua tingkatan yakni untuk individu atau komunitas dan new normal di tataran institusi.

Yang disebut terakhir itu–new normal di tataran institusi–adalah yang pelaksanaannya perlu didahului dengan mempersiapkan sejumlah fase. Termasuk di antaranya memastikan prasyarat yang telah ditetapkan oleh WHO seperti kemampuan mengendalikan transmisi penularan virus corona dan kapasitas sistem kesehatan yang mamadai.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial