467 Dinas Dukcapil Melayani Secara Online Selama Pandemi Covid-19

Foto ini diambil sebelum pandemi corona

Jakarta – Kondisi mewabahnya viruz korona atau Covid-19 di Indonesia membawa hikmah bagi kinerja Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Sebab kini, pencatatan sipil berangsur peralihan secara online.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebut, layanan Dukcapil terus berinovasi sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian. Zudan menyebut, sebanyak 467 Dinas Dukcapil pada tingkat Kabupaten/Kota sudah melaksanakan layanan online administrasi kependudukan (Adminduk). Masyarakat bisa mengunduh aplikasi melalui telepon genggamnya melalui Playstore, serta layanan melalui Whatsapp dan SMS.

“Untuk daerah yang masih ada layanan manual seperti perekaman ktp el, wajib menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19,” kata Zudan dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Terkait peningkatan kualitas pelayanan publik khusus layanan Adminduk, Zudan meminta seluruh Kadis Dukcapil Kabupaten/Kota yang belum memiliki aplikasi layanan online agar segera mengembangkannya. Hal ini untuk memudahkan pelayanan Dukcapil kepada masyarakat.

Zudan berharap, selain sebagai inovasi dan terobosan pelayanan di bidang Adminduk yang dilakukan secara daring. Masyarakat mudah mengakses kebutuhan dokumen kependudukan. “Melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa mudah mengetahui progres penyelesaian dokumen kependudukan yang sedang diurus Dukcapil,” pungkasnya. (Sumber : Jawapos)

Ingin Masyarakat Paham, Achmad Yurianto: Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Tak akan Tularkan Corona

Jakarta – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 tidak akan kembali menularkan penyakit tersebut.Achmad Yurianto menegaskan, masyarakat harus memahami hal ini dengan baik.

“Kami mohon masyarakat agar paham betul bahwa pasien-pasien Covid-19 yang sudah sembuh, mereka tidak akan menularkan penyakitnya (Covid-19) lagi,” ujar Yuri dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Sabtu (18/4/2020). (sumber : Tribunnews)

57 Tenaga Medis RS Kariadi Positif Corona, dr Zainal: Jenazah Saja Ditolak, Apalagi Kami yang Hidup

Semarang – 57 tenaga medis di Rumah Sakit (RS) Kariadi Semarang, Jawa Tengah, dinyatakan positif terkena Virus Corona. Dilansir TribunWow.com, satu di antara 57 tenaga medis itu yakni dokter Zainal Muttaqin. Dokter spesialis bedah saraf itu pun menyinggung soal sejumlah penolakan jenazah Virus Corona yang akan dimakamkan. Hal itu disampaikan Zainal Muttaqin melalui tayangan YouTube tvOneNews, Jumat (17/4/2020). Meskipun terlindungi, para tenaga medis tetap terancam tertular Virus Corona jika pakaian APD sudah dilepas.

Zainal mengatakan, pihak rumah sakit menyediakan ruangan khusus untuk dokter melepas APD. “Tetapi persoalan-persoalan lain terkait itu masih ada, jadi karena situasi wabah ini kan baru kali ini terjadi. Kita hadapi bersama,” terang Zainal.

“Jadi misalkan kita pakai APD enggak akan ketularan, tapi saat kita melepas APD itu di suatu ruangan yang disediakan.” Terkait hal itu, ia menduga ada kecerobohan yang dilakukan tenaga medis saat melepas baju APD. Hal tersebut yang dinilainya menjadi awal penularan Virus Corona ke puluhan tenaga medis RS Kariadi. “Tidak boleh ada tenaga medis lain di situ, karena pada saat kita buka APD kita akan terjadi aerosolisasi, penyebaran kuman yang nempel di APD kita ke ruangan itu,” kata Zainal.

“Jadi ada di antara kita yang kurang hati-hati. Jadi itu salah satu penyebab, jadi bukan terlambat identifikasi sebenarnya.”

Cegah Penularan COVID-19 Melalui Mata, Hidung dan Mulut

Demak – Sabtu (18/04/2020). Sahabat Dukcapil yuk mari kita cegah Penularan COVID-19 Melalui Mata, Hidung dan Mulut dengan cara selalu memakai masker bila mendesak akan keluar rumah dan ketika berbicara dengan orang lain, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jangan menggosok mata dengan tangan.

Jangan memasukkan jari ke lubang hidung, jangan menggigit kuku, hindari mengorek telingga dengan benda apapun, tunda ke dokter spesialis mata dan THT jika tidak darurat. Jadi, sahabat dukcapil, jangan remehkan ya.

Pustaka Digital Kemdikbud

Demak – Sabtu (18/04/2020). Sahabat Dukcapil, dilansir dari Perpustakaan Dikbud,meskipun saat ini Perpus dikbud tutup layanan kalian tetap bisa akses layanan Perpus Dikbud.

Untuk itu Sahabat Dukcapil bisa unduh koleksi digital open access di bidang pendidikan dan kebudayaan di laman pustaka-digital.kemdikbud.go.id ya. Kalian tetap berada di rumah aja, isi waktu kalian dengan membaca.

Bincang Inspirasi ASN?

Demak- Sabtu (18/04/2020). Dilansir dari Kementerian PANRB. Bincang Inspirasi ASN akan segera hadir nih Rekan ASN. Ajang ini akan menghadirkan sejumlah narasumber yang siap berbagi wawasan dan pengetahuan mereka. Apa kira-kira yang akan dibahas? Ikuti terus informasinya di media sosial Kementerian PANRB ya.

Akhirnya yang dinantikan segera tiba! Bincang Inspirasi ASN akan diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2020. Edisi perdana ini akan menghadirkan Helmy Yahya serta nomine PNS Inspiratif 2018 (Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini) sebagai narasumber. CEO GNFI Wahyu Aji akan menjadi moderator perbincangan ini.Yuk segera daftarkan diri kalian untuk berbincang bersama membahas tema Berpikir Positif, Terus Produktif. Hal yang sangat kita perlukan ditengah pandemi saat ini.

Amalan Menyambut Bulan Ramadhan Saat Pandemi Corona

Demak – Sabtu (18/04/2020). Bulan Ramadhan 2020 akan datang sebentar lagi. Sebagai seorang Muslim, tentunya kita menyambut bulan penuh rahmat itu dengan melakukan amalan-amalan.

Menurut Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Allah SWT melipat gandakan pahala semua amal ibadah di bulan Ramadhan.

Gubernur Ganjar Dicurhati Pelajar Soal Belajar di Rumah Tak Efektif

Demak – Perwakilan forum anak Jepara bersama anggota forum anak se-Jawa Tengah melakukan video call bertajuk ngobrol berjarak dengan Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/4) kemarin. Pada kesempatan itu, mereka curhat mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah yang memiliki banyak kekurangan dan dinilai tidak efektif.

Perwakilan forum anak Jepara yang ikut serta dalam ngobrol berjarak itu Intan Azzahra mengatakan, sejak melaksanakan belajar di rumah pada 16 Maret hingga kemarin dia merasakan banyak hal yang kurang efektif. Sebab ada guru yang tidak memberi materi tetapi langsung memberikan tugas. Setelah tugas dikerjakan pun tidak ada evaluasi. Tidak hanya itu beberapa guru juga kadang tidak sesuai jadwal saat pembelajaran di sekolah. “Ini yang kami sampaikan kepada Bapak Gubernur mengenai proses KBM di rumah,” ujarnya.

Mereka mengaku leluasa menyampaikan apa yang mereka rasakan lantaran orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut bertanya secara langsung. “Jadi sebelumnya Bapak Gubernur memberikan arahan terkait Covid-19, setelah itu bertanya pada kami apa yang kami rasakan selama di rumah saja,” urainya.

Tak hanya curhat saat diminta untuk memberikan solusi agar pembelajaran di rumah lebih efektif, forum anak Jepara mengusulkan agar pembelajaran dibuat lebih menarik hal ini supaya siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah. “Misalnya melalui game tapi itu kayak berisi soal-soal,” katanya.

Selain beberapa poin yang disampaikan pada ngobrol berjarak itu Intan menyatakan ada berbagai persoalan lain yang juga dihadapi oleh anak-anak di bawah forum anak Jawa Tengah. Mulai dari banyak tugas yang diberikan dengan deadline singkat, tidak ada penjelasan dan nilai dari soal-soal yang telah diberikan guru, metode pembelajaran yang dilakukan kurang menarik, beberapa guru menggunakan video dalam pembelajaran seperti halnya bimbingan belajar dan kurangnya pemberian pemahaman terkait Covid-19 padahal ada tugas terkait hal tersebut.

Intan juga mengaku ada sebagian siswa yang masih sulit mengikuti pembelajaran lantaran memiliki tempat tinggal dengan akses internet terbatas. “Pembelajaran juga membutuhkan kuota yang cukup banyak selama sebulan terakhir dilaksanakan belajar dirumah saja yakni 16 Maret hingga 16 April ini,” jelasnya.

Intan menambahkan para pelajar berharap, lebih banyak guru yang memanfaatkan aplikasi tatap muka dalam pembelajaran, memberikan modul serta membuka ruang diskusi. “Supaya pembelajaran tetap efektif dan tidak terjadi miss komunikasi,” pungkasnya. (sumber : Radar Kudus).

6.248 Orang Positif Covid-19, 631 Sembuh, 535 Meninggal Dunia

Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada tambahan 325 kasus positif Korona per Sabtu (18/4). Dengan demikian, total sudah ada 6.248 orang yang positif tertular virus tersebut.

“Kita telah melakukan spesimen lebih dari 45 ribu spesimen. Hasil positif sebanyak 6.248, hasil negatif ‎33.174,” ujar Yuri dalam konfrensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/4). Angka pasien yang sembuh masih berada di atas angka kematian dengan total 631 orang. Sementara pasien meninggal tercatat ada 535 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mengalami penambahan sebanyak 2.612 orang dengan total keseluruhan sebanyak 176.344 orang. Sementara jumlah pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 12.979 orang. ”12 ribu PDP ini betul-betul dalam pengawasan yang ketat untuk kemudian diperhatikan gejala klinisnya dan kemudian kita lakukan pemeriksaan dengan PCR,” katanya.

Yuri kembali menegaskan bahwa dari angka tersebut, penularan masih terjadi. ”Oleh karena itu mari bersama-sama bahwa penyebaran ini masih terjadi dan mari berpartisipasi denghan terus mematuhi anjuran pemerintah menjaga jarak terutama daerah-daerah yang belakukan PSBB,” pungkasnya. (Sumber : Jawa Pos)

Jokowi Tegaskan Aksi Solidaritas Covid-19 Bukan Untuk Ajang Pamer

Jakarta –

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa konsep gotong royong betul-betul harus diterapkan di masa pandemi Covid-19. Hal ini diyakininya bisa mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19.

Meski mengapresiasi aksi-aksi sosial yang dilakukan banyak pihak, Jokowi mengingatkan bahwa aksi tersebut hendaknya dilakukan dengan tulus tanpa tendensi menyombongkan diri.

“Gerakan-gerakan saling bantu tersebut harus diangkat, dimunculkan ke permukaan. Bukan untuk disombongkan, tetapi untuk menjaga harapan dan dijadikan sebagai inspirasi. Hal ini akan bermanfaat jika dapat ditiru ulang oleh yang lain secara masif,” kata Jokowi, Sabtu (18/4).

Jokowi juga menyoroti adanya kepedulian warga yang terjadi di bidang ekonomi. Banyak yang membantu tetangganya dengan membeli produk yang dijualnya. Sehingga ekonomi bisa berjalan di tengah pandemi ini.

“Ini adalah penegas sifat dan kebesaran bangsa Indonesia yakni bangsa gotong royong, bangsa pejuang, yang selalu menemukan kekuatan dan solusi lokal di tengah berbagai krisis,” tambahnya.

Jokowi pun yakin bahwa masyarakat tetap bisa saling menolong satu sama lain di tengah himbauan untuk terus berada di dalam rumah. “Kita tunjukkan bahwa dalam kondisi di rumah saja kita tidak menjadi semakin individualis, tetapi justru semakin peduli satu sama lain,” ungkapnya. (sumber : Jawa Pos)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial