Cair Paling Lambat 19 Mei, Ini Besaran THR yang Akan Diterima PNS

Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pensiunan diharapkan bisa dilakukan paling lambat lima hari sebelum Idul Fitri. Artinya, THR PNS dibayarkan paling lambat 19-20 Mei 2020.

“Kami berharap bisa dicairkan kurang lebih lima hari sebelum Lebaran maksimal,” ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji kepada kumparan.Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan ketentuan mengenai pemberian THR PNS.

Hal itu tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-343/MK/.02/2020 yang ditujukan kepada Menteri PANRB tersebut. Berdasarkan surat itu, THR tahun 2020 akan dibayarkan kepada seluruh ASN, TNI dan Polri dengan jabatan eselon III ke bawah. Komponen THR tersebut terdiri dari gaji pokok dan tunjangan melekat namun tidak termasuk tunjangan kinerja. THR juga tetap diberikan kepada para pensiunan ASN, TNI, dan Polri sebagai masyarakat yang rentan terdampak COVID-19. Sementara untuk eselon III ke atas, termasuk pejabat daerah, pejabat negara, presiden, menteri, Anggota DPR RI, hingga Anggota DPD RI, dipastikan tak akan mendapat THR.

Keputusan ini diambil Sri Mulyani untuk menghemat anggaran karena harus untuk menyelesaikan pandemi COVID-19 yang membutuhkan dana besar.

Dikutip dari surat Sri Mulyani kepada Menteri PANRB, berikut besaran THR yang bakal diberikan:1. PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau kolonel ke bawah di lingkungan MA. THR yang diberikan berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum. 2. Penerima gaji terusan dari PNS, TNI, Polri yang meninggal dunia, tewas, gugur, atau hilang. 3. Penerima pensiun. THR yang diberikan sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya. 4. Penerima pensiun terusan dari pensiunan PNS, TNI, Polri, yang meninggal, tewas, gugur, hilang, sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya. 5. Penerima tunjangan, THR sebesar tunjangan sesuai UU. 6. Pegawai nonPNS pada LNS, LPP, atau pegawai lain. 7. Pegawai NonPNS pada BLU, sebesar gaji remunerasi. 8. Calon PNS, paling banyak sebesar 80 persen gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/umum.

Panglima Hadi Tjahjanto Pimpin Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso

Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara pemakaman secara militer terhadap mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu (10/5). Ia meninggal akibat penyakit stroke berat yang dideritanya.

Prosesi pemakaman itu sendiri tetap mengikuti standar protokol kesehatan, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. Dalam Prosedur Tetap (Protap) Upacara Pemakaman Militer pasukannya berjumlah satu kompi atau 120 personel, namun dengan adanya Covid-19 maka jumlahnya hanya 40 personel dengan jarak antara pasukan peserta upacara yaitu dua meter.

“Saya Panglima Tentara Nasional Indonesia atas nama Negara, Bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa Almarhum. Nama Djoko Santoso, Pangkat Jenderal TNI (Purn), Jabatan Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kesatuan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Putra dari Bapak H. Djoko Soedjono (Almarhum),” kata Hadi saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) dan membacakan Apel Persada di depan pusara Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Jakarta, Minggu (10/5).

“Yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran Negara dan Bangsa pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2020 pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto karena sakit. Semoga jalan Dharma Bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” sambungnya.

Selama berdinas, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dianugerahi berbagai penghargaan Bintang Jasa/Tanda Jasa diantaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Satyalencana Seroja.

“Sebagai wujud penghormatan terakhir dan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Panglima TNI ke-16, Tentara Nasional Indonesia menyatakan berkabung mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari dari 10-17 Mei 2020 di seluruh jajaran TNI di seluruh Indonesia,” kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman. (sumber : Merdeka)

Kenali Program THT Dari Taspen, Yuk

Demak – Minggu (10/5), dilansir dari PT Taspen, Sahabat Dukcapil, demi kesejahteraan para Peserta di Hari Tua nanti, maka TASPEN hadir mengelola program Tabungan Hari Tua (THT) yang merupakan Program Asuransi terdiri dari Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan Asuransi Kematian

Asuransi Dwiguna adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan keuangan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun atau bagi ahli warisnya apabila peserta meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun. Asuransi Kematian (Askem) adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan keuangan dalam hal peserta/keluarganya meninggal dunia baik pada saat masih aktif maupun setelah pensiun. Askem anak diberikan apabila belum berusia 21 tahun atau 25 tahun yang masih sekolah dan belum menikah

Tolong, Untuk Tetap Dirumah Saja. Tidak Mudik

Demak – Minggu (10/5), Hayooo siapa yang masih mau nekat mudik? Daripada capek-capek cari jalan tikus yang ujung-ujungnya diminta putar balik, mending tetap patuhi aturan dan #dirumahaja ya Sahabat Dukcapil.

Kangen keluarga? Lakukan silahturahmi dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi digital. Kamu juga bisa kirim bingkisan lebaran untuk keluarga karena ekspedisi dan logistik tetap berjalan seperti biasa.

Apa Aja Sih Jenis Koperasi Non Simpan Pinjam?

Demak – Minggu (10/5), Sahabat Dukcapil, Siapa di sini yang hanya tahu Koperasi dengan jenis kegiatan Simpan Pinjam? Hey Sahabat Dukcapil ternyata koperasi yang ada di Indonesia 84,9% nya merupakan Koperasi Non Simpan Pinjam, lho!

Yang belum kenal, yuk kenalan lebih dekat dengan koperasi-koperasi jenis lain ini! Yang sudah jadi anggota, komen di bawah ya kalian anggota dari koperasi yang mana. Salam solidaritas semuanya!

Transportasi Dilonggarkan, Penumpang Bandara Soetta Alami Peningkatan

JAKARTA, suaramerdeka.com – Setelah fasilitas transportasi umum dibuka kembali dengan kriteria khusus di tengah pandemi virus corona, penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mengalami peningkatan.

Pada tanggal 6 Mei 2020, angka pergerakan penumpang sebanyak 1.650 orang. Kemudian, pada tanggal 7 Mei 2020, angka pergerakan penumpang sebanyak 1.697 orang.

Angka tersebut merupakan total pergerakan penumpang baik kedatangan dan keberangkatan penerbangan domestik maupun internasional.

“Ada kenaikan, tapi tidak signifikan atau membludak. Kenaikan itu terjadi pada 7 Mei 2020, yang bertepatan dengan pemberlakuan Surat Edaran tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang diterbikan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” kata Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, Minggu (10/5).

Kemudian, untuk pergerakan pesawatnya pun, Febri mengklaim, tidak berbeda jauh. Di mana, pada 6 Mei 2020 atau sebelum Surat Edaran keluar, terdata sebanyak 151 penerbangan. Sementara, pada 7 Mei 2020, mengalami peningkatan 3 jadwal penerbangan menjadi 154 penerbangan.

“Pergerakan pesawat juga tidak signifikan naiknya, dan itu total baik yang datang ataupun keberangkatan domestik dan internasional. Sementara, untuk pergerakan pada 8 Mei 2020, saya belum mendapatkan datanya, tapi dari informasi lapangan terjadi penurunan dibandingkan 7 Mei,” ujarnya.

Berkaitan dengan kembali aktifnya transportasi umum, AP II masih terus dan akan tetap komitmen dengan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran yang diterbikan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Kita komitmen dengan surat edaran di mana, terdapat kriteria penumpang, serta memperketat pemeriksaan kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19,” katanya.

Peneliti Singapura Sebut Pandemi Corona Berakhir Bulan September, Tapi Dosen Unair Surabaya Paparkan Kasus Covid-19 Akan Hilang Pada Awal Agustus. Begini Perhitungannya

Jakarta – Sejumlah ahli melakukan kajian untuk memprediksi kapan pandemi virus corona di Indonesia mencapai puncaknya. Bagaimana menandai telah memasuki masa puncak pandemi? Puncak pandemi terjadi ketika kurva kasus di suatu negara rata. Selain itu, ada pelambatan penyebaran virus dan angka kasus baru yang terus menurun.  Ada yang memprediksi puncak pandemi akan terjadi pada bulan ini, Mei 2020. Ada pula yang memprediksi antara Juni-Juli 2020.

Epidemiolog Indonesia dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, waktu puncak pandemi bervariasi dan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Mengapa? Karena temuan kasus Covid-19 berbeda-beda di setiap daerah.

“Dari tren yang ada, Pulau Jawa akan mengalami puncak lebih awal, di sekitar akhir Mei dan awal Juni. Ini yang harus diantisipasi dengan penyediaan layanan kesehatan (ICU, ventilator, jumlah tenaga medis, APD dan sebagainya),” ujar Dicky, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020). Menurut Dicky, biasanya masa puncak memiliki durasi waktu relatif lama yakni kisaran 10-20 hari.

Sementara itu, Pakar epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono memperkirakan, puncak pandemi Covid-19 terjadi pada pertengahan Mei 2020. Catatannya, tidak terjadi mudik saat menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat melakukan mudik jelang Lebaran. Hal ini sebagai salah satu langkah antisipasi semakin meluasnya penyebaran virus corona. 

“Jadi di saat itulah, kalau enggak ada mudik. Kalau ada mudik itu agak meningkat drastis lagi pas Lebaran,” ujar Pandu, seperti diberitakan, Kamis (14/4/2020).

Melalui perhitungan yang dilakukan bersama Tim Fakultas Kesehatan UI, Pandu mengatakan, jika pemerintah menerapkan intervensi moderat, maka  pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 1,3 juta orang.

“Sekitar 1,3 juta total prediksi kasus yang butuh perawatan rumah sakit,” kata Pandu.

Yang dimaksud intervensi moderat adalah, pemerintah telah melaksanakan tes massal tapi dengan cakupan rendah. Sementara, jika pemerintah melakukan intervensi skala rendah (mengedepankan masyarakat sukarela melakukan pembatasan), jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia diprediksi mencapai 2,5 juta jiwa. Jika pemerintah menerapkan intervensi skala tinggi, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia diprediksi mencapai 600.000 jiwa. (Sumber : Fotokita)

ATM Pertanian “Si Komandan”

Demak – Minggu (10/5), Sahabat Dukcapil, Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI dan mitra lainnya mengoperasikan ATM Beras yang ditujukan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak COVID-19 di 10 lokasi di Jabodetabek.

Adapun sepuluh titik ATM Beras yang dioperasikan tersebut berada di masing-masing di Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Jabodetabek, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Update Informasi Tentang Kredit Center

Demak – Minggu (10/5), Update informasi tentang Kredit Center
Monggo untuk disimak ya Sahabat Dukcapil.

Jika ada Sahabat Dukcapil yang masih membutuhkan informasi lebih jelas mengenai kredit center, silahkan hubungi WA/SMS yang tertera pada gambar diatas.

Ngabuburit, Di Rumah Saja

Demak – Minggu (10/5), Sahabat Dukcapil, Siang-siang nungguin buka, apalagi ada himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pasti bosen kan? Nah ada beberapa cara untuk mengusir kebosanan biar ngabuburit kamu makin asik.

Caranya adalah nonton tv atau film yang edukatif dan menghibur, memasak atau mempersiapkan menu buka puasa tapi jangan lupa menunya harus yg bergizi seimbang ya, lalu agar tetap fit perlu olahraga juga yang simpel saja dan bisa dilakukan dirumah dan terakhir Tadarus Al-Quran secara mandiri atau bersama keluarga. Tetap semangat ya Sahabat Dukcapil dalam menjalankan ibadah puasa walaupun ditengah pandemi.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial