Operator Rekam KTP-el Kenakan APD Lengkap Saat Layani Pemohon

Demak – Hari ini (2/6), Bahaudin Dawami, Operator Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Karangtengah dan bertugas sebagai operator rekam KTP-el dengan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai dengan protokol kesehatan yang telah dihimbau oleh Pemerintah.

Perekaman KTP-el atas nama Ahmad Wawan Ardiyanto yang merupakan warga Desa Pidodo Rt 01 Rw 02 Kecamatan Karangtengah. Sebelum melakukan perekaman data, Ahmad sebelumnya juga mengikuti protokol kesehatan, yaitu cuci tangan dengan memakai hand sanitizer supaya terhindar dari penyebaran covid 19.

Operator Dindukcapil Di Kecamatan Bonang Kenakan APD Lengkap Saat Merekam KTP-el

Demak – Akhmad Subur Maulana, warga desa Jali 7/3, Kecamatan Bonang pada pagi ini (2/6) telah melakukan perekaman KTP-el di Kecamatan Bonang. Sebelum Akhmad melakukan perekaman, terlebih dahulu harus mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah, yaitu cuci tangan dengan memakai sabun.

Tidak hanya Akhmad saja yang harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, Nur Okti Hayati, Operator Perekaman KTP-el Dindukcapil Kab. Demak di TPDK Kecamatan Bonang pun juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan memakai APD (Alat Perlindungan Diri) lengkap, mulai dari mengenakan baju Hazmat, masker, face shield dan sarung tangan, serta sebelum dan setelah merekam data warga, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus covid 19.

World Milk Day, Ayo Konsumsi Susu

Demak – Hari Susu Sedunia merupakan hari perayaan untuk memperingati akan pentingnya susu sebagai menu makanan global dan memberikan kesempatan untuk mengangkat isu mengenai aktivitas yang berhubungan dengan industri susu.

Hari perayaan yang mulai diperingati sejak tahun 2001 dan dirayakan setiap tanggal 1 Juni ini dibentuk oleh FAO dari PBB. Setiap tahunnya, Hari Susu Sedunia memiliki tema perayaan yang berbeda. Untuk tahun ini, Hari Susu Sedunia mengusung tema yang bernama “Raise a Glass”. “Raise a Glass” memiliki misi untuk merayakan kerja keras para peternak susu dan menyebarluaskan manfaat susu kepada masyarakat luas.

Operator Dindukcapil Di TPDK Kecamatan Gajah Ikuti Kegiatan Apel Pagi

Demak – Kegiatan apel pagi di Kecamatan Gajah kembali lagi aktif dilaksanakan mulai hari ini (2/6). Apel pagi yang dipimpin oleh Camat Gajah, Drs Agung Widodo, MM dan diikuti oleh Sekcam Gajah beserta seluruh pegawai yang bekerja di lingkup Kecamatan Gajah.

Termasuk Koordinator dan Operator Dindukcapil Kab. Demak, Hadi Purwanto dan Nuril Anwar yang bertugas di TPDK Kecamatan Gajah juga mengikuti kegiatan apel pagi yang dilaksanakan di halaman Kecamatan Gajah.

Update Perkembangan Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak Senin, 1 Juni 2020..Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melaluiwww.corona.demakkab.go.id

Seluk Beluk ‘The New Normal’ Pandemi Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Istilah tatanan normal baru atau new normal, seliweran di tengah pandemi virus corona yang masih terus mencatatkan penambahan kasus setiap harinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah sempat memperingatkan bahwa virus penyebab Covid-19 ini mungkin tak akan pernah pergi.

Karena itu Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Mike Ryan dalam konferensi pers rutin pada pertengahan Mei lalu meminta setiap negara tetap waspada seraya menyiapkan penyesuaian atau, dengan kata lain tatanan new normal. Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra menjelaskan, normal baru ini merupakan perilaku atau budaya baru yang muncul semenjak adanya virus corona. Beberapa perilaku yang ketika sebelum pandemi menjadi hal yang tak lazim maka kini berangsur jadi hal yang biasa–menjadi normal yang baru.

“Kalau dulu kita terlihat aneh melihat orang memakai masker di jalanan, sekarang jadi terbiasa. Dulu kok, kita merasa aneh orang menjaga jarak, sekarang jadi terbiasa,” kata Hermawan yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

“Dulu orang terbiasa melihat salaman atau cipika-cipiki saat ketemu di jalan, sekarang malah jadi aneh karena suasana Covid-19,” sambung dia lagi.

Tapi tatanan new normal yang disebut di atas tadi adalah yang berkaitan dengan individu atau hubungan di komunitas. Sedangkan jika menurut Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, new normal tak hanya soal kebiasaan baru individu. Kata dia, new normal terbagi menjadi dua tingkatan yakni untuk individu atau komunitas dan new normal di tataran institusi.

Yang disebut terakhir itu–new normal di tataran institusi–adalah yang pelaksanaannya perlu didahului dengan mempersiapkan sejumlah fase. Termasuk di antaranya memastikan prasyarat yang telah ditetapkan oleh WHO seperti kemampuan mengendalikan transmisi penularan virus corona dan kapasitas sistem kesehatan yang mamadai.

PNS Boleh Perjalanan Dinas saat New Normal, Begini Aturannya

Jakarta – Pemerintah membolehkan para pegawai negeri sipil (PNS) untuk melakukan perjalanan dinas pada masa new normal. Penerapan tatanan normal baru ini berlaku mulai 5 Juni mendatang.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.Dalam surat edaran itu disebutkan, PNS bisa melakukan perjalanan dinas, namun hal ini dilakukan secara selektif. Selain itu harus berdasarkan tingkat prioritas dan urgensinya. “Perjalanan dinas dilakukan secara selektif dan sesuai tingkat prioritas dan urgensi yang harus dilakukan, serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan protokol kesehatan,” tulis poin 2J surat edaran tersebut seperti dikutip kumparan, Senin (1/6).Tak hanya itu, perjalanan dinas akan ditentukan oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing kementerian atau lembaga.

Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Kementerian PANRB mengenai perjalanan dinas tersebut. Tujuan lokasi hingga golongan PNS mana saja yang dapat melakukan perjalanan dinas pun belum dijelaskan lebih lanjut dalam surat edaran tersebut.

Dalam APBN 2020, pemerintah mengalokasikan Rp 335,9 triliun untuk belanja barang, yang di dalamnya termasuk perjalanan dinas sebesar Rp 43,7 triliun. Namun akibat pandemi COVID-19, belanja barang dipangkas menjadi hanya Rp 290 triliun. Ini merupakan yang terendah dalam dua tahun terakhir.

Penduduk Lansia Masih Bisa Mendapat Akte Kelahiran

Demak – Senin (1/6), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak, Drs. M. Afhan Noor, M.Pd mengatakan pihaknya dapat melayani pembuatan akte kelahiran khusus untuk lansia. “Terkadang orang tua pada zaman dulu tidak sempat mengurus akte kelahiran jadi masih ada warga yang belum mempunyai akte kelahiran.

Dindukcapil Kabupaten Demak bisa menerbitkan akte kelahiran untuk lansia, melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM),” ucap Afhan, Menurut Afhan, sebelum mengurus akte kelahiran diperlukan syarat-syarat berupa surat keterangan lahir dari penolong kelahiran, KTP orang tua, kartu keluarga, KTP saksi, dan rekomendasi rukun tetangga dan kelurahan wajib dilampirkan untuk dasar pengurusan.

“Bagi warga yang sudah sepuh akan sangat kesulitan, karena orang tuanya sudah tidak ada, maka dasar untuk membuat surat kelahiran saat ini dapat diganti dengan melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Kebenaran Data Kelahiran yang bisa diperoleh di Dindukcapil ” papar Afhan.

Dengan demikian, lanjut Afhan, maka warga lansia akan mudah untuk mengurus hal yang membutuhkan akte kelahiran. “Salah satunya adalah untuk mendaftar ibadah Haji, yang membutuhkan persyaratan akte kelahiran, Kartu Keluarga dan KTP,” papar Afhan.

Selain itu pihak Afhan saat ini terus melakukan perekaman E-KTP secara jemput bola langsung turun ke masyarakat. Yang juga melayani pembuatan KK, Kartu Identitas Anak dan lain-lain.

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Jakarta – Kamu mungkin sering melihat kotak atau botol susu bertuliskan UHT dan pasteurisasi di rak supermarket. Keduanya merupakan jenis susu kemasan yang diproses dengan cara yang berbeda.

Menurut Dr. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), ada dua tipe susu berdasarkan proses pengolahannya. UHT merupakan singkatan dari ultra high temperature. Kata Epi, susu jenis ini sering juga disebut sebagai susu steril. “ Susu UHT itu dipanaskan 140-an derajat celsius selama 1-2 detik. Karena dia steril, dia sering disimpan di rak tanpa pendingin di supermarket,” ujar Epi pada Kompas.com, Sabtu (30/5/2020). Sementara susu pasteurisasi, adalah susu yang dipanaskan tidak sampai steril seperti UHT. Dinamakan pasteurisasi karena penemu metode pasteurisasi bernama Louis Pasteur yang berasal dari Perancis.

“ Susu pasteurisasi dipanaskan 72-75 derajat celsius selama 15 detik saja. Kalau enggak bisa juga 65 derajat celsius selama 30 menit,” papar Epi. “Bedanya, kalau di supermarket pasti dia disimpan di lemari pendingin karena lama umur simpannya itu hanya satu bulan,” lanjutnya. Perbedaan metode yang dilakukan antara keduanya akan memengaruhi masa simpan produk atau yang biasa kamu kenal sebagai tanggal kadaluarsa. Karena sudah dipanaskan lebih dari 100 derajat celsius, maka susu UHT sudah dalam kondisi steril yang membuatnya lebih tahan lama. Susu UHT, kata Epi, bisa selama sekitar 2-3 bulan selama tidak dibuka dari kemasannya.

“Ketika sudah dibuka kan sudah kontak dengan udara, tangan. Jadi walaupun UHT kalau sudah buka kemasan dan ditutup lagi, maka harus disimpan di lemari pendingin supaya bakteri tidak masuk dan berkembang,” papar Epi. Namun pemanasan yang tinggi terhadap susu UHT akan berpengaruh pada zat gizi dan mikronutrisi yang terkandung pada susu. Pemanasan yang dilakukan apalagi sudah lebih dari 100 derajat celsius, akan menghilangkan sebagian vitamin dan zat gizi yang ada pada susu. “Makanya kadang ada susu yang difortivikasi, ditambah vitamin nutrisi suplemen gitu setelah disterilisasi,” ujar Epi. Sementara itu, susu pasteurisasi punya kandungan gizi yang lebih banyak dari pada UHT karena hanya dipanaskan dengan suhu tak lebih dari 100 derajat celsius.(Kompas)

Akta Kelahiran Tanpa Buku Nikah Orang Tua (2)

Demak – Senin (1/6) Lalu, Bagaimana nasib anak-anak yang orangtuanya tidak memiliki buku nikah? Dapatkah seorang anak memilki akta kelahiran tanpa buku nikah dari orangtuanya?

Jawabannya, tentu saja bisa. Perkawinan yang tidak dicatat oleh pegawai pencatat perkawinan adalah perkawinan yang tidak sah secara hukum Indonesia meskipun sah secara agama. Akibatnya, anak-anak yang dilahirkan dari pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah akan memiliki status hukum sama dengan anak di luar nikah yaitu anak yang hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya saja.

Dengan demikian, anak-anak yang dilahirkan dari pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah tetap dapat memiliki akta kelahiran, hanya saja yang tercantum di dalam akta kelahirannya adalah nama ibunya saja dan tidak mencantumkan nama ayahnya. Persyaratan pembuatan akta kelahirannya sama dengan anak lain pada umumnya, tetapi ditambah dengan melampirkan surat pernyataan tidak ada ikatan perkawinan yang dibuat oleh ibu dari anak tersebut. Untuk anak yang orangtuanya telah menikah secara sah tetapi tidak memiliki buku nikah, dapat meminta surat keterangan dari KUA (Kantor Urusan Agama).

Jika cara tersebut tidak dapat dipenuhi, maka orangtua dari anak tersebut dapat melakukan itsbat nikah di Pengadilan Agama. Itsbat nikah adalah permohonan pengesahan pernikahan yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah dan memiliki kekuatan hukum. Jika permohonan itsbat nikah tersebut dikabulkan, maka hak suami/istri dan anak-anak dari perkawinan tersebut akan terjamin, termasuk kepemilikan akta kelahiran bagi anak-anak tersebut.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial