Dindukcapil Kab. Demak Raih Bendera Hijau

Demak – Kemarin (17/02/2020) Selepas Upacara Tanggal 17 di Halaman Setda Kab. Demak telah diumumkan peringkat Taman Kali Tuntang masing-masing PD (Perangkat Daerah).

Dindukcapil Kab. Demak menduduki peringkat 9 dan berhak mendapatkan bendera Hijau Pupus. Bendera diserahkan oleh Bupati Demak, HM. Natsir dan diterima oleh Sekretaris Dinas Dukcapil Kab. Demak, Eni Susiani, SE, MH. “alhamdulillah, Dindukcapil bisa mendapatkan bendera hijau, ini berkat kerjasama tim”, jelas Eni Susiani.

Pelaksana Dindukcapil Kab. Demak Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Upacara 17-an

Demak – Tiga orang pelaksana Dindukcapil Kab. Demak, yang terdiri dari M. Najibulloh, Ulil Huda dan Ali Matsirat, SE terpilih sebagai petugas pengibar bendera merah putih dalam kegiatan upacara 17-an pada hari Senin (17/02/2020) di Halaman Setda Kab. Demak.

Setelah sebelumnya melaksanakan gladi resik dan gladi kotor pada hari Jumat kemarin, dan dilatih oleh petugas dari Satpol PP Demak. Para petugas pengibar bendera merah putih ini, sebelumnya juga mewakili Dindukcapil Kab. Demak dalam kegiatan perlombaan HUT Korpri Tahun 2019.

Awal Minggu, Antrian Sudah Mencapai Angka 615

Demak – Pukul 15.00 WIB, Senin (17/02/2020) Dindukcapil Kab. Demak, mencapai nomor antrian 615, untuk pendaftaran pembuatan dokumen kependudukan. Nomor antrian ini dibuka hingga pelayanan selesai, yaitu pukul 15.00 WIB. “warga yang sudah mendapat nomer antrian, tetap akan dilayani”, papar Zulaikoh, salah satu petugas FO di bagian pendaftaran.

Sesuai SOP Pelayanan di Dindukcapil Kab. Demak, bagi warga yang mengurus dokumen kependudukan, dokumen akan dicetakkan atau diterbitkan selama 1×24 jam pada jam dan hari kerja. Dan tidak dikenakan biaya atau Gratis atau Rp. 0,-.

Akhirnya, Pejuang KTP-el Ini Berhasil Mendapatkan KTPel nya

Demak – Salah satu pejuang KTP-el hari ini (Senin,17/02/2020), Suranto, warga Karanganyar, Demak berhasil mendapatkan KTP-el miliknya sendiri dan istrinya. Setelah mengantri untuk didaftarkan supaya dapat dilakukan pencetakan KTP-el, akhirnya dirinya bisa mendapatkan KTP-elnya. “sudah 1 tahun, saya pegangnya surat keterangan itu, susah”, jelasnya.

Pengambilan dokumen kependudukan, terutama KTP-el ini harus diambil sendiri oleh pemiliknya. Jika akan diwakilkan, bisa saja, asalkan masih dalam 1 (satu) Kartu Keluarga. Dan jika yang diwakilkan orangtua atau mertuanya yang tidak dalam 1 KK, maka harus membawa fotokopi KK milik orangtuanya dan fotokopi miliknya sendiri.

Kondisi Para Pejuang Dokumen Kependudukan Siang Ini

Demak – Kondisi siang ini (17/02/2020) di Dindukcapil Kab. Demak terlihat penuh sesak, baik di dalam ruang pelayanan atau pun di luar ruang pelayanan. Kepadatan ini disebabkan oleh liburnya pelayanan dokumen kependudukan pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga pada Senin ini, terjadi penumpukan pemohon adminduk.

Dari list nomor antrian, Abdul Latief, petugas Front Office di bagian Pengambilan Nomor antrian ini mencatat bahwa warga yang melakukan penerbitan dokumen kependudukan yaitu KTP-el menduduki ranking pertama, kemudian disusul oleh penerbitan Akta, dan Surat Pindah. Walau kondisi ruang pelayanan yang padat, para petugas FO tetap berusaha melayani masyarakat  yang datang untuk mengurus dokumen adminduk mereka.

Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Anak di Luar Nikah

Demak – Tidak sedikit orang-orang menanyakan bagaimana cara mengurus akta kelahiran untuk anak di luar nikah/kawin atau nikah siri. Tentunya, setiap anak membutuhkan akta kelahiran untuk mendapatkan hak-hak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1 tentang Perkawinan, anak yang dilahirkan di luar hubungan pernikahan secara hukum hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya. Dengan kata lain, anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya.

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk anak hasil kawin siri. Meskipun dalam hukum Islam kawin siri merupakan hukum yang sah dan status hukum anak yang dilahirkan jelas, hukum Indonesia tidak memandangnya seperti itu. Pasalnya, tidak ada catatan mengenai perkawinan tersebut. Oleh karena itu, anak yang dilahirkan melalui nikah siri memiliki status hukum yang sama dengan anak yang lahir di luar perkawinan sehingga hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya saja.

Hal ini sendiri diatur oleh Perpres Nomor 25 Tahun 2008 Pasal 52 Ayat 1 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.Berikut adalah persyaratan yang harus diperhatikan, yaitu Surat kelahiran dari bidan/dokter/rumah sakit/penolong kelahiran, Nama serta identitas dari saksi kelahiran, KTP ibu, Kartu Keluarga Ibu.

Lantas, bagaimana caranya anak dari hasil pernikahan siri dapat tercantum nama ayahnya pada akta kelahirannya? Dengan melakukan Istbath nikah di Pengadilan Agama kemudian lakukan pelaporan ke KUA  setelah itu baru membuat akta kelahiran anak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Lindungi Anak Anda Dengan Mencatatkan Kelahiran Anak Anda Di Dindukcapil

Demak – Akta kelahiran merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki oleh semua warga negara Indonesia. Apakah warga Demak sudah tahu bagaimana cara mengurus akta kelahiran? Dokumen ini sendiri merupakan bukti sah Status dan Peristiwa Kelahiran sesorang yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Setiap bayi yang kelahirannya dicatat akan terdaftar dalam Kartu Keluarga serta diberi NIK yang nantinya diperlukan untuk mendapatkan pelayanan masyarakat.

Berkas yang perlu disiapkan untuk membuat Akta Kelahiran meliputi : surat keterangan kelahiran dari bidan/RS, fotokopi KTP-el orang tua si anak, fotokopi KK terbaru dimana si bayi sudah mendapatkan NIK dan masuk dalam KK, serta fotokopi Surat Nikah.  Bagi warga yang akan membuat akta kelahiran tidak memerlukan surat pengantar dari desa/kelurahan. Tidak ada biaya yang dipunggut untuk pembuatan akta baru. Biaya gratis dalam pengurusan ini dijamin oleh Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa pembuatan akta kelahiran baru tidak dipungut biaya.

Kenalkan Anak Dengan Administrasi Kependudukan

Demak – Bagi Warga Demak, Yuk kenalkan Buah Hati Anda dengan Administrasi Kependudukan. Lindungi Hak anak anda supaya terdaftar menjadi Warga Negara Indonesia dengan memiliki Akta Kelahiran.

Sejak tahun 2017, Kementerian Dalam Negeri mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun untuk memiliki KIA. Dan menunjuk beberapa daerah di Indonesia sebagai pilot project penerbitan KIA. Dan di Dindukcapil Kab. Demak sendiri baru membuka pelayanan pembuatan KIA pada April 2019, setelah mendapatkan pengadaan blangko KIA yang dibiayai oleh APBD.

Apa sih KIA itu ?

Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk. KIA juga berguna memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi.

????????? ????????, ?????? ???? ???? ???????????? ?????????

Demak – Mari berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Sensus Penduduk 2020, Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Pusat Statistik dan Kementerian Dalam Negeri melakukan Sensus Penduduk secara online.

Mulai Sabtu 15 Februari 2020, Indonesia Mencatat. Caranya:
1) Siapkan Kartu Keluarga (KK) untuk NIK dan Nomor serta Buku Nikah/Kutipan Akta Perkawinan jika kawin, Akta Cerai/Kutipan Akta Perceraian jika status Cerai Hidup.

2) Silakan melakukan pengisian data Anda dan keluarga secara mandiri melalui website https://sensus.bps.go.id/login
di hp Android, laptop, komputer.

3) Ketik NIK pada Isikan NIK dan ketik Nomor KK pada Isikan Nomor KK, ketik captcha/kode pada Isikan kode serta klik CEK KEBERADAAN

4) Jika terdata maka akan terlihat semua daftar/data anggota keluarga. Tambahkan anggota keluarga misalnya karena ada yang lahir atau hapus anggota keluarga karena sudah pindah atau meninggal.

Selanjutnya semua pertanyaan dijawab dengan jujur dan benar. Lima menit partisipasi kita membantu Pemerintah mengambil kebijakan dan perencanaan ke depan.

Segera catatkan data-informasi anda dan sekeluarga untuk data kependudukan yang akurat.

Mencatat Indonesia, Mulai Hari Ini, Mari Kita Sukseskan

Demak – Mencatat Indonesia, mulai hari ini, Sabtu 15 Februari 2020, kata Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Bantu pembangunan dengan ikut berpartisipasi dalam Sensus Penduduk Online (SPO2020) mulai hari ini 15 Februari 2020-31 Maret 2020. Terdiri dari tiga tahapan pengumpulan data: Sensus Penduduk Online (SP Online) di bulan Februari – Maret 2020, Sensus Penduduk Wawancara (SP Wawancara) di bulan Juli 2020, dan Pencacahan Sampel di bulan Juli 2021.

Menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020). Upaya ini menjadi langkah penting pewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial