Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Asma

Demak – Rabu (6/5), Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan napas terasa berat.

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya, Spirometri, Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE), Uji Provokasi Bronkus, Pengukuran Status Alergi, CT Scan,Rontgen.

Disiplin Cegah Penularan Covid-19, Kondisi Diprediksi Normal pada Agustus

Jakarta – Disiplin cegah penularan Covid-19 dengan berdiam diri di rumah, jaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker jika harus ke luar rumah dan rajin cuci tangan dapat memutus rantai penularan SARS-CoV-2. Jika semua pihak melaksanakan hal tersebut maka kondisi Indonesia diprediksi normal pada Agustus 2020.

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan kita bersama-sama harus bisa menjalani upaya kedisiplinan dalam memutus rantai penularan virus Covid-19. “Kalau kita menginginkan pada bulan Juni, Juli kasus ini bisa kita kendalikan. Kasus ini sudah mulai bisa dikendalikan dan kehidupan kita sudah mulai menjadi lebih baik lagi, pembatasan-pembatasan sudah bisa dikurangi,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (5/5).

Komitmennya, kata dr. Achmad, ada pada diri masing-masing, peraturan sudah banyak, kebijakan yang dibuat sudah cukup banyak, jejaring pengaman sosial sudah dilakukan. Oleh karena itu kuncinya satu kedisiplinan komitmen yang kuat dan harus dilaksanakan oleh semua pihak. “Oleh karena itu, kita berharap bahwa di bulan Agustus kita sudah bisa menjalani kehidupan jadi lebih baik lagi, sudah bisa jadi kondisi normal, dalam artian kita bisa memiliki kehidupan berdisiplin, disiplin mencuci tangan misalnya, atau perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan cara ini lah kita bisa menyelamatkan diri kita, keluarga, dan orang lain,” ujarnya.

Adapun jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh hingga hari ini mencapai 2.197, bertambah 243 orang dibandingkan hari kemarin. Pasien sembuh terbanyak ada di DKI Jakarta 704 orang, Sulawesi Selatan 228 orang, Jawa Timur 180 orang, Jawa Barat 167 orang, dan Bali 160 orang. Di samping itu jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 per hari ini bertambah 282 sehingga total 12.071, pasien meninggal bertambah 8 orang total 872. Spesimen yang telah diperiksa sebanyak 121.547 spesimen dari 88.924 orang.

Tim satuan tugas penanggulangan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia berhasil mendata jumlah ODP sebanyak 239.226 orang. Hampir 200 ribu ODP sudah selesai dipantau dan dinyatakan sehat. Sementara jumlah PDP mencapai 26.408. “Kita harus betul-betul memperjuangkan jangan sampai kita tertular, jangan sampai orang lain tertular. Karena itu kuncinya bagaimana jangan ada penularan. Ini bisa dilakukan, kita bisa gotong royong bersatu memutus rantai penularan,” kata dr. Achmad.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2).

BPS Catat 6,88 Juta Orang Nganggur, Jateng Tertinggi Kedua Jumlah Penganggurannya Loh!

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran naik 60 ribu orang hingga mencapai 6,88 juta orang per Februari 2020. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penduduk usia kerja di Indonesia pada bulan Februari 2020 adalah sebesar 199,4 juta orang. “Kalau kita bandingkan dengan posisi Februari 2019, berarti penduduk usia kerja meningkat 2,92 juta orang,” ujarnya saat teleconference di Jakarta, Selasa (5/5).

Penduduk usia kerja terbagi dua yakni angkatan kerja naik 1,73 juta orang menjadi 137,91 juta orang dan bukan angkatan kerja naik 1,19 juta orang menjadi 61,47 juta orang. Sementara, jumlah orang bekerja pada Februari 2020 yang mengalami kenaikan dengan komposisi pekerja penuh, pekerja paruh waktu ,dan setengah pengangguran. “Setengah pengangguran mengalami penurunan 1,19 juta orang pada bulan Februari 2020,” kata Suhariyanto.

Di sisi lain, ia menambahkan, masih ada perbedaan yang cukup jauh antara tingkat partisipasi angkatan kerja menurut jenis kelamin. “Tingkat partisipasi angkatan kerja lelaki lebih tinggi daripada perempuan. Lalu, khusus untuk perempuan pada Februari 2020 ini mengalami penurunan dari 55,5 persen menjadi 54 persen,” ujarnya.

Sementara untuk prosentase pengangguran terbanyak ada di provinsi Banten. Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten mencapai 8,01 persen atau di atas rata-rata nasional 4,99 persen. “Kalau kita lihat tingkat pengangguran terbuka menurut provinsi tidak berubah. Tingkat pengangguran terbuka itu terendah di Bali 1,21 persen, sementara tertinggi di Banten itu 8,01 persen,” ujarnya.

Kemudian, Suhariyanto menjelaskan, provinsi dengan tujuan pariwisata juga mengalami peningkatan jumlah pengangguran. “Pada beberapa provinsi, terutama yang menjadi destinasi wisata itu tingkat pengangguran terbukanya mengalami kenaikan. Misalnya untuk Babel (Bangka Belitung) naik tipis dari 3,39 persen jadi 3,41 persen,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, setelah Banten tingkat pengangguran tertingi ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang tingkat penganggurannya naik tajam dari 2,86 persen ke 3,38 persen. “Lalu, disusul Sulawesi Utara 5,57 persen, Sulawesi Selatan 6,07 persen, dan Papua Barat 6,2 persen,” kata dia.

Sementara itu,Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebelumnya menyebut jumlah pengangguran sudah melonjak akibat terganggunya roda perekonomian selama masa pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum Kadin, Suryani Motik, mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki jumlah pengangguran sudah bertambah lebih dari 10 juta orang akibat pandemi Covid-19. “Data unemployment dari pemerintah, per hari ini baru 2-3 juta orang. Kenyataanya di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (2/5 lalu).

Pengangguran baru tersebut utamanya disumbangkan oleh sektor hotel restoran pariwisata dan juga UMKM. Motik menjelaskan, sektor hotel memperkerjakan sekitar 15 juta tenaga kerja. Saat ini, sudah banyak hotel yang memutuskan untuk merumahkan karyawannya. “Data 2018, UMKM jumlahnya ada 61 juta, kalau rata-rata memperkerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya,” kata dia.

Oleh karenanya, Suryani meminta kepada pemerintah untuk lebih tepat sasaran dalam menyalurkan stimulus berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, minimnya data akurat yang dimiliki pemerintah mengenai jumlah tenaga kerja mengakibatkan penyaluran BLT menjadi tidak tepat sasaran. “Kalau stimulus tidak tepat sasaran, akan bahaya bagi kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, angka pengangguran terbuka bakal mengalami peningkatan signifikan tahun ini. Berdasarkan perhitungan pemerintah, untuk skenario berat bakal ada penambahan 2,9 juta orang menganggur di Indonesia. Adapun untuk skenario yang lebih berat, jumlah pengangguran bakal meningkat hingga 5,2 juta orang. “Pengangguran yang selama ini menurun dalam lima tahun terakhir bakal mengalami kenaikan. Skenario berat ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran dan bisa lebih berat yaitu 5,2 juta orang,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, beberapa waktu lalu. (sumber : Tribun Jateng).

Ruas Jalan Jalan Dr Wahidin Tak Jadi Ditutup, Dishub Kota Semarang Sebut Masih Dikaji

SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan penutupan jalan tahap 4.

Sebelumnya beredar kabar penutupan jalan tahap empat dilakukan di tiga ruas jalan yakni Jalan Dr Wahidin mulai simpang Sisingamangaraja sampai simpang TL Kaliwiru, Jalan Ngresep Timur V dari Patung Kuda Diponegoro, dan Jalan Sukun Raya dari Pizza Hut hingga Simpang Bina Remaja.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan menjelaskan, penutupan Jalan Dr Wahidin mulai simpang Sisingamangaraja sampai simpang TL Kaliwiru masih dikaji.

Sementara, penutupan jalan tahap 4 baru akan dilakukan di Jalan Ngresep Timur V dari Patung Kuda Diponegoro dan Jalan Sukun Raya dari Pizza Hut hingga Simpang Bina Remaja mulai pukul 18.00 nanti selama 24 jam. “Jalan Wahidin penutupan sudah berjalan tapi yang dari arah Jatingaleh. Yang dari Simpang Sisingamangaraja belum fix.

Yang pasti nanti Patung Diponegoro dan Sukun,” paparnya, Senin (4/5/2020) sore. Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pertimbangan ditutupnya Jalan Sukun Raya yaitu situasi di jalan tersebut selama tiga hari terakhir masih cukup ramai.

Begitu juga di Jalan Ngresep Timur V juga terpantau ramai selama tiga hari terakhir. “Di Jalan Sukun selama tiga hari terakhir luar biasa. Orang lalu lalang, kemudian bergerombol. Di patung Diponegoro juga karena setiap malam selalu ramai. Penutupan ini supaya mengurangi mobilitas masyarakat,” terangnya.

Dia memastikan penutupan jalan tersebut tidak permanen. Pihaknya akan membuka jalan tersebut jika kondisi sudah normal kembali. (Sumber : Tribun Jateng)

Harga Pengadaan Ayam Rp 770 Ribu Per Ekor di Tengah Pandemi Corona, Kementan Beri Klarifikasi

Jakarta – Indonesia saat ini menghadapi potensi krisis lain akibat terpaan pandemi virus corona. Di tengah situasi demikian, mencuat kabar bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penganggaran pengadaan ayam per ekor dengan harga Rp 770 Ribu. Tingginya harga ayam tersebut pun mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR-RI.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita menjelaskan, pihaknya justru tengah melakukan penghematan besar-besaran dalam pengadaan barang dan jasa. Dijelaskan Ketut, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 26,96 miliar untuk pengadaan 35.000 ekor ayam.

Sebagai informasi, harga Rp 770.000 per ekor ayam tersebut muncul dengan membagi total anggaran untuk pengadaan sebesar Rp 26,96 miliar yang dibagi dengan jumlah ayam yang dibeli sebanyak 35.000 ekor. Adapun kegiatan tersebut antara lain pengadaan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor senilai Rp 2,02 miliar. Lalu hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp 3,96 miliar. (sumber : Tribun Jateng)

Update Covid 19 Di Kabupaten Demak

Demak – Update Data Pantauan Corona Kabupaten Demak. Selasa, 5 Mei 2020. Informasi Seputar Virus Corona Kabupaten Demak dapat diakses melalui corona.demakkab.go.id

Ketahui Beda Henti Jantung dan Serangan Jantung, Penyakit yang Diderita Didi Kempot

Demak – Selasa (5/5) Banyak kalangan yang menyebutkan bahwa serangan jantung sama halnya dengan henti jantung. Dua penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan kondisi yang fatal hingga kematian. Kendati demikian, terdapat beberapa perbedaan yang mendasar mengenai kedua penyakit ini. Berikut ulasannya yang dirangkum dari Halodoc. Beberapa perbedaan yang mendasar mengenai kedua penyakit kronis ini yakni yang pertama pada definisi atau pengertiannya.

Henti jantung atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah cardiac arrest merupakan sebuah kondisi tubuh yang mengalami masalah pada organ jantung yang krusial. Pada kondisi ini, organ jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak karena adanya gangguan pada gaya listrik di dalam otot jantung. Otot jantung hanya dapat bergetar dengan sangat lambat. Sehingga, hal tersebut dapat membuat jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan seketika aliran darah juga akan terhenti.

Serangan jantung atau dalam dunia medis disebut dengan heart attack adalah suatu kondisi dimana organ jantung tidak dapat menerima pasokan oksigen yang cukup untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Gangguan ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah pada arteri sehingga menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Berbeda dengan henti jantung, gangguan ini dapat terjadi pada jangka waktu yang lebih panjang. Jika jantung sering mengalami gangguan ini, maka dapat terjadi kondisi yang fatal seperti kematian otot jantung.

Status Perkawinan Berubah?Ayo Lakukan Update Data Kependudukan

Demak – Selasa (5/5) Bahaudin Dawami, Operator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Karangtengah ini melayani salah satu warga yang akan mengurus pengajuan pembuatan Kartu Keluarga (KK) baru.

Permohonan pengajuan KK yang dilakukan oleh Rizal Firnanda warga desa Sampang RT 02 RW 05 Kecamatan Karangtengah ini adalah KK baru karena adanya pemecehan status dari belum kawin menjadi kawin tercatat.

Alamat Berubah Karena Pemekaran RT RW Wajib Lakukan Update Data Kependudukan

Demak – Selasa (05/5), Bagi warga Demak dihimbau untuk melakukan update perubahan elemen data kependudukan sekecil apapun. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sudirman warga desa Tanjunganyar RT01 RW 03 Kecamatan Gajah yang mengajukan permohonan perubahan elemen data kependudukan pada Kartu Keluarga miliknya dikarenakan ada perubahan RT RW yang terjadi akibat ada pemekaran wilayah.

Hal tersebut dibenarkan oleh Hadi Purwanto, A.Ma, selaku Koordinator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Gajah, bahwa Sudirman mengajukan permohonan perubahan RT dan RW ini, dari yang awalnya Rt 05 RW 02 karena ada pemekaran wilayah dan berubah menjadi RT01 RW 03.

Ayo Update Perubahan Data Kependudukanmu

Selasa (5/5) – Ratmini warga desa Dukun Rt 02 Rw 03 Kecamatan Karangtengah ini melakukan pengajuan perubahan elemen data kependudukan, karena perubahan status perkawinan, dari kawin menjadi cerai mati. Dengan melampirkan data dukung berupa Surat Keterangan Kematian dari RS/desa dan Kartu Keluarga.

Hal ini diakui oleh Kamil, S.Sos, Koordinator Dindukcapil Kab. Demak yang bertugas di TPDK Kecamatan Karangtengah. Selain itu, Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data, Rudy Hartono, S.IP juga menegaskan bahwa warga Demak yang mengalami perubahan elemen data kependudukan, dihimbau untuk melakukan update data kependudukan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial